Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , , , » Di Jukung Tanpa Mesin Itu, Digulung Ombak, 3 Tewas, 4 Selamat

Di Jukung Tanpa Mesin Itu, Digulung Ombak, 3 Tewas, 4 Selamat

Written By Dre@ming Post on Jumat, 25 Juli 2014 | 8:33:00 AM

Informasi di lapangan, 7 remaja sekampung yang jadi korban digulung ombak ini awalnya kumpul-kumpul di warung milik keluarga I Wayan Buncing, 25, di Banjar Beluhu Kangin, Desa Tulamben, Kamis siang sekitar pukul 14.00 Wita. dari situ, mereka merencanakan berwisata laut dengan naik jukung tanpa mesin milik I Wayan Paing, 45, juga asal Banjar Beluhu Kangin, Desa Tulamben. Setelah segala persiapan beres, 7 remaja sekampung ini kemudian turun ke laut naik jukung, Kamis sore sekitar pukul 16.30 Wita. Namun, ketika baru berlayar selama 30 menit, tiba-tiba jukung yang mereka tumpangi dihantam gelombang besar. Loksi musibah ini terjadi di tengah laut yang berjarak sekitar 50 meter dari tepi pantai.Gbr Ist
AMLAPURA - Musibah maut terjadi saat aktivitas rekreasi menggunakan jukung di perairan pantai Banjar Beluhu Kangin, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem, Kamis (24/7) sore. Tujuh (7) remaja tenggelam pasca jukungnya digulung ombak besar. Akibatnya, 3 orang tewas, sementara 4 korban lagi berhasil selamat dari maut.

Remaja yang jadi korban amuk gelombang saat rekreasi naik jukung tanpa mesin, Kamis sore pukul 17.00 Wita, berasal dari dua banjar berbeda di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu. Tiga (3) korban tewas masing-masing I Gede Wawan Antara, 17 (asal Banjar Beluhu Kangin, desa Tulamben), I Wayan Junaka Adi Kusuma, 17 (banjar Beluhu Kangin, Desa Tulamben), dan I Kadek Golo, 17 (dari Banjar Tegal Panti, Desa Tulamben). Perlu dicatat, korban Gede Wawan Antara dan Wayan Junaka Adi Kusuma masih saudara misan (sepupu).

Sedangkan 4 korban lainnya yang berhasil selamat dari maut masing-masing I Nengah Sudarma, 18 (asal Banjar Beluhu Kangin, Desa Tulamben), I Nengah Paing, 17 (Banjar Beluhu Kangin, Desa Tulamben), I Ketut Adi, 14 (Banjar Beluhu Kangin, Desa Tulamben), dan I Gede Botak, 14 (Banjar Beluhu Kangin, Desa Tulamben).

Informasi di lapangan, 7 remaja sekampung yang jadi korban digulung ombak ini awalnya kumpul-kumpul di warung milik keluarga I Wayan Buncing, 25, di Banjar Beluhu Kangin, Desa Tulamben, Kamis siang sekitar pukul 14.00 Wita. dari situ, mereka merencanakan berwisata laut dengan naik jukung tanpa mesin milik I Wayan Paing, 45, juga asal Banjar Beluhu Kangin, Desa Tulamben. Setelah segala persiapan beres, 7 remaja sekampung ini kemudian turun ke laut naik jukung, Kamis sore sekitar pukul 16.30 Wita. Namun, ketika baru berlayar selama 30 menit, tiba-tiba jukung yang mereka tumpangi dihantam gelombang besar. Loksi musibah ini terjadi di tengah laut yang berjarak sekitar 50 meter dari tepi pantai.

Karena dihantam ombak besar, jukung yang ditumpangi para korban langsung terbalik. Para korban pun terpental dari jukungnya, lalu terseret arus dan tenggelam. Saat musibah terjadi, suasana di pesisir pantai kawasan banjar Beluhu Kangin, Desa Tulamben dalam keadaan sepi, karena sedang cuaca buruk dengan gelombang besar disertai angin kencang.

Beruntung, 4 dari 7 remaja yang digulung ombak ini bisa berenang, sehingga berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepi pantai. Namun, 3 korban lainnya tak bisa menyelamatkan diri. Mereka langsung tereseret dan tenggelam, hingga ditemukan sudah dalam kondisi tewas, yakni Gede Wawan Antara, Wayan Junaka Adi Kusuma, dan Kadek Golo.

Sebetulnya, 4 korban selamat yakni Nengah Sudarma cs sempat langsung minta pertolongan ke warga sekitar untuk menyelamatkan 3 rekannya yang terseret arus dan tenggelam. Korban selamat Ketut Adi, misalnya, minta pertolongan ke She Hua Haha Dive. Selanjutnya, pihak She Hua Haha Dive menerjunkan I Ketut Sukerdana, 39, pemandu wisata dari Banjar/Desa Tulamben, untuk melakukan upaya pertolongan.

Ketut Sukadana tidak sendirian melakukan pertolongan. Dia menyelam bersama rekannya, I Komang Sumardika, 25, untuk melakukan pencarian 3 korban tenggelam di bawah laut. Upaya pencarian mereka akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 18.00 Wita, ketiga korban berhasil ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa.

Para korban tewas ini ditemukan masih tenggelam pada kedalaman sekitar 5 meter. Posisi jasad korban ditemukan sejauh 20 meter dari tepi pantai, dalam lokasi terpencar. Selanjutnya, jasad korban dibawa keluarganya ke rumah duka masing-masing untuk disemayamkan, sebelum penguburan. Saat proses evakuasi jasad korban di pantai Banjar Beluhu Kangin, Desa Tulamben kemarin petang, Kapolsek Kubu AKP I Nengah Mulyadi juga terjun ke lokasi bersama Kasat Polair Polres Karangasem AKP I Made Wartama dan Kapos Polair Kubu Aipda I Made Darsa. Demikian pula sejumlah petugas dari Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Karangasem. Kapospol Air Kubu, Aipda I Made Darsa, mengaku tidak sempat melihat saat jasad korban tewas dievakuasi, karena terlambat datang. “Saya hanya sempat menanyai para korban yang selamat. Mereka masih bisa menceritakan kronologis kejadian yang dialaminya,” jelas Made Darsa.

Sementara itu, musibah maut yang merenggut 3 nyawa remaja di pantai Desa Tulamben ini membuat shock keluarga para korban tewas. Kedua orangtua korban Gede Wawan Antara, yakni I Nengah Semada dan Ni Nyoman Rebo, bahkan harus dilarikan ke Puskesmas Kubu karena tumbang pasca mengetahui putra kesayangannya tewas mengenaskan.

Korban Gede Wawan Antara memang tidak sempat bilang mau rekreasi ke pantai kepada kedua orangtuanya. Tiba-tiba, korban dibawa pulang sudah dalam kondisi meninggal. “Sebenarnya, keponakan saya itu bisa berenang, tapi tidak terlalu mahir. Mungkin ini sudah jalannya,” ungkap paman korban Gede Wawan Antara, I Ketut Cening, di rumah duka Banjar Beluhu Kandin, Desa Pakraman Tulamben, tadi malam.

Menurut Ketut Cening, korban Gede Wawan Antara baru saja tamat dari SMAN Kubu. Remaja berusia 17 tahun ini pun sudah diterima sebagai calon mahasiswa di Universitas Warmadewa Denpasar dan segera akan memulai kuliah. “Tapi sayang, belum sempat kuliah, keburu meninggal,” papar Ketut Cening. Bukan hanya korban Gede Wawan Antara yang sudah bersiapo kuliah di Unwar Denpasar, tapi juga sepupunya, I Wayan Junaka Adi Kusuma. “Mereka sama-sama tamatan SMAN Kubu dan sudah diterima di Universitas Warmadewa,” keluh Ketut Cening.




sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

GA Tipe Tertutup, Fase Letusan Freatik, Freatomagmatik, Terakhir Magmatik

Penampakan Gunung Agung dari Pos Pantau Gunung Api Agung, Rendang, Karangasem, Rabu (22/11/2017) sore (grafis) 3 Kali Tremor Menerus Te...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen