Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , » Sunyi dan Hening, Kampanye Nasional Diliburkan Saat Nyepi

Sunyi dan Hening, Kampanye Nasional Diliburkan Saat Nyepi

Written By Dre@ming Post on Senin, 31 Maret 2014 | 3:50:00 PM

Ratusan kapal pengangkut barang dan penangkap ikan bersandar di Pelabuhan Benoa, Denpasar, saat Hari Raya Nyepi, Senin. Demikian juga dengan jutaan unit kendaraan bermotor tidak beroperasi hingga Selasa (1/4) pukul 06.00 Wita saat umat Hindu di Bali menjalani ritual Catur Brata Penyepian dengan tidak bekerja (amati karya), tidak menyalakan api (amati geni), tidak bepergian (amati lelungan), dan tidak mencari kesenangan (amati lelanguan).
Aktivitas Pelayaran Lembar-Padangbai Dihentikan Saat Nyepi

Mataram - PT Indonesia Ferry (Persero) Cabang Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), menghentikan aktivitas pelayaran Lembar-Padangbai saat perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1936 yang jatuh pada 31 Maret.

"Aktivitas penyeberangan Lembar-Padangbai yang biasanya dimulai pukul 06.00 Wita ditiadakan saat Perayaan Nyepi tanggal 31 Maret," kata Supervisor II (bagian operasional) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Lembar Sukowarno, yang dihubungi dari Mataram, Minggu.

Ia mengatakan, penutupan sementara waktu aktivitas penyeberangan itu mengacu kepada Surat Edaran Gubernur Bali yang ditujukan kepada pihak-pihak terkait.

Namun, penutupan aktivitas penyeberangan itu hanya berlangsung sehari dan akan dibuka kembali pada 1 April 2014.

Pelayaran terakhir kapal penyeberangan dari Pelabuhan Lembar Minggu (30/3) pukul 20.40 Wita, dan dari Pelabuhan Padangbai yakni Senin (31/3) pukul 07.20 WITA.

Setelah perayaan Nyepi, pelayaran kembali dibuka, dan penyeberangan dari Pelabuhan Lembar mulai dibuka pada Selasa (1/4) pukul 02.30 WITA, karena Pelabuhan Padangbai mulai dibuka pukul 06.00 WITA.

"Hanya sehari saja, dan ini sudah disosialisasikan kepada semua pihak terkait, dan penghentian sementara aktivitas penyeberangan saat Nyepi itu sudah menjadi kebiasaan rutin setiap tahun," ujarnya.

Sosialisasi kepada pengguna jasa angkutan penyeberangan juga dilakukan baik dalam bentuk pengumuman yang ditempelkan di pelabuhan penyeberangan dan sekitarnya, juga melalui media massa.

Aktivitas penyeberangan ferry dari rute Lembar-Padangbai didukung 30 unit kapal, namun rata-rata 12 unit yang dioperasionalkan setiap hari, sisanya dioperasionalkan secara bergantian, tergantung kebutuhan penumpang dan barang yang hendak diangkut, dan proses perawatan kapal.

Setiap hari penyeberangan pada rute itu mencapai 28 perjalanan, terbanyak siang karena cuaca relatif baik. Berbeda dengan cuaca malam sehingga relatif berkurang perjalanan malam.

Rute penyeberangan Lembar (Lombok) ke Padangbai (Bali) sepanjang 35 mil dengan waktu tempuh 4--5 jam, dan setiap unit kapal rata-rata dioperasikan dalam dua perjalanan.

Ratusan Kapal Bersandar Di Pelabuhan Benoa

Denpasar - Ratusan kapal pengangkut barang dan penangkap ikan bersandar di Pelabuhan Benoa, Denpasar, saat Hari Raya Nyepi, Senin.

Demikian juga dengan jutaan unit kendaraan bermotor tidak beroperasi hingga Selasa (1/4) pukul 06.00 Wita saat umat Hindu di Bali menjalani ritual Catur Brata Penyepian dengan tidak bekerja (amati karya), tidak menyalakan api (amati geni), tidak bepergian (amati lelungan), dan tidak mencari kesenangan (amati lelanguan).

Upaya itu mendapat dukungan dari majelis lintas agama dan keagamaan di daerah ini yang telah mengeluarkan seruan bersama untuk menyukseskan pelaksanaan Hari Suci Nyepi tersebut.

Pada saat Nyepi, enam pelabuhan laut di Bali ditutup total. Demikian pula dengan bandar udara.

Puluhan kapal penyeberangan melayani Pelabuhan Gilimanuk untuk menghubungkan transportasi Bali-Jawa dan sebaliknya tidak beroperasi sejak Minggu (30/3) pukul 23.00 waktu setempat dan baru dibuka kembali Selasa (1/4).

Pemerintah Provinsi Bali, pemerintah kabupaten (Pemkab) dan pemerintah kota (Pemkot) juga tidak ada mengeluarkan izin dispensasi bagi siapapun untuk bisa menggunakan kendaraan bermotor.

Dispensasi itu kecuali bisa dikeluarkan oleh Bendesa adat (desa pekraman) kepada warganya yang mendesak, karena sakit atau melahirkan ke rumah sakit.

Oleh sebab itu instansi pemerintah yang mengemban tugas kemasyarakatan seperti rumah sakit, Dinas Pemadam Kebakaran, PT PLN dan karyawan hotel itu menyiapkan petugasnya di tempat kerja sehari sebelum hingga sehari sesudah Nyepi.

Bali Berpotensi Hujan Saat Nyepi

Denpasar - Pulau Bali berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Hari Raya Nyepi, Senin, sebagaimana prakiraan cuaca Badan Metereologi, Geofisika, dan Klimatologi (BMKG).

Potensi hujan ringan akan terjadi di kawasan Pura Besakih (Kabupaten Karangasem), Kintamani (Kabupaten Bangli), Ubud (Kabupaten Gianyar), dan Tanah Lot (Kabupaten Tabanan).

Hujan sedang diperkirakan akan terjadi di kawasan perbukitan Bedugul (Kabupaten Tabanan), sedangkan cuaca di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar diperkirakan berawan.

Namun sejak Minggu (30/3) hingga Senin pagi saat umat Hindu menjalani ritual Catur Brata Penyepian, cuaca di Kota Denpasar dan sekitarnya cerah dengan suhu udara rata-rata berkisar antara 24 hingga 33 derajat Celcius.

Ketinggian gelombang di perairan sekitar Bali juga cukup kondusif. Namun dua pelabuhan penyeberangan, yakni Gilimanuk (Bali-Jawa) dan Padangbai (Bali-Lombok), ditutup untuk umum sejak pukul 06.00 Wita hingga Selasa (1/4) pukul 06.00 Wita.

Tinggi gelombang di perairan di sekitar Pantai Sanur, Pantai Kuta, Pantai Nusa Dua, dan Pantai Tanah Lot berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter.

Sejak pukul 06.00 Wita situasi di Bali lengang. Hanya petugas keamanan desa adat atau "pecalang" yang berjaga-jaga di setiap persimpangan jalan atau tempat-tempat strategis lainnya.

"Sejauh ini situasi masih tetap kondusif," kata Ida Bagus Miartha selaku Koordinator Pecalang Dusun Adat Mekarsari, Kota Denpasar.

Kampanye Nasional Diliburkan Saat Nyepi

Jakarta - Komisi Pemilihan Umum meliburkan seluruh kegiatan kampanye rapat umum terbuka, Senin, berkaitan dengan peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1936, kata Komisioner Ferry Kurnia Rizkiyansyah di Jakarta.

"Hari ini (Senin), semua kegiatan kampanye nasional diliburkan untuk menghormati Hari Raya umat Hindu," kata Ferry.

Awalnya, pemberlakuan libur kampanye pada Hari Raya Nyepi bagi Provinsi Bali yang mayoritas penduduknya menjalankan rangkaian tradisi keagamaan. Namun untuk menghormati seluruh penduduk Indonesia yang beragama Hindu, maka parpol dan KPU menyepakati kampanye nasional ditiadakan pada Senin.

Untuk di Bali, kegiatan politik dan kampanye mulai absen sejak Jumat (28/3) karena rangkaian kegiatan dimulai tiga hari sebelum perayaan Nyepi.

Sebelumnya, Ketua KPU Provinsi Bali, Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi di Jakarta mengatakan permintaan libur kampanye pada Hari Raya Nyepi di Bali dilakukan setelah melakukan pembicaraan dengan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Pemprov serta aparat keamanan setempat.

"Kami sudah dua kali melakukan rapat koordinasi di Bali, pada 10 Februari dan 17 Februari, yang pada intinya kami mengusulkan tidak ada aktivitas apa pun selama rangkaian upacara Hari Raya Nyepi," kata Raka Sandi.

Berdasarkan jadwal kampanye yang sudah disusun, selama 28 Maret hingga 1 April itu hanya ada satu kali jadwal kampanye oleh beberapa parpol di Bali.

"Kebetulan jadwal kampanye di Bali saat itu hanya ada satu hari, yaitu pada 31 Maret, jadi digeser ke tanggal 27 Maret. Sehingga jumlah kampanye rapat umum terbuka di Bali sama dengan di provinsi lain," jelasnya.

Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1936 jatuh pada 31 Maret, tetapi tiga hari sebelumnya sudah dilakukan rangkaian kegiataan keagamaan umat Hindu, yaitu penyucian simbol-simbol keagamaan di laut.

"Tanggal 28-29 Maret merupakan rangkaian upacara melasti. Kemudian tanggal 30 Maret adalah upacara pengerupukan atau pawai ogoh-ogoh, yang sudah diizinkan Parisada (Hindu Dharma Indonesia) untuk tidak mencampuradukkan upacara keagamaan dengan kegiatan kampanye," ujarnya.

Sunyi dan Hening Suasana Nyepi di Bali

Denpasar - Pulau Bali yang dihuni 3,8 juta jiwa dan puluhan ribuan wisatawan mancanegara sedang menikmati liburan di Pulau Dewata, Senin tampak sunyi senyap dan hening saat umat Hindu melaksanakan ibadah Tapa Brata Penyepian menyambut Tahun Baru Saka 1936.

Berdasarkan pantauan di Kota Denpasar, tempat-tempat wisata dan pusat perekonomian lainnya yang sehari-hari diwarnai kemacetan lalu lintas berubah total menjadi sunyi senyap, seperti pulau tanpa penghuni, saat umat Hindu diri melaksanakan ibadah tapa brata, empat pantangan.

Pantangan yang wajib dijalani umat Hindu sambil melakukan introspeksi diri berlangsung selama 24 jam sejak pukul 06.00 Wita sebelum matahari terbit hingga pukul 06.00 waktu setempat keesokan harinya.

Tapa Brata Penyepian meliputi amati karya (tidak bekerja dan aktivitas lainnya), amati geni (tidak menyalakan api), amati lelungan (tidak bepergian) dan amati lelanguan (tidak mengumbar hawa nafsu, tanpa hiburan/bersenang-senang).

Sepanjang jalan dan gang-gang tampak sepi, kecuali hanya beberapa pecalang (petugas keamanan desa adat) yang berjaga di ujung gang dan perempatan jalan.

Pemandangan serupa hampir terjadi di seluruh pelosok pedesaan di Pulau Dewata.

Wisatawan mancanegara yang sengaja berlibur di Bali, bertepatan dengan umat Hindu melaksanakan tapa brata penyepian hanya diperkenankan melakukan aktivitas di dalam kawasan hotel.

Demikian pula umat non Hindu yang selama ini hidup rukun dan berdampingan satu sama lain pada hari yang "diistimewakan" itu juga sangat menghormati umat Hindu melaksanakan Tapa Brata Penyepian.

Di komplek perumahan Perum-Perumnas Monang-Maning Denpasar, kawasan pemukiman yang dihuni sekitar 2.500 kepala keluarga, yang berasal dari berbagai etnis di Nusantara, dengan toleransi tinggi menghormati pelaksanaan Tapa Brata penyepian.

Pecalang

Suasana sepi dalam lingkungan pemukiman dalam wilayah kota Denpasar, karena penghuninya mengurung diri dalam rumah maupun ditinggal mudik dipantau oleh petugas keamanan desa adat (pecalang) di setiap dusun.

Dari 35 desa adat di Kota Denpasar masing-masing mengerahkan sepuluh pecalang untuk melakukan patroli, disamping disiagakan pecalang dari 360 dusun di ibukota provinsi untuk mengawasi wilayahnya masing-masing.

Menurut Ketua Persatuan Forum Pecalang Kota Denpasar I Made Mudra dalam partroli dan memantau kondisi masyarakat itu sangat diperlukan adanya koordinasi antarpecalang desa adat.

Dengan adanya persatuan forum pecalang di kota Denpasar yang terbentuk sejak tahun 2002 sangat membantu dalam mengamankan hari suci Nyepi beserta rangkaian kegiatan ritualnya.

Pecalang akan membantu masyarakat sekaligus mengantarnya jika ada warga yang membutuhkan pertolongan ke rumah sakit, misalkan untuk melahirkan atau mendapatkan pertolongan medis.

Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar terkait hal tersebut dan telah menyiapkan 15 ambulans yang tersebar di lima titik.



sumber : antarabali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Guru Piduka Dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih Mohon GA Tak Meletus

Ritual guru piduka di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (18/11) Di...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen