Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , , , » Ikon Soeharto dibawa Golkar, Jokowi Ke Pasar Seni Sukawati, SBY Kuker

Ikon Soeharto dibawa Golkar, Jokowi Ke Pasar Seni Sukawati, SBY Kuker

Written By Dre@ming Post on Senin, 24 Maret 2014 | 7:43:00 AM

Ical, SBY, Jokowi
Golkar Bawa Ikon Soeharto

Golkar manfaatkan jadwal kampanye perdananya untuk Pileg 2014 di wilayah Buleleng, Minggu (23/3), dengan menyambangi pedagang di pasar-pasar tradisionil, hingga kampanye dialogis, dan gelar pameran. Dalam kampanye di gumi bekas basis Beringin ini, Golkar membawa ikon Soeharto sebagai jualan.

Dalam kampanye perdana di Buleleng, Minggu kemarin, Golkar menurunkan kadernya dari semua level. Dari pusat, hadir Korwil Pemenangan Pemilu Bali-NTB-NTT DPP Golkar Gede Sumarjaya Linggih alias Demer. Sedangkan dari lokal, antara lain, Ketua DPD I Golkar Bali Ketut Sudikerta dan Ketua DPD II Golkar Buleleng Nyoman Sugawa Korry. Para caleg semua level juga hadir.

Kampanye Golkar di Gumi Panji Sakti diawali Minggu pagi sekitar pukul 07.00 Wita dengan menyambangi para pedagang di seluruh pasar tradisional, termasuk Pasar Anyar Singaraja, Pasar Banyuasri Singaraja, dan Pasar Seririt. Sekitar pukul 09.00 Wita, dilanjut kampanye dialog interatif dengan masyarakat luas melalui RRI Singaraja. Bukan hanya berdialog dengan masyarakat, Golkar juga menunjukkan salah satu kerja nyatanya selama ini: mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir terutama para nelayanan dengan menu olahan hasil tangkap.

Selama ini, Golkar Buleleng concern membina kelompok-kelompok nelayan untuk mengolah hasil tangkapan menjadi produk yang bernilai tinggi. Produk itulah yang dipamerkan sebagai bukti kerja nyata Golkar meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Pameran hasil olahan tangkapan nelayan itu kemarin dipusatkan di Sekretariat DPD II Golkar Buleleng, Jalan Ngurah Rai Singaraja.

Dalam kampanye kemarin, Golkar ingin mengajak masyarakat merasakan keamanan dan kenyamaman seperti era kepemimpinan mendiang Presiden Soeharto---pendiri Golkar---, di mana masyarakat berusaha dan berkarya dalam suasana aman dan nyaman. “Setelah kami keliling, banyak masyarakat menghendaki masa-masa pemerintahan seperti zaman Pak Harto. Ada rasa aman dan nyaman,” ujar Ketua DPD I Golkar Bali, Ketut Sudikerta.

“Golkar komitmen untuk itu. Terlebih, Golkar Bali mengusung program Bali Mandara yang siap memajukan Bali, Keamanan Bali, Kedamaian Bali, dan Kesejahteraan masyarakat Bali,” lanjut Sudikerta yang juga Wakil Gubernur Bali. Menurut Sudikerta, Golkar pasang target bisa tembus 30 persen suara di Bali dalam Pileg, 9 April 2014. Untuk mencapai target 30 persen itu, lanjut dia, harus dibangkitkan masa kejayaan mendiang Persiden Soeharto, karena hal itu sudah jadi keinginan masyarakat luas untuk hidup yang aman, tenteram, sejahtera, serta pembangunan jalan terus dan harga komoditas sangat terjangkau oleh masyarakat. Sebaliknya, Ketua DPD II Golkar Buleleng Sugawa Korry menegaskan, partainya akan leading dan diprediksi memperoleh peningkatan suara signifikan dalam Pileg 2014. Peningkatan perolehan suara itu, kata Sugawa Korry, karena selama 5 tahun belakangan, Golkar telah bekerja keras merebut hati rakyat.

”Kami prediksi peningkatan suara yang kami raih hingga 30 persen dari sebelumnya,” ujar Sugawa Korry, politisi asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar yang juga caleg incumbent DPRD Bali dari Golkar Dapil Buleleng ke Pileg 2014. Menurut Sugawa Korry, dalam Pileg 2009 lalu, Golkar hanya mampu meraih 9 persen suara pemilih di Buleleng. Golkar pun hanya mampu menyabet 9 kursi dari total 45 kursi DPRD Buleleng. Selain itu, Golkar juga meraih satu kursi DPRD Bali dari Dapil Buleleng, selain meloloskan Gede Sumarjaya Linggih alias Demer ke kursi DPR Senayan.

Menghadapi Pileg 2014, Sugawa Korry optimistis Golkar akan berhasil menyabet minimal 12 kursi di DPRD Buleleng 2014-2019. ”Kami tidak muluk-muluk, ini bagian dari hasil kerja keras yang selalu bertindak cepat untuk rakyat. Jika pemerintahan sudah dipercayakan kepada PDIP (Bupati Buleleng berasal dari PDIP), maka kami siap mendukung karena sudah keputusan rakyat. Dan, untuk keseimbangan, alangkah elegan jika di legislatif kepercayaan diberikan kepada partai lain yang salah satunya adalah Golkar. Kami siap mengawal program pro rakyat di legislatif dengan memaskimalkan fungsi kontrol,” tandasnya.

Sementara itu, euforia pencapresan Joko Widodo alias Jokowi yang dilempar DPP PDIP dalam kampanye Partai Banteng di Badung, Sabtu (22/3), membuat Golkar langsung ambil sikap. Salah satunya, Golkar meminta rakyat tidak larut dalam euforia Jokowi, melainkan menjaring kriteria Capres ketimbang sosok Capres. Wakil Ketua DPD I Golkar Bali, I Gusti Putu Wijaya, mengingatkan euforia Jokowi adalah lemparan untuk mempopulerkan sosok yang fenomenal, bukannya kriteria sosok calon pemimpin. “Kalau kami di Golkar, yang harus dicermati rakyat justru adalah kriteria calon pemimpin di negeri ini. Sudah saatnya kita menjaring kriteria ketimbang hanya sosok. Karena sosok orang itu kan bisa mengelabui,” ujar Wijaya secara terpisah di Denpasar, Minggu kemarin.

Karena itu, lanjut Wijaya, Golkar mendorong kalangan kampus di Bali terutama yang memiliki kompetensi seperti FISIP untuk melakukan sebuah kajian, kriteria apa yang diinginkan rakyat dalam memimpin negara ini. “Saya mendorong teman-teman mahasiswa yang melakukan kajian itu. Kriteria Capres yang diharapkan rakyat seperti apa? Kalau kami di Golkar menginginkan yang memang memiliki kriteria jelas dalam memimpin sebuah negara besar, seperti NKRI ini. Kita tidak mau euforia,” tandas Wijaya.

Adakah Golkar merasa Jokowi jadi ancaman serius bagi ASburizal Bakrie alias Ical tang telah diusung sebagai Capres dari Beringin? Menurut Wijaya, Golkar siap tarung dalam kondisi apa pun dan menghadapi diapa pun dalam Pemilu. Golkar pernah menjadi partai pemenang Pemilu 2004 yang membalikkan keadaaan. “Dalam kondisi apa pun, kami siap bertarung di event politik termasuk adu Capres,” tegas mantan anggota DPR RI ini.

Golkar sendiri, kata Wijaya, sudah memastikan usung Ical sebagai Capres untuk tarung Pilpres, 9 Juli 2014. “Ini (pencapresan Ical) sudah menjadi sebuah keputusan partai. Kader kami tidak ada waktu lagi, capres dari Golkar sudah pasti Ical. Tinggal mencari tandemnya.”

Di sisi lain, kubu Gerindra juga tidak gentar euphoria pencapresan Jokowi di internal PDIP. Menurut Ketua DPD Gerindra Bali, Ida Bagus Putu Sukarta, pihaknya tidak terpengaruh dengan letupan isu Jokowi. ”Gerindra Bali tetap kerja untuk mendongkrak suara Pileg secara maksimal dulu,” ujar Gus Sukarta. “Pak Prabowo (Ketua Dewan Pembina Gerindra yang telah diusung partainya sebagai Capres) sudah perintahkan jajaran kader menangkan Pileg 2014. Setelah itu, baru bicara Capres,” ujar Gus Sukarta yang juga Wakil Ketua DPRD Bali.

Menurut Gus Sukarta, Gerindra sudah memastikan bakal mengusung Prabowo sebagai Capres. Untuk mewujudkan keinginan itu, pertempuran pembukanya ada di Pileg 2014. Hidup mati pencapresan Prabowo adalah Pileg. “Ukurannya itu pertarungan di Pileg. Kalau soal Jokowi jadi Capres PDIP, kami tidak terpengaruh.”

Presiden Kunjungan Kerja ke Bali

Tabanan - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Nyonya Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri melakukan safari kunjungan kerja ke Bali, Minggu (23/4).

"Kepala negara selama di Bali dijadwalkan menghadiri acara silaturahim dengan keluarga Pahlawan di Pulau Dewata bertempat di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Makam Pahlawan Margarana, desa Marga Kabupaten Tabanan," kata Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik, Sabtu.

Ia sebelumnya sempat meninjau persiapan masyarakat setempat dan berbagai elemen lainnya menyambut kedatangan Presiden SBY di TPB Makam Pahlawan Margarana, 27 km barat daya Denpasar Sabtu (22/3).

Presiden dalam kunjungannya ke Bali juga akan mendapat kehormatan dinobatkan sebagai "Semeton Tamu Utama" Desa Pekraman (Adat) Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.

Jero Wacik menegaskan, kedatangan SBY ke Tabanan bukan dalam rangka berkampanye, namun dalam rangka tugas sebagai kepala negara mengunjungi Taman Makam Pahlawan (TMP) Margarana, di Desa Marga Kabupaten Tabanan.

Dengan kunjungan itu, SBY menjadi satu-satunya Presiden RI yang pernah mengunjungi TMP itu. Mengingat di lokasi tersebut, terdapat makam pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai beserta makam-makam pahlawan lainnya.

"Ini tentu saja merupakan sesuatu yang luar biasa, dan bisa menjadi sejarah bagi Indonesia, bahwa orang nomor satu di Indonesia di tengah kesibukannya menyempatkan waktunya untuk bertemu dengan keluarga para pahlawan, keluarga para veteran dan para veteran yang masih hidup," katanya.

Semua itu untuk mengucapkan terima kasih. Karena tanpa jasa para pahlawan inilah bangsa Indonesia tidak bisa sejahtera seperti sekarang.

Panglima Komando Daerah Militer IX Udayana, Mayor Jenderal TNI Wisnu Bawa Tenaya juga menjelaskan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersinergi dengan Kepolisian Daerah Bali mengamankan kunjungan Presiden SBY ke Bali, 23-24 Maret 2014 di tengah suasana menjelang Pemilihan Umum Legislatif.

"Jangan sampai kunjungan Bapak Presiden dipolitisir oleh pihak-pihak tertentu sehingga menimbulkan situasi yang tidak kondusif," katanya.

Jokowi Kampanye Blusukan Ke Pasar Seni Sukawati

Denpasar - Juru Kampanye Nasional PDIP Joko Widodo (Jokowi) melakukan kampanye ke Pasar Seni Sukawati Gianyar, Bali, meminta pemerintah agar pasar tersebut dibenahi, baik infrastruktur dan manajemennya supaya bisa bersaing dengan pasar modern.

"Saya meminta pemerintah untuk memperbaiki pasar seni tradisional tersebut, baik infrastruktur dan manajemennya, agar bisa bersaing dengan pasar seni modern yang kini semakin menjamur di Denpasar dan sekitarnya," kata Jokowi di sela-sela kampanye di Gianyar, Bali, Minggu.

Pada kampanye PDIP yang dikemas secara blusukan ke pasar tersebut, tampak Jokowi menarik perhatian para pengunjung dan pedagang.

Mereka berebutan minta foto bareng Jokowi. Gubernur DKI Jakarta itu juga membeli beberapa macam oleh-oleh seperti baju kaos, kain, kerajinan dan lain-lain.

"Saya beli kaos, kain, kerajinan dan lainnya. Untuk oleh-oleh istri, anak, teman dan tetangga," ucap Jokowi yang didampingi Rano Karno, Bupati Gianyar Anak Agung Bharata, sejumlah kader PDIP lainnya, serta ahli infrastruktur Bali yang juga calon DPD Bali, Anak Agung Putu Ngurah Wirawan.

Jokowi mengaku sudah datang lebih dari tujuh kali ke Pasar Sukawati. Pihaknya merasa prihatin dengan kondisi pasar seni yang telah dikenal wisatawan nusantara dan asing.

Ia mengatakan pasar tersebut sangat berbeda kondisinya dibandingkan sebelumnya. Karena sebelum pasar seni modern menjamur, pasar tersebut setiap harinya ramai dikunjungi wisatawan.

Menurut Jokowi, Pasar Seni Sukawati perlu mendapat perhatian lebih banyak dari sisi infrastruktur seperti fasilitas parkir, manajemen pasar, dan memperluas jaringan untuk menarik turis ke pasar seni tersebut.

"Infrastruktur pasar harus lebih banyak dibenahi, terutama parkirnya, agar pengunjung lebih nyaman datang ke sini. Saya rasa pemerintah bisa mewujudkan ini," katanya.

Sementara, Kepala Pasar Seni Sukawati Anak Agung Gede Raka Wibawa Putra mengatakan Pasar Seni Sukawati kini sepi sejak berdirinya pasar oleh-oleh modern tahun 2002.

"Selain karena faktor persaingan dengan pasar oleh-oleh modern, masalah lain yang dihadapi adalah masalah parkir. Pedagang dan masyarakat Sukawati kini prihatin dengan sepinya pengunjung sejak 12 tahun terakhir. Harapan kami agar pasar bisa ramai seperti dulu, dan kendaraan bus bisa masuk," katanya.

Terkait kondisi Pasar Seni Sukawati, ahli infrastruktur Bali Anak Agung Putu Ngurah Wirawan yang ikut menemani Jokowi blusukan mengaku siap menjembatani keinginan memperbaiki infrastruktur Pasar Seni Sukawati.

Menurut dia, persoalan di Pasar Seni Sukawati bisa diatasi dengan membangun privatisasi dan memberikan pengunjung pasar Sukawati semacam insensif, agar bisa bersaing dengan pasar modern.

"Selain itu yang perlu dicarikan solusi adalah masalah infrastruktur bangunan dan fasilitas parkir yang cukup, ini harus dibicarakan dengan pemerintah. Pedagang juga harus bersatu sehingga harga dagangan bisa bersaing dengan menjual produk yang berkualitas," kata Ngurah Wirawan.

Jokowi yang mengenal sosok Ngurah Wirawan menyatakan, Ngurah Wirawan bekerja profesional dan selalu menyelesaikan tugas dengan baik dan tuntas.

"Kinerja Pak Ngurah Wirawan sangat bagus. Saya rasa beliau mampu memperbaiki infrastruktur Pasar Seni Sukawati dan membuat lebih baik ke depannya," kata Jokowi.



sumber : NusaBali, Antara
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

GA Tipe Tertutup, Fase Letusan Freatik, Freatomagmatik, Terakhir Magmatik

Penampakan Gunung Agung dari Pos Pantau Gunung Api Agung, Rendang, Karangasem, Rabu (22/11/2017) sore (grafis) 3 Kali Tremor Menerus Te...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen