Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Tutik-Nova di Atas Angin, Polisi Tetapkan Dua Tersangka Bentrok Antardesa di Buleleng

Tutik-Nova di Atas Angin, Polisi Tetapkan Dua Tersangka Bentrok Antardesa di Buleleng

Written By Dre@ming Post on Kamis, 05 Januari 2012 | 5:49:00 AM

Kamis, 5 Januari 2012, 05:59

Tutik-Nova
DENPASAR - Demokrat hampir dipastikan akan usung paket Ni Putu Tutik Kusuwamardani-I Komang Nova Sewi Putra sebagai Cabup-Cawabup Buleleng ke Pilkada 2014. Ini setelah paket Tutik-Nova mengungguli rivalnya, Jro Nyoman Ray Yusha-Ni Luh Gede Herryani, dengan skor 6-1 dalam perankingan final yang dilakukan Tim 9 Demokrat, Rabu (4/1).

Perankingan antara paket Tutik-Nova dan Ray Yusha-Luh De itu dilakukan Tim 9 dalam rapat pleno di Kantor DPD Demokrat Bali di Denpasar, Rabu siang. Dari 9 anggota Tim 9 Demokrat, hanya satu yang absen dalam pembahasan final paket Cabup-Cawabup Buleleng itu, yakni Wayan Sugiana (dari unsur DPP Demokrat)---sedang ada tugas dinas ke China.

Sedangkan 8 anggota Tim 9 lainnya semua hadir (3 orang dari unsur DPC Demokrat Buleleng, 3 orang dari unsur DPD Demokrat Bali, dan 2 orang dari unsur DPP Demokrat). Dua orang anggota Tim 9 dari unsur DPP Demokrat itu masing-masing Gede Pasek Suardika dan Putu Supadma Rudana.

Dalam rapat final untuk perankingan yang dipimpin langsung Ketua DPD Demokrat Bali, Made Mudarta (selaku Ketua Tim 9), paket Ray Yusha-Luh De ternyata hanya mendapatkan satu suara. Satu-satunya suara tersebut berasal dari Luh De Herryani sendiri, Ketua DPC Demokrat Buleleng selaku anggota Tim 9 dari unsur DPC Demokrat.

Sedangkan Pasek Suardika, Ketua Departemen Pemuda dan Olahraga DPP Demokrat yang semula disebut-sebut berada di belakang paket Ray Yusha-Luh De, justru memilih abstain alias tidak memeberikan suara. Sebaliknya, paket Tutik-Nova yang sejak awal mendapat dukungan arus bawah (internal Demokrat di Bali), memborong 6 suara (3 dari unsur DPD Demokrat, 2 dari usnur DPC Demokrat, plus 1 dari unsur DPP
Demokrat).

Dengan demikian, peluang Tutik-Nova untuk meraih rekomendasi dari DPP Demokrat sebagai paket Cabup-Cawabup Buleleng ke Pilkada, April 2012 mendatang, sangat terbuka lebar, bahkan buleh dibilang sudah di ambang pintu. Hanya saja, Tutik-Nova tetap harus bersabar menunggu keputusan final dari DPP Demokrat, yang sesuai dengan aspirasi arus bawah. Pasalnya, selain paket Tutik-Nova, paket Ray Yusha-Luh De juga dikirim Tim 9 ke DPP Demokrat guna dimintakan rekomendasinya sebagai Cabup-Cawabup Buleleng.

Tutik Kusumawardani yang kebagian posisi Cabup Buleleng merupakan Srikandi Demokrat yang kini Ketua Komisi II DPRD Bali. Sedangkan Nova Sewi Putra merupakan politisi muda Partai Pakar Pangan yang kini anggota DPRD Bali. Sementara, Ray Yusha merupakan figur non kader yang sebelumnya terpental dari pencalonan di PDIP, lalu terganjal lagi di Golkar, untuk berebut tiket Cabup ke Pilkada Buleleng 2012. Sedangkan Luh De Herryani merupakan kader internal yang kini Ketua DPC Demokrat Buleleng.

Dikonfirmasi seusai rapat Tim 9 kemarin, Ketua DPD Demokrat Bali Made Mudarta menyebutkan tidak ada yang kalah dan menang dalam proses ini. Yang ada adalah ranking di mana paket Tutik-Nova berada di posisi teratas dengan 6 suara, sementara paket Ray Yusha-Luh De di posisi kedua dengan perolehan 1 suara. “Mekanisme dan proses kita sudah sangat demokratis. Kedua paket ini dikirimkan ke pusat (DPP Demokrat),” ujar Mudarta.

Informasi yang dihimpun di lapangan, sehari sebelum Tim 9 melakukan pembahasan final dan sekaligus perankingan, sempat terjadi gerilya besar-besaran dari kubu Ray Yusha-Luh De maupun Tutik-Nova. Awalnya, paket Ray Yusha-Luh De bermanuver di sebuah restoran di kawasan Sanur, Denpasar Selatan, Selasa (3/1) siang. Dari situ, beredar selentingan bahwa paket Tutik-Nova disebut belum lengkap berkasnya.

Paket Tutik-Nova pun langsung menggalang dukungan, pasca manuver Ray Yusha-Luh De di Sanur. Selasa malam, gantian Tutik menggelar pertemuan di sebuah rumah makan kawasan Renon, Denpasar Selatan. Dalam pertemuan itu, Fraksi Demokrat DPRD Bali bersikap pasang badan untuk Tutik-Nova. Bahkan, mantan Ketua DPD Demokrat Bali yang kini Wakil Ketua DPRD Bali, I Gusti Bagus Alit Putra, terjun langsung dalam pertemuan itu untuk memback up Tutik-Nova. Sejumlah anggota Fraksi Demokrat DPRD Bali yang hadir dalam pertemuan malam itu dan putuskan pasang badan untuk paket Tutik-Nova, antara lain, Nengah Tamba (Ketua Fraksi Demokrat), Wayan Adnyana, Utami Dwi Suryadi, dan Anak Agung Gede Gerana Putra, selain juga Alit Putra dan Tutik Kusumawardani sendiri. Anggota Fraksi Demokrat DPRD Bali yang absen adalah Tjokorda Anom Asmara Putra Sukawati, Ngakan Made Samudra, dan I Gusti Putu Widjera. Nah, peta pertarungan internal Demokrat kembali sangat terasa ketika Tutik Kusumawardani dan Nova Sewi Putra datang ke Kantor DPD Demokrat Bali, Rabu kemarin. Tutik-Nova yang hadir bersama sejumlah pendukungnya, dengan percaya diri langsung berproses di DPD Demokrat Bali. Nova bahkan resmi mendaftar sebagai kandidat Cawabup Buleleng di DPD Demokrat Bali.

Mantan Ketua DPC Demokrat Buleleng, Gede Dharmawijaya yang notabene suami Tutik, juga hadir di Kantor DPD Demokrat Bali. Wakil Ketua DPRD Buleleng ini hadir bersama sejumlah pengurus DPC Demokrat Buleleng. Mereka diterima beberapa pengurus DPD Demokrat seperti Nengah Pringgo, Nengah Tamba, Wayan Adnyana, bahkan juga Ketua Departamen Bidang Riset DPP Demokrat Putu Suasta. Pada saat bersamaan, kubu yang selama ini diisukan ingin menjegal Tutik-Nova, juga berseliweran di DPD Demokrat Bali.

Sementara itu, Nova Sewi Putra yang ditemui seusai resmi mendaftar sebagai kandidat Cawabup Buleleng di DPDDemokrat Bali, Rabu kemarin, menyatakan dirinya sangat menghormati proses di internal Demokrat. Karena dirinya selama ini belum mendaftar, maka kemarin langsung mendaftar. Ini untuk menutup celah penjegalan.

“Kita sangat mengikuti norma dan etika di Demokrat. Saya ke sini mendaftar sebagai calon, artinya kita harus tunduk dengan sistem di Demokrat,” ujar putra politisi gaek Nyoman Sember yang notabene adik kandung Luh Febriantari---mantan Cawabup Buleleng pendamping Ray Yusha di Pilkada 2007---ini.

Jika nantinya paket Tutik-Nova benar-benar mendapat rekomendasi dari DPP Demokrat sebagai Cabup-Cawabup Buleleng, maka praktis sudah ada tiga paket calon yang diusung parpol/gabungan parpol menuju Pilkada 2012. Dua paket Cabup-Cawabup lainnya dari parpol berbeda sudah lebih dulu lahir. Mereka adalah Putu Agus Suradnyana-Nyoman Sutjidra alias PAS-Sutji (yang diusung PDIP) dan paket I Gede Ariadi-Wayan Arta alias Geria 12 (yang diusung koalisi Golkar-PKPB-PAN).

Satu lagi gabungan parpol yang belum resmi menurunkan paket calon adalah Koalisi Nurani Denbukit yang dimotori Partai Hanura. Jadi, jika terpental lagi dari Demokrat, Ray Yusha masih punya harapan maju ke Pilkada Buleleng 2012 dengan kendaraan Koalisi Nurani Denbukit.

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Bentrok Antardesa di Buleleng

BULELENG - Pascabentrokan antara pemuda Desa Bila dengan pemuda Desa Tamblang di Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali, awal tahun ini, dua warga asal Bila ditetapkan sebagai tersangka.

Salah satunya disangka sebagai pelaku penebasan. Ini disampaikan pada Rabu (4/1) oleh Kabag Ops Polres Buleleng Komisaris Ida Putu Wedana Jati.

Kedua pemuda tersebut adalah Putu W dan Komang S yang kini telah ditahan di sel Mapolres Buleleng.

"Dari 35 saksi yang kami minta keterangan, mengarah kepada keduanya. Karenanya, kami menetapkan keduanya sebagai tersangka dan kini telah dilakukan penahanan," jelas Wedana Jati.

Disinggung kemunginan tambahan tersangka dalam kasus tersebut, Wedana Jati tidak menampiknya. "Kami masih melakukan pendalaman lagi mengingat dalam peristiwa tersebut ada tujuh berkas laporan yang masuk," imbuhnya.

Seperti diketahui peristiwa bentrok antarkelompok pemuda di perbatasan Desa Bila dan Tamblang Kecamatan Kubutambahan saat perayaan malam tahun baru lalu berbuntut pada aksi pemblokadean jalan oleh sekelompok pemuda di Desa Bila.

Seorang dikabarkan terluka oleh senjata tajam pada bagian leher. Sejumlah lainnya mengalami memar akibat pukulan. Sebuah sepeda motor yang diduga milik salah satu tersangka hangus dibakar massa.

sumber : NusaBali, MICOM
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Gunung Agung Status Awas, Area Steril 12 Km, Pengungsi Diperkirakan 100 Ribu Orang

Bupati Mas Sumantri saat kunjungi warganya yang mengungsi di Buleleng (kiri). Walikota IB Rai Mantra saat mengunjungi pengungsi di kawasan...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen