Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , , » Bayinyapun "Mengikuti", Siswi Hamil Tewas Tenggak Racun

Bayinyapun "Mengikuti", Siswi Hamil Tewas Tenggak Racun

Written By Dre@ming Post on Rabu, 04 November 2015 | 7:35:00 AM

Suasana di rumah duka di Desa Pakraman Sari Mekar, Kecamatan Buleleng, Selasa (3/11).Seorang siswi Kelas IX sebuah SMP di Sukasada, Buleleng, Ni Kadek Tiara, 15, tewas bunuh diri dengan menenggak racun serangga, Selasa (3/11) pagi sekitar pukul 06.30 Wita.
SINGARAJA - Siswi berusia 15 tahun asal Desa Sari Mekar, Kecamatan Buleleng kemudian dibawa ke rumah sakit untuk memastikan kondisinya. Ternyata, korban tewas bunuh diri dalam kondisi hamil 8 bulan.

Belum diketahui pasti apa motif aksi ulahpati (mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri) yang dilakukan Kadek Tiara. Namun, diduga kuat korban berbuat nekat karena malu lantaran perutnya semakin membuncit, padahal yang bersangkutan belum menikah.

Informasi di lapangan, korban Kadek Tiara ditemukan sudah terbujur kaku di kamarnya di Desa Sari Mekar, Selasa pagi pukul 06.30 Wita. Sekitar 30 menit sebelum ditemukan terkapar kaku, korban sempat dilihat orangtuanya keluar dari kamar mandi pukul 06.00 Wita.

Kematian tragis gadis kencur berusia 15 tahun ini pertama kali diketahui ibundanya, Ni Made Suka Negari, serta kakak korban yakni Ni Putu Purnama Dewi Safetri, 20. Mereka terkejut karena melihat korban Kadek Tiara terkapar kaku dalam posisi telungkup di lantai kamarnya. Dari bagian mulutnya keluar air berbusa. Di samping tubuh korban juga ditemukan 2 botol Aqua. Setelah dicek, ternyata korban sudah tak bernyawa.

Namun, orangtuanya tetap membawa korban ke UGD RSUD Buleleng di Singaraja untuk memastikan kondisinya. Berdasar pemeriksaan medis, korban memang sudah meninggal. Pihak RSUD Buleleng pun melakukan USG terhadap jenazah korban yang perutnya membuncit. Ternyata, korban dalam keadaan hamil 8 bulan.

Tim medis RSUD Buleleng pun menyatakan harus dilakukan operasi untuk mengeluarkan bayi dari dalam kandungan korban. Pihak keluarga menyetutjuinya. Saat dilakukan operasi, bayi berjenis kelamin perempuan nerhasil dikeluarkan dari kandungan korban, dengan bobot 3,1 kg. Namun sayangnya, bayi tersebut dikeluarkan sudah dalam keadaan meninggal.

Direktur RSUD Buleleng, dr I Gede Wiartana, mengakui saat tiba di rumah sakit sekitar pukul 8.30 Wita, korban Kadek Tiara sudah dalam kondisi tak bernyawa. Kondisi jenazah korban terlihat membesar di bagian perut. “Setelah diperiksa, ternyata hamil sekitar 8,5 bulan,” ungkap dr Wiartana saat dikonfirmasi di Singaraja, Selasa kemarin.

Atas persetujuan keluarga, operasi dilakukan untuk mengeluarkan bayi. Tapi, bayinya sudah meninggal saat dikeluarkan. “Bayinya meninggal karena pengaruh racun juga. Begitu ibunya meninggal, bayi dalam kandungan pasti ikut berhenti denyut jantungnya. Sebab, bayi ini tidak lagi dapat suplai Oksigen,” tandas dr Wiartana.

Secara terpisah, Kapolsek Kota Singaraja AKP I Nyoman Suarnata menyatakan pihaknya suda langsung terjun ke rumah korban di Desa Sari Mekar seraya melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. Di kamar korban ditemukan sisa cairan dalam 2 botol Aqua, yang diduga sudah bercampur racun serangga. “Jenis racun apa yanjgv ditenggak korban, masih dalam penyelidikan,” jelas Kapolsek Nyoman Suarnata.

Menurut Kapolsek Suarnata, pihak menduga korban Kadek Tiara nekat ulahpati dengan menengak racun, karena malu hamil di luar nikah. Pihak kepolisian sudah memeriksa saksi-saksi terkait kasus bunuh diri siswi SMP ini. Hingga Selasa kemarin, sudah ada 6 saksi yang diperiksa, termasuk pacar korban. Demikian pula pihak keluarga korban, ikut diperiksa. “Dari keterangan pihak keluarga, mereka mengaku tidak mengetahui kalau korban hamil,” jelas Kapolsek Suarnata.

Sementara itu jenazah korban Kadek Tiara sudah dipulangkan keluarganya dari RSUD Buleleng, Selasa siang pukul 11.00 Wita, buat disemayamkan di rumah duka, Desa Pakraman Sari Mekar, Kecamatan Buleleng. Jenazah korban masih menunggu dewasa ayu untuk penguburan.

Ibunda korban, Ni Made Suka Negari, mengakui pihaknya memang tidak tahu kalau putri ciliknya yang masih duduk di Kelas IX SMP hamil. “Kami terkejut ketika dokter di rumah sakit mengatakan anak saya hamil dan harus dioperasi. Sebelumnya, saya memang sempat curiga, tapi anak saya (korban) tidak jawab apa-apa. Dia pernah menceritakan kehamilannya,” tutur Suka Negari.

Menurut Suka Negari, dirinya juga tak menyangka putrinya akan nekat ulahpati. Sebelum ditemukan tergeletak kaku di dalam kamarnya, Selasa pagi pukul 06.30 Wita, korban Kadek Tiuara sempat diingatkan kakaknya, Putu Purnama Dewi Safitri, agar cepat mandinya. Sebab, sang kakak juga hendak mandi.

“Ya, sempat diingatkan kakaknya untuk segera menyelesaikan mandi. Tidak berselang lama setelah diingatkan, Kadek Tiara keluar dari kamar mandi dan langsung masuk ke kamarnya,” sebut Suka Negari. Kemudian, kakak korban, Purnama Dewi, seusai mandi langsung ke kamar adiknya, karena peralatan mandi sang adik ketinggalan di kamar mandi. Saat itulah, sang kakak menemukan korban tergelatak kaku di lantai kamar tidurnya.






sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Guru Piduka Dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih Mohon GA Tak Meletus

Ritual guru piduka di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (18/11) Di...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen