Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Sutena-Sarjana Bersitegang

Sutena-Sarjana Bersitegang

Written By Dre@ming Post on Selasa, 21 Agustus 2012 | 8:14:00 AM


Selasa, 21 Agustus 2012, 08:09

ist - v/g : yan andie
DENPASAR - Ketua Tim Penjaringan Calon DPD PDIP Bali, Wayan Sutena, balik serang Juri Bicara DPC PDIP Tabanan Wayan Sarjana yang protes karena dua jagonya tidak dibawa ke DPP PDIP sebagai kandidat Calon Gubernur (Cagub). Wayan Sutena tuding Wayan Sarjana tidak memahami SK 031A DPP PDIP. Sebaliknya, Wayan Sarjana tetap ngotot agar jagonya, Nyoman Adi Wiryatama dan Made Urip, diperjuangkan sebagai Cagub ke Pilgub 2013, mengingat Tabanan merupakan barometer PDIP di Bali.

Wayan Sutena menegaskan, Tim Penjaringan Calon DPD PDIP Bali tetap pada keputusan semula hanya mengirimkan tiga kandidat Cagub ke DPP PDIP: Made Mangku Pastika (Gubernur Bali yang diusung PDIP), AA Ngurah Puspayoga (elite PDIP yang kini Wakil Gubernur Bali), dan Wayan Candra (Bupati Klungkung yang juga Ketua DPC PDIP Klungkung). Pengiriman tiga nama kandidat Cagub ini, kata Sutena, sesuai dengan aturan partai yang dituangkan dalam SK 031A DPP PDIP Tahun 2011.

Sutena pun balik menuding Wayan Sarjana tidak membaca dan memahami SK 031A DPP PDIP, sehingga protes yang disampaikan petinggi DPC PDIP Tabanan soal Cagub 2013 dianggap tidak berdasar. “Dia (Sarjana) tidak baca SK 031A DPP PDIP. Di sana kan sudah jelas-jelas diatur semuanya,” tandas Sutena di Denpasar, Senin (20/8).

Menurut Sutena, pihaknya kaget dengan protes DPC PDIP Tabanan melalui Sarjana. Padalah, kata Sutena, dalam SK 031A DPP PDIP sudah jelas disebutkan, nama-nama yang diusulkan menjadi Cagub minimal dua orang dan maksimal 4 orang. Tim Penjaringan Calon DPD PDIP Bali kemudian mengirimkan tiga kandidat yang mengambil atau diambilkan formulir Cagub.

“Sesuai aturan SK 031A DPP PDIP, ya tetap tiga nama itu (Pastika, Puspayoga, Wayan Candra) yang dikirim ke pusat, karena merupakan keputusan Tim Penjaringan. Harusnya dipahami aturan partai, jangan
menyebut kita ini main potong,” ujar Sutena.

“Pihak DPD PDIP Bali, dalam hal ini Tim Penjaringan Calon Kepala Daerah-Wakil Kepala Daerah, tidak pernah menjegal maupun memotong Adi Wiryatama dan Made Urip. Okelah, mama mereka muncul di DPC Tabanan, itu tetap kami laporkan ke DPP PDIP. Terserah nanti DPP PDIP yang memutuskan,” imbuh mantan Ketua DPC PDIP Klungkung dan Ketua DPRD Klungkung 1999-2004 ini. Sikap Sutena didukung Wakil Ketua Tim Penjaringan Calon DPD PDIP Bali, Ketut Tama Tenaya. Menurut Tama Tenaya, DPC PDIP Tabanan tidak pernah mengambilkan formulir untuk Adi Wiryatama dan Made Urip, yang diusungnya sebagai Cagub Bali 2013. Karenanya, nama Adi Wiryatama dan Made Urip tidak disetorkan ke DPP PDIP.

Selain itu, kata Tama Tenaya, aspirasi DPC PDIP Tabanan yang memunculkan Adi Wiryatama dan Made Urip sebagai Cagub Bali selama ini hanya berhembus di media, tidak didaftarkan ke DPD PDIP Bali. “Formulir Cagub untuk Adi Wiryatama dan Made Urup juga tidak pernah diambilkan. DPC PDIP Tabanan rapat apa tidak, pun tidak disampaikan dengan berita acara ke DPD PDIP Bali,” tegas Tama Tenaya yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali.

“Meski demikian, nama-nama yang muncul (termasuk Adi Wiryatama dan Made Urip, Red) pasti dilaporkan ke DPP PDIP,” lanjut politisi asal Kuta Selatan, Badung yang sekaligus Bendahara DPD PDIP Bali ini.

Di sisi lain, DPC PDIP Tabanan tetap tidak terima nama Adi Wiryatama dan Made Urip diafkirkan. Menurut Sarjana, Sutena selaku Ketua Tim Penjaringan Calon DPD PDIP Bali telah main potong. “Ngapain saya disuruh baca SK 031 A segala? Wong jelas-jelas DPC PDIP Tabanan keputusannya mengusung Adi Wiryatama dan Made Urip sebagai Cagub,” ujar Sarjana secara terpisah di Tabanan, Senin kemarin.

“Kader tingkatan terbawah saja tahu dan paham itu SK 031A. Bagaimana Sutena bisa menyebutkan maksimal empat Cagub, sementara yang dikirimkan hanya tiga nama? Kenapa tidak dimaksimalkan?” lanjut Sarjana. Sarjana pun mengancam pihaknya akan mendatangi DPD PDIP Bali, kalau sampai tidak meneruskan aspirasi DPC PDIP Tabanan yang mengusung Adi Wiryatama dan Made Urip sebagai Cagub ke DPP PDIP. Sarjana mengaku gerah dengan sikap sikap Tim Penjaringan Calon DPD PDIP Bali, yang terkesan mengabaikan DPC PDIP Tabanan.

”Ingat, Tabanan itu barometer kekuatan PDIP di Bali. Dalam setiap event politik, PDIP di Tabanan selalu menang 70 persen. Lha, sekarang Cagub Bali yang diusulkan oleh DPC PDIP Tabanan mau dipotong? Nanti dulu Pak Sutena, kami siap mempertahankan aspirasi ini,” tandas Sarjana.

Sebelumnya, DPD PDIP Bali putuskan hanya menyetorkan tiga nama kandidat Cagub 2013 ke DPP PDIP. Yang disetor ke pusat ini hanya kandidat yang mengambil atau diambilkan formulir Cagub, yakni Pastika, Puspayoga, Wayan Candra. Dua kandidat incumbent, Pastika dan Puspayoga, sebelumnya diambilkan formulir oleh salah satu daerah yang mengusungnya sebagai Cagub, yakni DPC PDIP Bangli. Sedangkan Bupati Candra mengikuti mekanisme secara utuh, mulai dari mengambil formulir Cagub hingga mendaftarkan sendiri pencalonannya ke Sekretariat DPD PDIP Bali.

Selain trio Pastika-Puspayoga-Wayan Candra, sebetulnya ada dua lagi kandidat Cagub Bali 2013 yang diusung daerah, yakni Adi Wiryatama (Sekretaris DPD PDIP Bali yang mantan Bupati Tabanan dua kali periode) dan Made Urip (Ketua DPP PDIP yang anggota DPR tiga kali periode). Adi Wiryatama dan Made Urip diusung DPC PDIP Tabanan, namun mereka tidak diambilkan formulir Cagub ke DPD PDIP Bali. 

Dre@ming Post______
sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Gunung Agung Status Awas, Area Steril 12 Km, Pengungsi Diperkirakan 100 Ribu Orang

Bupati Mas Sumantri saat kunjungi warganya yang mengungsi di Buleleng (kiri). Walikota IB Rai Mantra saat mengunjungi pengungsi di kawasan...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen