Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Selingkuhi Istri Orang, Tewas Dibacok

Selingkuhi Istri Orang, Tewas Dibacok

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 07 Desember 2013 | 7:22:00 AM

Betapa terkejutnya Imran karena saat pulang ke warung makannya, makam sekitar pukul 23.00 Wita, dia mendengar suara berisik mencurigakan dari dalam kamar. Suara si perempuan dia kenali sebagai suara istrinya, Ayu Septiati, dengan suara seorang pria. Akhirnya, pelaku tahu bahwa pria mencurigakan di dalam kamar bersama istrinya adalah Wirayanta, yang notabene teman minumnya. Dalam keadaan marah, Imran langsung mengambil pisau dapur yang berada tidak jauh dari pintu rumahnya. Kemudian, pelaku Imran membacok korban Wirayanta membabibuta hingga tewas di tempat dalam kondisi bersimbah darah. Menurut pengakuan pelaku Imran, korban dibantai saat keluar puntu untuk kabur. Sebelum tewas mengenaskan, korban Wirayanta sempat berupaya melakukan perlawanan. Ayan satu anak balita usdia 1,5 tahun ini pun sempat bergumul dengan pelaku Imran. Gbr Ist
SEMARAPURA - Seorang warga Banjar Pegatepan, Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung, I Nyoman Wirayanta, 28, tewas bersimbah darah di sebuah warung makan kawasab Jalan Bypass Prof Dr IB Mantra, Kamis (5/12) malam. Korban diduga dibantai oleh pemilik warung, Imran Syahroni, 35, karena kepergok selingkuhi istri pelaku.

Insiden maut yang menewaskan Nyoman Wirayanta terjadi Kamis malam sekitar pukul 23.00 Wita, di warung makan milik pelaku Imran Syahroni, penguasa kuliner asal Lombok, NTB di Jalan Bypass Prof Dr IB Mantra wilayah Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung. Korban Wirayanta tewas mengenaskan dengan luka sabetan senjata tajam di beberapa bagian tubunya, paling parah luka di leher dan kepala. Beberapa jam setelah korban Wirayanta tewas mengenaskan, pelaku Imran Syahroni menyerahkan diri ke polisi dan kemudian diamankan di Mapolres Klungkung untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Istri pelaku, Ni Putu Ayu Septiani Dewi, 26, yang diduga selingkuh dengan korban Wirayanta, juga diamankan polisi untuk dimintai keterangannya selaku saksi. Informasi di lapangan, antara pelaku Imran Syahroni dan korban Wirayanta sudah saling kenal, bahkan bersahabat. Selama ini, mereka kerap pergi bersama.

Sebelum peristiwa maut malam itu, pelaku dan korban juga sempat minum-minum bersama di dua lokasi berbeda. Awalnya, Kamis sore pukul 17.00 Wita, pelaku Imran Syahroni dan korban Wirayantha minum-minum di sekitar Jalan Bypass Prof Dr IB Mantra, tak jauh dari warung makan milik tersangka. Setelah itu, mereka istirahat. Namun, sekitar pukul 21.00 Wita, pelaku dan korban kembali minum-minum di sebuah kafe kawasan sekitarnya. Setelah minum bersama selama 1 jam di kafe tersebut, korban Wirayanta pilih pergi duluan meninggalkan pelaku Imran Syahroni, sekitar pukul 22.00 Wita. Namun, korban Wirayantha bukannya langsung pulang ke rumahnya di Banjar Pangetapan, Desa Gelgel, melalinkan mampir ke warung makan milik Imran Syahroni dan menemui istri pelaku, Putu Ayu Septiani Dewi. Diduga, korban Wirayantha dan Ayu Septiati sudah janjian bertemu, karena mereka terlibat asmara terlarang tanpa sepengetahuan Imran.

Betapa terkejutnya Imran karena saat pulang ke warung makannya, makam sekitar pukul 23.00 Wita, dia mendengar suara berisik mencurigakan dari dalam kamar. Suara si perempuan dia kenali sebagai suara istrinya, Ayu Septiati, dengan suara seorang pria. Akhirnya, pelaku tahu bahwa pria mencurigakan di dalam kamar bersama istrinya adalah Wirayanta, yang notabene teman minumnya. Dalam keadaan marah, Imran langsung mengambil pisau dapur yang berada tidak jauh dari pintu rumahnya. Kemudian, pelaku Imran membacok korban Wirayanta membabibuta hingga tewas di tempat dalam kondisi bersimbah darah. Menurut pengakuan pelaku Imran, korban dibantai saat keluar puntu untuk kabur. Sebelum tewas mengenaskan, korban Wirayanta sempat berupaya melakukan perlawanan. Ayan satu anak balita usdia 1,5 tahun ini pun sempat bergumul dengan pelaku Imran.

Namun, korban akhirnya terkapar bersimbah darah dan tewas di tempat akibat luka parah di bagian leher dan kepala. Melihat korban Wirayanta roboh bersimbah darah, tersangka Imran justru ketakutan. “Saya bersama istri bersama ketiga anak yang masih kecil-kecil kemudian kabur ke rumah kerabat di Desa Samplangan, Gianyar,” tutur tersangka Imran di Mapolres Klungkung, Jumat (6/12). Dari rumah kerabatnya di Desa Samplangan, pelaku Imran kemudian menyerahkan diri ke Polres Gianyar. Selanjutnya, Polres Gianyar berkoordinasi dengan Polres Klungkung. Pelaku Imran kemudian digelandang ke Mapolres Klungkung. Setelah Pelaku Imran dan istrinya diamankan, penyidik Polres Klungkung kemudian terjun ke lokasi TKP di warung makan milik tersangka. Saat itulah ditemukan korban Nyoman Wirayanta yang sudah dalam kondisi tewas bersimbah darah. Menurut Kasat Reskrim Polres Klungkung, AKP I Nyoman Supartha SH, jenazah korban Wirayanta langsung dibawa ke RS Sanglah, Denpasar untuk proses otopsi. Jenazah korban baru dipulangkan keluarganya ke rumah duka, Jumat sang.

“Dugaan sementara, kasus pembunuhan ini dipicu affair (perselingkuhan),” ungkap Supartha. Supartha menegaskan, Imran Syahroni langsung ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan istrinya, Putu Ayu Septiani, diperiksa selaku saksi. Menurut Supartha, tersangka Imran dijerat dengan Pasal 338 KUHP dan langsung ditahan karena ancaman hukumannya di atas 5 tahun. “Sejumlah barang bukti juga kita amankan, seperti pisau, sabit, dan sandal,” jelas Supartha. Hingga Jumat kemarin, tersangka Imran masih diperiksa intensif di Sat Reskrim Polres Klungkung. Demikian pula istrinya, Ayu Septiani. Hanya saja, pasangan suami istri dengan status berbeda ini diperiksa di ruangan terpisah. Sementara itu, suasana duka menyelimuti keluarga korban Nyoman Wirayanta di rumah duka di Banjar Pegatepan, Desa Gelgel, Jumat kemarin.

Dari pantauan jenazah korban pembantaian ini masih disemayamkan Bale Dangin rumah duka dengan ditutup kain langse (tirai), setelah dipulangkan dari RS Sanglah, Denpasar usai otopsi, kemarin siang. Puluhan keluarga dan kerabat serta krama sebanjar duduk di lantai Bale Bengong rumah duka, dengan raut muka sedih. Istri korban, Ni Ketut Artini, 25, belum bisa dimintai keterangannya karena masih shock. Matanya tampak sembab karena terus menangis, hingga kerabat harus memegangi dan menenangkannya. Menurut ayah korban, I Wayan Sueca, 65, jenazah almarhum Wirayanta rencananya akan dimakamkan di Setra Desa Pakraman Gelgel pada Saniscara Kliwon Krulut, Sabtu (7/12) ini.

Wayan Sueca mengaku sempat mendapat firasat buruk sebelum kematian tragis putranya. Firasat itu dirasakan melalui mimpi. “Dalam mimpi, anak saya terlihat berkelahi sengit,” tutur Wayan Sueca. Sedangkan keluarga korban, I Wayan Widia, yang menjabat sebagai Kelian Dinas Banjar Pegatepan, Desa Gelgel, menyatakan pihaknya menyerahkan penanganan kasus ini kepada kepolisian. Dia mengaku prihatin atas musibah maut yang menewaskan Wirayanta. “Sekarang kami berharap bagaimana yang lain ikut mendoakan yang telah tiada (almarhum),” ujar Wayan Widia.


sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Gunung Agung Status Awas, Area Steril 12 Km, Pengungsi Diperkirakan 100 Ribu Orang

Bupati Mas Sumantri saat kunjungi warganya yang mengungsi di Buleleng (kiri). Walikota IB Rai Mantra saat mengunjungi pengungsi di kawasan...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen