Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , » Penunggunya ‘Perempuan Cantik’, Pohon Asam Keramat Tak Bisa Digergaji

Penunggunya ‘Perempuan Cantik’, Pohon Asam Keramat Tak Bisa Digergaji

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 22 Agustus 2015 | 8:37:00 AM

Pohon Asam di Jalan Gajahmada, Banjar Peguyangan, Kelurahan Astina, Buleleng
SINGARAJA - Di Banjar Peguyangan, tepatnya di pinggir Jalan Gajahmada, Singaraja, Buleleng depan Pura Kawitan Arya Wang Bang Pinatih tumbuh sebuah Pohon Asam. Pohon setinggi tujuh meter ini sekilas mirip pohon pada umumnya yang tumbuh di pinggir jalan raya.

Namun, pohon ini dianggap keramat oleh warga di sekitarnya sejak beberapa bulan terakhir. Diperkirakan, pohon ini telah berusia ratusan tahun.

Kelian Banjar Peguyangan, Ngurah Mahendra Pinatih mengatakan, dahulu di jalan raya sekitar pohon itu seringkali terjadi kecelakaan lalulintas.

Bahkan pengguna jalan yang menjadi korban kecelakaan seringkali tewas di lokasi kejadian.

Tidak hanya itu saja, warga yang tinggal di sekitar pohon itu kerap dijahili makhluk halus yang diduga penunggu pohon itu.

Semisal ketika malam hari, warga khususnya yang lelaki ketika berada di sekitar pohon itu kerap menjumpai perempuan cantik berdiri di bawah pohon.

Namun ketika didekati untuk diajak berkenalan, perempuan itu justru menghilang dalam sekejap.

“Usia pohon ini sudah sampai ratusan tahun. Dulu di sekitar pohon sering terjadi kecelakaan banyak yang meninggal. Warga juga sering diganggu penunggunya. Contohnya pernah ada perempuan cantik di bawah pohon, waktu didekati malah hilang,” katanya.

Sejumlah warga bersama petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Buleleng pernah berusaha memotong pohon itu. Namun yang terjadi justru pohon itu tidak tergores sedikitpun saat gergaji mesin mulai menyentuhnya.

Terlebih warga yang hendak memotong pohon mendengar suara perempuan menangis dari sekitar pohon.

“Akhirnya kami tanyakan ke balian. Ternyata pohon itu ditunggu perempuan cantik dari zaman dahulu. Sejak saat itu, sekitar enam bulan lalu kami menganggap pohon itu keramat,” ucapnya.

Kini Pohon Asam itu dikeramatkan oleh warga. Batang pohon kini dibalutkan saput berwarna putih kuning.

Warga sekitar kini setiap hari melakukan persembahyangan di pohon itu dengan menghaturkan canang dan sesajen lainnya.

Sampai saat ini masih sering terjadi kecelakaan lalulintas di sekitar pohon itu.

Pengendara yang tidak berhati-hati dan ugal-ugalan kebanyakan akan mengalami kecelakaan. Pengendara dihimbau untuk memperlamabat laju kendaraannya dan membunyikan klakson setiap kali melintasi Pohon Asam.







sumber : tribun
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Sumber Letusan Kian Dangkal, 1-2 Km Di Bawah Puncak Gunung Agung

Gunung Agung terlihat di Pos Pengamatan Gunungapi Agung,Desa Rendang,Kabupaten Karangasem,Minggu (24/9/2017). Pengamatan tidak berjalan ...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen