Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , , , , » Dulu di Nusa Dua, Kini KTT APEC 2014 di China, Jokowi Ditunggu Obama

Dulu di Nusa Dua, Kini KTT APEC 2014 di China, Jokowi Ditunggu Obama

Written By Dre@ming Post on Kamis, 24 Juli 2014 | 8:32:00 AM

Joko Widodo alias Jokowi mendapat ucapan selamat dari sejumlah kepala negara sahabat. Salah satunya, ditelepon langsung Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Rabu (23/7) pagi. Dalam percakapan menggunakan bahasa Indonesia, Presiden Obama mengajak Jokowi bertemu di ajang KTT APEC 2014 di China. Gbr Ist
JAKARTA - Setelah resmi terpilih menjadi Presiden RI melalui Pilpres 2014, Joko Widodo alias Jokowi mendapat ucapan selamat dari sejumlah kepala negara sahabat. Salah satunya, ditelepon langsung Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Rabu (23/7) pagi. Dalam percakapan menggunakan bahasa Indonesia, Presiden Obama mengajak Jokowi bertemu di ajang KTT APEC 2014 di China.

Presiden Obama yang semasa kecilnya pernah bersekolah di Jakarta, secara khusus menyapa dengan Bahasa Indonesia saat menelepon Jokowi, Rabu pagi pukul 11.00 WIB. "Pak Obama tadi (kemarin) nelepon pukul 11.00 WIB buat kasih ucapan selamat. Obama tanya 'apa kabar pakai Bahasa Indonesia. Selanjutnya, pakai Bahasa Inggris," ungkap Jokowi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta Pusat kemarin.

Menurut Jokowi, percakapan dengan Obama berlangsung singkat sekitar 2 menit. "Dia (Obama) bilang selamat, terus katanya nanti ketemu di China," ujar Presiden 2014-2019 terpilih yang masih menjabat Gubernur DKI Jakarta ini. Pertemuan di China yang dimaksud Obama itu adalah KTT APEC (Asia Pacific Economic Cooperation), November 2014 mendatang. Setahun lalu, KTT APEC digelar di Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali. Bukan hanya Presiden Obama yang mengajak Jokowi bertemu di ajang APEC. Ajakan serupa juga datang dari PM Jepang Shinzo Abe dan PM Australia, Tonny Abbot. "Yang mengajak ketemu di China itu juga PM Jepang dan PM Australia," beber Jokowi. PM Australia, Tonny Abbot, juga sudah langsung menyatakan ingin mempererat kerjasama dengan Indonesia pasca terpilihnya Jokowi sebagai Presiden. Dia menilai Indonesia merupakan negara tetangga yang amat-sangat penting bagi Australia. "Pemerintah Australia melihat ke depan untuk bekerja lebih erat dengan dia (Jokowi)," kata Abbot pada AFP kemarin.

Abbot menegaskan hubungan Australia dengan Indonesia punya sejarah panjang dan sangat produktif. Indonesia dinilainya negara demokrasi yang telah menunjukkan kepada dunia atas keberhasilannya menyelenggarakan Pemilu 2014. Abbot menyebut Presiden SBY telah berkontribusi besar dalam memajukan demokrasi di Indonesia. "Indonesia telah diberi selamat atas transisi luar biasanya ke demokrasi dan pelaksanaan Pemilu," pujinya.

Sebelum PM Australia dan Presiden Obama menelepon, Jokowi juga sudah sempat dikontak PM Singapura untuk mengucapkan selamat. Sedangkan Presiden SBY merupakan kepala negara pertama yang mengucapkan selamat untuk Jokowi. SBY mengucapkan selamat hampir bersamaan dengan Wapres Boediono. "SBY dan Boediono sudah memberikan selamat kepada Jokowi yang dinyatakan KPU sebagai pemenang Pilpres 2014," ungkap Jubir Pasangan Jokowi-JK, Anies Baswedan, dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu kemarin. Menurut Rektor Universitas Paramadina ini, SBY menelepon saat Jokowi berada di tangga Kantor KPU pasca pengumuman hasil Pilpres, Selasa (22/7) malam. "Tradisi demokrasi yang sehat dan menghormati seperti ini harus terus dijaga. Apresiasi untuk SBY-Boediono yang sudah memberi ucapan selamat kepada Jokowi sebagai sebuah pesan positif bahwa demokrasi melalui Pilpres 2014 kali ini berjalan dengan baik," tandas Anies.

Sementara itu, Jokowi selaku Presiden 2014-2019 terpilih akan merekrut banyak tokoh profesional dalam kabinetnya nanti. Artinya, komposisi kabinet nanti tidak akan didominasi kader partai. "Yang banyak itu tokoh profesional," jelas Jokowi menjawab wartawan, Rabu kemarin.

Jokowi menegaskan, masalah kabinet nantinya akan dibahas detail di Kantor Transisi, tempat di mana Jokowi-JK mempersiapkan program pemerintahan sebelum dilantik menjadi Preseiden-Wapres, 20 Oktober 2014 mendatang. Namun, Jokowi enggan mengungkap persentase kabinet dari kalangan profesional dan tokoh parpol koalisi.

Berbagai kalangan mengingatkan Jokowi untuk hati-hati dalam menyusun kabinet. "Kami minta kabinet diisi oleh orang-orang yang mengerti masalah sesuai kompetensi," saran Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras), Haris Azhar.

Haris meminta Jokowi tidak memasukkan orang-orang yang bermasalah seperti pelanggar HAM dan perusak lingkungan masuk di kabinetnya. "Kami menolak kabinet, Wantimpres, Komisaris BUMN diisi oleh pelanggar HAM, koruptor, perusak lingkungan, dan penjajakan hukum di pemerintahan Jokowi-JK," terang Haris. Harapan senada disampaikan Direktur Nasional Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Abetnego Tarigan. Dia menyebutan, usai menyusun kabinet pemerintahan, sebaiknya Jokowi umumkan para calon kabinetnya kepada masyarakat. "Kami mendesak harus bisa memungumkan bayangan kabinetnya. Sehingga, masyarakat punya waktu untuk menguji siapa tokoh-tokoh yang menjadi menteri di kabinet Jokowi," ujar Abetnego. Sementara, PKB sebagai mitra koalisi pengusung Jokowi-JK sudah siapkan 10 nama untuk diajukan jadi calon menteri. "Banyak sekali dari PKB, intinya kita siapkan 5 sampai 10 orang," tandas Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Menurut Cak Imin, sebenarnya belum ada pembicaraan soal penyusunan kabinet. Namun, pihaknya sengaja menyiapkan kader yang dianggapnya kompeten untuk diajukan sebagai menteri. Semua kader yang terpilih sebagai menteri nantinya harus tunduk kepada Presiden Jokowi.

Di sisi lain, Demokrat tegaskan akan berada di luar pemerinthan Jokowi-JK. Wakil Ketua Majelis Tinggi Demokrat, Marzuki Alie, partainya akan menjadi oposisi dari pemerintahan mendatang. "Berdasarkan hasil Rapimnas di Bali, sikap partai netral. Kami akan di luar pemerintah. Tidak ada dalam kabinet oposisi sebenarnya. Kami ingin berbenah. Nanti 2019 kami akan menjadi pemenang lagi. Sampai saat ini hasil itu belum diubah," ujar Marzuki Alie yang juga Ketua DPR 2009-2014 di Senayan, Jakarta, Rabu kemarin.

kendati jadi oposisi, kata Marzuki, Demokrat tetap akan dukung program Jokowi-JK yang pro rakyat. "Kita pasti akan dukung. Bukan hanya karena program Pak SBY, tapi karena pro rakyat. Siapa pun presidennya, mau Pak Jokowi atau Prabowo," tegas Marzuki.




sumber : nusabali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

GA Tipe Tertutup, Fase Letusan Freatik, Freatomagmatik, Terakhir Magmatik

Penampakan Gunung Agung dari Pos Pantau Gunung Api Agung, Rendang, Karangasem, Rabu (22/11/2017) sore (grafis) 3 Kali Tremor Menerus Te...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen