Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Pastika Kedatangan Winasa

Pastika Kedatangan Winasa

Written By Dre@ming Post on Kamis, 11 April 2013 | 8:45:00 AM

“Tapi, saya intinya sangat setuju dengan Ngaben Massal. Buktinya, saya hadir ke acara Ngaben Massal di Jembrana dan menyumbang secara pribadi Rp 50 juta. Cuma, saya tidak tahu apakah titipan saya nyampai atau tidak,” terang Pastika. Terkait pelaksanaan tradisi Makepung Jembrana, Pastika selaku Gubernur juga sangat mendukungnya. Namun, pihaknya tetap meminta sesuai dengan koridor yang berlaku. Sebab, Pemprov Bali tidak mungkin akan membantu tanpa adanya permintaan dari pemerintah di bawah. “Setiap tahunnya juga kita sudah bantu, meskipun bantuannya kecil. Untuk pelaksanaan Makepung tahun 2013 ini, silakan ajukan, pasti akan dibantu.
Acara simakrama Gubernur Bali Made Mangku Pastika dengan krama Jembrana di Wantilan Pura Dang Kahyangan Rambutisiwi, Desa Pakraman Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Rabu (10/4), diwarnai surprise. Pasalnya, mantan Bupati Jembrana Gede Winasa yang terpental dari pencalonan ke Pilgub Bali 2013, mendadak muncul dan duduk di sebelah Gubernur Pastika.

Selain mantan Bupati Winasa, Bupati Jembrana Putu Artha juga menghadiri simakrama yang sekaligus diisi penyerahan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dan Hibah kepada 64 Desa Pakraman dan 217 Subak/Subak Abian se-Kabupaten Jembrana tersebut. Bupati Putu Artha hadir bersama Wakil Bupati Made Kembang Hartawan dan segenap Pimpinan SKPD Pemkab Jembrana. Kehadiran Bupati Putu Artha dan Wabup Kembang Hartawan dalam simakrama Gubernur di Wantilan Pura Rambutsiwi kemarin juga terbilang surprise. Sebab, keduanya merupakan Bupati-Wakil Bupati yang diusung PDIP. Dalam Pilgub Bali, 15 Mei 2013 nanti, PDIP mengusung pasangan AA Puspayoga-Dewa Sukrawan sebagai Cagub-Cawagub.

Sedangkan Gubernur Pastika yang mauu berpaket dengan Ketut Sudikerta, diusung Koalisi Bali Mandara sebagai Cagub-Cawagub. Yang lebih mengejutkan adalah kedatangan mantan Bupati Winasa, yang baru saja terpental dari pencalonan sebagai Cagub Bali ke Pilgub 2013 karena dianggap KPU tidak memenuhi persyaratan. Gede Winasa muncul di arena simakrama Gubernur Pastika sekitar 15 menit setelah acara dimulai. Winasa yang mengenakan busana adat, langsung duduk di sisi kanan dibatasi tiga orang dari Gubernur Pastika, termasuk Kadis Kebudayaan Bali Ketut Suastika. Kedatangan mantan Bupati Winasa kontan mengundang beragam spekulasi. Salah satu spekulasi yang muncul, ini pertanda Winasa mengarahkan dukungannya kepada paket Mangku Pastika-Sudikerta alias Pasti-Kerta di Pilgub Bali 2013, setelah dirinya gagal bertarung. Para Perbekel, Bendesa Pakraman, dan para Kelian Subak se-Kabupaten Jembrana pun sempat tepuk tangan atas kedatangan Winasa. Namun, Winasa hanya senyum dan terlihat sesekali ngobrol dengan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Bali Nengah Tamba dan mantan Ketua Baleg DPRD Bali Made Sudana, yang duduk di sebelahnya.


Bendesa Pakraman Warnasari, I Nyoman Nama, menilai kedatangan Wiansa dalam simakrama Gubernur Pastika ini di luar kebiasaan. “Ini di luar kebiasaan Pak Winasa. Saya melihat ini sebagai arah dukungan Pak Winasa terhadap pasangan Pastika-Sudikerta di Pilgub Bali 2013,” cetus Nyoman Nama. Sedangkan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Bali asal Jembrana, Nengah Tamba, menilai kehadiran Winasa bisa diartikan sebagai lampu hijau untuk dukungannya terhadap Pasti-Kerta di Pilgub 2013. “Sebagai seorang profesor, Winasa memiliki pemahaman yang sama dengan Gubernur Pastika,” ujar Nengah Tamba seusai acara simakrama kemarin. Dikonfirmasi terpisah, mantan Bupati Winasa mengaku tidak ada yang mengundang dirinya dalam simakrama Gubernur dengan krama Jembrana ini. Dia datang atas inisiatif sendiri. Menurut Winasa, kedatangananya dalam acara tersebut merupakan kewajibannya sebagai krama Jembrana.

“Saya sebagai warga Jembrana kan wajib untuk hadir, karena yang datang itu Gubernur Bali,” tandas Winasa yang sebelumnya sempat bertarung melawan Pastika selaku Calon Gubernur (Cagub) dalam Pilgub Bali 2008. Ditanya kedatangannya kemarin sebagai bentuk arah dukungan terhadap Pasti-Kerta di Pilgub Bali 2013, Winasa enggan banyak komentar. “Saya tidak mau katakan kedatangan ini untuk memberikan dukungan. Nanti kalau saya bilang begitu, yang lain tersinggung. Saya hanya merasa wajib hadir sebagai warga Jembrana,” tukas mantan Ketua DPC PDIP Jembrana yang kini anggota Dewan Pembina DPP Gerindra ini. Sementara itu, dalam acara simakrama di Wantilan Pura Rambutsiwi, Rabu kemarin, Gubernur Pastika sempat bukan-bukan terkait polemik penyelenggaraan Ngaben Massal dan tradisi Makepung di Jembrana beberapa waktu lalu. Polemik yang berkembang saat itu, Gubernur Pastika dituding tidak mendukung kegiataan ritual Ngaben Massal dan tradisi Makepung. Pastika terpaksa membuka duduk persoalan menyusul munculnya pertanyaan dari peserta dimakrama di Wantilan Pura Rambutsiwi kemarin.

Adalah Bendesa Pakraman Batuagung, Ida Bagus Mantra, yang menanyakan kepada Gubernur Pastika terkait isu miring tersebut di simakrama kemarin. “Bagaimana jawaban Pak Gubernur terkait isu tidak merestui pelaksanaan Ngaben Massal dan tradisi Makepung Jembrana?” tanya IB Mantra. Menanggapi pernyataan tersebut, Gubernur Pastika pun menjelaskan duduk persoalan sebenarnya. Selaku Pemerintah Provinsi Bali, Pastika mengaku sangat mendukung pelaksanaan Ngaben Massal di Bali. Sebab, Ngaben Massal sangat membantu kalangan krama kurang mampu. Namun, terkait pelaksanaan Ngaben Massal di Jembrana, Gubernur tidak mengeluarkan anggaran bantuan bukan karena maksud sengaja menghalangi krama beryadnya. “Ada kesalahan dalam administrasi yang melanggar ketentuan ketika dana tersebut dicairkan untuk Ngaben Massal di Jembrana kala itu,” urai Pastika. Sejatinya, Pastika tahu ada anggaran Rp 1,5 miliar yang rencannya ‘diselundupkan’ untuk pelaksanaan Ngaben Massal.

Cuma, kenyataannya dana tersebut melanggar aturan, sehingga Gubernur tidak berani bubuhkan tandatangan untuk pencairannya. “Itu melanggar aturan. Saya cek, proposalnya juga tidak ada. Bagaimana kita mencairkan dana miliran rupiah kalau proposalnya saja tidak ada? Ini kan melanggar hukum. Saya paham itu karena saya mantan polisi. Saya juga tidak mau masuk penjara, karena saya yang bertanggung jawab,” beber Pastika. Menurut Pastika, setelah ada masalah, saat itu sempat dibuatkan proposal susulan. Namun, proposal tersebut ternyata fiktif, dengan tahun yang diundur seolah-seolah dibuat tahun 2011. Karena itu, tetap saja Gubernur tidak berani memberikan persetujuan, lantaran jelas menyalahi mekanise aturan.

“Tapi, saya intinya sangat setuju dengan Ngaben Massal. Buktinya, saya hadir ke acara Ngaben Massal di Jembrana dan menyumbang secara pribadi Rp 50 juta. Cuma, saya tidak tahu apakah titipan saya nyampai atau tidak,” terang Pastika. Terkait pelaksanaan tradisi Makepung Jembrana, Pastika selaku Gubernur juga sangat mendukungnya. Namun, pihaknya tetap meminta sesuai dengan koridor yang berlaku. Sebab, Pemprov Bali tidak mungkin akan membantu tanpa adanya permintaan dari pemerintah di bawah. “Setiap tahunnya juga kita sudah bantu, meskipun bantuannya kecil. Untuk pelaksanaan Makepung tahun 2013 ini, silakan ajukan, pasti akan dibantu. Walaupun di APBD tidak ada anggarannya, saya akan bantu secara pribadi,” janji Pastika. Pastika juga menerangkan beberapa bantuan sosial (bansos) provinsi yang dicairkan ke daerah-daerah.

Dia meminta agar seluruh pencairannya dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku, karena Gubernur tak ingin melanggar aturan. Apalagi, bansos yang dibawa dari Pemprov Bali adalah tanggung jawab Pastika selaku Gubernur. “Itu semua saya yang bertanggung jawab, karena saya yang menandatangani pencairannya. Jadi saya tidak berani melanggar aturan,” tegas Pastika. 



sumber : NUSABALI
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Terjadi Letusan Gunung Agung 21 November 2017 pukul 17:05 WITA

Gunung Agung Terjadi letusan Gunung Agung pada pukul 17:05 WITA. Letusan diawali oleh Gempa Tremor Low-Frequency. Asap teramati berteka...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen