Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Para Kasek Buleleng Diancam Badai Mutasi

Para Kasek Buleleng Diancam Badai Mutasi

Written By Dre@ming Post on Senin, 15 Juli 2013 | 7:00:00 AM

“Saya jamin, mutasi yang sekarang bersih. Kalau dulu, ketika saya baru menjabat Bupati, saya masih meraba-raba dan banyak kepentingan dalam mutasi. Tapi, sekarang saya jamin tidak ada kepentingan dari mana pun. Ini murni demi kemajuan pendidikan Buleleng,” tandas Bupati asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Buleleng ini. Karena memang tidak ada kepentingan dari mana pun, maka Bupati Agus Suradnyana pun siap menerima risiko atas hasil akhir kebijakannya memutasi para Kasek kali ini. Nah, untuk mengurangi risiko atas kebijakannya, kata Bupati, nantinya akan dilakukan evaluasi setiap 3 bulan sekali terhadap para Kasek yang ditunjuk memimpin sekolah. “Ya, nanti kita evaluasi setiap 3 bulan para Kasek tersebut. Kalau hasilnya baik, kita lanjutkan kepemimpinannya di sekolah bersangkutan. Sebaliknya, kalau hasilnya tidak baik, kita akan pikirkan kebijakan lain,” tegas mantan Ketua Komisi III DPRD Bali tiga kali periode yang belum genap setahun menjabat Bupati Buleleng ini.
SINGARAJA - Gelombang mutasi besar-besaran ancam para kepala sekolah (Kasek) di Kabupaten Buleleng. Para Kasek dihantam mutasi besar-besaran gara-gara jebloknya nilai ujian nasional (UN) tahun ajaran 2012/2013 untuk semua jenjang (SD, SMP, SMA/SMK). Bahkan, untuk tingkat SMP dan SMA, nilai UN rata-rata siswa di Buleleng paling jeblok se-Bali.

Rencana badai mutasi para Kasek ini diungkapkan langsung Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, di sela-sela menghadiri acara pelantikan pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISIE) di Singaraja, Sabtu (13/7). Menurut Bupati Agus Suradnyana, mutasi para Kasek tersebut rencananya akan dilakukan, Senin (15/7) ini. “Karena ini ada yang salah, maka saya lakukan mutasi para kepala sekolah,” tandas Bupati Agus Suradnyana. Dia menegaskan, mutasi para Kasek kali ini murni karena kemauannya selaku Bupati Buleleng dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Gumi Panji Sakti. Bupati Agus Suradnyana menjamin tidak ada unsur kepentingan dari perseorangan maupun kelompok dalam gelombang mutasi para Kasek kali ini.

“Saya jamin, mutasi yang sekarang bersih. Kalau dulu, ketika saya baru menjabat Bupati, saya masih meraba-raba dan banyak kepentingan dalam mutasi. Tapi, sekarang saya jamin tidak ada kepentingan dari mana pun. Ini murni demi kemajuan pendidikan Buleleng,” tandas Bupati asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Buleleng ini. Karena memang tidak ada kepentingan dari mana pun, maka Bupati Agus Suradnyana pun siap menerima risiko atas hasil akhir kebijakannya memutasi para Kasek kali ini. Nah, untuk mengurangi risiko atas kebijakannya, kata Bupati, nantinya akan dilakukan evaluasi setiap 3 bulan sekali terhadap para Kasek yang ditunjuk memimpin sekolah. “Ya, nanti kita evaluasi setiap 3 bulan para Kasek tersebut. Kalau hasilnya baik, kita lanjutkan kepemimpinannya di sekolah bersangkutan. Sebaliknya, kalau hasilnya tidak baik, kita akan pikirkan kebijakan lain,” tegas mantan Ketua Komisi III DPRD Bali tiga kali periode yang belum genap setahun menjabat Bupati Buleleng ini.

Lalu, siapa saja Kasek yang terancam dimutasi? Hingga saat ini, belum diketahui sekolah mana saja di Buleleng yang akan diganti Kaseknya. Yang jelas, badai mutasi hanya menyasar sekolah-sekolah yang nilai rata-rata UN siswanya jeblok tahun 2012/2013 kemarin, baik SD, SMP, SMA, maupun SMK. Dari data yang diperoleh di Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, jumlah sekolah negeri di Gumi Panji Sakti untuk semua tingkatan mencapai sekitar 500 unit. Jumlah Kasek sekolah negeri di Buleleng pun mencapai sekitar 500 orang. Rinciannya, SD Negeri di Buleleng tercatat 482 unit, SMP Negeri sebanyak 50 unit, SMA Negeri sebanyak 16 unit, dan SMK Negeri mencapai 9 unit.

Sekolah negeri ini tersebar di 9 kecamatan, yakni Kecamatan Sukasada, Kecamatan Tejakula, Kecamatan Kubutambahan, Kecamatan Sawan, Kecamatan Buleleng, Kecamatan Banjar, Kecamatan Seririt, Kecamatan Gerokgak, dan Kecamatan Busungbiu. Berdasarkan pengumuman kelulusan hasil UN tahun ajaran 2012/2013 lalu, Buleleng menempati urutan teratas jumlah siswa yang tidak lulus untuk tingkat SMP dan SMA/SMK. Hasil kajian Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Pemprov Bali juga menunjukkan standar kompetensi kelulusan siswa di Buleleng masih rendah. Buleleng sendiri mencatat prestasi paling jeblok dalam UN SMP tahun ajaran 2012/2013. Bayangkan, dari total 230 siswa SMP di Bali yang tidak lulus UN tahun ini, 182 orang di antaranya (79,13 pesren) berada di Buleleng. Karangasem menduduki peringkat jeblok kedua setelah Buleleng di mana 30 siswanya tidak lulus UN SMP.

Sedangkan Bangli di peringkat jeblok ketiga dengan 11 siswanya tidak lulus UN SMP tahun ini, disusul Denpasar (3 siswa tak lulus UN), serta Klungkung, Jembrana, Tabanan, dan Badung (masing-masing 1 siswa dinyatakan tidak lulus UN). Dari 182 siswa di Buleleng yang tidak lulus UN tahun ini, sebagian besar tersebar di empat sekolah yakni SMPN 1 Kubutambahan (45 orang), SMPN 3 Gerokgak (27 orang), SMPN 2 Kubutambatan (23 orang), dan SMPN 2 Sukasada (sebanyak 10 orang). Perlu dicatat, peserta UN di SMPN 1 Kubutambahan tahun ini mencapai 270 orang. Kadisdikpora Buleleng, Dewa Ketut Manuaba, berdalih banyaknya siswa SMP yang tidak lulus tahun ini kemungkinan karena terkendala materi soal UN sebanyak 20 paket.

“Kalau pastinya kita belum tahu, tapi bisa jadi penyebabnya karena 20 paket soal. Kalau dulu kan paket soalnya lebih sedikit,” ujar Ketut Manuaba. Sedangkan Bupati Agus Suradnyana kala itu menyebut siswa dan para guru SMP di daerahnya sudah bekerja keras untuk mendapatkan hasil maksimal. Sebelum UN SMP digelar, Bupati sudah mengingatkan Disdikpora Buleleng untuk bekerja keras bersama sekolah-sekolah. “Apalagi, topografi wilayah Buelelng yang luas cukup berat dan banyak sekolah yang lokasinya jauh dari jangkauan siswa, sehingga materi pendidikan tidak terdistribusi secara maksimal,” tandas Bupati. Namun, apa pun, ke depan Disdikpora Buleleng harus mampu mencari format yang baik untuk meningkatkan kualitas pendidikan.


sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Terjadi Letusan Gunung Agung 21 November 2017 pukul 17:05 WITA

Gunung Agung Terjadi letusan Gunung Agung pada pukul 17:05 WITA. Letusan diawali oleh Gempa Tremor Low-Frequency. Asap teramati berteka...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen