Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Pastika Buka-bukaan ke Taufiq

Pastika Buka-bukaan ke Taufiq

Written By Dre@ming Post on Jumat, 18 Januari 2013 | 7:47:00 AM

Jumat, 18 Januari 201, 07:29

Pastika Taufiq - “Tapi, saya katakan bahwa situasinya tidak persis seperti yang beliau (Taufiq Kiemas) ketahui. Bolak balik saya katakan bahwa rekomendasi (Cagub dari PDIP) disebutkan bukan jatuh ke saya. Pejabat partai, elite partai, Pak Wagub sendiri juga ngomong begitu, bahwa 99 persen rekomendasi bukan ke saya. “Karena beliau-belaiu itu, Pak Taufiq Kiemas dan Bu Megawati, orang-orang yang saya hormati. Kader PDIP semuanya saya hormati. Kalau bukan karena Pak taufiq Kiemas yang punya wawasan kebangsaan sebagai Ketua MPR, soal 4 pilar itu (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI) mungkin nggak dibicarakan lagi sekarang.” Pastika juga menyampaikan bagaimana dirinya kesulitan menemui Megawati. Ada kesan dirinya dibarikade. “Saya sudah dikerjain bolak-balik. Maunya menghadap Pak Taufiq Kiemas, beliau sakit. Jadi saya buntu, karena mau bicara dengan siapa?” tutur Pastika. “Saya ungkap apa adanya ke beliau. Ya, untung ada Pak Wagub. Dan, Pak Wagub tidak membantah paparan saya. Berarti benar kan, semua yang saya bilang kemarin itu semua,” ujar Pastika
DENPASAR - Pertemuan dengan Taufiq Kiemas di Vila Cucukan, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Rabu (16/1) malam, dimanfaatkan Gubernur Bali Made Mangku Pastika untuk buka-bukaan di hadapan Ketua Deperpu PDIP itu. Pastika membeberkan semua apa yang dialaminya, hingga putuskan menerima lamaran koalisi besar yang dimotori Golkar-Demokrat sebagai Calon Gubernur (Cagub) ke Pilgub Bali 2013. Wagub AA Ngurah Puspayoga yang juga hadir dalam pertemuan enam mata dengan Taufiq Kiemas malam itu juga tidak membantah paparan Pastika.

Suasana pertemuan dengan Taufiq Kiemas dan Wagub Puspayoga malam itu dibeberkan Pastika usai bertemu pengurus Koperasi se-Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur, Niti Mandala Denpasar, Kamis (17/1) siang. Pastika juga menceritakan kronologis sampai digelarnya pertemuan dengan Taufiq Kiemas, Ketua Deperpu PDIP yang notabene suami dari Ketua Umum DPP PDIP Megawati. Menurut Pastika, awalnya dia ditelepon oleh Wagub Puspayoga saat dirinya berada di Buleleng, Selasa (15/1) malam. Dalam kontak telepon, Puspayoga mengabarkan Taufiq Kiemas mau ke rumah jabatan Gubernur Pastika di Gedung Jaya Sabha Denpasar. Tapi, Pastika tidak mungkin menerima kedatangan Taufiq Kiemas malam itu, karena
sedang berada di Buleleng.

“Saya sedang ketemu para perbekel di Buleleng. Saya bilang minta maaf. Tapi, saya katakana bolehkah saya yang datang ke Cucukan, Gianyar kalau memang beliau (Taufiq Kiemas) masih di Bali. Akhirnya, dijadwalkan pertemuan di Cucukan,” papar Pastika. Pastika menyebutkan, secara etika, tidak sopan dirinya didatangi oleh Taufiq Kiemas, apalagi petinggi PDIP itu adalah Ketua MPR. “Saya putuskan mendatanginya ke Cucukan. Beliau kan Ketua MPR, Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP, dan senior saya,” jelas Pastika. Lalu, Pastika menyatakan apa yang tyerjadi dalam pertemuan dengan Taufiq Kiemas di Vila Cucukan hampir sama dengan cerita di koran edisi Kamis kemarin. “Kita bicara 6 mata, bukan 4 mata, karena di sana ada Pak Wagub (Puspayoga) juga,” katanya.

Dalam pertemuan di Cucukan malam itu, Taufiq Kiemas menyarankan agar Pastika dan Puspayoga lebih baik bersama-sama lagi maju ke Pilgub Bali 2013, alias berpaket sebagai Cagub-Cawagub seperti di Pilgub Bali 2008. Alasannya, biar semuanya bisa lebih lancar dan biayanya lebih murah. “Tapi, saya katakan bahwa situasinya tidak persis seperti yang beliau (Taufiq Kiemas) ketahui. Bolak balik saya katakan bahwa rekomendasi (Cagub dari PDIP) disebutkan bukan jatuh ke saya. Pejabat partai, elite partai, Pak Wagub sendiri juga ngomong begitu, bahwa 99 persen rekomendasi bukan ke saya. Ya, sampaikan saja sinyal bahwa saya tidak diinginkan lagi di PDIP,” beber Pastika. Kendati tidak diinginkan lagi di PDIP, ternyata rakyat Bali menghendaki Pastika kembali memimpin Bali ke depan. Karena kehendak rakyat, Pastika putuskan maju ke Pilgub Bali 2013, hingga menerima lamaran dari partai lain. “Situasinya saya sampaikan ke beliau. Saya mohon petunjuk kalau begini posisinya. Beliau juga tidak jawab, karena memang posisinya sulit sekarang. Bahkan, kita dengan Pak Taufiq Kiemas sampai menghitung waktu yang mepet jelang pendaftaran calon ke KPU,” ungkap Pastika.

Menurut Pastika, Puspayoga juga mendengar semua ketika Pastika buka-bukaan ke Taufiq Kiemas. “Saya katakana ke Pak Wagub (Puspayoga), kalau tidak benar cerita saya ini, tolong diluruskan. Saya paling tidak mau dikatakan terkesan meninggalkan PDIP yang sudah berjasa ke saya. Nanti saya dikatakan pengkhianat,” katanya. “Karena beliau-belaiu itu, Pak Taufiq Kiemas dan Bu Megawati, orang-orang yang saya hormati. Kader PDIP semuanya saya hormati. Kalau bukan karena Pak taufiq Kiemas yang punya wawasan kebangsaan sebagai Ketua MPR, soal 4 pilar itu (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI) mungkin nggak dibicarakan lagi sekarang.”

Dalam pertemuan dengan Taufiq Kiemas di Cucukan malam itu, Pastika juga menyampaikan bagaimana dirinya kesulitan menemui Megawati. Ada kesan dirinya dibarikade. “Saya sudah dikerjain bolak-balik. Maunya menghadap Pak Taufiq Kiemas, beliau sakit. Jadi saya buntu, karena mau bicara dengan siapa?” tutur Pastika. “Saya ungkap apa adanya ke beliau. Ya, untung ada Pak Wagub. Dan, Pak Wagub tidak membantah paparan saya. Berarti benar kan, semua yang saya bilang kemarin itu semua,” ujar Pastika seraya menyebut dalam Pilgub Bali, 15 Mei 2013 nanti, bisa saja terjadi Koalisi Besar Plus di mana PDIP ikut gabung. Sementara itu, ditanya soal tandemnya di posisi Calon Wakil Gubernur (Cawagub) dari internal Golkar menuju Pilgub Bali 2013, Pastika berharap tidak ada perpecahan, siapa pun nanti yang dipilih. “Kalau bisa, legowolah, berjiwa negarawanlah. Kalau ditentukan si A, ya didukunglah. Kalau cepat selesai ‘kan enak. Jangan pecah-pecah,” katanya.

“Saya sudah kirim tiga nama, yakni Ketut Sudikerta (Ketua DPD I Golkar Bali yang juga Wakil Bupati Badung), Wayan Geredeg (Ketua DPD II Golkar Karangasem yang juga Bupati Karangasem), dan Anak Agung Gde Agung (Bupati Badung dari Puri Agung Mengwi). Tunggu saja hari ini atau besok,” imbuh Pastika. Di sisi lain, kubu Golkar putuskan menyetor satu nama kandudat Cawagub pandamping Pastika. Nama yang disetor berdasarkan rapat pengurus harian di Sekretariat DPD I Golkar Bali, Jalan Surapati 9 Denpasar, Kamis kemarin, adalah ketut Sudikerta.

“Awalnya memang tiga nama sempat muncul seperti Wayan Geredeg, Ketut Suwandhi (Wakil Ketua DPD I Golkar yang Wakil Ketua DPRD Bali), dan AA Gde Agung. Tapi, pleno hari ini telah memutuskan mengirimkan nama Pak Ketut Sudikerta,” ujar Wakil Ketua DPD I Golkar Bali, I Gusti Putu Wijaya. Sedangkan Ketua DPD I Golkar Bali, Ketut Sudikerta, yang diajukan sebagai tandem Pastika, menegaskan di partainya ada mekanisme. Sudikerta tidak mau mendahului keputusan DPP Golkar atas mengerucutnya nama Cawagub kepada dirinya. “Biarkan mekanisme berjalan. Saya tidak mau berandai-andai,” tegas Sudikerta. “Siapa pun nanti dilahirkan sebagai paket calon, semua kader Golkar dan koalisi wajib bekerja untuk menyukseskan pemenangannya. Buat saya sendiri, apa pun penugasan partai, saya siap melaksanakannya,” lanjut politisi asal Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung ini.

Dre@ming Post______
sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Pergerakan Magma GA Menurun, Drone Diterbangkan Ambil Sampel Gas

Gunung Agung siang tadi, Sabtu (18/11/2017) Pengamatan PVMG Seminggu Terakhir, Begini Pergerakan Magmanya AMLAPURA - Gunung Agung...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen