Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Aduhh .. Satu Keluarga Ini Tertimpa Pohon, 1 Tewas

Aduhh .. Satu Keluarga Ini Tertimpa Pohon, 1 Tewas

Written By Dre@ming Post on Jumat, 17 Januari 2014 | 7:11:00 AM

Menurut Wijayanti, saaat musibah pohon roboh sore ini, dirinya duduk di deretan jok bagian tengah (kedua dari depan). Sedangkan ibunya duduk di kursi paling belakang. Wijayanti mengaku tidak mendapat firasat apa pun sebelum msuibah maut di Sanur. "Cuma, nggak tahu kami sekeluarga hari ini kok ngebet ingin malukat di Pura Dalem Pangembak. Berangkatnya dari rumah lancar, ritual malukatnya juga lancar. Ternyata, saat pulang, kami dapat musibah kayak begini," keluh Wijayanti. Ini untuk kedua kalinya dalam kurun 2 tahun terakhir terjadi bencana pohon roboh di kawasan wisata Sanur yang merenggut korban nyawa. Kasus terakhir sebelumnya terjadi 26 Januari 2012 silam, pohon di belakang Bank BNI, Jalan Danau Tamblingan Sanur, roboh sekitar pukul 13.30 Wita. Bencana kala itu menyebabkan satu korban tewas, yakni Saifudin Zuri, 28, buruh asal Pasuruan, Jawa Timur. gbr ist
DENPASAR - Satu keluarga beranggotakan 6 orang yang baru pulang dari ritual malukat di Pura Dalem Pangembak, Desa Adat Sanur mengalami musibah ketika mobil yang ditumpanginya dihantam pohon Suar roboh di Jalan Mertasari Sanur, Kamis (16/1) sore. Akibat musibah ini, 1 korban tewas di tempat, sementara 5 lainnya selamat dari maut dalam kondisi terluka.

Rombongan pamadek yang baru tangkil ke Pura Dalem Pangembak ini berasal dari Banjar Anggara Kasih, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Mobil Kijang DK 1984 CS yang mereka tumpangi tertimpa pohon Suar roboh saat melintas di Jalan Merta Sari Sanur, Kamis sore sekitar pukul 16.30 Wita. Korban tewas dalam musibah pohon roboh ini adalah Ni Nyoman Kontong, 70, yang duduk di kursi belakang. Sedangkan 5 korban lainnya selamat dari maut, hanya mengalami luka lecet dan trauma. Mereka masing-masing Ni Putu Wijayanti (anak dari korban tewas Ni Nyoman Kontong), I Made Nuarsa (suami dari Putu Wijayanti), Ni Kadek Nanda (anak dari Putu Wijayanti), I Gusti Ngurah Astawa (tetangga dari Putu Wijayanti), dan Bu Jero (tetangga dari Putu Wijayanti). Pohon Suar yang mendadak roboh menimpa mobil pamedek ini ukurannya cukup besar.

Pohon berusia ratusan tahun yang roboh ini tingginya mencapai 30 meter, sementara diameter batang bawahnya hampir 3 meter. Pohon di pertugaan jalan ini roboh ke arah utara hingga membuat ringsek mobil Kijang DK 1984 CS yang dihantamnya. Beruntung, hanya satu korban tewas dalam bencana ini, karena bodi mobil yang dihantam hanya bagian belakang. Para korban selamat bisa langsung keluar dari dalam mobilnya yang ringsek. Namun, korban tewas, Ni Nyoman Kontong, tewas di tempat dalam kondisi tubuh terjebit bodi mobil yang ringsek. Proses evakuasi korban tewas ini membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Evakuasi korban baru berhasil dilakukan setelah warga dibantu petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Denpasar terpaksa memotong bodi mobil bagian belakang yang ringsek. Setelah berhasil dievakuasi, korban Nyoman Kontong yang tewas dalam kondisi luka parah di kepala, langsung dibawa ke RS Sanglah. ”Saat dikeluarkan, perempuan berusia 70 tahun itu sudah meninggal dunia,” jelas Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Denpasar, Made Prapta.

Bukan hanya korban tewas Nyoman Kontong yang dibawa ke RS Sanglah untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Para korban selamat juga dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan. Sedangkan Ni Putu Wijayanti, korban selamat yang lukanya tidak seberapa parah, tadi malam pilih menunggui jenazah ibundanya, Nyoman Kontong, di Instalasi Jenazah RS Sanglah. Kepada kami, Putu Wijayanti mengatakan dia bersama ibundanya yang tewasd tertimpa pohon dan anggota keluarga lainnya, kemarin sore habis melakukan ritual malukat di Pura Dalem Pangembak, Desa Adat Sanur. Tiba di Jalan Mertasari Sanur, tiba-tiba pohon Suar tumbang menimpa bagian belakang mobilnya. "Kami kaget, karena tiba-tiba mobil terhenti, setelah terdengar suara benturan keras. Spontan kami langsung buka pintu dan berhamburan keluar. Ternyata, dahan pohon sudah melintang di atas mobil,” tutur Wijayanti. “Ternyata, ibu saya (Nyoman Kontong) masih berada di dalam mobil. Setelah berhasil dievakuasi, ibu sudah meninggal," imbuhnya.

Menurut Wijayanti, saaat musibah pohon roboh sore ini, dirinya duduk di deretan jok bagian tengah (kedua dari depan). Sedangkan ibunya duduk di kursi paling belakang. Wijayanti mengaku tidak mendapat firasat apa pun sebelum msuibah maut di Sanur. "Cuma, nggak tahu kami sekeluarga hari ini kok ngebet ingin malukat di Pura Dalem Pangembak. Berangkatnya dari rumah lancar, ritual malukatnya juga lancar. Ternyata, saat pulang, kami dapat musibah kayak begini," keluh Wijayanti. Ini untuk kedua kalinya dalam kurun 2 tahun terakhir terjadi bencana pohon roboh di kawasan wisata Sanur yang merenggut korban nyawa. Kasus terakhir sebelumnya terjadi 26 Januari 2012 silam, pohon di belakang Bank BNI, Jalan Danau Tamblingan Sanur, roboh sekitar pukul 13.30 Wita. Bencana kala itu menyebabkan satu korban tewas, yakni Saifudin Zuri, 28, buruh asal Pasuruan, Jawa Timur.

Kala itu, Saifudin tertimpa pohon roboh bersama Eko Wahayudi (asal Jember, Jawa Timur), rekannya sesama pekerja bagian maintanance PT Elora Group Villa and Resort. Korban Saifudin Zuri langsung tewas di tempat, sementara korban Eko Wahyudi yang terluka dilarikan ke RS Surya Husadha Denpasar. Bencana yang menimpa kedua pekerja PT Elora Group ini berawal dari aktivisan pemotongan pohon di depan kantornya di Sanur, sejak Kamis pagi pukul 10.00 Wita. Sekitar pukul 12.30, kedua pekerja ini memutuskan istirahat sejenak di atas genteng kantor. Satu jam kemudian, mereka melanjutkan aktivitas memotong batang pohon ukuran besar itu. Tiba-tiba, angin bertiup kencang merubohkan pohon. Korban Saifuddin Zuri tertimpa batang pohon di bagian kepala belakang, hingga darah segar membasahi atap genteng kantor. Korban sempat tergencet selama 10 menit, sebelum kemudian dievakuasi karyawan kantornya.

Sementara itu, bencana pohon Suar roboh di Jalan Merta Sari Sanur, Kamis sore, bukan hanya menewaskan korban Nyoman Kontong. Musibah ini juga menyebabkan suasana di sekitar lokasi gelap gulitan, tadi malam, karena aliran listrik padam lantaran ada gardu yang remuk. Menurut Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Denpasar, Made Prapta, ratusan sambungan listrik terputus, baik untuk rumah warga, hotel, maupun vila kawasan Sanur. Hal ini juga diakui Humas PLN Area Bali Selatan, I Putu Widana. ”Lebih dari 100 pelanggan padam aliran listriknya. Sekarang masih kami lakukan pemulihan, paling cepat bisa pulih dalam 3 jam,” jelas Putu Widana saat ditemui di lokasi bencana. “Kalau untuk mengembalikan konstruksi, butuh waktu lama, mungkin besok (hari ini) baru bisa dibenahi,” lanjut mantan atlet kempo andalan Bali yang pemegang medali emas PON ini.



sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

TNI Turun Tangan Memperketat Pos Jaga Gunung Agung

Gunung Agung AMLAPURA - Banyaknya warga yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) memilih balik ke rumah daripada tinggal di pengungs...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen