Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Astagaaa ..... Honor di RSUD Wangaya Capai Rp 1,5 M

Astagaaa ..... Honor di RSUD Wangaya Capai Rp 1,5 M

Written By Dre@ming Post on Jumat, 09 Desember 2011 | 8:04:00 AM

Jumat, 9 Desember 2011, 08:09

DENPASAR - Rencana anggaran belanja jasa tenaga non pegawai di RSUD Wangaya tahun 2012 melambung tinggi capai Rp 5,1 miliar. Jumlah ini diantaranya untuk honor direksi dan dewan pengawas sebesar Rp 1,5 miliar. Jumlah anggaran ini jauh lebih besar daripada tahun 2011 sebesar Rp 3,5 miliar.

Berdasarkan data yang terlampir di RAPBD Denpasar tahun 2011, belum terlihat ada pos anggaran untuk belanja jasa non pegawai untuk direksi, yang ada adalah honorarium untuk dewan pengawas saja yang hanya sebesar Rp 130 juta.

Namun untuk tahun 2012 ini, terlihat ada pos anggaran untuk direksi dan dewan direksi yang totalnya Rp 1,5 miliar. Jika dihitung berdasarkan nilai gaji perbulan, untuk honor seorang Direktur RSUD Wangaya mencapai Rp 26 juta perbulan. Kemudian untuk honorarium wakilnya yang terdiri dari tiga orang masing-masing terima honor Rp 23 juta perbulan.

Jumlah tersebut ditambah lagi dengan honorarium seorang dewan pengawas yang di luar dari direksi juga tergolong besar. Untuk honorarioum seorang dewan pengawas saja diusulkan mencapai Rp 11,7 juta perbulan, jabatan ini diduduki oleh Sekda Denpasar AA Rai Iswara. Kemudian untuk honorarium gaji seorang sekretaris dewan pengawas diusulkan sebesar Rp 3,9 juta perbulan, disusul kemudian honor untuk
anggota dewan pengawas, posisi ini juga diduduki oleh sejumlah pejabat teras Pemkot Denpasar.

Dikonfimasi mengenai tingginya usulan anggaran dalam rancangan ini, Plt Direktur RSUD Wangaya, dr Setiawati Hartawan MKes menyebut, justru anggaran yang dirancang ini nilainya lebih kecil daripada tahun sebelumnya. “Jangan dilihat dari angkanya, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pendapatan Direksi RSUD Wangaya bisa saja sekarang ini lebih sedikit,” katanya via ponsel, Kamis (7/12). Pasalnya, kata dia, pada tahun sebelumnya, gaji direksi ditambah dengan pemasukan dari pos lainnya seperti tunjangan jasa pelayanan.

“Dulu kalau masuk tidak masuk tetap dapat gaji, full bulanan, tapi kalau sekarang tergantung kinerja, kalau dia rajin masuk, dapat uangnya, kalau tidak masuk dipotong, model ini sekaligus untuk memotivasi kerja para pegawai,” urai Sekda Kota Denpasar AA Ngurah Rai Iswara saat ditemui, kemarin.

Pun demikian, terkait dengan usulan pada anggaran belanja jasa tenaga non pegawai di RS Wangaya tahun 2012, kata dia, sudah mendapatkan persetujuan dan dikaji oleh BPKP serta direksi. “Jadi keputusan ini tidak sembarangan, karena sudah berdasarkan kajian,” jawabnya diplomatis. Selain itu, rancangan tersebut juga untuk meningkatkan kinerja serta pelayanan kepada masyarakat.

Kenapa tahun 2011 tidak dianggarkan dan di 2012 dianggarkan untuk honor direksi dan nilainya tinggi? “Kalau dulu tidak ada ketentuan yang jelas, kalau sekarang dapatnya misalnya sekian, ya itu saja yang didapat, direksi tidak dapat tunjangan lainnya,” jawabnya.

Terkait dengan dasar untuk menentukan besaran honor per bulannya dan siapa yang menetapkannya? “Ada tim khusus yang mengkaji, selain dari direksi juga BPKP,” pungkasnya. 

sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Pergerakan Magma GA Menurun, Drone Diterbangkan Ambil Sampel Gas

Gunung Agung siang tadi, Sabtu (18/11/2017) Pengamatan PVMG Seminggu Terakhir, Begini Pergerakan Magmanya AMLAPURA - Gunung Agung...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen