Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , » Arca Brayut Diyakini Bisa Memberikan Keturunan

Arca Brayut Diyakini Bisa Memberikan Keturunan

Written By Dre@ming Post on Rabu, 07 Januari 2015 | 7:49:00 AM

HATURKAN SESAJEN- Jro Mangku Pura Dalem mengaturkan sesajen di altar Pan Brayut dan Men Brayut dengan latar belakang pohon beringin dan pule yang rantingnya nempel.
Pura Dalem Desa Pakraman Belang Samu terletak di wilayah timur banjar. Pura ini diapit hutan dan kuburan. Banyak misteri yang sampai saat ini belum terpecahkan di sini. Seperti, keberadaan Bale Malang dan pohon pule yang rantingnya menempel dengan pohon beringin.

I Ketut Sudarsana, tokoh Banjar Belan, mengatakan, tidak ada yang tahu kapan Bale Malang didirikan. Namun, warga mempercayai bale ini merupakan tempat meminta keturunan. Kata dia, warga yang meminta keturunan tidak hanya warga setempat, warga luar juga sering meminta keturunan di sini.

"Meminta keturunan di bale ini ada prosesinya. Harus membawa banten pejati saat tengah malam, dan ritualnya harus dipimpin Jro Mangku Dalem. Banyak warga luar yang sudah punya anak usai bersembahyang di sini," ujar anggota DPRD Kabupaten Gianyar itu, Selasa (06/01/2015). Saat mengamati Bale Malang, pada altarnya terdapat arca Pan Brayut dan Men Brayut berkuran 80 centimeter. Dalam cerita rakyat orang Bali, Pan Brayut dan Men Brayut merupakan pasangan suami istri yang memiliki banyak anak.

Dari jenis batu yang digunakan, diketahui bahwa kedua patung tidak dibuat dalam periode tahun yang sama. Patung Pan Brayut terbuat dari batu endesit. Batu jenis ini biasa digunakan pada zaman megalitik. Sementara, arca Men Brayut dibuat dari batu padas. Dilihat dari bentuknya yang sangat kuno, diperkirakan arca ini dibuat sekitar tahun 1250 Masehi atau pada mazab akhir zaman perundagian. Di belakang arca Pan Brayut dan Men Brayut terdapat sebuah kukul tua. Kata Sudarsana, kulkul ini tidak boleh dipukul sembarangan. Hanya boleh dipukul ketika ada tanda-tanda bahaya mengancam warga banjar.

"Bunyi kulkul diyakini untuk memanggil rerencangan (antek-antek) Bhatara Pura Dalem. Kalau ada marabahaya, rerencangan akan membantu krama banjar melewati bahaya. Namun, kalau tidak ada bahaya, tapi kulkul itu dipukul, rerencangan malah akan mengganggu krama banjar," ungkapnya.

Di depan Candi Bentar atau pintu masuk areal utama Pura Dalem, terdapat pohon beringin dan pule yang rantingnya menempel. Tinggi kedua pohon ini mencapai 100 meter. Lebar batang pohon pule mencapai lima pelukan orang dewasa.

Pohon yang berusia ratusan tahun ini diyakini sebagai Pelinggih Apit Lawang atau stana Bhatara yang menjaga kesucian Pura Dalem. Tidak ada yang berani menebang pura ini. Sebab warga sangat mensakralkannya. Setiap odalan di Pura Dalem yang jatuh pada hari Anggrakasih Prangbakat, kedua pohon ini diberikan sesajen khusus.







sumber : tribun

Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Terjadi Letusan Gunung Agung 21 November 2017 pukul 17:05 WITA

Gunung Agung Terjadi letusan Gunung Agung pada pukul 17:05 WITA. Letusan diawali oleh Gempa Tremor Low-Frequency. Asap teramati berteka...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen