Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , , , » Cok Rat Pasang Badan buat Hening

Cok Rat Pasang Badan buat Hening

Written By Dre@ming Post on Selasa, 11 Maret 2014 | 7:47:00 AM

Cok Rat menegaskan, kasus Hening ini kemungkinan bentuk kesalahan administrasi, bukan korupsi. Itu sebabnya, Cok Rat sebagai ketua partai pilih pasang badan terhadap kadernya. Sikap pasang badan itu sudah ditunjukkan Cok Rat, salah satunya, dengan membuat surat rekomendasi kepada majelis hakim Pengadilan Tipikor Denpasar supaya Hening tidak ditahan. Surat ‘sakti’ itu sempat dibacakan kuasa hukum Hening saat persidangan perdana kasus ini di Pengadilan Tipikor Denpasar, Jumat (7/3) lalu.
DENPASAR - Ketua DPD PDIP Bali AA Ngurah Oka Ratmadi alias Cok Rat pasang badan terhadap Hening Puspita Rini, anggota Fraksi PDIP DPRD Bali Dapil Bangli yang dijebloskan ke sel tahanan selaku terdakwa kasus dugaan korupsi dana bansos Rp 776,9 juta. Cok Rat yang notabene Ketua DPRD Bali merasa yakin Hening tidak selewengkan dana bansos sebagaimana didakwakan jaksa.

Cok Rat menegaskan, kasus Hening ini kemungkinan bentuk kesalahan administrasi, bukan korupsi. Itu sebabnya, Cok Rat sebagai ketua partai pilih pasang badan terhadap kadernya. Sikap pasang badan itu sudah ditunjukkan Cok Rat, salah satunya, dengan membuat surat rekomendasi kepada majelis hakim Pengadilan Tipikor Denpasar supaya Hening tidak ditahan. Surat ‘sakti’ itu sempat dibacakan kuasa hukum Hening saat persidangan perdana kasus ini di Pengadilan Tipikor Denpasar, Jumat (7/3) lalu. “Saya pasang untuk kader partai, termasuk Hening. Saya sudah minta jangan ditahan Hening. Tapi, karean aturan bgitu dan jaksa khawatir kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, makanya Hening ditahan. Tapi, saya tegaskan kami membela dan mengawal kasus ini sampai tuntas,” ujar Cok Rat di sela-sela persiapan hearing Komisi I DPRD Bali dengan Polda Bali di Gedung Dewan, Niti Mandala Denpasar, Senin (10/3).

Cok Rat merasa yakin Hening tidak bersalah dalam kasus ini. Karena itu, Cok Rat sempat bertemu dengan Hening untuk mengetahui apa sebetulnya yang terjadi. Versi Cok Rat, Hening tidak ada mengambil uang bansos milik ibu-ibu PKK—di Desa Tamanbali (Kecamatan Bangli) dan Desa Kayubihi (Kecamatan Bangli)---untuk kepentingan pribadi. Cuma, terjadi kesalahan prosedur saja. “Kalau membeli baju PKK, dia (Hening) sudah membelikannya dari dana itu. Bahkan, saya dapat keterangan langsung dari Hening bahwa baju yang dibelikan itu lebih bagus dan mahal harganya. Hening sampai norokin. Cuma, prosedur saat mencairkan dana bansos, dia agak keliru. Saya kira itu hanya kesalahan administrasi. Saya nggak yakin dana bansos dikorupsi,” ujar ketua partai asal Puri Satria Denpasar ini. Cok Rat mengatakan, kasus yang menyeret anggota Fraksi PDIP DPRD Bali sebenarnya bukan hanya menimpa Hening saja.

Sebelumnya, juga pernah terjadi kasus dugaan korupsi APBD yang menyeret ramai-ramai anggota Fraksi PDIP DPRD Bali 1999-2004. “Saya khawatir kasus Hening ini bisa menjadi bidikan yang sama. Kita mau ada keadilan dan objektif. Sampai sekarang, Hening masih kita dampingi dan pantau dengan pengacara dari DPD PDIP Bali,” tegas Cok Rat, yang kemarin didampingi Ketua Komisi I DPRD Bali dari Fraksi PDIP, Made Arjaya. Cok Rat sendiri berjanji akan menjenguk Hening yang ditahan di Rutan Bangli, untuk memberikan semangat kedapa caleg incumbent DPRD Bali dari PDIP Dapil Bangli tersebut. Cok Rat pun meminta Hening tetap tegar dan berjuang dengan kekuatan konstituennya, meski harus bertarung di Pileg 2014 dari dalam jeruji besi.

“Kasus Sukaja (mantan anggota Fraksi PDIP DPRD Bali Wayan Sukaja) yang dulu kader saya, kan sama. Dia berjuang dari dalam tahanan (Sukaja adalah caleg DPRD Bali dari Hanura Dapil Tabanan ke Pileg 2014, Red). Kalau Hening lolos, maka PDIP akan punya Srikandi yang lahir menjadi pemimpin dari penjara,” tegas mantan Bupati Badung ini. Sementara, anggota Fraksi PDIP DPRD Bali Dapil Denpasar, Made Arjaya, mengatakan simpati dan sekaligus prihatin atas kasus yang menimpa Hening. Menurut Arjaya, semua orang harus menghormati proses hukum. Cuma, dalam kasus Hening, Arjaya sependapat dengan Cok Rat bahwa niat korupsi dari yang bersangkutan sangat kecil kemungkinannya. Sebab, barang dalam bentuk pembelian baju sebenarnya ada.

“Hanya salah prosedur saja. Inilah kita memang harus hati-hati dan atau taat aturan dan mekanisme. Itu perlunya mendalami aturan itu, karena aturan dari pusat terus berubah-ubah dan bisa berubah menjadi jebakan kalau kita tidak paham,” ujar Arjaya yang Ketua Komisi I DPRD Bali. Hening Puspita Rini sendiri dijebloskan ke Rutan Bangli, Jumat siang pukul 13.15 Wita, seusai menjalani persidangan pertama atas kasusnya di Pengadilan Tipikor Denpasar. Dalam surat dakwaannya, JPU Kejari Bangli mendakwa perbuatan Hening mengakibatkan kerugian negara Rp 776,9 juta sesuai hasil audit BPKP. Siang itu juga, Hening---yang adik ipar mantan Bupati Bangli Nengah Arnawa---langsung dijebloskan ke Kamar Nomor 4 Blok Wanita Wisma Widuri Rutan Bangli.

Di ruangan khusus wanita tersebut, istri dari Nyoman Susrama (terpidana seumur hidup kasus pembunuhan wartawan) ini ditahan bersama Cok Istri Tresna Dewi (mantan Bendahara Bupati Nengah Arnawa yang terpidana kasus korupsi dana bansos 2010) dan Ni Komang Sutini (terpidana kasus pembuang bayi asal Desa Payuk, Kecamatan Tembuku, Bangli). Sementara itu, memasuki hari keempat penahanannya di Rutan Bangli, Senin kemarin, Hening Puspita Rini akhirnya dijengkuk keluarga. Pagi kemarin, Hening dijenguk putrinya, Ni Luh Indira Devi Kesumawardani, 21, mahasiswi Semester VI Unas Jakarta. Selain itu, Hening kemarin juga dijenguk tim suksesnya dalam pencalegan, Ida Bagus Alit Mahaputra dan Jero Saba.

Menurut Kepala Keamanan Rutan Bangli, Ida Bagus Pustika, Indira Devi Kusumawardani dan penjenguk lainnya bisa mengunjungi Hening di sel tahanan, setelah membawa surat izin menjenguk dari Pengadilan Tipikor Denpasar. Putri Hening ini bersama koleganya datang ke Rutan Bangli, Senin pagi pukul 10.30 Wita. “Mereka sempat ngobrol dengan Bu Hening sekitar 20 menit. Mereka ngobrol di ruang kunjungan, yang dibatasi lewat trali besi. Materi pembicaraanya hanya basa-basi, tidak ada membicarakan kasusnya,” ungkap IB Pustika.


sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

TNI Turun Tangan Memperketat Pos Jaga Gunung Agung

Gunung Agung AMLAPURA - Banyaknya warga yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) memilih balik ke rumah daripada tinggal di pengungs...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen