Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , , » Cok Rat Minggir, Koster Pimpin PDIP Bali

Cok Rat Minggir, Koster Pimpin PDIP Bali

Written By Dre@ming Post on Senin, 02 Maret 2015 | 10:09:00 AM

Wayan Koster, sudah ditebak dari formasi Kepantitiaan Daerah Kongres IV PDIP, yang akan digelar di Bali April 2015 mendatang. Dalam Kongfres IV PDIP itu, Wayan Koster menjadi Ketua Panitia Dearah, sementara Jaya Negara sebagai Sekretaris Panitia Daerah. Posisi Bendahara Panitia Daerah Konferda IV PDIP diduduki Sang Nyoman Sedana Arta, yang telah dipercaya menjadi Ketua DPC PDIP Bali 2015-2020. Sedangkan naiknya Dewa Sukrawan sebagai Bendahara DPD PDIP Bali, menggantikan Ketut Tama Tenaya, disebut-sebut sebagai bagian reward.
DENPASAR - Seperti diprediksi, Dr Ir Wayan Koster MM akhirnya memenangkan tarung perebutan kursi Ketua DPD PDIP Bali 2015-2025 melalui Koferensi Daerah (Konferda) di Denpasar, Minggu (1/3). Kader militan asal Buleleng ini terpilih secara aklamasi untuk menggantikan AA Ngurah Oka Ratmadi alias Cok Rat (kader sepuh asal Puri Satria Denpasar) selaku Ketua DPD PDIP Bali, didampingi I Gusti Ngurah Jaya Negara sebagai Sekretaris DPD PDIP Bali dan Dewa Nyoman Sukrawan sebagai Bendahara DPD PDIP Bali.

Dalam Konferda yang digelar di Kantor Sekretariat DPD PDIP Bali, Jalan Tjokorda Agung Tresna Niti Mandala Denpasar, Minggu kemarin, Wayan Koster (politisi yang anggota Fraksi PDIP DPR RI tiga periode) menyingkirkan dua kandidat lainnya, yakni IGN Jaya Negara (mantan Ketua DPC PDIP Denpasar yang kini Wakil Walikota Denpasar) dan Wayan Sutena (mantan Ketua DPC PDIP Klungkung dan eks Ketua DPRD Klungkung 1999-2004). DPP PDIP hanya menurunkan tiga nama yakni trio Wayan Koster-IGN Jaya Negara-Wayan Sutena untuk dibawa ke Konferda 2015, Minggu kemarin, buat dipilih salah satunya menjadi Ketua DPD PDIP 2015-2020. Sedangkan dua kandidat kuat lainnya yang selama ini dikenal sebagai dedengkot PDIP Bali, Cok Rat dan Nyoman Adi Wiryatama, sudah dipaksa mundur oleh Ketua Umum DPP PDIP, Megawati, sehari sebelum Konferda, Sabtu (28/2). Informasinya, Cok Rat (Ketua DPD PDIP Bali 2005-2010 dan 2010-2015 yang kini anggota DPD RI 2014-2019 Dapil Bali) dan Adi Wiryatama (mantan Bupati Tabanan 2000-2005 dan 2005-2010 yang sebelumnya Sekretaris DPD PDIP Bali 2010-2015 dan kini menjabat Ketua DPRD Bali 2014-2019), dipaksa minggir dari arena Konferda demi bisa fokus ke tugasnya masing-masing tanpa harus rangkap jabatan.

Minggirnya Cok Rat dan Adi Wiryatama, jelas membuka jalan bagi Wayan Koster untuk menduduki kursi Ketua DPD PDIP Bali---yang jauh sebelumnya pernah diduduki Ida Bagus Putu Wesnawa. Akhirnya, dalam Konferda 2015 kemarin, hanya tiga nama kandidat yang diturunkan DPP PDIP berdasarkan uji kelayakan dan kepatutan, yakni Wayan Koster, IGN Jaya Negara, dan Wayan Sutena, untuk dipilih salah satunya menjadi Ketua DPD PDIP Bali 2015-2020. Konferda kemarin dipimpin dua perwakilan DPP PDIP, masing-masing Ketua Bidang Infrastruktur DPP PDIP Made Urip dan Ketua Bappilu DPP PDIP Mindo Sianipar. Konferda 2015 juga dihadiri jajaran pengurus DPD PDIP Bali demisioner (2010-2015), para Ketua DPC PDIP Kabupaten/Kota se-Bali 2015-2020 yang baru terpilih dua pekan sebelumnya, dan anggota Fraksi PDIP DPRD se-Bali. Begitu agenda utama proses pemilihan Ketua DPD PDIP Bali berjalan di Konferda kemarin, musyawarah mufakat pun dilaksanakan. Dalam proses aklamasi tersebut, seperti sudah diperkirakan sejak awal, dua kandidat yakni IGN Jaya Negara dan Wayan Sutena, pilih memberikan kepercayaan kepada Wayan Koster sebagai Ketua DPD PDIP Bali 2015-2020. Jaya Negara sendiri akhirnya dipilih menjabat Sekretaris DPD PDIP Bali, menggantikan Adi Wiryatama. Sebaliknya, Wayan Sutena dipercaya menduduki kembali jabatan sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD PDIP Bali, seperti posisinya di era kepemimpinan Cok Rat sebelumnya. Sebaliknya, jabatan Bendahara DPD PDIP Bali dipercayakan kepada Dewa Nyoman Sukrawan, politisi asal Desa Bungkulan, Kecamatan Buleleng yang mantan Ketua DPC PDIP Buleleng 2010-2015 dan eks Ketua DPRD Buleleng 2009-2014. Dewa Sukrawan menggantikan Ketut Tama Tenaya, mantan Bendahara DPD PDIP Bali 2010-2015 yang kini dialihkan sebagai anggota Dewan Pertimnbangan Daerah (Deperda PDIP Bali) 2015-2020. Berarti, dalam posisi strategis yakni Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPD PDIP Bali 2015-2020, terdapat dua kader elite Banteng asal Buleleng. Selain Dewa Sukrawan (asal Kecamatan Sawan), Wayan Koster juga berasal dari Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng.

Naiknya Jaya Negara sebagai Sekretaris DPD PDIP Bali di bawah kepemimpinan Wayan Koster, sudah ditebak dari formasi Kepantitiaan Daerah Kongres IV PDIP, yang akan digelar di Bali April 2015 mendatang. Dalam Kongfres IV PDIP itu, Wayan Koster menjadi Ketua Panitia Dearah, sementara Jaya Negara sebagai Sekretaris Panitia Daerah. Posisi Bendahara Panitia Daerah Konferda IV PDIP diduduki Sang Nyoman Sedana Arta, yang telah dipercaya menjadi Ketua DPC PDIP Bali 2015-2020. Sedangkan naiknya Dewa Sukrawan sebagai Bendahara DPD PDIP Bali, menggantikan Ketut Tama Tenaya, disebut-sebut sebagai bagian reward. Sebab, Dewa Sukrawan kini tidak menjadi apa-apa lagi, setelah kalah Pilgub Bali 2013 dan dilarang maju lagi sebagai Ketua DPC PDIP Buleleng. “Jadi bendahara partai dianggap cukuplah sebagai reward. Kasihan, Dewa Sukrawan nggak jadi apa-apa setelah kalah di Pilgub,” ujar salah satu kader PDIP, Minggu kemarin. Sementara, Cok Rat dan Adi Wiryatama, berdasarkan hasil Konferda 2015 kemarin, dialihkan ke Deperda PDIP Bali 2015-2020. Cok Rat menduduki jabatan Ketua Konferda PDIP Bali, sementara Adi Wiryatama---lagi-lagi---jadi Sekretaris Deperda PDIP Bali. Mereka didampingi 5 kader senior lainnya sebagai anggota Deperda PDIP Bali: IB Putu Wesnawa (asal Gianyar), I Made Usdek Maharaipa (asal Badung), I Gede Suamba (asal Tabanan), I Gusti Agung Rai Wirajaya (asal Denpasar), dan I Ketut Tama Tenaya (asal Badung). Bocoran yang diperoleh di arena Konferda PDIP Bali 2015 kemarin, Cok Rat sebenarnya sempat berupaya melakukan manuver untuk menghadang Wayan Koster. Namun, beberapa kader PDIP yang selama ini dalam posisi netral, melakukan pendekatan kepada Cok Rat. Walhasil, semangat perlawanan Cok Rat untuk menduduki kembali kursi Ketua DPD PDIP Bali pun bisa diredam. ”Sebenarnya, Cok Rat mau melawan, tapi kita-kita berusaha meredamnya. Kita sampaikan harus legowo-lah, untuk regenerasi para kader ke depan,” ujar sumber di lingkaran PDIP yang wanti-wanti namanya tidak dikorankan. Dikonfirmasi, Cok Rat juga menegaskan dirinya bukanlah tipe pembangkang. “Saya nggak ada dipaksa mundur. Memang tidak ngotot kok. Saya ini disuruh tetap bertugas di DPD RI, dengan syarat tidak boleh menjadi Ketua DPD PDIP Bali. Nak rage oraine di Jakarta fokus (Pokoknya saya disuruh fokus di Jakarta, Red),” ujar Cok Rat yang notabene mantan Bupati Badung 2000-2005. Sedangkan Adi Wiryatama kemarin klarifikasi kondisi politik jelang terpilihnya Wayan Koster sebagai ketua DPD PDIP Bali. Lewat agenda paripurna di Konferda 2015, Adi Wiryatama mengatakan dirinya tidak ada dipaksa mundur oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati. Yang benar, dirinya diminta fokus. “Saya klarifikasi, kami tidak dipaksa mundur. Saya dan Pak Cok Rat diminta tetap di posisi masing-masing dan fokus,” ujar politisi senior PDIP asal Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, Tabanan ini.

Sementara itu, Wayan Koster menyatakan walaupun ada yang sempat berusaha untuk menghadap-hadapkan dirinya dengan elite lain, dia tidak akan mau terjebak. Menurut Koster, posisi kepengurusan DPD PDIP Bali jumlahnya terbatas, namun pihaknya sudah berusaha mengakomodasi aspirasi yang ada. “Cok Rat adalah senior saya. Yang mengajak saya gabung ke PDIP adalah Cok Rat, walaupun saat itu tidak menjadi pengurus. Saya sangat menghormati senior-senior saya. Kita melaksanakan tugas partai, tidak untuk menyakiti satu sama lainnya,” ujar Koster pasca terpilih jadi Ketua DPD PDIP Bali 2015-2020, Minggu kemarin. Setelah terpilih menjadi Ketua DPD PDIP Bali, Koster menargetkan sapu bersih kemenangan jago partainya dalam pemilihan kepala daerah di 6 Kabupaten/Kota di Bali tahun ini, yakni Pilkada Badung 2015, Pilkada Denpasar 2015, Pilkada Tabanan 2015, Pilkada Bangli 2015, Pilkada karangasem 2015, dan Pilkada Jembrana 2015. Politisi-akademisi bergelar Doktor Ilmu Matematika jebolan ITB Bandung ini menegaskan, PDIP nanti akan dibawa ke paradigma baru yang lebih banyak mendekatkan diri dengan rakyat. Selain itu, menguatkan internal partai mulai dari Anak Ranting PDIP (tingkat banjar), Ranting PDIP (tingkat desa), PAC PDIP (tingkat klecamatan), DPC PDIP (tingkat kabupaten), hingga DPD PDIP (tingkat provinsi). “Dengan paradigma baru, kami punya target bisa memenangkan 6 Pilkada di Bali tahun ini. Kita harus bersama-sama dengan seluruh kekuatan kader mewujudkan target tersebut,” tegas politisi ‘pekerja partai’ yang juga Ketua Panitia Daerah Kongres IV PDIP, April 2015 ini. Menurut Koster, PDIP harus menjadi partai yang dicintai rakyat, terlebih karena Bali adalah barometer bagi PDIP. Untuk ukuran nasional pun, DPP PDIP selalu mengarahkan event ke Bali. Dalam pidato politiknya, Minggu kemarin, Koster juga menegaskan PDIP Bali secara pasti mempercayakan kursi Ketua Umum DPP PDIP 2015-2020 untuk kembali dijabat Megawati. ”Kami sebagai kader partai di Bali, mendukung kembali Ibu Megawati memimpin PDIP 5 tahun kedepan,” katanya. Sementara, dengan terpilihnya Wayan Koster sebagai Ketua DPD PDIP Bali melalui Konferda 2015, Minggu kemarin, maka berakhir pula serangkaian konsolidasi Partai Banteng di semua tingkatan di Bali. Dua pekan sebelumnya, 9 Kabupaten/Kota se-Bali juga sudah melaksanakan Konferensi Cabang (Konfercab) secara serentak untuk pemilihan Ketua DPC PDIP, di Hotel Nikki Denpasar, 15 Februari 2015 lalu.

Berdasarkan hasil Konfercab 2015 itu, Bupati Putu Agus Suradnyana terpilih menjadi Ketua DPC PDIP Buleleng 2015-2020 (menggantikan Dewa Sukrawan). Selain Agus Suradnyana, ada tiga figur new comer laigi yang terpilih sebagai nakhoda partai tingkat kabupaten di Bali. Mereka masing-masing I Komang Gede Sanjaya (Wakil Bupati Tabanan 2010-2015) yang terpilih sebagai Ketua DPC PDIP Tabanan 2015-2020), Sang Nyoman Sedana Arta (Wakil Bupati Bangli 2010-2015) yang terpilih sebagai Ketua DPC PDIP Bangli 2015-2020), dan AA Gede Anom (mantan Ketuya DPRD Klungkung 2009-2014) yang terpilih sebagai Ketua DPC PDIP Klungkung 2015-2020). IKG Sanjuaya gantikan Ketut Boping Suryadi, Sedana Arta menggantikan Ngakan Kuta Parwatha, sementara AA Gede Anom gantikan Wayan Koster. Sedangkan Sebaliknya, 5 kandidat incumbent bertahan dengan posisinya. Mereka masing-masing Made Kembang Hartawan (Wakil Bupati Jembrana yang terpilih kembali sebagai Ketua DPC PDIP Jembrana 2015-2020), Made Agus Mahayastra (Wakil Bupati Gianyar yang terpilih kembali sebagai Ketua DPC PDIP Gianyar 2015-2020), I Gede Dana (mantan Ketua DPRD Karangasem 2009-2014 yang terpilih kembali sebagai Ketua DPC PDIP Karangasem 2015-2020), I Nyoman Giri Prasta (Ketua DPRD Badung 2014-2019 yang terpilih kembali sebagai Ketua DPC PDIP Badung 2015-2020), dan I Gusti Ngurah Gede (Ketua DPRD Denpasar 2014-2019 yang terpilih kembali sebagai Ketua DPC PDIP Denpasar 2015-2020).







sumber : nusabali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Guru Piduka Dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih Mohon GA Tak Meletus

Ritual guru piduka di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (18/11) Di...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen