Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Demokrat Lobi Bupati Gde Agung

Demokrat Lobi Bupati Gde Agung

Written By Dre@ming Post on Senin, 04 November 2013 | 7:13:00 AM

Demokrat tetap pada keputusan rapat KRBB sebelumnya, Minggu (27/10), untuk mengusulkan empat nama kandidat calon PAW Wabup ke Bupati: Made Sudiana (Golkar), Nyoman Sukirta (Golkar), Ketut Subagia (Demokrat), dan Made Sudarta (politisi Hanura). “Sekarang Demokrat melakukan gerakan bawah tanah untuk menghadang Golkar. Ya, temui Bupati Gde Agung sekalian, sudah kepalang basah,” ungkap sumber tersebut saat ditemui dalam acara pelantikan Pengurus Forum Relawan Bali Mandara (Forbara) di Sekretariat Sekar Tunjung Denpasar, Minggu kemarin. Sumber yang wanti-wanti namanya tidak di korankan mengatakan, pecah koalisi Demokrat-Golkar saja terjadi di tingkat elite, gara-gara persoalan kisruh PAW Wabup Badung.
DENPASAR - Kisruh pergantian antar waktu (PAW) Wakil Bupati Badung Ketut Sudikerta---yang tinggalkan kursinya karena terpilih menjadi Wakil Gubernur Bali melalui Pilgub 2013---semakin memanas. Pasca jagonya terpental, Demokrat dikabarkan lakukan gerakan bawah tanah dengan menggerilya Bupati AA Gde Agung untuk dilobi agar tolak nama kader Golkar, Made Sudiana dan Nyoman Sukirta, sebagai calon PAW Wabup Badung.

Informasi yang dihimpun, Minggu (3/11), Demokrat berusaha menjegal Made Sudiana (anggota Fraksi Golkar DPRD Badung) dan Nyoman Sukirta (fungsionaris DPD I Golkar Bali), yang diajukan Koalisi Rakyat Badung Bersatu (KRBB) maju ke rapat paripurna DPRD Badung untuk dipilih sebagaui PAW Wabup. Keduanya coba dijegal lebih awal dalam seleksi oleh Bupati Gde Agung selaku user. Sumber menyebutkan, Demokrat balas dendam karena kader partai yang diajukannya sebagai kandidat calon PAW Wabup, Ketut Subagia, terpental melalui rapat pamungkas KRBB---koalisi parpol pengusung pasangan AA Gde Agung-Ketut Sudikerta di Pilkada Badung 2010---yang digelar Selasa (29/10) lalu.

Demokrat tetap pada keputusan rapat KRBB sebelumnya, Minggu (27/10), untuk mengusulkan empat nama kandidat calon PAW Wabup ke Bupati: Made Sudiana (Golkar), Nyoman Sukirta (Golkar), Ketut Subagia (Demokrat), dan Made Sudarta (politisi Hanura). “Sekarang Demokrat melakukan gerakan bawah tanah untuk menghadang Golkar. Ya, temui Bupati Gde Agung sekalian, sudah kepalang basah,” ungkap sumber tersebut saat ditemui dalam acara pelantikan Pengurus Forum Relawan Bali Mandara (Forbara) di Sekretariat Sekar Tunjung Denpasar, Minggu kemarin. Sumber yang wanti-wanti namanya tidak di korankan mengatakan, pecah koalisi Demokrat-Golkar saja terjadi di tingkat elite, gara-gara persoalan kisruh PAW Wabup Badung.

Namun, Demokrat sudah siap dengan segala risiko demi harga diri di Badung. ”Bisa pecah koalisi sampai level atas, tapi tak masalah. Demokrat sudah gerak menemui Bupati Gde Agung Mereka supaya nama Sudiana dan Sukirta tidak diajukan ke rapat paripruna DPRD Badung (guna dipilih sebagai Wabup dengan status PAW),” tegas sumber tersebut. Merenggangnya hubungan Demokrat dan Golkar juga terasa saat acara pelantikan pengurus Forbara di Sekretariat Sekar Tunjung Center (STC) Denpasar, Minggu kemarin. Demokrat dan Golkar yang sama-sama pengusung Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta (Guibernur-Wakil Gubernur hasil Pilgub Bali 2013) sepertinya terlibat perang dingin.

Dalam acara di STC Denpasar kemarin, hadir pula Sekretaris DPD I Golkar Bali Komang Purnama dan Ketua DPD II Golkar Buleleng, Nyoman Sugawa Korry. Demikian pula Ketua OKK DPD Demokrat Bali Ketut Ridet yang hadir bersama Ketua I DPD Demokrat Bali, Nengah Pringgo. Begitu acara bubaran, Komang Purnama vs Ketut Ridet sempat berselisih paham soal kisruh PAW Wabup Badung. “Sekarang bisa diklarifikasi mumpung ada media,” tantang Purnama kepada Ketut Ridet. “Tidak usah dibahas, pecah kongsi nggak apa-apa,” jawab Ketut Ridet. Ketegangan Purnama vs Ketut Ridet dilerai oleh Nengah Pringgo, dengan meminta media supaya tidak membesar-besarkan masalah ini. ”Teman-teman wartawan, tolong jangan dibesar-besarkan itu,” tandas Nengah Pringgo. Begitu Nengah Pringgo dan Ketut Ridet pergi, Purnama kepada mengatakan, proses PAW Wabup Badung tetap. Purnama mengaku sudah menelepon Ketua DPD Demokrat Bali, Made Mudarta. Kepada Mudarta, Purnama menegaskan bahwa kursi Wabup Badung adalah jatah Golkar. “Ketut Sudikerta (yang tinggalkan kursi Wabup Badung) adalah kader Golkar.

Sedangkan Gde Agung adalah representasi Demokrat dalam koalisi (KRBB). Ya, jelas kursi Wabup Badung itu jatah Golkar,” tegas Purnama. Menurut Purnama, Golkar akan kawal proses hingga kursi PAW Wabup Badung aman jaruh ke kader Beringin. Jika tidak ada halangan, kata dia, DPD I Golkar Bali dan DPD II Golkar Badung akan merapatkan barisan, Senin (4/11) ini. Purnama menegaskan, pihaknya memang sudah mencium ada upaya gerakan bawah tanah untuk menjegal naiknya Made Sudiana atau Nyoman Sukirta naik ke kursi Wabup Badung. Sementara itu, tim verifikasi bentukan Bupati Badung rencananya akan melakukan verifikasi dua nama kandidat calon PAW Wabup yang diajukan KRBB, Made Sudiana dan Nyoman Sukirta, Senin ini. Hal itu diakui Ketua Tim Verifikasi PAW Wabup yang Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Badung, Kompyang R Swandika, Minggu kemarin.

Kompyang Swandika menegaskan, tim verivikasi yang dipimpinnya hanya sebatas membantu memverifikasi secara adminitratif dan melakukan faktualisasi berkas yang diajukan KRBB. Sedangkan keputusan terkait calon PAW Wabup tetap berada di tangan Bupati Gde Agung. Yang jelas, kata Kompyang Swandika, pihaknya tidak akan terpengaruh dengan gonjang-gonjang di luar sana menyangkut perseteruan Golkar vs Demokrat. “Kami tetap akan bekerja secara prosedural dan normatif.

Artinya, bekeerja sesuai dengan aturan yang berlaku,” tandas Kompyang saat dikonfirmasi secara terpisah, Minggu kemarin. Paparan serupa juga disampaikan Sekretaris Tim Verifikasi PAW Wabup Badung, I Made Witna. Birokrat yang Kepala Kesbangpollinmas Badung ini menegaskan, tim verifikasi tidak memiliki kewenangan mutlak, karena keputusan ada di tangan Bupati. “Kewenangan tim verifikasi adalah membantu mengamati dan mencermati secara adminsitratif, apakah calon yang diusulkan sesuai persyaratan. Selain itu, juga membantu lakukan verifikasi faktual, seperti KTP, apakah sesuai aslinya,” papar Made Witna.


sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Guru Piduka Dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih Mohon GA Tak Meletus

Ritual guru piduka di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (18/11) Di...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen