Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , » YES!! Ignasius Jonan Umumkan Status GA Jadi Siaga KRB 4 Km

YES!! Ignasius Jonan Umumkan Status GA Jadi Siaga KRB 4 Km

Written By Dre@ming Post on Minggu, 11 Februari 2018 | 11:41:00 AM

Gunung Agung Turun Status Siaga

AMLAPURA - Menurut Kepala PVMBG, Kasbani, pergerakan magma ke kawah Gunung Agung (GA) masih terjadi, walau bergerak lambat

Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengumumkan penurunan status Gunung Agung dari level IV (awas) menjadi level III (siaga) disertai menciutkan radius berbahaya jadi 4 kilometer. Otomatis, pengungsi dari luar radius 4 kilometer dari kawah Gunung Agung bisa pulang. Lebih lanjut pemulangan pengungsi ditangani BNPB bersama Bupati Karangasem.

“Radius berbahaya diciutkan yang semula 6 kilometer jadi 4 kilometer. Sehingga dampaknya, kepada para pengungsi bisa pulang dan kegiatan pariwisata di Bali jadi aman,” ujar Ignasius Jonan saat jumpa pers didampingi Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM Kasbani, Kepala BNPB Willem Rampangille, Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa, Kabid Mitigasi Gunung Api PVMBG I Gede Suantika dan Kasubid Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur Devy Kamil Syahbana di Pos Pengamatan Gunung Api Agung PVMBG Banjar Dangin Pasar, Desa/Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (10/2) pukul 09.00 Wita.

Hanya saja yang membedakan, saat status Gunung Agung naik dari level II (waspada) ke level III (siaga) pada 18 September 2017, radius berbahaya 6 kilometer. Sedangkan status awas (level IV) yang sebelumnya sempat diturunkan jadi siaga (level III) 29 Oktober 2017, radius berbahaya 7,5 kilometer.

Kali ini dengan diturunkannya status awas ke status siaga radius berbahaya 4 kilometer mengacu Surat No 321/45/BGL V/2018 perihal penurunan status Gunung Agung dari level IV (awas) ke level III (siaga) pukul 09.00 Wita, ditandatangani Kepala PVMBG Kementerian ESDM Kasbani. Itu berarti tiga kali Gunung Agung status siaga, radius berbahayanya berbeda-beda.

Kepala PVMBG, Kasbani mengatakan, turunnya status Gunung Agung berdasarkan hasil evaluasi tingkat kegempaan terus menurun dari Senin (27 November 2017) hingga Rabu (7/2) atau selama 73 hari, gempa sebanyak 34 kali. Begitu juga volume gas yang keluar cenderung menurun dari 21 November 2017 hingga Senin (22/1). "Erupsi juga mengalami penurunan, visual terakhir, Rabu (24/1) volume kubah kawah Gunung Agung tidak ada penambahan, isinya sekitar 20 juta meterkubik lava, dari kapasitas 60 juta meterkubik. Tetapi potensi erupsi masih terjadi," katanya.

Hanya saja pergerakan magma ke kawah Gunung Agung kata Kasbani masih terjadi, walau bergerak lambat. Ancaman lahar hujan, ancaman bahaya aliran pirokalstik (awan panas) tekanannya rendah, meski demikian tetap diwaspadai. Kasbani juga mengingatkan kepada warga yang bermukim di bantaran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar tetap waspada. Sebab, di setiap hujan lebat turun, selalu disertai banjir lahar hujan.

Di kesempatan itu Wakil Bupati Artha Dipa, mensyukuri status turun di saat cuaca Gunung Agung cerah. "Tinggal kami memfasilitasi pengungsi di luar radius 4 kilometer untuk kembali ke rumahnya," kata Artha Dipa.

Mengenai ruas jalan di beberapa bagian kondisinya putus diterjang banjir, kata Artha Dipa, perlu dikerjasamakan dengan provinsi dan pusat. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri dihubungi terpisah juga menyambut hangat atas keputusan diturunkannya status Gunung Agung, sehingga pengungsi bisa kembali. "Kami segera antar pengungsi ke kampungnya masing-masing, terutama dari luar radius 4 kilometer," katanya.

Bupati Serahkan HT ke Perbekel dari KRB Gunung Agung

Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri menyerahkan bantuan 140 HT (handy talky) hibah dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk perbekel di KRB (kawasan rawan bencana), desa penyangga, ORARI, dan relawan Pasemetonan Jagabaya (Pasebaya) Gunung Agung Karangasem.

HT itu agar digunakan untuk kepentingan kemanusiaan, mengedukasi masyarakat di KRB agar bersedia mengungsi yang berasal dari radius 4 kilometer dari kawah Gunung Agung. Bantuan itu pula untuk mengikis berita-berita hoax terkait bencana Gunung Agung. Penyerahan bantuan itu berlangsung di Aula Kantor Bupati Karangasem Jalan Ngurah Rai Amlapura, Sabtu (10/2).

Bupati Mas Sumatri mengapresiasi perjuangan para relawan Pasebaya Gunung Agung, perbekel, ORARI dan masyarakat yang peduli meminimalkan risiko bencana, selama ini. Apalagi telah dibangun Pos Pasebaya Gunung Agung di Banjar Wates Tengah, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat melakukan komunikasi 24 jam tanpa henti.

Kepeduliannya, bukan saja untuk mengedukasi masyarakat di KRB, memberikan pemahaman kepada wisatawan yang nekat hendak naik Gunung Agung, bahkan peduli terhadap satwa liar seperti kera di lereng Gunung Agung, secara rutin membawakan makanan.

“Makanya kami dari pemerintah merasa terbantu, salut atas kegigihan para relawan berjuang demi kemanusiaan,” jelas Bupati Mas Sumatri. Penyerahan bantuan secara simbolis dari Bupati Mas Sumatri ke Ketua Pasebaya I Gede Pawana, perwakilan Perbekel I Wayan Suara, dan Ketua ORARI Lokal Bali I Gusti Ngurah Semarabawa.

Hadir di acara penyerahan bantuan HT, anggota Komisi X DPR RI I Putu Supadma Rudana, Sekda I Gede Adnya Muliadi, Kadis Perpustakaan I Komang Daging, Kadisdikpora Karangasem I Gusti Ngurah Kartika, Staf Ahli I Wayan Sutapa, Asisten III I Wayan Purna, Kabag Humas dan Protokol I Gede Waskita Suta Dewa dan undangan lainnya.

Ketua Pasebaya, I Gede Pawana merasa bersyukur atas adanya bantuan HT, sehingga memudahkan melakukan komunikasi kepada perbekel di KRB dan desa penyangga, serta relawan lainnya. “Memang sangat efektif melakukan komunikasi, juga mengedukasi masyarakat melalui HT. Sebab, rata-rata masyarakat telah memantau melalui HT itu,” kata Gede Pawana. Mulanya hanya 20 perbekel di KRB yang terima bantuan HT, menyusul 58 perbekel di KRB, desa penyangga, dan ORARI hingga totalnya total 140 HT.











sumber : nusabali
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Untuk Proyek Shortcut Satu Keluarga Minta Lahannya Ditukar Guling

Putu Yasa (berdiri), pemilik lahan asal Desa Pegayaman, minta lahannya ditukar guling saat proses ganti rugi tanah shortcut di Singaraja...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen