Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » ‘PDIP Usung Yoga-PAS’

‘PDIP Usung Yoga-PAS’

Written By Dre@ming Post on Senin, 21 Januari 2013 | 8:35:00 AM

Senin, 21 Januari 2013, 08:39

Yoga-PAS , Ke-20 nama yang dideklarasikan KMPB kemarin masing-masing Prof Dr Anggan Suhandana (Guru Besar Undiksha Singaraja), I Made Arjaya (politisi PDIP yang Ketua Komisi I DPRD Bali), Prof Dr dr Made Bakta (Rektor Unud), Cokorda Gede Atmaja (mantan Rektor Universitas Ngurah Rai), Prof Dr Wayan Jendra (Guru Besar Unud), Prof Dr Rai Setiabudhi (Guru Besar Fakultas Hukum Unud), Prod Dr Raka Suardana (Guru besar Undiknas), Prof Dr Wayan Sukarsa (Rektor Universitas Warmadewa), Prof Dr Nyoman Suparta (akademisi Unud yang Forum Semeton Karangasem), Prof Dr Wayan Suparta (Guru Besar Fakultas Pertanian Unud), Prof Dr dr LK Suryani SpKj (Guru Besar Fakultas Kedokteran Unud), Prof Dr Ketut Widnya (Rektor STAHN Denpasar), Prof Dr dr Wayan Wita (Guru Besar Fakultas Kedokteran Unud), Agung Arwata (tokoh Peduli Bali), I Gusti Ngurah Sudiana (Ketua PHDI Bali), Gusti Kade Sutawa (tokoh dan praktisi pariwisata), Made Wianta (seniman lukis), Putu Wirata Dwikora (Ketua Sabha Walaka PHDI Pusat), I Gusti Ngurah Harta (pinisepuh Sandhi Murti), dan Ida Bagus Lolec (pengusaha). Mereka diundang dalam deklarasi di Inna Bali Hotel Denpasar, Minggu kemarin. KMPB sepakat akan mengundang partai politik untuk bertukar pikiran, bertukar figur, serta saling menjajaki bagaimana sebaiknya menata Bali ke depan. “Kalau mereka (parpol) sudah punya calon yang baik, silakan dipakai. Kalau di kami ada figur yang oleh partai dipandang layak, apa salahnya dipakai? Kalau nanti di antara figur-figur kami ada yang diterima partai, maka yang lain akan menerima dan tetap mendukung,” kata Gusti Kade Sutawa.
NEGARA - Tarung head to head antara dua kandidat incumbent di Pilgub Bali 2013, Made Mangku Pastika vs AA Ngurah Puspayoga, tidak terelekkan lagi. Pasalnya, PDIP merekomendasi paket AAN Puspayoga-Putu Agus Suradnyana sebagai Cagub-Cawagub, sementara Mangku Pastika diusung Koalisi Rakyat Bali Bersatu yang dimotori Golkar-Demokrat.

Kepastian rekomendasi tiket Cagub-Cawagub ke paket Puspayoga-Agus Suradnyana (Yoga-PAS) ini disampaikan langsung Ketua DPD PDIP Bali, AA Ngurah Oka Ratmadi alias Cok Rat, saat bertemu para tokoh adat dan dinas se-Kabupaten Jembrana di Wantilan Pura Jagatnatha Negara, Minggu (20/1).

“Yang jadi Calon Gubernur jelas Puspayoga, berpasangan dengan Agus Suradnyana (sebagai Cawagub),” tegas Cok Rat menjawab pertanyaan peserta pertemuan saat sesi dialog.

Statemen Cok Rat soal paket Puspayoga-Agus Suradnyana ini didengar langsung sederet tokoh dan politisi yang menghadiri pertemuan di Wantilan Pura Jagatnatha Negara kemarin. Mereka, antara lain, Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali I Ketut Tama Tenaya bersama dua anggotanya, Nyoman Gede Putra Astawa dan Ida Bagus Ketut Birawa. Ketua DPC PDIP Jembrana Made Kembang Hartawan juga hadir bersama Bupati I Putu Artha. Ketika diwawancarai kembali seusai pertemuan soal pernyataan keluarnya paket Yoga-PAS, Cok Rat mengakui memang itulah adanya. Saat ini, kata Cok Rat, SK rekomendasi Yoga-PAS memang belum keluar dari DPP PDIP. Namun demikian, Cok Rat mengaku sudah dapat memastikan pasangan Puspayoga-Agus Suradnyana yang akan mengemban tugas partai untuk tarung ke Pilgub Bali, 15 Mei 2013 mendatang. “Sudah pasti ke Puspayoga-Agus Suradnyana,”
tegas Cok Rat yang juga Ketua DPRD Bali.

Disinggung soal Agus Suradnyana yang belum genap 5 bulan menjabat Bupati Buleleng, menurut Cok Rat, hal teresbut tidak masalah. Dia menegaskan, apa pun kondisinya, kader PDIP harus tunduk terhadap perintah partai. “Kalau sudah tugas partai, Jokowi (Walikota Solo yang kemudian menjadi Gubernur DKI) masi keto (juga begitu),” tandas nakhoda partai asal Puri Satria Denpasar yang notabene kakak kandung Puspayoga ini. Sedangkan Wakil Ketua DPC PDIP Jembrana yang kini Bupati Jembrana, I Putu Artha, mengaku pihaknya masih menunggu kepastian rekomendasi Cagub-Cawagub Bali dari DPP PDIP. Namun, Putu Artha memprediksi apa yang disampaikan Cok Rat kemungkinan akan jadi kenyataan. “Kemungkinan besar pecahan paling gede ke Agus Suradnyana. Kalau tidak, Buleleng ya habis,” ujar Putu Artha. Putu Agus Suradnyana alias PAS merupakan Bupati Buleleng yang terpilih dengan kemenangan lebih dari 60 persen suara dalam Pilkada Buleleng 2012 lalu. PAS dipilih mendampingi Puspayoga, kemungkinan besar, untuk mengimbangi suara Mangku Pastika di Buleleng. Maklum, Mangku Pastika yang kini Gubernur Bali berasal dari Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.

Pastika sudah dipastikan diusung Koalisi Rakyat Bali Bersatu yang dimotori Golkar-Demokrat, disokong 7 parpol menengah lainnya seperti PNBKI, Gerindra, Hanura, PKPB, dan PAN. Calon pendamping Pastika di posisi Cawagub kemungkinan besar Ketua DPD I Golkar Bali, Ketut Sudikerta. Sebaliknya, Puspayoga yang didampingi PAS merupakan politisi PDIP yang kini menjabat Wakil Gubernur Bali. Di sisi lain, kader PDIP di Buleleng prihatin dengan gonjang-ganjing internal partainya terkait Gubernur Pastika. Kader Banteng Gemuk di tanah leluhur Ketua Umum DPP PDIP Megawati ini teriak minta hentikan polemeik tentang keberadaan Gubernur Pastika, karena justru akan merugikan partainya. “Saya kader militan asal Sukasada, prihatin dengan sikap saling sikut dan menjelekkan orang lain oleh elite PDIP Bali. Apa susahnya kalau Pak Mangku Pastika diberikan kesempatan 5 tahun lagi? Kan masyarakat masih menghendaki Pak Pastika,” ujar mantan pengurus PAC PDIP Sukasada, I Gede Tusan, di Singaraja, Minggu kemarin.

Gede Tusan berharap Megawati segera ambil keputusan yang cerdas untuk Cagub Bali 2013. “Kalau secara priadi, saya menghendaki paket Mangku Pastika-Wayan Candra (Bupati Klungkung). Keduanya itu sudah punya pengalaman dan tidak tercela. Pang Sapih Ba (biar impas sudah),” ujar Gede Tusan. Menurut Gede Tusan, Megawati salah mengambil keputusan, bisa mempermalukan PDIP di tanah leluhur Buleleng dan Bali. “Semoga saja Ibu Mega tidak percaya bisikan-bisakan yang menyesatkan,” imbuhnya. Bagi Gede Tusan, Pastika adalah harga mati, karena program Bali Mandara yang dijalankannya sudah dirasakan masyarakat. Sepanjang hidup, dirinya belum pernah merasakan program seperti yang dicetuskan Pastika dari Gubernur Bali sebelumnya. “Program Pak Mangku Pastika tidak ada duanya. Selama ini belum pernah ada Gubernur yang mencetuskan program seperti itu. Jadi, biarkan program ini diteruskan dulu,” pinta Gede Tusan.

Sementara itu, Koalisi Masyarakat untuk Pilgub Bali (KMPB) memenuhi janjinya untuk mendeklarasikan figur yang dipandang layak memimpin sebagai Cagub dan Cawagub Alternatif. Ada 20 nama yang dideklarasikan KMPB di Denpasar, Minggu kemarin. Mereka didominasi tokoh kalangan akademis.

Ke-20 nama yang dideklarasikan KMPB kemarin masing-masing Prof Dr Anggan Suhandana (Guru Besar Undiksha Singaraja), I Made Arjaya (politisi PDIP yang Ketua Komisi I DPRD Bali), Prof Dr dr Made Bakta (Rektor Unud), Cokorda Gede Atmaja (mantan Rektor Universitas Ngurah Rai), Prof Dr Wayan Jendra (Guru Besar Unud), Prof Dr Rai Setiabudhi (Guru Besar Fakultas Hukum Unud), Prod Dr Raka Suardana (Guru besar Undiknas), Prof Dr Wayan Sukarsa (Rektor Universitas Warmadewa), Prof Dr Nyoman Suparta (akademisi Unud yang Forum Semeton Karangasem), Prof Dr Wayan Suparta (Guru Besar Fakultas Pertanian Unud), Prof Dr dr LK Suryani SpKj (Guru Besar Fakultas Kedokteran Unud), Prof Dr Ketut Widnya (Rektor STAHN Denpasar), Prof Dr dr Wayan Wita (Guru Besar Fakultas Kedokteran Unud), Agung Arwata (tokoh Peduli Bali), I Gusti Ngurah Sudiana (Ketua PHDI Bali), Gusti Kade Sutawa (tokoh dan praktisi pariwisata), Made Wianta (seniman lukis), Putu Wirata Dwikora (Ketua Sabha Walaka PHDI Pusat), I Gusti Ngurah Harta (pinisepuh Sandhi Murti), dan Ida Bagus Lolec (pengusaha). Mereka diundang dalam deklarasi di Inna Bali Hotel Denpasar, Minggu kemarin. KMPB sepakat akan mengundang partai politik untuk bertukar pikiran, bertukar figur, serta saling menjajaki bagaimana sebaiknya menata Bali ke depan. “Kalau mereka (parpol) sudah punya calon yang baik, silakan dipakai. Kalau di kami ada figur yang oleh partai dipandang layak, apa salahnya dipakai? Kalau nanti di antara figur-figur kami ada yang diterima partai, maka yang lain akan menerima dan tetap mendukung,” kata Gusti Kade Sutawa.

Sedangkan Prof Made Bakta mengatakan, pihaknya beerinisiatif untuk menghimpun sejumlah figur sebagai upaya pembelajaran dalam momentum Pilgub Bali, bahwa kursi Gubernur seharusnya bukanlah tujuan utama. “Poses berkoalisinya sejumlah Rektor dan Guru Besar serta aktivis, merupakan pelajaran berharga bahwa proses pencalonan tidak melulu pertarungan, tapi seharusnya merupakan kerjasama,” ujar Prof Bakta. 

Dre@ming Post______
sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Gunung Agung Status Awas, Area Steril 12 Km, Pengungsi Diperkirakan 100 Ribu Orang

Bupati Mas Sumantri saat kunjungi warganya yang mengungsi di Buleleng (kiri). Walikota IB Rai Mantra saat mengunjungi pengungsi di kawasan...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen