Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Bupati Geredeg Merasa Dizolimi

Bupati Geredeg Merasa Dizolimi

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 19 Januari 2013 | 8:14:00 AM

Sabtu, 19 Januari 2013, 08:29

Bupati Geredeg Cek Pembangunan PLTS Baturinggit Panel Tenaga Surya Akan Difungsikan Ganda - “Saya merasa difitnah dan dizolimi oleh beberapa oknum di DPD I Golkar Bali,” tutur Geredeg di kediamannya, Jalan Nenas Amlapura, Jumat (18/1). Menurut Geredeg, menetapkan satu nama Cawagub yang kemudian diusulkan ke DPP Golkar, telah bertentangan dengan etika partai dan instruksi DPP No B-1097/Golkar/XII/2012 tertanggal 3 Desember 2012, perihal pemberitahuan dan penetapan Calon Kepala Daerah Bali I Made Mangku Pastika, yang ditandatangani Wakil Ketua Umum Syarif Cicip Sutardjo dan Sekretaris Jenderal DPP Golkar Idrus Marham. Selain itu, kata Geredeg, juga bertentangan dengan Juklak Nomor 13/DPP/Golkar/XI/2011, di minta bakal Calon Kepala Daerah yang telah ditetapkan diberi kewenangan untuk mengusulkan 3 nama Calon Wakil Kepala Daerah yang menjadi pasangannya dan melengkapi persyaratan administrasi.
AMLAPURA - Ketua DPD II Golkar yang juga Bupati Karangasem, I Wayan Geredeg, merasa difitnah dan dizolimi terkait pengusungan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) di internal partainya untuk Pilgub Bali 2013. Pasalnya, rapat pleno DPD I Golkar Bali dianggap mengabaikan mekanisme dan secara mengejutkan hanya mengusulkan nama Ketut Sudikerta ke DPP Golkar sebagai Cawagub pendamping kandidat incumbent Made Mangku Pastika.

Wayan Geredeg mengaku sangat kecewa dengan semua ini. Apalagi, rapat pleno di Sekretariat DPD I Golkar Bali, Jalan Surapati 9 Denpasar, Kamis (17/1), yang memutuskan hanya usulkan satu nama ke DPP Golkar tidak melibatkan DPD II Golkar se-Bali. Seharusnya, kata Geredeg, rapat itu diperluas dengan melibatkan jajaran DPD II Golkar se-Bali, mengingat yang dibahas menyangkut masalah besar yang terkait kepentingan masyarakat Bali.

“Saya merasa difitnah dan dizolimi oleh beberapa oknum di DPD I Golkar Bali,” tutur Geredeg di kediamannya, Jalan Nenas Amlapura, Jumat (18/1). Menurut Geredeg, menetapkan satu nama Cawagub yang kemudian diusulkan ke DPP Golkar, telah bertentangan dengan etika partai dan instruksi DPP No B-1097/Golkar/XII/2012 tertanggal 3 Desember 2012, perihal pemberitahuan dan penetapan Calon Kepala Daerah Bali I Made Mangku Pastika, yang ditandatangani Wakil Ketua Umum Syarif Cicip Sutardjo dan Sekretaris Jenderal DPP Golkar Idrus Marham. Selain itu, kata Geredeg, juga bertentangan dengan Juklak Nomor 13/DPP/Golkar/XI/2011, di minta bakal Calon Kepala Daerah yang telah ditetapkan diberi kewenangan untuk mengusulkan 3 nama Calon Wakil Kepala Daerah yang menjadi pasangannya dan melengkapi persyaratan administrasi. Dalam hal ini, kata Geredeg, kandidat incumbent Made Mangku Pastika selaku Cagub telah mengirim tiga nama sebagai calon pendampingnya di posisi Cawagub. Ketiga nama itu masing-masing I Ketut Sudikerta (Ketua DPD I Golkar Bali yang kini Wakil Bupati Badung), I Wayan Geredeg (Ketua DPD II Golkar Karangasem yang kini Bupati Karangasem), dan Anak Agung Gde Agung (Bupati Badung). Selanjutnya, usulan tiga nama ini dibahas dalam rapat Tim Pilkada Pusat Terbatas. Hasil rapat itu selanjutnya dikoordinasikan dengan Mangku Pastika selaku Cagub untuk menetapkan satu
nama yang akan menjadi pasangannya, sebelum diusulkan ke DPP Golkar. Ternyata, dalam rapat Kamis lalu, secara mengejutkan muncul satu nama yakni Ketut Sudikerta diusulkan ke DPP Golkar. “Makanya saya kecewa hasil pleno DPD I Golkar Bali itu. Saya menduga ada permainan kotor yang menodai kredibilitas partai dalam kaitan tersebut. Seyogyanya yang dikedepankan adalah ketentuan partai, sehingga semua berjalan damai dan bermartabat," tandas Geredeg.

Geredeg pun berharap tiga nama yang jadi usulan Mangku Pastika agar dijadikan bahan pembahasan oleh DPP Golkar. Geredeg sendiri memprediksi DPP Golkar belum tentu akan menerima usulan nama Sudikerta itu. “Bisa jadi usulan hasil pleno DPD I Golkar Bali dimentahkan DPP Golkar,” katanya. Geredeg kemudian mengajak untuk mengingat pengalaman di Pilgub Bali 2008, ketika Golkar bersama mitra koalisinya (Koalisi Rakyat Bali) mengusung paket Cokorda Gede Budi Suryawan-Njoman Gede Suweta sebagai Cagub-Cawagub. Kala itu, satu-satunya kemenangan pasangan yang diusung Golkar justru direngkuh di Karangasem. Wayan Geredeg dengan masa pendukungnya di akar rumput kerja keras memenangkan jago Golkar. Menurut Geredeg, semula dirinya tidak ada ambisi menjadi Cawagub. Dirinya kemudian berniat mendampingi Mangku Pastika ke Pilgub Bali 2013, setelah mnyimak hasil rapat DPD I Golkar Bali yang diperluas dengan menghadirkan DPD II se-Bali. Saat rapat diperluas itu, muncul aspirasi tiga nama sebagai Cawagub: AA Gde Agung, Wayan Geredeg, dan Ketut Suandhi (Wakil Ketua DPD I Golkar yang Wakil Ketua DPRD Bali). “Kalau saja saat rapat diperluas itu Pak Ketua DPD I Golkar (Sudikerta) menyatakan niat mendampingi Pak Mangku Pastika, saya tidak mungkin tampil ambil bagian,” keluh Geredeg. Namun, justru di hari-hari terakhir, muncul nama Sudikerta yang dianggap Geredeg mengabaikan mekanisme yang telah digariskan partai.

“Jika mekanisme diberlakukan, pada akhirnya siapa pun yang diputuskan DPP Golkar (sebagai Cawagub pendamping Pastika), saya legowo,” kata politisi asal Banjar Kreteg, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem yang sebelumnya sukses memenangkan pasangan Jusuf Kalla-Wiranto (Capres-Cawapres dari Golkar) di Karangasem dalam Pilpres 2009 ini. Sementara itu, Ketut Sudikerta menyatakan tidak bisa menolak kalau nanti induk partainya menugaskan dirinya maju ke Pilgub Bali 2013 berpaket dengan Mangku Pastika. Hal ini ditegaskan Sudikerta dalam dialog dan pengukuhan ‘Forum Komunikasi Putra Mangutama’ yang dipimpin I Gede Widi Adnyana di Desa Padang Luwih, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Jumat malam. Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Badung ini terkait gonjang-ganjing apakah dirinya akan bertahan di Gumi Keris atau berlaga ke Pilgub Bali 2013. Pertemuan semalam dihadiri 500 orang dari F Komunikasi Putra Mangupura (FKPM)---sebagai pendukung ke Pilgub Bali---, tokoh masyarakat, dan tokoh Sekaa Teruna. FKPM. Sudikerta menegaskan, meskipun maju ke Bali 2, dirinya tetap komit membangun Badung. “Saya tidak bisa berbuat banyak kalau Golkar menugaskan tandem dengan pak Mangku Pastika. Kalau menolak, saya terancam sanksi organisasi. Tapi, saya komit dengan pembangunan di Badung. Tak usah khawatir,” tegas Sudikerta.

Bagi Sudikerta, mengabdi untuk provinsi sama dengan di Badung. Tujuannya untuk membangun Bali. Apalagi, nanti banyak event internasional akan dilaksanakan di Badung, yang citranya berimbas ke Provinsi Bali. “Saya juga sudah sering menyampaikan ke Pak Gubernur Pastika, banyak yang harus dikerjakan di Badung. Beliau siap mengakomodasi aspirasi yang saya sampaikan,” ujar politisi Golkar asal Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung ini.

Dre@ming Post______
sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Sumber Letusan Kian Dangkal, 1-2 Km Di Bawah Puncak Gunung Agung

Gunung Agung terlihat di Pos Pengamatan Gunungapi Agung,Desa Rendang,Kabupaten Karangasem,Minggu (24/9/2017). Pengamatan tidak berjalan ...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen