Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Tabrakan Beruntun, Pasutri Tergencet

Tabrakan Beruntun, Pasutri Tergencet

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 22 September 2012 | 7:46:00 AM

Sabtu, 22 September 2012, 07:59

TABANAN, Tabrakan beruntun melibatkan empat mobil terjadi di Jalur Tengkorak Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di tikungan tanjakan Banjar Lumajang, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Jumat (21/9) malam. Meski tidak ada korban tewas dalam musibah ini, namun sepasang suami istri mengalami luka serius akibat tergencet selama 30 menit di dalam mobilnya yang ringsek.

Empat kendaraan yang terlibat tabrakan beruntun di tikungan tanjakan Banjar Lumajang tadi malam masing-masing truk Fuso nopol DK 9599 GL, mobil pick up nopol DK 9674 GK, Inova plat merak DK 4 Z, dan truk Isuzu bernopol DK 9583 GV. Mobil Inova plat merah DK 4 Z itu sendiri dikemudikan oleh Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Jembrana, Haji Zaenal, 50.

Sedangkan pasangan suami istri (pasutri) yang terluka akibat tergencet selama 30 menit adalah Ida Bagus Purwa, 40, dan Ida Ayu Marini, 38. Pasutri asal Banjar Sandan Dauh Yeh, Desa Wanasari, Kecamatan Tabanan ini saat musibah berada di dalam mobil pick up nopol DK 9674 GK. Pasutri korban tabrakan
beruntun ini semalam langsung dilarikan ke RSUD Tabanan untuk menjalani perawatan.

Musibah tabrakan beruntun empat mobil ini terjadi Jumat malam sekitar pukul 19.30 Wita. Informasi di lapangan, tabrakan beruntun ini dipicu oleh truk Fuso nopol DK 9599 GL, yang mendadak ngatret (bergerak mundur) akibat tidak kuat nanjak saat memasuki lokasi TKP di Banjar Lumajang, Samsam Samsam. Truk Fuso naas yang tak jelas siapa pengemudinya kemudian menabrak mobil pick up nopol DK 9674 GK di belakangnya. Pengemudi truk tersebut langsung kabur setelah kecelakaan, diduga untuk menghindar dari tanggung jawab.

Sebelum peristiwa terjadi, keempat kendaraan meluncur beriringan dari arah barat (Gilimanuk) menuju Denpasar. Truk Fuso nopol DK 9599 GL berada di posisi paling depan, disusul mobil pik up yang dikemudikan korban Ida Bagus Purwa bersama istrinya, Ida Ayu Marini. Sedangkan di belakangnya lagi adalah mobil Inova plat merah DK 4 Z (yang dikemudikan Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Jembrana, Haji Zaenal), disusul truk Isuzu nopol DK 9583 GV yang dikemudikan I Gede Sulastra, 50.

Begitu memasuki lokasi tanjakan yang berada sekitar 100 meter sebelah barat SPBU Lumajang, truk Fuso DK 9599 GL mendadak ngatrek akibat tidak kuat menanjak, diduga lantaran kelebihan beban. Saat bergerak mundur, truk naas ini langsung menghantam bagian depan mobil pick up yang berada di belakangnya. Tak pelak, mobil pick up yang ditumpangi pasutri Ida Bagus Purwa-Ida Ayu Marini langsung tergencet, karena juga ditabrak Inova plat merah DK 4 Z dari belakang. Situasi semakin gawat, karena truk Iuzusu nopol DK 9583 GV yang berada di posisi paling belakang juga menghantam pantat movil Inova plat merah. Akibat tabrakan beruntun ini, mobil pick up pun ringsek dalam posisi melintang, di mana kepala menghadap utara dan pantat ke sisi selatan. Beruntung, pasutri Ida Bagus Purwa-Ida Ayu Marini yang berada dalam mobil pick yang ringsek ini selamat dari maut. Namun, pasutri asal Tabanan ini terluka dan bahkan sempat selama 30 menit tergencet, sebelum akhirnya berhasil dievakuasi warga beramai-ramai. Saat masih tergencet di dalam mobilnya pasca tabrakan beruntun, pasutri Ida Bagus Purwa-Ida Ayu Marini sempat berteriak-teriak minta tolong. Warga sekitar TKP pun berhamburan keluar rumah dan turun ke jalan untuk membantu mengeluarkan kedua korban yang merintih kesakitan akibat tergencet.

Setelah berjuang selama 15 menit, korban yang perempuan, Ida Ayu Marini, berhasil dievakuasi dari dalam mobilnya. Tapi suaminya, Ida Bagus Purwa, belum bisa dievakuasi karena kedua kakinya terjepit bodi mobil yang ringsek. Warga pun ramai-ramai mengupayakan pertolongan dengan membongkar bangkai mobil pick up menggunakan linggis. Sayangnya, upaya mereka sia-sia. Korban Ida Bagus Purwa baru bisa dikeluarkan setelah selama 30 menit tergencet mobilnya yang ringsek. Itu pun, setelah mobil Inova yang berada di belakangnya dipinggirkan paksa. Warga kemudian berupaya menarik bagian depan dan pantat mobil pick up, hingga korban Ida Bagus Purwa bisa dikeluarkan dalam kondisi selamat.

Saat dikeluarkan dari mobil pick up yang ringsek, korban Ida Bagus Purwa dalam kondisi bersimbah darah akibat terluka di bagian kaku. Korban bersama istrinya, Ida Ayu Marini, kemudian dilarikan ke RSUD Tabanan untuk mendapatkan pertolongan. Sebaliknya, pengemudi truk Fuso DK 9599 GL yang jadi pemicu tabrakan beruntun, menghilang dari lokasi. Pengemudi truk yang belum diketahui identitasnya ini diduga kabur untuk menghindar dari tanggung jawab.

Data yang diperoleh, dalam musibah tabrakan beruntun empat mobil tadi malam, hanya dua korban terluka yakni pasutri Ida Bagus Purwa dan Ida Ayu Marini. Sedangkan pengemudi mobil Innova, Haji Zaenal, dan pengemudi truk Izusu, Gede Sulastra, selamat tanpa terluka. Hingga tadi malam, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait musibah tabrakan beruntun ini. Sementara itu, korban Ida Bagus Purwa mengatakan dia bersama istrinya, Ida Ayu Marini, mengalami musibah dalam perjalanan pulang dari mengirim telor di rumah makan Mekar Sari, Desa Sembung Gede, Tabanan. Namun, saat memasuki lokasi TKP, truk Fuso yang berada di depannya mendadak ngatrek hingga menghantam mobilnya.

“Saat itu, saya sebetulnya sudah mencoba ikut memundurkan mobil. Namun sial, kendaraan di belakang cukup padat hingga mobil saya keburu dihantam truk Fuso yang berada di depan. Habis itu, mobil saya dihantam Inova dari belakang,” tutur Ida Bagus Purwa saat ditemui di UGD RSUD Tabanan sebelum dibawa ke ruang roentgen, tadi malam.

Paparan senada juga diutarakan pengemudi Inova plat merah yang notabene Ketua Pengadilan Agama Jembrana, Haji Zaenal. Menurut Haji Zaenal, dirinya hendak pulang ke Gianyar dari Negara. Namun, setibanya di TKP, dia melihat truk Fuso mundur dan menghantam mobil yang berada persis di depannya. “Saya tak bisa menghindar,” tutur Haji Zaenal.

Sedangkan sopir truk Isuzu DK 9586 GV, Gede Sulastra, juga mengaku tak bisa berkelit karena ada tabrakan di depannya. Saat musibah terjadi tadi malam, sopir asal Buleleng yang tinggal di Tabanan ini mengaku hendak mengirim semen ke Denpasar. “Saya tak menyangka perjalanan saya akan terhambat seperti ini,” keluh Gede Sulastra. 

SUMBER : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Titib Batal Gelar Diksa Pariksa, Ketua Panitia "Sayangkan" Pernyataan Ketua PHDI

Ida Bawati Made Titib bersama istrinya batal gelar diksa pariksa pad...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen