Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Waspada Meningitis Leher Kaku, Tuli Hingga Kritis

Waspada Meningitis Leher Kaku, Tuli Hingga Kritis

Written By Dre@ming Post on Senin, 13 Maret 2017 | 7:52:00 AM

Dalam tradisi kegiatan adat di bali warga sering mengkosumsi hidangan lawar berbahan dasar Bawi, Gbr Ist
Usai Makan Be Celeng, Leher Putu Sujana Kaku Hingga Kritis!

DENPASAR- I Gusti Putu Sujana (60), pasien diduga terjangkit meningitis babi sudah lima hari dirawat di RSUP Sanglah.

Ia ditempatkan di Ruang Mawar Bed 10, RSUP Sanglah dan ditemani oleh seorang anaknya.

Diceritakan sang anak, Sujana sempat mengalami demam dan dan lehernya kaku seminggu setelah makan lawar.

Mengetahui hal tersebut, Sujana lantas dilarikan ke rumah sakit Wisma Prasanti, Tabanan.

Di rumah sakit tersebut pasien sempat didiagnosa penyakit demam berdarah.

"Karena saya panik, saya tidak memikirkan yang lain langsung membawanya ke rumah sakit. Sempat dikira demam berdarah," ungkapnya, Minggu (12/3/2017) sore.

Sang anak yang enggan disebutkan namanya mengaku tidak tahu menahu lawar mana yang membuat ayahnya terbaring sakit saat ini.

Karena ayahnya sebelumnya makan lawar dari berbagai tempat.

Ayahnya dikatakan juga sempat membeli lawar di warung-warung dekat rumahnya.

"Banyak disana jualan be celeng, be guling. Banyak peternak babi juga di sini. Namanya orang Bali, pasti pelihara satu atau dua ekor," lanjutnya.

Sujana hanya semalam dirawat di RS Wisma Prasanti, karena kondisinya yang kritis, pasien kemudian dilarikan ke RSUP Sanglah.

Tim medis RSUP Sanglah menduga Sujana terkena meningitis.

Darah pasien saat ini telah diambil sampelnya untuk dilakukan cek laboratorium.

"Kira-kira 15 hari hasilnya baru bisa diketahui," katanya.

Sang anak melanjutkan, kini kondisi ayahnya telah membaik dan sadar.

Ia pun berharap ayahnya segera membaik dan bisa dibawa pulang.

Wabah Meningitis Babi Telah Sampai Tabanan Bali, Warga Mengaku Tuli!

TABANAN – Kasus warga yang terkena penyakit Meningitis Streptococcus Suis (MSS) atau meningitis babi Di Desa Sibang Gede, Kecamatan Badung beberapa waktu lalu juga terjadi di Tabanan.

Kasus serupa ditemukan di Banjar Pengayehan, Desa Gubug, Kecamatan Tabanan.

Korban atas nama I Gusti Putu Sujana (65) tahun mengalami sakit panas setelah membuat dan menyantap olahan makan dari daging babi berupa lawar mentah dan kuah komoh pada tanggal 24 Februari 2017 di rumah tetangganya saat ada upacara ritual.

“Sekitar tanggal 7 maret paman saya mengeluh badanya panas, tanggal 8 maret sempat diperiksa ke Puskesmas Tabanan I dan tanggal 9 maret dibawa ke RS Wisma Prasanthi Tabanan hingga dirujuk ke RSUP Sangglah,” kata I Gusti Made Putra Wirata keponakan korban, (12/3/2017).

Dijelaskannya, pamannya yang bekerja sebagai buruh bangunan memang senang menyantap lawar mentah dan kuah komoh.

Untuk olahan daging babi mentah yang dibuat oleh Sujana di rumah I Gusti Nyoman Suardana yang akan melaksanakan upacara ritual Nyakap sawah juga dibagikan kepada warga lain yang datang.

“Mungkin paman saya kondisi tubuhnya sedang tidak fit sehingga terkena sakit itu (Meningitis Streptococcus Suis red),” jelasnya.

Saat masih di rumah, Sujana sempat tuli karena ketika diajakan berkomunikasi tidak nyambung.

Selain itu, kondisinya panik dan kerap kali marah-marah.

“Akhirnya keluarga bawa ke rumah sakit, setelah diperiksa dan sempat diberi obat antibiotik, langsung dirujuk ke RSUP Sanglah,” terang Putra Wirata.

Tidak hanya Sujana, warga Banjar Pengayehan lain Nengah Mungkrig, diduga terkena meningitis babi.

Saat ini sedang menjalai perawatan di RS Wisma Prasanthi.

Kelian Dinas Banjar Pengayehan, I Gusti Made Astawa (45) menyebutkan, Nengah Mungkrig juga sempat makan lawar mentah dan kuah komoh buatan Sujana.

“Sempat mencicipi kan datang saat upacara ritual di rumah I Gusti Nyoman Suardana. Ciri-ciri sakitnya sama, panas mendadak dan ada kejang-kejang,” ujarnya.

Astawa menyebutkan saat ini kondisi Sujana yang berada di RSUP Sanglah sudah membaik, meskipun sebelumnya sempat panas, kejang dan bagian tengkuk kaku.

Untuk kondisi Nengah Mungkrig disebutkannya masih menunggu pemeriksaan dari dokter.

“I Gusti Putu Sujana sudah positif sudah ada pemeriksaan di tulang belakangnya, Sabtu (11/3) saya sempat jenguk ke Sanglah. Nengah Mungkrig masih menunggu pemeriksaan dokter,” tuturnya.

Kabid Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2MPL) Dinas Kesehatan Tabanan, dr Ketut Nariana menyebutkan, ada dua pasien yang sedang dirawat di BRSUD Tabanan yang suspect meningitis babi dan diduga keduanya sempat datang ke upacara ritual di Banjar Pengayehan, Desa Gubug, Tabanan.

“Keempatnya diduga sempat datang ke Banjar Pengayehan sehingga dilakukan sosialisasi dan pemantauan hewan ternak di sana,” ujarnya.

Dua pasien yang suspect dan sedang dirawat di BRSUD Tabanan adalah I Made Sutanaya (50) beralamat di Banjar Gubug Belodan, Desa Gubug, Tabanan.

Masuk ke BRSUD Tabanan tanggal 8 maret 2017. Keluhannya penurunan kesadaran, panas dan sekarang mengeluh tuli.

Mengaku sempat makan komoh babi.

I Made Arimbawa (48) beralamat di Dusun Gadung Sari, Desa Munduk Pakel, Kecamatan Selemadeg Timur.

Mengeluh pundak kaku, masuk ke BRSUD Tabanan 10 maret 2017.

“Kedua pasien sudah diperiksa dan menunggu hasil laboratorium. Made Arimbawa juga merupakan peternak babi,” ujar dr Nariana.












sumber : tribun
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Guru Piduka Dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih Mohon GA Tak Meletus

Ritual guru piduka di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (18/11) Di...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen