Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , , , » Sempat Ingin Pinjam Jimat, Notaris Ditemukan Tewas di Hutan

Sempat Ingin Pinjam Jimat, Notaris Ditemukan Tewas di Hutan

Written By Dre@ming Post on Minggu, 13 Desember 2015 | 8:26:00 AM

Petugas evakuasi jenazah notaris IGA Anom dari Hutan Klatakan, Jumat (11/12). –IB DiwangkaraPetugas evakuasi jenazah notaris IGA Anom dari Hutan Klatakan, Jumat (11/12). Seorang notaris yang berkantor di Jalan Ngurah Rai Lingkungan Ketugtug, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, I Gusti Agung Gede Anom SH, 57, ditemukan tewas mengenaskan, Jumat (11/12) pagi
NEGARA - Jasad korban ditemukan tergeletak di tengah Hutan Klatakan yang berjarakl sekitar 50 meter sebelah timur Pantai Klatakan, Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Jembrana.

Belum diketahu secara pasti, apa penyebab tewasnya notaris I Gusti Agung Gede Anom. Sehari sebelum ditemukan tak bernyara, korban IGA Gede Agung sempat dipergoki warga mengendarai motor Suzuki Skywave warna hitam DK 5286 WW, lalu memarkir motornya tepat di sisi Jalan Utama Denpasar-Gilimanuk depan jalan setapak masuk lokasi Usaha Budidaya Mutiara di Pantai Klatakan, Kamis (10/12) pagi.

Sehari kemudian, Jumat pagi pukul 08.00 Wita, korban IGA Anom ditemukan tak bernyawa di kawasa Hutan Klatakan tak jauh dari lokasi budidaya mutiara di Pantai Klatakan. Saksi pertama yang mengetahui kematian notaris asal Tempek Tengah, Banjar Ketugtug, Kelurahan Loloan Timur ini adalah Suyono, 52. Saksi Suyono notabene merupakan petugas security perusahaan Budidaya Mutiara di Pantai Klatakan.

Pagi itu, Jumat sekitar pukul 08.00 Wita, saksi Suyono melintas di lokasi TKP temuan mayat korban, karena hendak mencari daun-daunan untuk pakan ternak sapi peliharannya. Saksi Suyono kaget melihat mayat korban tergelatak di hutan yang sepi dan sangat jauh dari pemukiman penduduk.

Dalam kondisi kaget, saksi Suyoni kemudian berlari sambil berteriak-teriak, “Ada mayat..., ada mayat...!” Kemudian, saksi Suyono langsung melapor kepada Kepala Dusun (Kadus) Klatakan, Abdul Sukur. Oleh Kadus Abdul Sukur, laporan dilanjut ke polisi. Begiti mendapat laporan, jajaran kepolisian langsung terjun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi mayat korban.

Jajaran kepolisian terjun ke lokasi TKP di tengah Hutan Klatakan dengan mengajak serta petugas medis dari Puskesmas Melaya. Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan medis di lokasi yang disaksikan sejumlah warga, tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan pada tubuh korban.

Mayat korban IGA Anom sendiri ditemukan dalam posisi kedua tangan terkepal tepat di atas dadanya, dengan keadan mulut menganga. Beberapa bagian kulit korban mulai dari kaki hingga tangan, sudah dalam keadaan mengelupas. Ditemukan kotoran yang keluar dari bagian anus. Saat olah TKP dilakukan, korban yang seorang notaris ini diperkirakan sudah meninggal lebih dari 24 jam sebelumnya.

Jumat kemarin, jasad korban IGA Anom langsung dibawa petugas ke RSUD Negara untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari lokasi TKP, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, motor motor Suzuki Skywave warna hitam DK 5286 WW milik korban yang dalam keadaan terkunci badan dan ditemukan sekitar 500 meter dari posisi mayatnya.

Barang bukti lainnya yang juga diamankan petugas dari dekat mayat korban, antara lain, gelas air mineral berisi cairan berwarna keputih-putihan, sebuah ponsel merk Samsung, sebuah obeng, sendal jepit sebelah kiri rwarna hijau yang talinya sudah putus, sebuah helm, dan kacamata milik korban.

Selain itu, juga ditemukan kunci motor korban dan uang tunai sebesar Rp 3.639.000. Dari jumlah itu, uang kertas pecahan Rp 100.000 senilai Rp 2 juta ditemukan ditemukan di saku celana kiri depan. Sementara uang pecahan Rp 50.000 senilai Rp 1,6 juta ditemukan di saku celana kanan depan, selain juga uang Rp 39.000 ditemukan dari saku baju korban. Sedangkan di dalam dompet korban, ditemukan ada SIM A, SIM C, KTP, serta STNK sepeda motor dan mobil.

Kapolsek Melaya, Kompol I Nyoman Nirman, mengatakan pihaknya belum bisa memastikan apa penyebab kematian korban IGA Anom. Namun, dugaan mengarah ke bunuh diri dengan menenggak racun, terindikasi dari ditemukannya cairan warna keputuh-putihan dalam gelar mineral dekat mayat korban.

“Memang kalau dari luar, tidak ada tanda-tanda bekas kekerasan. Kalau dibilang ada motif pencurian, semua barang dan uang korban masih utuh. Tapi, kami belum berani memastikannya. Untuk memastikan penyebab kematiannya, bisa dilakukan melalui otopsi,” tandas Kapolsek Nyoman Nirman saat dikonfirmasi, Jumat kemarin.

Sementara itu, sebelum ditemukan tewas kemarin pagi, sejumlah nelayan sempat melihat korban IGA Anom naik motor Suzuki Skywave warna hitam DK 5286 WW sendirian, Kamis pagi. Korban lalu memarkir motornya di sisi Jalan Utama Denpasar-Gilimanuk persis di jalan setapak masuk lokasi usaha Budidaya Mutiara di Pantai Klatakan. Habis parkir motor, korban masuk ke jalan setapak di sebelah pantai di mana kemudian jasadnya ditemukan. “Ya, kemarin (Kamis) katanya ada beberapa nelayan yang lihat korban. Tapi, karena berpikir orang biasa, tidak ada yang terlalu menghiraukannya,” ujar saksi Suyono, Jumat kemarin.

Korban I Gusti Agung Gede Anom sendiri berpulang buat selamanya secara tragis dengan meninggalkan seorang istri, I Gusti Agung Ayu Mira, 50, dan dua orang anak. Korban diketahui sudah menekuni profesi sebagai notaris sejak 1991. Sayangnya, istri korban, IGA Ayu Mira, enggan bicara saat ditemui di Ruang Jenazah RSUD Negara, Jumat kemarin.

Sedangkan Kelian Tempek Tengah, Banjar Ketugtug, Kelurahan Loloan Timur, I Kadek Wirayasa, mengatakan korban IGA Anom merupakan warga perantauan asal Mengwi, Badung. Selama ini, notaris berusia 57 tahun tersebut dikenal sebagai sosok yang sangat santun dan ramah di lingkungan sosialnya.

“Dia (korban) juga dikenal aktif di lingkungan banjar adat dan selalu bersedia mem-berikan bantuan konsultasi tentang hukum kepada warga sekitar,” jelas Kadek Wirayasa. Namun, untuk masalah pribadi, korban dikenal sangat tertutup. Menurut Wiryasa, dirinya terakhir kali melihat korban IGA Anom seseusai coblosan Pilkada Jembrana 2015, Rabu (9/12). Dari kabar burung yang berkembang di masyrakat, kata dia, korban sempat ingin pinjam jimat kepada salah satu kerabatnya







sumber : NusaBali
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Pura Kehen Jadi Saksi Sejarah Tentang Kerajaan Bangli

Pura Kehen Bangli menjadi saksi sejarah tentang Kerajaan Bangli kala itu BANGLI - Sejuk dan asri suasana di Banjar Pekuwon, Kelurahan ...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen