Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Tersangka Ngaku Konsumsi Narkoba Sejak SMP

Tersangka Ngaku Konsumsi Narkoba Sejak SMP

Written By Dre@ming Post on Jumat, 20 Desember 2013 | 8:14:00 AM

Informasi awal yang diperoleh malam itu, aksi pembantaian sulinggih suami istri bermula saat Ida Pedanda Putu Kemenuh datang ke kediaman anaknya, pelaku IB Radiana, yang berada tepat di belakang Griya. Pasalnya, Ida Pedanda Kemenuh melihat anaknya pulang dalam kondisi basah akibat hujan. Ida Pedanda Kemenuh lalu menasihati anaknya. "Waktu itu, IB Radiana dinasihati, tapi tidak jelas apa yang dibicarakan," ungkap sumber di kepolisian. Yang jelas, saat dinasihati, pelaku IB Radiana tiba-tiba mengeluarkan pisau. Tanpa basa-basi, dia langsung menusuk ayahnya di dada kiri. Ida Pedanda Kemenuh pun terkapar bersimbah darah. Melihat adegan sadis tersebut, ibunda pelaku, Ida Pedanda Istri Rai Kemenuh, mencoba membantu suaminya yang terkapar berlumuran darah. Namun, pelaku IB Radiana bukannya luluh, tapi justru lanjut membantai ibundanya, Ida Pedanda Istri, dengan pisau yang sama. Ida Pedanda istri mengalami luka tusuk cukup parah di dada kiri. Beruntung, nyawanya masih bisa diselamatkan. Ida Pedanda Istri langsung dilarikan ke RSUD Badung. Malam itu juga, pelaku IB Radiana diamankan polisi ke Mapolres Badung. Gbr Ist
MANGUPURA - Penyidik Polres Badung terus mendalami kasus pembantaian pasangan suami istri (pasutri sulinggih): Ida Pedanda Putu Kemenuh dan Ida Pedanda Istri Rai Kemenuh oleh putra kandungnya, Ida Bagus Gede Radiana, 25, Rabu (18/12) malam. Hingga pemeriksaan hari kedua, Kamis (19/12), pelaku IB Radiana masih saja memberikan keterangan yang tidak jelas. Yang mengejutkan, Sarjana Ekonomi jebolan Unhi Denpasar ini justru mengaku konsumsi narkoba.

Sejumlah penyidik mengaku belum berhasil mengorek keterangan akurat dari pelaku IB Radiana, yang sudah diperiksa intensif sejak penangkapan, Rabu malam. Penyidik belum bisa menyingkap bagaimana kronologis dan apa sejatinya motif di balik pembantaian anak terhadap orangtua, yang menewaskan Ida Pedanda Putu Kemenuh ini. “Pelaku (IB Radiana) selalu memberikan keterangan yang berbeda-beda. Tapi, kami terus berupaya mendalami pengakuannya. Keterangan pelaku nanti akan kita cocokkan dengan keterangan lanjutan,” ujar seorang penyidik di Mapolres Badung di Mengwi, Kamis kemarin. Kapolres Badung, AKBP I Komang Suartana, juga mengakui pihaknya masih terus mendalami keterangan pelaku IB Radiana. Pihaknya juga akan segera melakukan pemeriksaan tersangka IB Radiana ke psikiater untuk mengetahui kondisi kejiwaannya.

"Keterangannya tidak nyambung dan berubah-ubah. Kami akan cek kondisi kejiwaan tersangka ke psikiater," jelas Kapolres Komang Suartana. Sejauh ini, petugas Polres Badung sudah sempat melakukan tes urine tersangka IB Radiana. Hasil tesnya, tersangka negatif konsumsi narkoba. “Rencananya, petugas akan mengambil sampel darah tersangka untuk dicek, apakah mengandung sediaan narkotika atau tidak,” katanya. Sementara, pelaku IB Radiana hingga kemarin masih mengenakan pakaian yang sama seperti sebelumnya saat ditemui di ruang penyidik Polres Badung, Kamis kemarin. Pemuda yang telah ditetapkan sebagai tersangka ini masih mengenakan kaos biru dan celana pendek yang berlumuran darah kedua orangtuanya. Saat ditanya, IB Radiana mengaku tidak pernah berpikir hendak menghabisi nyawa ayah kandungnya, Ida Pedanda Putra Kemenuh, maupun melukai ibundanya, Ida Pedanda Istri Rai Kemenuh. IB Radiana mengaku menyesal atas peristiwa yang merenggut nyawa ayahnya.

IB Radiana pun berkali-kali meminta belas kasihan polisi agar bisa dipertemukan dengan ibundanya, yang kini masih dirawat intensif di RSUD Badung di Desa Kapal, Kecamatan Mengwi akibat luka tusuk bagian dada kiri. “Tolong anter saya ketemu ibu saya. Ada yang mau saya bicarakan,” rengek IB Radiana kepada penyidik yang memeriksanya. Namun, IB Radiana sempat memaparkan perbuatan nekat membunuh sang ayah dan melukai ibu kandungnya berawal ketika dia meminta uang Rp 2.000 untuk membeli rokok kepada sang ibu. Hanya saja, sang ibu tidak memberi dengan alasan tak punya uang. Ketika ditanya kembali ditanya alasan pastinya berbuat nekat, IB Radiana malah menujukkan sikap linglung seperti orang yang mengalami gangguan jiwa. Pria berkepala plontos ini malah mengaku ditarik dan diajak berkelahi oleh ayahnya yang seorang sulinggih. Saat ditekankan lagi apakah membunuh karena tidak diberikan uang, IB Radiana kembali membenarkannya. “Iya, Pak…,” ujarnya enteng sambil terus mengisap rokok. Anak bungsu dari dari dua bersaudara keluarga pasangan pasutri Ida Pedanda Putu Kemenuh-Ida Pedanda Istri Rai Kemenuh ini mengaku pertama kali menusuk ibunya.

Sebab, dia merasa terancam lantaran saat itu ibunya pegang pisau. Kemudian, sang ayah berusaha menghalangi. Sang ayah pun ikut ditusuk IB Radiana hingga langsung terkapar bersimbah darah dan tewas di tempat. “Ibu saya mengeluarkan pisau dari sarungnya. Saya takut, sehingga saya tusuk duluan. Tapi, apa ibu memang mau menusuk saya atau hendak bunuh diri, saya juga tidak tahu,” kilahnya. Yang mengejutkan, sambil mengisap rokok dengan kedua tangan gemetaran dan terus memegang dada kiri karena sakit, IB Radiana justru mengaku mengkonsumsi narkoba. Menurut IB Radiana, dirinya sudah bersentuhan dengan barang haram jenis shabu sejak masih duduk di bangku SMP. Yang tidak masuk akal, IB Radiana mengaku setiap hari membeli dan mengkonsumsi shabu di kosan-kosan. “Saya ambil uang di slip punya Aji (ayah) buat membeli shabu,” tutur IB Radiana yang disebut-sebuh sempat terlibat pencurian kabel di wilayah Ubud, Gianyar.

Sementara itu, ibunda tersangka IB Radiana, yakni Pedanda Istri Rai Kemenuh hingga kemarin masih menjalani perawatan intensif di Ruang Isolasi Lantai II Gedung A RSUD Badung di Desa Kapal. Walaupun kondisinya sudah berangsur stabil, namun Ida Pedanda Istri Rai Kemenuh menolak ditemui. Kamis kemarin, perempuan paruh baya ini ditunggui keponakannya di RS. Pedanda Istri yang jadi korban penusukan oleh putra kandungnya ini hanya bersedia memberikan keterangan pers melalui Dirut RSUD Badung, dr Agus Bintang Suryadhi dan Kabid Pelayanan RSUD dr Nuraidja. “Mohon maaf, pasien belum mau bicara. Keponakannya minta jangan diganggu dulu,” kata dr Agus Bintang usai menemui sulinggih yang terluka di ruang perawatan. Menurut dr Agus Bintang, secara umum kondisi Ida Pedanda Istri Rai Kemenuh sudah stabil. Kendati menderita luka tusukan piasu anaknya, namun lukanya hanya tergores dan tidak membahayakan. Lukanya di bagian dada sebelah kanan sepanjang 3 cm.

“Kondisi fisiknya juga tidak ada kendala. Pasien sudah bisa makan, tapi maaf sementara pasien menolak ditemui,” ujar dr Agus Bintang. Sedangkan suami Ida Pedanda Istri Rai, yakni Ida Pedanda Putu Kemenuh, disebutkan sempat dibawa ke RSUD Badung, Kamis malam. Saat dibawa ke RS, kata dr Agus Bintang, Ida Pedanda Putu Kemenuh dalam kondisi pingsan, namun masih bernapas. Menurut dr Agus Bintang, korban Ida Pedanda Putu Kemenuh pun sempat diberikan tindakan darurat di IGD RSUD Badung, dengan memompa jantuhnya. Namun, nyawanya tetap tidak tertolong. “Setelah diibsorvasi, akhirnya pasien meningggal Kamis malam pukul 22.55 Wita,” kata dr Agus Bintang. Korban Ida Pedanda Putu Kemenuh, lanjut dr Agus Bintang, tewas dengan tiga luka tusukan, masing-masing di dada sebelah kanan, dada sebelah kiri, dan goresan di lengan sebelah kiri. Tusukan yang diduga mematikan adalah luka dada bagian kiri, karena langsung menembus jantung. “Luka tusuk yang fatal itu di dada kiri, sedalam 9 cm menembus jantung,” tandas dr Agus Bintang. Aksi pembantaian pasutri sulinggih oleh putra kandungnya itu sendiri terjadi di kediaman korban dig Griya Kemenuh, Banjar Batu Lumbung, Desa Pakraman Gulingan, Kecamatan Mengwi, Badung, Rabu malam pukul 19.30 Wita.

Informasi awal yang diperoleh malam itu, aksi pembantaian sulinggih suami istri bermula saat Ida Pedanda Putu Kemenuh datang ke kediaman anaknya, pelaku IB Radiana, yang berada tepat di belakang Griya. Pasalnya, Ida Pedanda Kemenuh melihat anaknya pulang dalam kondisi basah akibat hujan. Ida Pedanda Kemenuh lalu menasihati anaknya. "Waktu itu, IB Radiana dinasihati, tapi tidak jelas apa yang dibicarakan," ungkap sumber di kepolisian. Yang jelas, saat dinasihati, pelaku IB Radiana tiba-tiba mengeluarkan pisau. Tanpa basa-basi, dia langsung menusuk ayahnya di dada kiri. Ida Pedanda Kemenuh pun terkapar bersimbah darah. Melihat adegan sadis tersebut, ibunda pelaku, Ida Pedanda Istri Rai Kemenuh, mencoba membantu suaminya yang terkapar berlumuran darah. Namun, pelaku IB Radiana bukannya luluh, tapi justru lanjut membantai ibundanya, Ida Pedanda Istri, dengan pisau yang sama. Ida Pedanda istri mengalami luka tusuk cukup parah di dada kiri. Beruntung, nyawanya masih bisa diselamatkan. Ida Pedanda Istri langsung dilarikan ke RSUD Badung. Malam itu juga, pelaku IB Radiana diamankan polisi ke Mapolres Badung.


sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Guru Piduka Dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih Mohon GA Tak Meletus

Ritual guru piduka di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (18/11) Di...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen