Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Candi Bawah Tanah Ditemukan di Penatih

Candi Bawah Tanah Ditemukan di Penatih

Written By Dre@ming Post on Rabu, 24 Oktober 2012 | 8:12:00 AM

Rabu, 24 Oktober 2012, 08:29

DENPASAR - Struktur pondasi bangunan purba berupa candi bawah tanah ditemukan di seputar Pasraman Ida Resi Bujangga Wisnawa Ganda Kusuma di Banjar Saba, Desa Pakraman Penatih, Denpasar Timur. Berdasarkan hasil penelitian petugas Balai Arkeologi Denpasar, pondasi bangunan candi bawah tanah pada kedalaman 1 meter ini diperkirakan peninggalan dari abad XIV.

Temuan pondasi bangunan purba berupa candi bawah tanah ini bermula dari aktivitas lima warga setempat yang hendak menggali tanah untuk resapan air, tepatnya seputar Pasraman Ida Resi Bujangga Wisnawa Ganda Kusuma, Jalan Trengguli Gang IV D Penatih, Denpasar Timur, akhir September 2012 lalu. Saat penggalian sudah mencapai sedalam 1 meter, mereka dikejutkan oleh ditemukannya batu padas ukuran besar dengan panjang 110 cm, lebar 40 cm, dan tebal 40 cm. Ketika terus dilakukan penggalian, ditemukan lebih banyak lagi lempengan-lempengan batu padas ukuran besar. “Kita semakin penasaran. Ada yang mengira ini harta karun. Kita terus gali, tapi isinya semua lempengan batu padas ukuran besar,” ungkap pemilik lahan ditemukannya struktur pondasi candi bawah tanah, I Putu Gede Chandra Kirawan, saat ditemui di lokasi, Selasa (23/10). Karena temuan lempengan batu padas jumlahnya cukup banyak, penggalian resapan air pun batal dilakukan. Temuan heboh ini kemudian dilaporkan ke Badan Arkeologi Denpasar. Lalu, petugas Balai Arkeologi Denpasar terjun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

Petugas Balai Arkeologi Denpasar mulai melakukan mengecek dan memastikan temuan tersebut, sejak Minggu (14/10) lalu. Kemudian, Tim Balai Arkeologi beranggotakan 11 orang melakukan eskavasi mulai Kamis (18/10). Hingga Selasa kemarin, lokasi penemuan struktur bangunan candi bawah tanah telah
mencapai panjang 11 meter ke timur.

Struktur pondasi bangunan candi masih ditemukan hingga bawah tanah di halaman sebelah utara rumah keluarga Putu Gede Chandra Kirawan. Pihak Balai Arkeologi Denpasar rencananya akan melakukan penelitian dan penggalian untuk menemukan bangunan lainnya hingga 27 Oktober 2012 nanti. Menurut Ketua Tim Peneliti dari Balai Arkeologi Denpasar, I Wayan Suantika, temuan heboh di bawah tanah ini diduga merupakan struktur pondasi purbakala berupa candi. Dia memperkirakan bangunan candi bawah tanah ini dibangun pada abad XIV. Perkiraan ini berdasarkan bentuk bangunan yang tidak seperti bangunan di pura yang baru ada setelah abad XIV. “Perkiraan ini juga bisa dilihat dari bahan batu padas. Kemudian, pada batu padas ini ada lapisan penguat. Lapisan penguat seperti ini adanya pada abad XIII dan XIV,” terang Wayan Suantika di lokasi yang disebut sebagai Situs Purbakala Penatih, Selasa kemarin.

Suuantika memaparkan, dari hasil penggalian sementara, lempengen-lempengan batu padas ukuran besar ini digunakan sebagai lantai candi dengan panjang mencapai 11 meter dan lebar 2,5 meter. Ini baru yang terlihat, belum lagi yang masih dalam penggalian. “Ini temuan yang sudah terlihat dan perlu diingat ini belum ada ujungnya. Jadi, belum diketahui berapa panjang dan lebar pastinya bangunan candi di bawah tanah ini,” ujar Suantika.

Kendati demikian, Suantika memastikan candi bawah tanah ini merupakan temuan candi terbesar yang pernah terjadi wilayah Bali. Menurut Suantika, temuan candi terbesar sebelumnya adalah Candi Wasa di Gianyar pada 1986 silam. Candi Wasa memiliki ukuran 11 meter x 10 meter. “Kalau yang sekarang (ditemukan di Penatih), yang baru terlihat saja sudah mencapai panjang 11 meter. Dan, ini belum ditemukan ujungnya, berarti sesungguhnya jauh lebih panjang lagi. Jadi, saya yakinkan ini temuan candi terbesar di Bali,” tegas Suantika.

Menurut Suantika, karakteristik candi bawah tanah di Penatih ini identik dengan candi-candi yang ditemukan di wilayah Jawa Timur. Bentuknya juga persegi. Jadi, jika candi ini panjang, maka lebarnya juga sama dengan ukuran panjangnya. “Penggalian akan terus kita lakukan setidaknya 10 hari ke depan.” Soal nantinya apakah akan dipugar lokasi ini atau akan direlokasi, menurut Suantika, pihaknya masih menunggu hasil penggalian selanjutnya. “Karena lokasinya di Denpasar, tentunya juga akan kita koordinasikan dengan Pemkot Denpasar selaku pemerintah yang paling bertanggung jawab,” tandas Suantika.

Sementara itu, sejumlah warga sekitar lokasi temuan candi bawah tanah di Banjar Saba, Desa Pakraman Penatih menyatakan jauh hari sebelumnya juga sempat ada yang menemukan benda-benda bersejarah berumur ratusan tahun. Benda-benda kuno itu sebagian berbahan keramik dan sabagaian lagi batu padas. “Lokasi temuan benda-benda bersejarah yang ditemukan warga sebelumnya berada pada radius sekitar 40 meter dari tempat temuan struktur bangunan candi bawah tanah ini,” ungkap seorang warga Penatih, Selasa kemarin.

Sedangkan Putu Gede Chandra Kirawan, pemilik lahan tempat ditemukannya struktur bangunan purbakala berupa candi bawah tanah ini, lahan seluas 14 are tersebut selama ini dikenal warga setempat sebagai kawasan angker. Bahkan, menurut Chandra Kirawan, sebelumnya jarang ada warga yang berani lewat di lokasi temuan candi bawah tanah ini.

“Kami juga baru membangun di sini sejak 10 bulan lalu. Lokasinya dipercaya sangat angker,” terang Candra Kirawan. Dia menyebutkan, di lokasi angker ini kerap muncul penampakan gaib dalam berbagai wujud. “Munculnya penampakan gaib itu sudah biasa. Tapi, setelah penggalian ini (struktur bangunan candi bawah tanah) tidak ada apa-apa. Apalagi, kita juga sudah matur piuning (ritual mohon izin secara niskala),” papar Chandra Kirawan. 

sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Gunung Agung Status Awas, Area Steril 12 Km, Pengungsi Diperkirakan 100 Ribu Orang

Bupati Mas Sumantri saat kunjungi warganya yang mengungsi di Buleleng (kiri). Walikota IB Rai Mantra saat mengunjungi pengungsi di kawasan...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen