Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , » Karena Bagus, PDIP Isyaratkan Pertahankan Arta-Kembang

Karena Bagus, PDIP Isyaratkan Pertahankan Arta-Kembang

Written By Dre@ming Post on Senin, 16 Maret 2015 | 7:33:00 AM

I Putu Artha - I Made Kembang Hartawan sidak KPUD
NEGARA - PDIP isyaratkan akan pertahankan paket incumbent I Putu Artha - I Made Kembang Hartawan sebagai Calon Bupati (Cabup)-Calon Wakil Bupati (Cawabup) Jembrama untuk Pilkada 2015. Alasannya, selain sudah terbukti sukses dalam mensejahterakan masyarakat Jembrana selama hampir 5 tahun kepemimpinannya, Bupati-Wakil Bupati Jembrana hasil Pilkada 2010 ini juga mampu membesarkan dan mengamankan perintah partai.

Isyarat untuk perrtahankan paket Putu Artha-Kembang Hartawan ini disampaikan Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster, saat acara bhakti sosial pra Kongres IV PDIP di Gedung Kesenian Bung Karno (GKBK) Jembrana, Minggu (15/3). Dalam orasinya di hadapan ribuan kader PDIP, Wayan Koster memohon doa restu kepada masyarakat, termasuk jajaran Partai Banteng, untuk mendudukkan kembali Paket Artha-Kembang sebagai Bupati-Wakil Bupati Jembrana melalui Pilkada, Desember 2015 mendatang. “Saya mohon restu masyarakat Jembrana agar pasangan Putu Artha-Kembang Hartawan bisa duduk kembali dalam memimpin Gumi Makepung ke depan,” tandas Koster yang juga Ketua Panitia Daerah Kongres IV PDIP di Sanur, Denpasar Selatan, 8-12 April 2015 depan.

Ketika diwawancarai kembali seusai orasi di GKBB Jembrana kemarin, Koster menegaskan sudah sepantasnya Paket Artha-Kembang kembali dicalonkan memimpin Gumi Makepung periode 2016-2021. Koster berdalih, selain sudah terbukti sukses dalam mensejahterakan masyarakat Jembrana, Artha-Kembang juga berhasil membesarkan partai dan mengamankan perintah partai.

Faktanya, Artha-Kembang mampu membawa PDIP bangkit meningkatkan perolehan kursi di DPRD Jembrana hasil Pileg 2014. Berdasarkan hasil Pileg 2014, PDIP mampu sapu 14 kursi dari total 35 kursi yang diperebutkan untuk DPRD Jembrana 2014-2019. Padahal, saat Pileg 2009 lalu, PDIP hanya mendominasi 9 kursi dari total 30 kursi parlemen yang diperebutkan. Berarti, PDIP di bawah kendali Kembang Hartawan selaku ketua DPC PDIP Jembrana berhasil sapu bersih seluruh tambahan 5 kursi parlemen saat Pileg 2014. “Jadi, paket Abang (Artha-Kembang) sudah bagus, makanya patut dipertahankan. Masa sudah bagus harus diganti?” seloroh Koster, politisi militan asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng yang juga anggota Fraksi PDIP DPR RI Dapil Bali tiga kali periode. Sebagai pasangan incumbent (masih menjabat Bupati-Wakil Bupati Jembrana 2011-2016), kata Koster, Paket Artha-Kembang juga dipastikan mendapat prioritas dari DPP PDIP untuk maju lagi ke Pilkada 2015. Terkait isu pecah kongsi antara Putu Artha dan Kembang Hartawan karena sama-sama berambisi menjadi Calon Bupati (Jembrana 1), menurut Koster, itu hal biasa. Setiap pastai pasti akan ada riak-riak, sebagai proses berdemokrasi. Namun nantinya, semua keputusan tetap ada di tangan DPP PDIP sebagai induk partai. Sementara itu, Bupati Artha maupun Wabup Kembang Hartawan tak mau membusungkan dada atas statemen Wayan Koster soal isyarat untuk pertahankan mereka ke Pilkada Jembrana 2015. Mereka menilai pernyataan Koster masih statemen pribadi, belum jadi keputusan partai. Secara pribadi, Kembang Hartawan mengaku sangat menghormati statement Koster selaku Ketua DPD PDIP Baali. Menurut Kembang, pernyataan Koster itu untuk mereda kondisi di internal PDIP Jembrana yang belakangan mulai menghangat, sehingga bisa bersatu kembali.

“Melihat pernyataan Pak Koster tadi (saat orasi di GKBK Jembrana kemarin), saya positive thinking saja. Karena beliau sebagai orangtua di DPD PDIP Bali. Statemen beliau bisa meredakan kondisi di internal mulai menghangat,” jelas Ketua DPC PDIP Jembrana 2010-2015 dan 2015-2020 ini. Menurut Kembang, seluruh keputusan dalam menghadapi Pilkada Jembrana 2015 tetap berada di tangan DPP PDIP. Sampai saat ini, dirinya belum ada menentukan sikap apakah akan kembali maju sebagai Wakil Bupati atau incar kursi Bupati Jembrana. Yang terpenting baginya, bagaimana melahirkan keputusan terbaik untuk keberasaran partai, dengan mengesampingkan ego pribadi. “Ini (Calon Bupati-Calon Wakil Bupati) bukan soal pribadi, tapi soal harga diri partai. Jadi, bagaimana memenangkan partai, bukan persoalan Kembang atau siapa menjadi calon. Mengamankan yang terbaik untuk partai, itu jauh lebih penting” tandas Kembang yang notabene mantan Ketua DPRD Jembrana 2004-2009 dan 2009-2010, sebelum kemudian terpilih menjadi Wabup melalui Pilkada 2010. Kembang menegaskan, yang terpenting saat ini adalah menyerap aspirasi masyarakat di akar rumput, sehingga induk partai tidak salah dalam menentukan keputusan. Tentunya ada mekanisme yang harus dilalui. Sedangkan tahapan Pilkada Jembrana 2015 di internal PDIP saat ini belum berjalan. “Kita tahapan di internal belum. Sosialiasi juga belum. Nanti setelah Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1937 baru dimulai. Makanya, kita akan lihat dinamika dalam dua tiga bulan ke depan ini, mendengarkan arus masyrakat dari bawah, arus di akar rumput, dan diperkuat dengan survei independent dan partai,” jelas nakhoda partai asal Pekutatan, Jembrana ini. Dikonfirmasi secara terpisah, Minggu kemarin, Bupati Putu Artha juga menanggapi isyarat Wayan Koster sebagai statement pribadi, bukan keputusan partai. Tujuannya, supaya kader PDIP bisa bersatu dan bekerja untuk memenangkan kembali Pilkada Jembrana 2015. “Kita diminta harus kerja. Ya, itu biasa-biasa saja kita menanggapinya. Pak Koster memberi sinyal begitu (pertahankan paket Artha-Kembang), supaya kita bersatu di PDIP dan tidak pecah,” tegas Bupati yang juyga Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPC PDIP Jembrana ini. Duet Putu Artha-Kembang Hartawan sendiri sebelumnya naik ke kursi Bupati-Wakil Bupati setelah memenangkan Pilkada Jembrana, 27 Desember 2010 silam. Kala itu, jago PDIP ini menngungguli tiga pasangan lainnya, dengan mengoleksi 69.225 suara atau dominasi 44,61 persen

Tiga pasangan yang disingkirkan Artha-Kembang kala itu masing-masing Gede Patriana Krisna-Ketut Subanda (Cabup-Cawabup Jembrana yang diusung koalisi Demokrat-Golkar/kebagian 30,85 persen suara), IGM Kartikajaya-IGN Cipta Negara (Cabup-Cawabup Jembrana diusung koalisi 12 parpol gurem yang dimotori Gerindra/kebagian 22,57 persen suara), dan Wayan Dendra-Ketut Sumantra (Cabup-Cawabup Jembranya yang diusung koalisi PNBKI-PKB-PIB/hanya kebagian 1,96 persen suara).








sumber : nusabali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

GA Tipe Tertutup, Fase Letusan Freatik, Freatomagmatik, Terakhir Magmatik

Penampakan Gunung Agung dari Pos Pantau Gunung Api Agung, Rendang, Karangasem, Rabu (22/11/2017) sore (grafis) 3 Kali Tremor Menerus Te...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen