Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Dr I Wayan Gede Wiryawan : Outsourching Perlu Kaji Ulang

Dr I Wayan Gede Wiryawan : Outsourching Perlu Kaji Ulang

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 22 Februari 2014 | 7:59:00 AM

I Wayan Gede Wiryawan, menilai perjanjian sistem kerja waktu tertentu (outsourching) yang kini masih diterapkan di Indonesia perlu dikaji ulang. Gbr ist
Denpasar - Pengamat masalah ketenagakerjaan dari Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar Dr I Wayan Gede Wiryawan, menilai perjanjian sistem kerja waktu tertentu (outsourching) yang kini masih diterapkan di Indonesia perlu dikaji ulang.

"Kami berharap pemerintah dan DPR RI melakukan pengkajian ulang terhadap undang-undang ketenagakerjaan tersebut," kata Dr I Wayan Gede Wiryawan yang juga dosen Fakultas Hukum Unmas di Denpasar, Jumat.

Ia mengatakan, perjanjian kerja waktu tertentu itu sangat merugikan pekerja, karena bekerja dengan sistem itu tidak menjamin kelangsungan masa depannya.

Pekerja dengan dengan sistem tersebut jika dilihat dari upah atau gaji yang diterima para pekerja tidak lebih dari acuan upah minimum regional maupun upah minimum provinsi (UMR/UMP).

"Ironisnya ada juga pekerja mendapat upah dibawah UMR, bahkan sampai dipotong. Tidak pantas memotong upah seseorang karena itu bagian dari hak asasi manusia," ujarnya.

Gede Wiryawan menambahkan, tidak salah para pekerja dan buruh mendesak pemerintah dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) untuk menghapus atau melakukan revisi sistem kerja tersebut.

Menurut dia, sistem tersebut sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, sebab penghasilan dari sistem tersebut tidak lagi para buruh mendapatkan hak-hak lain, seperti tunjangan hari raya dan tunjangan kesehatan.

"Negara berkewajiban memenuhi dan memastikan pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi seluruh warga negara. sehingga amanat Undang - Undang Dasar 1945 perlu dijalankan agar tidak melanggar Hak Asasi Manusia (HAM)," ujarnya.

Selain itu, kata Wiryawan, sistem kerja tersebut penerapannya lebih cocok kepada pekerja asing yang bekerja di Indonesia. Alasanya, selesai kontrak atau memberi pelatihan pada perusahaan di Indonesia dalam jangka waktu tertentu mereka akan kembali ke negaranya.

"Di sinilah peran pemerintah melindungi warganya dan memberi pekerjaan yang layak, jika seandainya pegawai kontrak tersebut dijadikan pegawai tetap lebih bagus," ujarnya.


sumber : Antara Bali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Pergerakan Magma GA Menurun, Drone Diterbangkan Ambil Sampel Gas

Gunung Agung siang tadi, Sabtu (18/11/2017) Pengamatan PVMG Seminggu Terakhir, Begini Pergerakan Magmanya AMLAPURA - Gunung Agung...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen