Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Golkar Payangan Bergolak

Golkar Payangan Bergolak

Written By Dre@ming Post on Jumat, 31 Mei 2013 | 4:44:00 AM

Sebelum nglurug ke Kantor DPD I Golkar Bali, Tangkas Wiraguna bersama massa pendukungnya kemarin pagi lebih dulu mendatangi Kantor DPD II Golkar Gianyar yang berklokasi di sebelah selatan Terminal Kebo Iwa. Namun, karena aspirasinya tersumbat di DPD II Golkar Gianyar lantaran tidak bisa menemui pengurus teras, mereka akhirnya nglurug ke DPD I Golkar Bali. Dari pantauan, Tangkas Wiraguna dan 60 massa pendukungnya dari Kecamatan Payangan kemarin mendatangi Kantor DPD II Golkar Gianyar dengan konvoi naik 6 unit mobil pick up dan 3 mobil station. Sebelum masuk halaman Kantor DPD II Golkar Gianyar, mereka membentangkan spanduk warna kuning yang bertulis ‘Pendukung Setia Ketut Tangkas Wiraguna, Tolong Dengarkan Aspirasi Kami’.Gbr Ilustrasi
Pergolakan terjadi di internal Golkar pasca Pilgub Bali 2013, yang dipicu masalah pencalegan untuk Pileg 2014. Setidaknya 60 kader Beringin dari Payangan, Gianyar mendatangi Kantor DPD I Golkar Bali, Jalan Suparati No 9 Denpasar, Kamis (30/5) siang, untuk protes soal tidak diajukannya Ketua Harisn Pengurus Kecamatan (PK) Golkar Payangan, Ketut Tangkas Wiguna, sebagai caleg. DPD I Golkar Bali pun putuskan panggil Ketua DPD II Golkar Gianyar, Made Dauh Wijana, untuk menjelaskan duduk persoalan.

Ketut Tangkas Wiraguna, politisi Beringin asal Desa Buahan, Kecamatan Payangan juga ikut nglurug bersama massa pendukungnya ke Kantor DPD I Golkar Bali, Kamis kemarin. Mereka diterima Wakil Ketua DPD I Golkar Bali I Gusti Putu Wijaya, didampingi Sekretaris DPD I Golkar Komang Purnama. Dalam pertemuan kemarin, Tangkas Wiraguna beradu argumentasi, karena namanya dicoret dari kandidat caleg untuk kursi DPRD Gianyar Dapil Payangan-Tegallalang ke Pileg 2014. Padahal, dia sukses memenangkan pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta alias Pasti-Kerta (Cagub-Cawagub yang diusung Golkar bersama Koalisi Bali Mandara) dengan70 persen suara di kandangnya, Banjar Susut, Desa Buahan dalam Pilgub Bali, 15 Mei 2013 lalu.

Sebelum nglurug ke Kantor DPD I Golkar Bali, Tangkas Wiraguna bersama massa pendukungnya kemarin pagi lebih dulu mendatangi Kantor DPD II Golkar Gianyar yang berklokasi di sebelah selatan Terminal Kebo Iwa. Namun, karena aspirasinya tersumbat di DPD II Golkar Gianyar lantaran tidak bisa menemui pengurus teras, mereka akhirnya nglurug ke DPD I Golkar Bali. Dari pantauan, Tangkas Wiraguna dan 60 massa pendukungnya dari Kecamatan Payangan kemarin mendatangi Kantor DPD II Golkar Gianyar dengan konvoi naik 6 unit mobil pick up dan 3 mobil station. Sebelum masuk halaman Kantor DPD II Golkar Gianyar, mereka membentangkan spanduk warna kuning yang bertulis ‘Pendukung Setia Ketut Tangkas Wiraguna, Tolong Dengarkan Aspirasi Kami’.

Massa yang semuanya mengenakan busana adat madya sempat melampiaskan kekecewaan dengan berteriak-teriak. Namun, tidak ada seorang pun pengurus DPD II Golkar Gianyar berada di tempat untuk menemui mereka. Karena aspirasinya tersumbat di DPD II Golkar Gianyar, mereka langsung meluncur ke Denpasar untuk sampaikan aspirasi di Kantor DPD I Golkar Bali. Menurut Tangkas Wiraguna, dia beserta massa pendukungnya dari Golkar Payangan kecewa berat karena dicoret dari daftar caleg sementara (DCS) kursi DPRD Gianyar ke Pileg 2014. “Padahal, kami sudah bekerja keras memenangkan Pasti-Kerta hingga sukses mengalahkan PAS (AA Puspayoga-Dewa Sukrawan) di Payangan dalam Pilgub Bali 2013,” tandas Tangkas Wiraguna.

Sementara, saat menyampaikan aspirasi di Kantor DPD I Golkar Bali, kemarin siang, Tangkas Wiraguna ngotot mempertanyakan kenapa dirinya terpental dari pencalegan. Padahal, dirinya telah mengabdi dan ‘berkeringat’ di Golkar, bahkan sukses memenangkan Pasti-Kerta dengan 70 persen suara di desanya dalam Pilgub Bali 2013. Sebelum namanya dicoret dalam daftar yang disetorkan Golkar ke KPU, 22 Mei 2013, Tangkas Wiraguna masuk DCS DPRD Gianyar dari Dapil V (Kecamatan Payangan-Kecamatan Tegallalang) untuk Pileg 2014. Tapi, setelah sukses memenangkan Pilgub Bali, namanya malah terpental dari pencalegan. “Di desa saya yakni Desa Buahan, Pasti-Kerta menang telak 70 persen suara.

Tapi, kenapa saya dicoret?” ujar Tangkas Wiraguna. “Kami menyampaikan aspirasi ini ke sini (DPD I Golkar Bali) untuk protes dan minta agar DCS bisa dikoreksi lagi,” sambung salah satu kader pendukungnya, Wayan Sudarsa. Tangkas Wiraguna minta kejelasan, karena selama ini dirinya tidak pernah diberitahu soal alasan pencoretan dari DCS. Padahal, sebelumnya sempat ada pemberitahuan bahwa perolehan suara Pasti-Kerta di masing-masing desa dan banjar akan dijadikan patokan untuk menentukan nasib para kandidat caleg. Menanggapi protes Tangkas Wiraguna, Wakil Ketua DPD I Golkar Bali, IGP Wijaya, menyatakan penentuan DCS maupun DCT (daftar caleg tetap) ada pada Tim 11 yang terbentuk di setiap kabupaten/kota. “Jadi, kalau dicoret dari DCS, bukan kami di provinsi (DPD I Golkar) yang mencoretnya, tapi kewenangan itu ada di kabupaten.

Merekalah yang menggodok nama-nama DCS,” jelas mantan Ketua DPD II Golkar Tabanan ini. Menurut Wijaya, dalam perekrutan DCS, ada banyak pertimbangan yang dilakukan sebelum namanya masuk kandidat caleg. “Di antaranya, menyangkut ketokohan, tingkat pendidikan, kadar kekaderan, dan sebagainya. Semua itu ada poinnya. Setelah itu, poin-poinnya dijumlaghkan. Nah, yang tertinggi poinnya itu pasti masuk DCS,” kata Wijaya diamini Sekretaris DPD I Golkar Bali, Komang Purnama. Sedangkan Komang Purnama menegaskan pihaknya tidak begitu saja mengikuti pengaduan sepihak dari kubu Tangkas Wiraguna. Menurut Purnama, harus juga ditelusuri akar persoalannya, sehingga masalah ini bisa diputuskan secara jernih dan sesuai dengan mekanisme.

“Makanya, kami di Tim 11 (yang bertugas dalam penyusunan DCS) akan rapat dulu. Laporan Tangkas Wiraguna akan kita ditelusuri apa masalahnya, kenapa dia tidak masuk DCS?” ujar Purnama usai pertemuan di Kantor DPD I Golkar, Kamis kemarin. Menurut Purnama, berdasarkan pengakuan Tangkas Wiraguna, DPD II Golkar Gianyar juga tidak menjelaskan alasan penggusuran namanya. Karena itu, Kertua DPD II Golkar Gianyar, Made Dauh Wijana (kader asal Tegallalang) akan dipanggil ke DPD I Golkar Bali. “Kita akan panggil Ketua DPD II Golkar Gianyar untuk menayakan kenapa kader seperti Tangkas Wiraguna tidak diajukan ke Pileg 2014? Tapi, Tim 11 harus rapat dulu, setelah itu barulah kita panggil Made Dauh Wijana,” tegas Purnama.

Sementara itu, Korwil Gianyar DPD I Golkar Bali, Dewa Ngakan Rai Budiasa, mengatakan prosedur penyusunan caleg mekanismenya berasal dari usulan di bawah. “Usulan dari bawah. Bagi kami selaku kader partai, ya aturan itu harus ditegakkan,” ujar Rai Budiasa yang notabene Ketua Bidang Organisasi DPD I Golkar Bali saat dikonfirmasi secara terpisah, Kamis kemarin. ”Ya, tunggulah nanti keputusan DPD I Golkar Bali, yang akan melakukan pembahasan terlebih dulu. Karena, begitu aspirasi Tangkas Wiraguna disampaikan, DPD I Golkar akan panggil Ketua DPD II Gianyar. Bagi kami itu saja, aturan partai harus dihormati,” lanjut politisi Golkar asal Desa Melinggih Kelod, Kecamatan Payangan, Gianyar ini. Selain di internal Golkar, kubu PDIP di Gianyar juga diwarnai pergolakan pasca Pilgub Bali 2013.

Bedanya, kader PDIP dari kawasan Payangan dan Desa Keramas (Kecamatan Blahbatuh) tuntut induk partainya tegakkan pakta integritas dengan mencoret figur DCS yang gagal memenangkan PAS (Cagub-Cawagub yang diusung PDIP) di kandangnya saat Pilgub Bali 2013. Kader PDIP asal Desa Keramas, Ketut Purnama, protes keras karena justru terpental dari pencalegan, padahal dia sukses memenangkan PAS di desanya. Sekitar 40 kader PDIP asal Desa Keramas yang menamakan diri Koalisi Anti Politikus Busuk selaku pendukung Ketut Purnama pun sempat ngelurug ke Sekretariat DPC PDIP Gianyar di Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Senin (27/5) siang. Akhirnya, Ketut Purnama cukup nyaman setelah mendapat penjelasan memuaskan dari Ketua DPC PDIP Gianyar, Made Agus Mahayastra. Kala itu, Mahayastra menyatakan dirinya selaku pribadi dan lembaga PDIP sebetulnya ingin mengubah nama DCS. Namun, hal itu terlambat karena batas perubahan nama DCS di KPU paling lambat 22 Mei 2013.


sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Gunung Agung Status Awas, Area Steril 12 Km, Pengungsi Diperkirakan 100 Ribu Orang

Bupati Mas Sumantri saat kunjungi warganya yang mengungsi di Buleleng (kiri). Walikota IB Rai Mantra saat mengunjungi pengungsi di kawasan...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen