Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Tutik Maju ke Senayan

Tutik Maju ke Senayan

Written By Dre@ming Post on Jumat, 05 April 2013 | 8:32:00 AM

Tutik Kusumawardani benar maju ke Senayan, berarti persaingan berebut kursi DPR Dapil Bali di Pileg 2014 akan semakin keras. Sabab, Tutik---yang notabene istri Wakil Ketua DPRD Buleleng dari Fraksi Demokrat, Gede Dharmawijaya---bukan hanya bersaing dengan rekannya sesama kader Demokrat. Tutik juga akan bersaing dengan para caleg Srikandi dari parpol lain di Dapil Bali untuk memperebutkan jatah 9 kursi DPR.
Srikandi Demokrat asal Buleleng yang kini Ketua Komisi II DPRD Bali, Ni Putu Tutik Kusumawardani, disebut-sebut masuk daftar caleg sementara (DCS) untuk kursi DPR di Pileg 2014. Mantan Calon Bupati (Cabup) Buleleng di Pilkada 2012 ini akan bersaing dengan rekan separtainya seperti Jero Wacik (Menteri ESDM) dan Wayan Sugiana (kandidat incumbent yang kini anggota DPR) untuk berebut kursi di Senayan dari Dapil Bali.

Bocoran yang diperoleh NusaBali, Kamis (4/4), untuk memenuhi kuota perempuan 30 persen, Demokrat Bali juga mengusung satu Srikandi lagi dalam DCS kursi DPR ke Pileg 2014. Dia adalah Anak Agung Puspawati, Srikandi Demokrat asal Denpasar. Yang mengejutkan, kandidat incumbent Gede Pasek Suardika justru diisukan tidak lagi maju ke kursi DPR di Pileg 2014, melainkan beralih incar kursi DPD RI. Padahal, saat ini Pasek Suardika menjabat sebagai Ketua Komisi III DPR. Politisi muda asal Buleleng yang dikenal sebagai loyalis Ketua Umum DPP Demokrat Anas Urbaningrum ini sebelumnya naik ke kursi DPR hasil Pileg 2009 untuk menggantikan Jero Wacik yang terpilih sebagai Menteri, dengan status PAW.

Betulkah? Saat dikonfirmasi NusaBali, Ketua DPD Demokrat Bali Made Mudarta enggan merinci nama-nama kader terbaiknya yang diplot maju ke Senayan di Pileg 2014 mendatang. Menurut Mudarta, partainya memasang 4 kader laki-laki sebagai DCS ke DPR. Sedangkan untuk perempuan bahkan dipasang 5 orang, namun tak disebutkan siapa saja mereka. “Kami malah melebihi kuota 30 persen perempuan. Kami pasang 5 kader perempuan untuk incar kursi DPR ke Pileg 2014. Berarti, lebih dari 50 persen itu kader perempuan, bukan hanya 30 persen sesuai kuota,” tandas Mudarta, Kamis kemarin.

Sementara, jika Tutik Kusumawardani benar maju ke Senayan, berarti persaingan berebut kursi DPR Dapil Bali di Pileg 2014 akan semakin keras. Sabab, Tutik---yang notabene istri Wakil Ketua DPRD Buleleng dari Fraksi Demokrat, Gede Dharmawijaya---bukan hanya bersaing dengan rekannya sesama kader Demokrat. Tutik juga akan bersaing dengan para caleg Srikandi dari parpol lain di Dapil Bali untuk memperebutkan jatah 9 kursi DPR.

Belum lagi, Tutik harus bersaing dengan caleg laki-laki dari parpol lain yang rata-rata kuat, seperti Wayan Koster (kandidat incumbent dari Fraksi PDIP), Gede Sumarjaya Linggih alias Demer (kandidat incumbent dari Golkar), Made Urip (kandidat incumbent dari Fraksi PDIP), dan Nyoman Dhamantra (kandidat incumbent dari Fraksi PDIP). Informasi terkini yang diperoleh NusaBali, DPD PDIP Bali pasang dua kandidat caleg perempuan ke DPR di Pileg 2014. Mereka masing-masing I Gusti Agung Ariesyuni (Srikandi yang kini Kepala Sekretariat DPD PDIP Bali) dan Gusti Agung Ayu Astrid Kartika Putri (mantan caleg PDIP kursi DPR dalam Pileg 2009 lalu).

Partai terbesar kedua, Golkar, juga siapkan dua kader perempuan terbaiknya untuk berebut kursi DPR di Pileg 2014. Dua Srikandi Golkar ini masing-masing AA Sagung Anie Asmoro (Ketua KPPG Bali) dan Ayu Harni (pengurus DPD I Golkar Bali). Mereka akan bersaing dengan rekan separtainya seperti Gede Sumarjaya Linggih (anggota DPR dua kali periode yang kini Wakil Sekjen DPP Golkar) dan Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Ktua SOKSI Bali yang putra dari anggota Fraksi Golkar DPR I Gusti Ketut Adhi Putra).

Sebaliknya, Srikandi Golkar Dewa Ayu Sri Wigunawati pilih incar kursi DPD RI di Pileg 2014. Sri Wigunawati yang kini Ketua Bappilu DPD I Golkar Bali dan sekaligus Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Bali sebelumnya sempat maju sebagai caleg DPR di Pileg 2009, namun gagal lolos ke Senayan karena kalah bersaing dengan Sumarjaya Linggih dan IGK Adhiputra. Di sisi lain, DPD Hanura Bali pasang tokoh perempuan Wikanthi Yogie untuk incar kursi DPR di Pileg 2014. Wikanthi Yogie merupakan tokoh perempuan yang kini menjabat Sekjen Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Pusat. Wikanthi nantinya akan bersaing perebutkan tiket ke Senayan bersama deretan kader lelaki seperti Ketua DPD Hanura Bali, Gede Ngurah Wididana alias Pak Oles.

Menurut Pak Oles, Wikanthi selama ini tinggal di Jakarta. Untuk memenuhi kuota perempuan 30 persen, Demokrat Bali juga memasang dua kandidat caleg perempuan lagi untuk mendampingi Wikanti maju ke Senayan. “Tapi, saya lupa nama dua nama Srikandi Hanura itu,” jelas Pak Oles, Kamis kemarin. Di sisi lain, pendatang baru Partai NasDem pasang dua kandidat caleg perempuan untuk kursi DPR Dapil Bali di Pileg 2014. Mereka masing-masing Sri Rahma Dani Fitri (aktivis sosial asal Denpasar yang Wakil Ketua GM FKPPI Bali) dan AA Putu Sugiantiningsih (aktivis, artis, dan public speaking asal Denpasar). Keduanya akan bersaing dengan deretan kader laki-laki dari NasDem Bali untuk incar kursi di Senayan. Data yang diperoleh NusaBali, Kamis kemarin, NasDem juga pasang mantan politisi Golkar Ida Bagus Oka Gunastawa sebagai kandidat caleg DPR di Pileg 2014. Bahkan, mantan Kepala Bappeda Bali Made Adi Djaya juga masuk DCS kursi DPR dari NasDem Bali. Demikian pula mantan Ketua DPRD Bangli 1999-2004 dari Fraksi PDIP, Wayan Kaler Sudira. Kader lainnya lagi yang disiapkan NasDem Bali ke Senayan, di antaranya, Brigjen TNI (Purn) AA Gde Suardhana dan Nengah Widya Antara (mantan anggota Fraksi PDIP DPRD Tabanan).

Sementara itu, banyak kader perempuan berpotensi yang enggan maju sebagai caleg ke DPR di Pileg 2014, dengan berbagai alasan. Salah satu alasannya, perempuan terkesan ‘dihabisi’ laki-laki, selain juga tidak siap secara finansial. “Tiyang awalnya memang diplot maju ke DPR, tapi tiyang rasa lebih baik bertarung sebagai caleg di DPRD Bali saja,” ujar salah satu Srikandi partai besar di Bali yang enggan namanya dikorankan. Menurut dia, masih keras adanya upaya-upaya mencegah ‘perempuan kuat’ di pencalegan. “Mungkin politisi pria takut disaingi, maka yang dipasang sekarang terkesan asal comot, sekadar memenuhi kuota 30 persen saja,” imbuhnya. 

sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

GA Tipe Tertutup, Fase Letusan Freatik, Freatomagmatik, Terakhir Magmatik

Penampakan Gunung Agung dari Pos Pantau Gunung Api Agung, Rendang, Karangasem, Rabu (22/11/2017) sore (grafis) 3 Kali Tremor Menerus Te...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen