Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Tebing Longsor, 170 KK Terisolasi

Tebing Longsor, 170 KK Terisolasi

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 13 Juli 2013 | 9:08:00 AM

Petugas BPBD bahu membahu dengan aparat kepolisian Polsek Selat dan jajaran TNI dari Koramil Selat membersihkan material longsoran, bersama masyarakat sekitar. Akhirnya, upaya petugas membuahkan hasil, Jumat siang, ketika akses jalan berhasil dibuka, 170 KK pun terlepas dari isolasi. ”Akses jalan sudah terbuka, kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Apalagi, selain menyebabkan kerusakan rumah dan tiga unit sepeda motor, seekor babi milik warga juga tertimbun longsor,” ujar Kepala BPBD Karangasem, Nyoman Sutirtayasa. Menurut Sutirtayasa, dalam kurun sepekan terakhir sedikitnya terjadi longsor di 13 titik di Karangasem. (Gbr Ist)
AMLAPURA - Bencana longsor terjadi di Banjar Dalem, Desa Duda, Kecamatan Selat, Karangasem, Kamis (11/7) malam. Akibat longsornya tebing setinggi 30 meter ini, 170 kepala keluarga (KK) terisolasi. Bahkan, satu keluarga nyaris tewas dalam bencana longsor yang juga menyebabkansebuah rumah dan tiga sepeda motor remuk ini.

Satu keluarga yang nyaris tewas dalam bencana longsor, Kamis malam pukul 19.00 Wita ini, adalah I Wayan Nesa, 40, bersama istri dan anaknya. Tebing setinggi 30 meter yang longsor malam itu memang menerjang rumah keluarga Wayan Nesa. Beruntung, Wayan Nesa dan keluarganya selamat dari maut, karena berhasil menjauh sebelum rumahnya remuk. Walhasil, hanya rumahnya yang hancur sebagian, di antaranya tembok kamar tidur bagian depan yang tertimbun material longsoran. Selain itu, tiga unit sepeda motor dan ternak babi juga tertimbun longsor. Menurut Wayan Nesa, tiga sepeda motor yang tertimbun longsor sebenarnya milik tetangga yang dititip di rumahnya. Sebelum musibah, Wayan Nese mengaku berada di rumah mertuanya sembari membantu memotong kayu. Saat itu, hujan sangat lebat, sehingga dia kandung (tak bisa pulang). Namun, karena merasa waswas atas kondisi rumahnya yang berada di bawah tebing setinggi 30 meter dengan struktur tanah yang labil, Wayan Nesa nekat pulang sembari menerobos hujan lebat.

Apalagi, dia khawatir keselamatan istri dan anaknya. Begitu tiba di halaman rumahnya, Wayan Nesa sempat mengamati tebing di atas rumah yang sempat longsor setahun lalu. Ternyata, saat dilihat, material tanah mulai berjatuhan pertanda akan terjadi longsor. Maka, secepat kilat Wayan Nesa menarik istri dan anaknya untuk diajak menjauh dari rumah buat menyelamatkan diri. “Tiba-tiba, tanah pijakan saya bergetar, disusul suara gemuruh menimpa rumah dan kandang babi. Saya tak sempat lagi menyelamatkan barang-barang,” tutur Wayan Nesa, Jumat (12/7). “Yang saya pikirkan saat itu bagaimana menyelamatkan diri, istri, dan anak,” Lanjutnya. Malam itu juga, Wayan Nese sekeluarga pilih mengungsi ke rumah tetangga, karena takut terjadi longsor susulan. “Untuk sementara kami belum berani tinggal di rumah. Kami masih trauma,” keluh Wayan Nesa. Bencana tebing longsor ini bukan hanya menimbulkan kerugian di rumah keluarga Wayan Nesa. Bahkan, warga Banjar Dalem yang berjumlah 170 KK juga terisolasi, karena karena material longsoran menimbun akses jalan menuju rumah mereka.

Mereka terisolasi sejak bencana menerjang Kamis malam hingga Jumat siang pukul 11.00 Wita, sebelum petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem terjun ke lokasi membersihkan material longsoran di sekitar rumah keluarga Wayan Nesa. Petugas BPBD bahu membahu dengan aparat kepolisian Polsek Selat dan jajaran TNI dari Koramil Selat membersihkan material longsoran, bersama masyarakat sekitar. Akhirnya, upaya petugas membuahkan hasil, Jumat siang, ketika akses jalan berhasil dibuka, 170 KK pun terlepas dari isolasi. ”Akses jalan sudah terbuka, kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Apalagi, selain menyebabkan kerusakan rumah dan tiga unit sepeda motor, seekor babi milik warga juga tertimbun longsor,” ujar Kepala BPBD Karangasem, Nyoman Sutirtayasa. Menurut Sutirtayasa, dalam kurun sepekan terakhir sedikitnya terjadi longsor di 13 titik di Karangasem. Titik lonsor tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Selat, Kecamatan Rendang, dan Kecamatan Sidemen.

”Sampai hari ini (kemarin) sedikitnya terjadi 13 longsoran di tiga kecamatan. Beruntung, tidak ada korban jiwa,” papar Sutirtayasa. Salah satu titik longsor terjadi di Banjar Kikian, Desa Sinduwati, Kecamatan Sidemen, Senin (8/7) malam pukul 23.00 Wita. Di kawasan ini, tembok penyengker Pura Dadia Arya Bang Sidemen dengan tinggi 5 meter ambruk sepanjang 30 meter, Senin malam sekitar pukul 23.00 Wita. Gara-gara ambruknya tembok penyengker pura, rumah keluarga I Nengah Dunung, 50, yang berada di sebelahnya ikut dihantam. Korban Nengah Dunung yang malam itu sedang tidur lelap, tertimpa tertimpa reruntuhan tembok kamarnya yang ambruk hingga terluka di kaki kiri dan lengan kanan. Bencana longsor lainnya terjadi di tikungan Banjar Iseh, Desa Sinduwati, Kecamatan Sidemen, Karangasem, Selasa (9/7) dinihari pukul 02.00 Wita. Longsor ini menyebabkan 15 pohon perindang tumbang menutupi badan jalan raya.

Bahkan, material longsoran sampai meluber ke selokan dan sawah. Titik longsor lainnya terjadi di Banjar Padangaji Kawan, Desa Peringsari, Kecamatan Selat. Longsor yang terjadi Senin petang pukul 18.00 Wita ini menumbangkan pohon kelapa hingga menutupi jalan raya. Akibat longsor di tikungan tanjakan dekat jembatan ini, sempat terjadi kemacetan arus lalulintas sepanjang 3 kilometer rute Kecamatan Selat-Kecamatan Rendang. Longsor juga terjadi di Tempek Bunteh, Banjar Sukawana, Desa Sebudi, Kecamatan Selat. Material longsoran yang disertau tercerabutnya rumpun bambu ini menimbun bangunan dapur milik keluarga I Wayan Dateng dan kamar kecil milik keluarga Ni Luh Darmiati. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Bencana longsor juga terjadi di Banjar Tegeh, Desa Amerta Bhuana, Kecamatan Selat, Senin malam pukul 21.00 Wita. Longsor di Banjar Tegeh ini menghancurkan seluruh palinggih sanggah keluarga I Ketut Kancrung, 75, hingga korban menderita kerugian material sekitar Rp 28 juta. Sementara itu, Bupati Karangasem Wayan Geredeg menyerahkan bantuan kepada korban bencana longsor di sejumlah lokasi, Jumat kemarin.

Bantuan yang diserahkan Bupati Geredeg berupa sembako, alat-alat dapur, selimut, dan bedah rumah. Penyerahan bantuan kemarin dilakukan Bupati Geredeg dengan menunjau langsung lokasi longsor, seperti di Banjar Juuk Legi (Desa Duda Timur, Kecamatan Selat), Banjar Kikian (Desa Sinduwati, Kecamatan Sidemen), Banjar Pakudansih (Desa Muncan, Kecamatan Selat), Banjar Benekasa (Desa Muncan), dan Banjar Babakan (Desa Peringsari, Kecamatan Selat). “Saya instruksikan BPBD Karangasem agar mendata kerugian dialami warga korban longsor, terutama bangunan yang rusak. Khusus untuk korban di Banjar Pakudansih, dapat bantuan bedah rumah,” ujar Bupati Geredeg. Menurut Bupati Geredeg, korban bencana di Banjar Pakudasih, Desa Muncan, keluarga Ni Putu Mudayana, menderita kerugian cukup besar karena rumahnya roboh diterjang longsor. Padahal, korban bencana ini termasuk dalam keluarga miskin. “Korban itu layak dapat bedah rumah, karena gubuk yang diamuk longsor itulah satu-satunya milik yang bersangkutan,” katanya. 


sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Gunung Agung Status Awas, Area Steril 12 Km, Pengungsi Diperkirakan 100 Ribu Orang

Bupati Mas Sumantri saat kunjungi warganya yang mengungsi di Buleleng (kiri). Walikota IB Rai Mantra saat mengunjungi pengungsi di kawasan...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen