Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Cok Rat Ditekan Mega Soal PAW

Cok Rat Ditekan Mega Soal PAW

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 15 September 2012 | 8:12:00 AM


Jumat, 15 September 2012, 08:09

ist - v/g : yan andie
DENPASAR - Rapat dengan agenda bahas pergantian antar waktu (PAW) Made Sudana dari keanggotaan DPRD Bali di Sekretariat DPD PDIP, Jalan Cok Agung Tresna Denpasar, Jumat (14/9) siang, tidak menghasilkan keputusan apa pun. Pasalnya, pihak-pihak terkait tak hadir. Terungkap, Ketua DPD PDIP Bali AA Oka Ratmadi alias Cok Rat mengulur-ulur PAW Sudana, meskipun terus ditekan Ketua Umum DPP PDIP Megawati.

Rapat pembahasan masalah PAW Made Sudana (anggota Fraksi PDIP DPRD Bali asal Dapil Tabanan) di Sekretariat DPD PDIP Bali, Jumat siang, dipimpin Wakil DPD PDIP Ketua Bidang Organisasi, I Wayan Sutena, dan Wakil Ketua DPD PDIP Bidang Tata Pemerintahan, Ni Made Sumiati. Ketua DPC PDIP Tabanan, Ketut Suryadi, juga dihadirkan dalam rapat tersebut.

Sedangkan Made Sudana, politisi senior PDIP asal Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan yang kini menjabat Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPRD Bali, pilih tidak hadir dalam pertemuan, meskipun diundang. Uniknya, tiga pucuk pimpinan partai juga tidak hadir, yakni Ketua DPD PDIP Bali Cok
Rat, Sekretaris DPD PDIP Nyoman Adi Wiryatama, dan Bendahara DPD PDIP Ketut Tama Tenaya.

Bukan hanya itu, Kepala Sekretariat DPD PDIP Bali I Gusti Agung Ariesyuni juga kabur dari acara rapat kemarin, dengan dalih ada kegiatan di kampungnya. Karena yang hadir hanya segelintir petinggi DPD PDIP Bali, maka rapat kemarin cuma berlangsung beberapa menit, lalu bubar.

Seusai memimpin pertemuan superkilat kemarin siang, Wayan Sutena menyatakan rapat tersebut hanya koordinasi soal PAW Made Sudana. “Tidak ada yang gawat. Hanya koordinasi saja sifatnya. Made Sudana yang kita panggil hari ini (kemarin) juga kebetulan tidak hadir,” ujar Wayan Sutena.

“Kita hanya menyampaikan saja PAW itu, ya koordinasilah sifatnya. Kita sampaikan bahwa ada keputusan dari DPP PDIP untuk PAW Made Sudana,” lanjut mantan Ketua DPRD Klungkung 1999-2004 ini seraya berkelit mengaku belum tahu arah langkah DPD PDIP Bali soal PAW Sudana tersebut.

Sementara, Made Sudana yang dikonfirmasi secara terpisah soal ketidakhadirannya dalam rapat di Sekretariat DPD PDIP Bali kemarin siang, menyebutkan dirinya bukan hakim yang mengambil keputusan. Karena itu, dia merasa tidak perlu hadir, nanti kesannya malah merengek-rengek agar jangan diberangus dari keanggotaan DPRD Bali.

“Saya sudah dirapatkan partai berkali-kali baik di DPC PDIP Tabanan maupun DPD PDIP Bali. Malu juga kalau terus saja saya dijadikan bahan rapat. Mendingan saya diam di rumah,” ujar Sudana.

Sudana juga mengakui dirinya dapat SMS dari jajaran DPD PDIP Bali. Intinya, terjadi tarik ulur di mana DPD PDIP Bali dan Cok Rat selaku Ketua DPD PDIP Bali ditekan-tekan Ketua Umum DPP PDIP Megawati agar segera merecall Sudana. Namun, Cok Rat mengabaikannya hingga terlibat konflik dengan Megawati. SMS tersebut dikirimkan Sudana.

“Cok Rat dan DPD PDIP selalu ditekan Bu Mega agar memproses PAW Made Sudana. Tapi sudah terus diulur sama Cok Rat. Sampai Cok Rat konflik sama Bu Mega,” bunyi SMS yang diteruskan Sudana. Bagaimana sikap DPC PDIP Tabanan? Menurut Sudana, dalam rapat di Sekretariat DPD PDIP Bali kemarin, Ketua DPC PDIP Tabanan Ketut Suryadi tetap konsisten dengan sikapnya semula. Intinya, DPC PDIP Tabanan menolak jika Sudana diberangus dari DPRD Bali. Komitmen mempertahankan Sudana ini merupakan strategis politik PDIP Tabanan.

“Care ape desakane, dasarne ape, dija desake, pidan desake, taen desake, sing tawang… (Kayak apa desakannya, dasarnya mendesak apa, kapan didesak, pernahkah didesak, tidak diketahui…),” ujar Sudana soal sikap DPC PDIP Tabanan. Sementara itu, Ketua DPC PDIP Tabanan Ketut Suryadi membenarkan DPP PDIP mendesak DPD PDIP Bali untuk merecall Sudana dari keanggotaan DPRD Bali. Hal ini diketahui Suryadi saat dirinya menghadiri rapat di Kantor DPD PDIP Bali di Denpasar, Jumat kemarin.

Kendati demikian, kata Suryadi, DPC PDIP Tabanan tidak makirig (bergeming), mereka tetap pada komitmen dan sikap awal menolak tegas pemberangusan Sudana. Suryadi pun meminta pengurus DPP PDIP untuk memberikan jawaban tertulis mengenai PAW Sudana. Jawaban itu secara khusus diharapkan muncul dari Made Urip, politisi senior PDIP asal Marga, Tabanan selaku Korwil Bali DPP PDIP.

“Kami minta pengurus DPP PDIP melalui Korwil Bali Made Urip untuk turun langsung bertemu dengan DPC PDIP Tabanan. Jelaskan, apa sebenarnya yang terjadi? Kok Made Urip malah lempar kami untuk bertanya ke DPD PDIP Bali?” ujar Suryadi saat dikonfirmasi secara terpisah di Tabanan usai mengikuti rapat, Jumat sore. Suryadi juga meminta DPP PDIP agar menjawab surat pernyataan sikap DPC PDIP Tabanan secara tertulis dan ketegasannya. Sebab, DPC PDIP Tabanan sudah jelas dan tegas menolak PAW Sudana dan itu disampaikan melalui surat. Jawaban dari DPP PDIP itu sangat penting, agar tidak ada spekulasi macam-macam kader di DPD PDIP Bali.

Suryadi mengaku lelah DPC PDIP Tabanan terus saja didera konflik internal selama ini. “Sekarang kami sudah damai, situasinya kondusif. DPC PDIP Tabanan malah sudah konsentrasi memikirkan Pilgub Bali 2013 dan Pileg 2014, tapi kok diusik skema politis yang justru membuat kami kembali konflik,” sesal politisi sekaligus seniman yang akrab dipanggil Boping ini.

Suryani menegaskan, DPC PDIP Tabanan menolak keras PAW Sudana. Sikap tegas DPC PDIP Tabanan sudah menjadi komitmen strategis politis untuk mempertahankan kebesaran PDIP. Apalagi, PDIP di Tabanan sudah mulai tenang, kondusif, serta tidak terusik lagi oleh interest personal elite yang tidak memikirkan partai.

“Sikap DPC PDIP Tabanan konsisten demi soliditas dan kondusifitas partai, serta demi daerah. Jadi, Sudana jangan sampai di-PAW,” katanya. Bahkan, Suryadi ingin mendengar penjelasan langsung dari Korwil Bali DPP PDIP, Made Urip, yang kebetulan asal Tabanan, soal PAW Sudana. “Tujuannya, agar tidak ada simpang siur seperti kondisi partai saat ini. Minimal Made Urip ada komunikasilah terkait apa yang dibahas di DPP PDIP. Sebab bagi kami di DPC PDIP Tabanan, persoalan Sudana sudah selesai. Kita tak ingin Sudana di-PAW,” lanjut Suryadi.

Dre@ming Post______
sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Terjadi Letusan Gunung Agung 21 November 2017 pukul 17:05 WITA

Gunung Agung Terjadi letusan Gunung Agung pada pukul 17:05 WITA. Letusan diawali oleh Gempa Tremor Low-Frequency. Asap teramati berteka...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen