Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Di Seluruh 57 Kecamatan Se-Bali, Pasti-Kerta Unggul 987 Suara

Di Seluruh 57 Kecamatan Se-Bali, Pasti-Kerta Unggul 987 Suara

Written By Dre@ming Post on Selasa, 21 Mei 2013 | 7:11:00 AM

Berdasarkan hasil pleno tingkat PPK di seluruh 57 kecamatan se-Bali, Minggu (19/5), pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta alias Pasti-Kerta (kandidat nomor urut 2 yang diusung Koalisi Bali Mandara) unggul tipis dengan selisih sekitar 987 suara atau hanya leading 0,04 persen dari AA Puspayoga-Dewa Sukrawan alias PAS (kandidat nomor urut 1 yang diusung PDIP bersama PKS). Kendati unggul, kubu Pasti-Kerta tetap belum bisa tidur nyenyak. Para relawan Pasti-Kerta hingga kini masih dikerahkan untuk mengawl suara sampai pleno tingkat kabupaten/kota. “Kami masih menempatkan relawan di 57 kecamatan se-Bali untuk mengawal hasil rekapitulasi suara di PPK,” ujar Ketua Koalisi Bali Mandara, Gede Sumarjaya Linggih alias Demer, saat dikonfirmasi secara terpisah, Senin kemarin. Menurut Demer, hasil rekap suara Pilgub 2013 dalam pleno PPK di 57 kecamatan tidak berbeda jauh dengan hasil yang dikantongi relawan Koalisi Bali Mandara.
DENPASAR - Setelah rekapitulasi suara hasil Pilgub 2013 tuntas di 57 kecamatan se-Bali, pleno serupa untuk tingkat kabupaten/kota justru akan molor sehari dari jadwal semula 22 Mei menjadi 23 Mei. Masalahnya, jadwal pleno KPU Kabupaten/Kota ‘ditabrak’ oleh agenda verifikasi pencalegan untuk Pileg 2014 yang harus tuntas dilakukan per 22 Mei.

Komisioner KPU Bali Divisi Sosialisasi, Ketut Udi Prayudi, pleno rekapitulasi hasil suara Pilgub 2013 di kabupaten/kota sebenarnya dijadwalkan berlangsung 22-23 Mei. Namun, untuk 22 Mei, sudah pasti tidak bisa dilakukan pleno, karena KPU harus menuntaskan verifikasi para kandidat caleg. ”Jadi, jadwal rekapitulasi hasil Pilgub di kabupaten/kota bisa dimundurkan sehari menjadi 23 Mei. Teman-teman di KPU Bali dan KPU Kabupaten/Kota disibukkan dengan kegiatan verifikasi bakal caleg 2014. Kami sudah koordinasikan masalah ini dengan KPU Kabupaten/Kota,” ujar Udi Prayudi di Kantor KPU Bali, Jalan Cok Agung Tresna Denpasar, Senin (20/5). Menurut Udi Prayudi, proses rekapitulasi hasil Pilgub tingkat kapupaten/kota kemungkinan akan dilaksanakan 23-24 Mei. Setelah itu, dilanjutkan dengan pleno KPU Provinsi Bali, 25 Mei. Siapa pemenang Pilgub Bali 2013 baru akan diputuskan resmi melalui pleno KPU, 27 Mei.

“Kita berharap hasil ini tetap ditunggu dengan sabar sampai 27 Mei nanti,” tegas Udi Prayudi. Apa ada jaminan tidak akan ada ‘permainan’ dengan molornya rekapitulasi hasil Pilgub tingkat kabupaten/kota. Menurut Udi Prayudi, proses rekapitulasi suara Pilgub tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di seluruh 57 kecamatan sudah selesai per 19 Mei lalu. Pihaknya menjamin hasil penghitungan suara 57 PPK tersebut aman, karena saat ini dijaga aparat keamanan full 24 jam. Artinya, tidak ada yang bakal berani utak-atik hasil pleno 57 PPK itu. “Polisi sudah banyak dikerahkan, anggota TNI pun ikut back up berjaga 24 jam. Para saksi dari kedua kandidat kan sudah ada dan tahu saat pleno di kecamatan. Jadi, apanya yang mau diubah dan dimainkan lagi?,” tegas Udi Prayudi. “Yang terpenting, kita berkomitmen menjaga Pilgub Bali ini berlangsung damai dan tertib.

Hal-hal yang tidak kita inginkan, mudah-mudahan saja tidak terjadi,” lanjut mantan anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Bali ini. Berdasarkan hasil pleno tingkat PPK di seluruh 57 kecamatan se-Bali, Minggu (19/5), pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta alias Pasti-Kerta (kandidat nomor urut 2 yang diusung Koalisi Bali Mandara) unggul tipis dengan selisih sekitar 987 suara atau hanya leading 0,04 persen dari AA Puspayoga-Dewa Sukrawan alias PAS (kandidat nomor urut 1 yang diusung PDIP bersama PKS). Kendati unggul, kubu Pasti-Kerta tetap belum bisa tidur nyenyak. Para relawan Pasti-Kerta hingga kini masih dikerahkan untuk mengawl suara sampai pleno tingkat kabupaten/kota. “Kami masih menempatkan relawan di 57 kecamatan se-Bali untuk mengawal hasil rekapitulasi suara di PPK,” ujar Ketua Koalisi Bali Mandara, Gede Sumarjaya Linggih alias Demer, saat dikonfirmasi secara terpisah, Senin kemarin. Menurut Demer, hasil rekap suara Pilgub 2013 dalam pleno PPK di 57 kecamatan tidak berbeda jauh dengan hasil yang dikantongi relawan Koalisi Bali Mandara.

“Kita juga mengantongi angka dari beberapa lembaga survei yang selama ini ikut dalam 6.371 TPS. Hasilnya tidak jauh beda. Tapi, kita tidak boleh lengah, kami tetap tongkrongi bersama relawan,” tegas Demer yang juga Wakil Sekjen DPP Golkar. Sedangkan Ketua Tim Pemenangan Pasti-Kerta, Made Mudarta, menyatakan berdasarkan hasil perolehan suara dari pleno 57 PPK se-Bali, jagonya jagonya sudah dipastikan unggul. "Kita optimistis hasil suara ini akan bertahan sampai pleno KPU Bali," ujar Mudarta sembari menyebut Pasti-Kerta mendominasi 1.063.778 atau sekitar 50,02 persen suara. Meski demikian, Mudarta menyatakan pihaknya tetap menunggu hasil resmi berdasarkan rekapitulasi suara KPU Bali untuk memastikan kemenangan Pasti-Kerta dalam Pilgub Bali 2013. "Ini angka Tuhan. Apa pun keputusan KPU, kita akan hormati. Namun, kita harapkan para pendukung Pasti-Kerta tetap tenang, jangan membuat pesta-pesta dulu," tandas Ketua DPD Demokrat Bali ini. Sesuai hasil rekap suara tingkat PPK se-Bali, Pasti-Kerta unggul di empat daerah, yakni Kabupaten Buleleng, Karangasem, Badung, dan Klungkung. Buleleng merupakan daerah di Bali dengan jumlah pemilih terbesar, sementara Karangasem dengan jumlah pemilih terbesar kedua, dan Badung terbesar keenam jumlah pemilihnya. Tapi, Klungkung adalah daerah dengan jumlah pemilih terkecil. Sedangkan kandidat PAS kuasai lima daerah: Denpasar, Tabanan, Gianyar, Jembrana, dan Bangli.

Sementara itu, hasil rekapitulasi suara Pilgub dari masing-masing kecamatan se-Bali telah terkumpul di Kantor KPU Kabupaten/Kota. Hasil rekap dari PPK itu pun dikawal ketat tim gabungan Polri, TNI, dan Brimob. Khusus Kantor KPU Buleleng di Jalan ahmad Yani Singaraja, petugas yang berjaga termasuk personel gabungan dari Brimob Polda Bali dan Brimob Polda Jatim. Pantauan, Senin kemarin, petugas keamanan memberlakukan satu pintu masuk di Kantor KPU Buleleng. Siapa pun yang masuk diminta menunjukkan indentitas diri di pintu masuk. Penjagaan ketat KPU Buleleng ini diberlakukan sejak Minggu malam, setelah hasil rekap suara tingkat PPK dari seluruh 9 kecamatan terkumpul di KPU Buleleng. Senin kemarin, tercatat ada tiga peleton pasukan yang disiagakan secara bergantian kawal Gudang KPU yang berada di Jalan Cempaka Singaraja, tak jauh dari Kantor KPU. Ruas Jalan Cempaka pun ditutup, sehingga tidak ada pengendara yang bisa melintas. Sejumlah barrier (penghalang) juga dipasang di Simpang Jalan Mawar-Jalan Cempaka dan Jalan Ahmad Yani-Jalan Cempaka Singaraja.

Wakapolres Buleleng, Kompol Arya Bima Viyasa, menyatakan pengamanan ketat di Kantor KPU ini sudah sesuai dengan prosedur. Pengamanan ini tidak berlebihan, karena sudah sesuai dengan tahapan Pemilu. “Semuanya sudah sesuai protap, tidak ada yang berlebihan. Personel yang kami siagakan sudah kami gilir. Pasukan akan terus ada di KPU Buleleng sampai rekapitulasi berakhir,” tandas Arya Bima. Sedangkan Kabag Ops Polres Buleleng, Kompol Ida Putu Wedanajati, menyatakan pengamanan tersebut bagian dari antisipasi agar tahapan Pilgub berlangsung aman dan damai. “Personel dan perlengkapan sudah kita persiapakan. Ini sebagai antisipasi saja dan memang sudah sesuai dengan prosedur tetap (protap) pengamanan oleh Polri terhadap pelaksanaan Pilgub,” tegas Wedanajati. 




sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Guru Piduka Dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih Mohon GA Tak Meletus

Ritual guru piduka di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (18/11) Di...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen