Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Pelantikan Gubernur Dipending

Pelantikan Gubernur Dipending

Written By Dre@ming Post on Senin, 12 Agustus 2013 | 6:59:00 AM

“Mendagri saat itu (28 Agustus) disebutkan mendampingi Presiden SBY saat acara peresmian Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri Jatinangor. Setelah memenangkan Pilgub Bali 2013, beredar isu ancaman sabotase alias penggagalan pelantikan Mangku Pastika-Sudikerta sebagai Gubernur-Wakil Gubernur. Bahkan, Komisi I DPRD Bali menanggapi serius isu sabotase pelantikan ini, dengan melakukan koordinasi ke kepolisian
DENPASAR - Sempat beredar isu upaya penggagalan, pelantikan Gubernur-Wakil Gubernur terpilih hasil Pilgub Bali 2013 akhirnya benar-benar batal dilaksanakan 28 Agustus nanti. Pelantikan duet Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta sebagai Gubernur Bali 2013-2018 ditunda sampai waktu yang belum diketahui.

Informasi dipending (ditunda)-nya pelantikan Gubernur-Wakil Gubernur terpilih hasil Pilgub Bali, 15 Mei 2013, ini disampaikan langsung Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali, I Ketut Teneng, Minggu (11/8). Menurut Ketut Teneng, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah memberitahukan perihal batalnya pelantikan Gubernur-Wakil Gubernur terpilih per 28 Agustus 2013 ini. Kenapa pelantikan dipending? Versi Ketut Teneng, Kemendagri menyampaikan pada 28 Agustus 2013 nanti bertepatan dengan acara peresmian Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri Jatinangor, Jawa Barat. Karenanya, Mendagri Gumawan Fauzi saat itu tidak bisa menghadiri dan melakukan pelantikan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta melalui Sidang Paripurna Istimewa DPRD Bali. “Mendagri saat itu (28 Agustus) disebutkan mendampingi Presiden SBY saat acara peresmian Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri Jatinangor.

Jadi, Mendagri tidak mungkin bisa hadir ke Bali untuk melakukan pelantikan Gubernur-Wakil Gubernur terpilih,” ujar Ketut Teneng. Sayangnya, lanjut Ketut Teneng, sejauh ini belum ada pemberitahuan sampai kapan pelantikan Gubernur-Wakil Gubernur diundur. Pihak Kemendagri hanya menyatakan pelantikan diundur, tanpa disebut kapan waktunya. “Kami akan cek lagi informasinya,” terang birokrat asal Desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng Timur ini. Bahkan, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Bali, Tjokorda Ngurah Pemayun, secara khusus akan diutus terbang ke Jakarta, Senin (12/8) ini, untuk menemui Mendagri Gumawan Fauzi. Tjuannya, buat memastikan kebenaran informasi penundaan pelantikan Gubernur-Wakil Gubernur terpilih dan sampai kapan mundurnya. “Besok, Senin, 12 Agustus 2013, Pak Sekprov (Tjokorda Nguerah Pemayun) akan menemui Mendagri di Jakarta.

Bagaimana hasilnya, ya tunggu saja. Setelah ada hasil dari pertemuan dengan Mendagri, pasti akan disampaikan ke media,” ujar Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Bali, Pande Putu Malihana, saat dikonfirmasi secara terpisah, Minggu kemarin. Apakah mungkin perubahan jadwal pelantikan Gubernur-Wakil Gubernurterpilih ini terkait dengan isu demo besar-besaran dan upaya penggagalan sebelumnya? Menurut Pande Malihana, sejauh ini pihaknya belum ada dapat pemberitahuan apa pun tentang jadwal pelantikan tanggal 28 Agustus 2013. “Sampai sekarang belum ada perubahan. Demo-demo juga tidak ada. Makanya, tunggu saja hasil penelusuran Pak Sekprov ke Jakarta,” tegas mantan Ketua KNPI Bali ini.

Sementara itu, Ketua DPRD Bali AA Ngurah Oka Ratmadi alias Cok Rat mengatakan usulan pemberhentian pasangan Made Mangku Pastika-AA Ngurah Puspayoga selaku Gubernur-Wakil Gubernur 2008-2013, sudah dikirimkan ke Presiden. Menurut Cojk Rat, usulan pemberhentian itu sudah merupakan keputusan sidang paripurna DPRD Bali. Hanya saja, soal kapan pelantikan psangan Mangku Pastika-Sudikerta selaku Gubernur-Wakil Gubernur Bali 2013-2018, kata Cok Rat, itu tergantung Presiden dan Mendagri. “Soal jadwal pelantikan, itu ‘kan tergantung pusat. Sebab, yang melantik Gubernur-Wakil Gubernur adalah Mendagri atas nama Presiden,” tegas Cok Rat yang notabene Ketua DPD PDIP Bali secara terpisah di Denpasar, Minggu kemarin.

Paket Mangku Pastika-Sudikerta alias Pasti-Kerta merupakan Cagub-Cawagub yang diusung Koalisi Bali Mandara (Golkar-Demokrat-Gerindra-PNBKI-Hanura-PKPB-PKPI-Pakar Pangan-PAN) di Pilgub Bali, 15 Mei 2013. Dalam tarung head to head melawan pasangan AA Puspayoga-Dewa Sukrawan alias PAS (diusung PDIP bersama PKS), Pasti-Kerta unggul tipis dengan raihan 50,02 persen suara atau hanya selisih 996 suara dari PAS. Pasti-Kerta unggul di 4 kabupaten yakni Buleleng, Karangasem, Badung, dan Klungkung. Sementara PAS kuasai 5 daerah: Denpasar, Tabanan, Gianyar, Jembrana, dan Bangli. Namun, Pasti-Kerta tetap unggul suara karena menang di daerah dengan jumlah pemilih besar, kecuali Klungkung.

Setelah memenangkan Pilgub Bali 2013, beredar isu ancaman sabotase alias penggagalan pelantikan Mangku Pastika-Sudikerta sebagai Gubernur-Wakil Gubernur. Bahkan, Komisi I DPRD Bali menanggapi serius isu sabotase pelantikan ini, dengan melakukan koordinasi ke kepolisian.


sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

GA Tipe Tertutup, Fase Letusan Freatik, Freatomagmatik, Terakhir Magmatik

Penampakan Gunung Agung dari Pos Pantau Gunung Api Agung, Rendang, Karangasem, Rabu (22/11/2017) sore (grafis) 3 Kali Tremor Menerus Te...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen