Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , » Kalajengking Emas Dan Kebakaran Pura Dalem Abiansemal

Kalajengking Emas Dan Kebakaran Pura Dalem Abiansemal

Written By Dre@ming Post on Minggu, 19 Juni 2016 | 10:57:00 AM

Kalajengking Emas Dan Kebakaran Pura Dalem Abiansemal
Ulasan Cerita Tentang Pura Dalem Abiansemal yang Hangus Terbakar

MANGUPURA - Pura Dalem Abiansemal merupakan Pura Kahyangan Tiga yang disungsung oleh 13 banjar adat, dengan jumlah penduduk mencapai 2.600 kepala keluarga (KK).

Meski warganya relatif banyak, namun bukan hal mudah untuk menggalang dana bagi perbaikan pura

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung menyebut kerugian material akibat kebakaran pura itu sebesar Rp 2 miliar.

Namun Desa Adat Abiansemal butuh dana Rp 15 milir untuk renovasi total.

“Kerugian akibat kebakaran saja memang cuma Rp 2 miliar, namun biaya renovasi pura bisa mencapai Rp 15 miliar. Sebab, membuat satu gedong sekaligus ritualnya saja butuh dana Rp 1 miliar. Ada 12 gedong yang sudah jadi puing,” ujar Kepala BPBD Badung, Nyoman Wijaya.

Jro Bendesa Adat Abiansemal, I Putu Drana mengungkapkan, pihaknya hanya bisa mengandalkan uluran dana dari pemerintah.

Sebab, meskipun Pura Kahyangan Tiga ini disungsung oleh 13 banjar adat, mereka sama sekali tidak memiliki uang kas.

Bahkan biaya untuk ritual Guru Piduka (minta maaf pada Ida Sang Hyang Widhi) yang akan diselenggarakan pada Minggu (19/6/2016) hari ini pun, mereka bisa lakukan berkat adanya bantuan dari Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta, senilai Rp 15 juta.

Karena ketiadaan biaya, dengan nada suara lemas, Drana mengatakan renovasi Pura Dalem ini tidak akan bisa dilakukan tanpa ada bantuan dana dari pemerintah.

“Dari desa adat, pemasukan sama sekali tidak ada. Karena itu, kami minta Pemkab Badung membantu kami. Sebenarnya, sebelum kebakaran ini, pak bupati menjanjikan perbaikan jaba tengah dan tapakan. Tapi karena musibah ini, katanya perbaikannya akan sekalian saja,” ujarnya.

Secara terpisah, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengatakan, kejadian ini tergolong bencana.

Karena itu, pihaknya mempertimbangkan akan memberikan bantuan dana untuk renovasi pura.

Terkait berapa jumlah bantuan tersebut, Giri Prasta enggan mengatakannya.

Namun, dia memastikan bantuan bisa diambilkan dari APBD Perubahan 2017.

“Dana di APBD yang dianggarkan untuk renovasi akan disesuaikan dengan kebutuhan. Yang jelas, masyarakat tidak akan dibebani. Penganggaran akan terjadi pada APBD Perubahan 2017. Artinya, paling lambat ya Desember 2016,” ujar Giri Prasta saat meninjau lokasi kebakaran.

Kalajengking Warna Emas Kejutkan Warga Pasca Kebakaran Pura Dalem Abiansemal

MANGUPURA - Jam dinding menunjukkan pukul 04.00 Wita, ketika dering handphone membangunkan Jro Mangku Dalem, I Made Sudana, dari tidurnya pada Sabtu (18/6/2016) kemarin.

Saat telepon diangkat, yang terdengar hanya bunyi kegaduhan tanpa informasi apapun dari si penelepon yang sudah ia kenal nomornya.

Merasa khawatir, Mangku Sudana dan istrinya Mangku Desak Made Arini mendatangi rumah si penelepon, yakni Guru Jendra.

Saat di depan Pura Dalem, puluhan masyarakat berlarian membawa ember berisi air.

Mata membelalak, tubuh bergetar dan keringat dingin membasahi tubuh suami-istri ini tatkala melihat api telah melahap bangunan pura.

“Tiyang dapat telepon jam empat pagi. Sementara kejadiannya sudah sejak jam dua dini hari. Tubuh ini langsung lemas dan gemetar saat melihat kejadian itu. Pelinggih dan tapakan hangus semua. Ini terjadi begitu saja. Tidak ada firasat apapun,” ujar Mangku Desak Arini saat ditemui.

Informasi yang dihimpun di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kebakaran pertama kali diketahui oleh Guru Jendra.

Saat itu, pukul 02.00 Wita, Guru Jendra keluar rumah untuk pipis, dan mendengar ada suara letupan kecil.

Awalnya, dia mengira itu suara koral yang diturunkan dari truk.

Dugaannya beralasan, sebab di sebelah utara pura memang sedang ada pembangunan.

“Tapi setelah saya cek, ternyata letupan itu dari kebakaran. Saya langsung menelepon jro mangku dan kelian,” ujar Guru Jendra.

Kebakaran tersebut mengakibatkan 12 gedong dan delapan tapakan hanya tinggal puing.

Gedong-gedong tersebut di antaranya, Gedong Ratu Lingsir, Gedong Ratu Gede, Gedong Ratu Dalem, dua buah Gedong Pengapit, Gedong Ida Ratu Nyoman, Pepelik, Lumbung, dua buah Panggungan, dan Bale Peselang.

Sementara tapakan yang ludes dilahap api di antaranya, Ratu Gede (barong bangkal), Ratu Ayu (barong macan), Ratu Gni, Ratu Naga, Ratu Lutung dan Ratu Paksi.

“Hanya pererai (kepala) Ratu Bangkal saja yang tersisa. Itu pun sudah hangus. Sementara yang lainnya sama sekali tidak tersisa sama sekali,” ucap Mangku Desa Arini.

Ketika berada di TKP dan melakukan evakuasi terhadap badan tapakan yang tengah hangus terbakar, Kapolsek Abiansemal Komisaris Polisi (Kompol) AA Oka Kusuma tanpa sengaja melihat seekor kalajengking berwarna emas.

Anehnya, kalajengking tersebut ditemukan dalam keadaan hidup di dalam Gedong Ratu Gede yang telah hangus terbakar.

Melihat hal tersebut, Kompol Kusuma lalu melaporkan ke warga.

Dan, warga pun terkejut sekaligus bersyukur.

Sebab, menurut para pemangku, kalajengking tersebut merupakan sebuah cihna atau kode bahwa Ida Bhatara masih berstana di pelinggih yang tinggal puing tersebut.

“Ini merupakan cihna. Bhatara ingin memberitahu kepada kita bahwa beliau tidak hilang. Beliau masih di sana. Hanya saja, lewat kebakaran ini beliau ingin agar raganya segera diperbaharui. Sebab, memang sebelum kebakaran ini, kami memang akan menggelas ngodak (memperbarui raga) semua tapakan,” ujar seorang pemangku.

Setelah api berhasil dipadamkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung menyebut bahwa kerugian material yang diakibatkan kebakaran itu mencapai Rp 2 miliar.

Kepala Seksi Operasi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Badung, I Ketut Nadu mengatakan, pihaknya telah mengerahkan delapan unit mobil damkar berdaya tampung 4.000 liter air.

Namun, pihaknya tetap tidak bisa menghindarkan kerugian yang besar lantaran beberapa hal.

Antara lain, informasi yang telat ke Dinas Damkar, dan sulitnya mencari sumber air.

“Kami baru dapat info jam lima pagi, sementara kejadian sudah sejak jam dua. Saat sampai di lokasi, 80 persen pura sudah ludes. Kami juga kesulitan mencari pasokan air. Sebab tidak ada sungai, sementara debit air dari hydrant kecil, sebab di pagi hari pengguna air kan banyak. Meski begitu, setidaknya kami bisa mengisolasi, sehingga api tak merembet ke luar pura,” ucap Ketut Nadu.

Kapolsek Kuta Utara, Kompol AA Oka Kusuma mengungkapkan kebakaran ini diduga dipicu oleh korsleting listrik, yang bersumber dari bola lampur Gedong Ratu Gede.

“Sebelum kebakaran, nyala lampu di Gedong Ratu Gede seperti setengah nyala api lilin, redup. Ketika menghidupkan lampunya, saklarnya harus mendapatkan tekanan keras. Bila cuaca cerah, nyala lampu tersebut normal. Namun saat hujan lebat, nyalanya setengah api lilin. Selain itu, pemasangan kabel di sana serabutan. Karena itu, diduga disebabkan korsleting listrik,” jelasnya.

Saat mendapatkan laporan tentang kebakaran itu sekitar pukul 05.00 Wita, kapolsek langsung tancap gas ke TKP, dengan hanya menggunakan celana kolor dan kaos oblong.

“Tadi terburu-buru. Tadi saya ditelepon jam lima. Biar cepat sampai TKP, makanya saya tidak perlu lagi pakai seragam. Sebab respon kita harus cepat,” kata kapolsek.







sumber : tribun
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Pergerakan Magma GA Menurun, Drone Diterbangkan Ambil Sampel Gas

Gunung Agung siang tadi, Sabtu (18/11/2017) Pengamatan PVMG Seminggu Terakhir, Begini Pergerakan Magmanya AMLAPURA - Gunung Agung...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen