Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » DCS Terpental Bisa Gembosi PAS

DCS Terpental Bisa Gembosi PAS

Written By Dre@ming Post on Selasa, 09 April 2013 | 7:40:00 AM

Gambar Baliho PAS - “Setelah DCS ditetapkan, kader-kader yang tidak terakomodasi pasti ngobor ikuh kayak Hanoman, bahkan bisa membelot menggembosi jago PDIP di Pilgub Bali 2013,” ujar sumber di internal PDIP kemarin
Rekrutmen 200 persen daftar caleg sementara (DCS) di internal PDIP untuk Pileg 2014 bisa jadi bumerang. Jumlah 100 persen yang nanti terpental dari DCS potensial ngambul, lalu membelot dan gembosi kekuatan pasangan AA Puspayoga-Dewa Sukrawan alias PAS (Cagub-Cawagub yang diusung PDIP-PKS) di Pilgub Bali 2013.

Kabar adanya kader ngambul karena tidak terakomodasi dalam DCS ini sudah merebak di internal PDIP, Senin (8/4). Saat ini, pembahasan 100 DCS PDIP masih dilakukan. “Setelah DCS ditetapkan, kader-kader yang tidak terakomodasi pasti ngobor ikuh kayak Hanoman, bahkan bisa membelot menggembosi jago PDIP di Pilgub Bali 2013,” ujar sumber di internal PDIP kemarin. Menurut sumber tersebut, banyak kader PDIP yang sebenarnya punya potensi tapi tidak terakomodasi dalam DCS. Banyak pula kader yang punya massa riil di akar rumput terdepak. “Bahkan, 80 persen kader-kader incumbent di Fraksi PDIP DPRD Bali malah lenyap dari DCS,” katanya. “Banyak yang mencari keuntungan dalam pencalegan kali ini dengan menggatik teman sendiri.

Padahal di partai lain, kandidat incumbent dipertahankan untuk mendulang suara. Karenanya, pembelotan Pilgub akan terjadi di seluruh level baik DPRD Bali maupun DPRD Kabupaten/Kota dan DPR,” imbuh sumber yang wanti-wanti namanya tidak dikorankan ini. Pergolakan paling seru terjadi di PDIP Tabanan. Pasalnya, sebagian besar kandidat incumbent dati PDIP Dapil Tabanan dipangkas dalam pencalegan kursi DPRD Bali untuk Pileg 2014. Masalahnya, dari sekian kandidat incumbent DPRD Bali, hanya tiga orang yang kemungkinan besar dipertahankan masuk DCS, yakni Nyoman Gede Putra Astawa, Made Supartha, dan Gede Suamba. Sedangkan incumbent seperti Gusti Ngurah Suryanta Putra dan Nyoman Adnyana dikabarkan terpental dari pencalegan.

Ini mirip dengan Pileg 2009 lalu, ketika PDIP Tabanan lakukan jurus bumi hangus alias menghabisi semua kandidat incumbent DPRD Bali, seperti Made Arimbawa, Ketut Nurja, Ketut Sarka, Wayan Wardita, Made Kusyadi, dan Gusti Ngurah Dirga. Muncul kemudian caleg-caleg baru seeperti Wayan Sukaja, Made Sudana, Gede Suamba, IGN Suryanta Putra, Nyoman Gede Putra Astawa, Made Supartha, dan Nyoman Adnyana. Jauh sebelum Pileg 2014, Wayan Sukaja (peraih suara terbanyak di Pileg 2009) dan Made Sudana (peraih suara terbanyak kedua di Pileg 2009) telah diberangus dari PDIP. Tiga kandidat incumbent yang disebut-sebut berpeluang maju: Gede Suamba, Putra Astawa, dan Made Suparta pun belum aman, karena bisa terpental di saat-saat terakhir. Informasi terkini, Senin kemarin, PDIP dikabarkan akan mengusung 6 kader dalam DCS DPRD Bali dari Dapil Tabanan ke pileg 2014. Mereka masing-masing Nyoman Adi Wiryatama (mantan Bupati Tabanan dua kali periode yang kini Sekretaris DPD PDIP Bali), Ketut Purnaya (Ketua Bappilu DPC PDIP yang kini anggota DPRD Tabanan), Nyoman Suela (mantan Bawasda Pemkab Tabanan), Putra Astawa (incumbent), Made Supartha (incumbent), serta Ni Made Rahayuni (Srikandi PDIP anggota DPRD Tabanan), dan Ika Wahyuni (Srikandi PDIP).

Sumber lain menyebutkan, di Denpasar pun, pertarungan DCS internal PDIP tak kalah serunya. Kader militant seperti Made Arjaya (Ketua Komisi I DPRD Bali) sudah tersingkir dari pencalegan dan pilih beralih incar kursi DPD RI. Kandidat incumbent dari Dapil Denpasar yang kemungkinan besar dipertahankan PDIP maju lagi ke DPRD Bali, antara lain, AA Ngurah Oka Ratmadi alias Cok Rat (Ketua DPD PDIP Bali yang kini Ketua Dewan). Cok Rat santer disebut-sebut kuat karena pengaruh adiknya, AA Puspayoga yang kini maju sebagai Cagub ke Pilgub Bali 2013. ”Tapi, tetap saja ada ketidakpuasan dalam penyusunan DCS DPRD Bali Dapil Denpasar, yang berdampak ke Pilgub Bali 2013,” ujar sumber NusaBali. Betulkah? Sayangnya, Sekretaris DPD PDIP Bali Nyoman Adi Wiryatama belum bisa dikonfirmasi masalah ini.

Saat dihubungi tadi malam, Adi Wiryatama mengatakan masih ada pertemuan. “Masih rapat, masih rapat, nanti saja…,” tandas ayah dari Bupati Tabanan Putu Eka Wiryastuti ini. Sementara itu, pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta alias Pasti-Kerta (Cagub-Cawagub yang diusung Koalisi Bali Mandara) juga bukannya tanpa masalah. Faktanya, mesin partai penyokong Koalisi Bali Mandara masih ngadat. Kader-kader mereka kalah militan dari PDIP yang usung paket PAS, sehingga terkesan kalah dalam tarung di darat. Pertarungan darat ini terindikasi dari perang baliho dan alat peraga Cagub-Cawagub. Logikanya, total kandidat caleg maupun anggota fraksi DPRD dari 9 parpol penguusung Pasti-Kerta (Golkar, Demokrat, Gerindra, PNBKI, Hanura, PKPB, PKPI, Pakar Pangan, PAN) lebih banyak dari PDIP. Namun, jumlah baliho Pasti-Kerta kalah banyak.

Di lapangan, baliho PAS yang dipasang para kandidat caleg dan anggota fraksi PDIP bertebaran hingga ke gang-gang sempit. Kader-kader dari Koalisi Bali Mandara masih terfokus pencitraan dirinya sendiri. Misalnya, mereka pasang baliho ucapan Hari Raya Galungan dengan pasang foto diri bersama ketua partai, tanpa mencantumkan gambar Pasti-Kerta. Ini sedikit banyak berpengaruh terhadap psikologis pendukung Pasti-Kerta di masyarakat. Ketua DPD Demokrat Bali yang notabene Koordinator Koalisi Bali Mandara, Made Mudarta, menyebutkan pemasangan baliho memang belum dilakukan secara jor-joran. Namun, kader Demokrat sendiri sudah siap dengan alat peraga yang akan ditebar di lapangan. “Karena gambar yang sekarang juga akan diturunkan dan diganti gambar Pasti-Kerta berisi nomor urut 2,” ujar Mudarta kepada NusaBali, Senin kemarin.

Secara terpisah, Ketua DPD Gerindra Bali Ida Bagus Putu Sukarta alias Gus Sukarta menyebutkan partainya tetap komit memenangkan Pasti-Kerta. Dalam pemenangan ini, kata Gus Sukarta, tidak melulu mengandalkan baliho, namun dengan gerakan partai. Pola serupa juga dilakukan Gerindra ketika mengusung Cagub-Cawagub dalam Pilgub di provinsi lainnya. ”Gerakan itu tidak diukur dari baliho saja, kader-kader kita punya pola gerakan masing-masing. Yang paling utama, soliditas terjaga,” ujar Gus Sukarta yang juga Wakil Ketua DPRD Bali. 

sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Guru Piduka Dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih Mohon GA Tak Meletus

Ritual guru piduka di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (18/11) Di...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen