Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Dua Siswa Tewas Tenggelam di Sungai

Dua Siswa Tewas Tenggelam di Sungai

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 23 Maret 2013 | 8:21:00 AM

Gambar Ilustrasi - Tujuh temannya yang mandi di tepi sungai pun merasa yakin dua korban benar-benar tenggelam, sehingga mereka ikut panik. “Makanya, tujuh siswa yang selamat ini langsung bergegas mencari bantuan,” kata Sutina. Sebagian dari siswa selamat ini pergi dari lokasi musibah untuk mencari bantuan kepada warga sekitar.
NEGARA - Dua siswa Kelas I SMPN 2 Pekutatan, Jembrana tewas tenggelam saat mandi bersama di alur Sungai Tibu Dedari seusai kerja bakti dari sekolahnya, Jumat (22/3) pagi. Kedua korban tewas ini masing-masing I Putu Yogi Antara Putra, 13 (asal Banjar Temukus, Desa Asah Duren, Kecamatan Pekutatan) dan I Putu Eka Libra, 13 (asal Banjar/Desa Asah Duren, Kecamatan Pekutatan).

Alur Sungai Tibu Dedari di mana kedua siswa SMPN 2 Pekutantan ini tewas tenggelam berlokasi di perbatasan Desa Gumbrih (Kecamatan Pekutatan) dan Desa Pengeragoan (Kecamatan Pekutatan). Lokasinya tidak begitu jauh dari SMPN 2 Pekutatan. Saat musibah terjadi, korban Putu Yogi Antara Putra dan Putu Eka Libra mandi di Sungai Tibu Dedari bersama tujuh rekan sekelasnya dari SMPN 2 Pekutatan. Namun, tujuh rekan korban berhasil selamat dari maut karena mereka memilih mandi di tepi sungai. Sedangkan kedua korban tenggelam pilih mandi agak ke tengah, yang airnya mencapai kedalaman 3 meter.

Informasi yang dihimpun NusaBali di lapangan, sembilan (9) siswa SMPN 2 Pekutatan ini terjun ke lokasi musibah di alur Sungai Tibu Dedari, Jumat pagi sekitar pukul 08.30 Wita. Mereka langsung mandi seusai kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah di SMPN 2 Pekutatan. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Kanit Reskrim Polsek Pekutatan, Iptu I Gusti Komang Sutina, korban Putu Yogi Antara Putra dan Putu Eka Libra awalnya berangkat dan tiba di sekolah, Jumat pagi pukul 06.30 Wita. Bersama seluruh siswa Kelas I SMPN 2 Pekutatan lainnya, mereka sempat apel pagi di sekolah, dilanjut dengan kegiatan kerja bakti membersihkan halaman. “Sehabis kerja bakti, kedua korban bersama tujuh rekannya langsung memutuskan pergi ke sungai untuk mandi bersama,” jelas Gusti Komang Sutina mengutip keterangan tujuh siswa yang selamat dari maut. Begitu tiba di lokasi, korban Putu Yogi Antara Putra dan Putu Eka Libra langsung melepaskan pakaian seragam sekolahanya, lanjut terjun ke dalam sungai.

Sedangkan tujuh siswa lainnya masih pilih menunggu sejenak di tepi sungai. Sekitar 5 menit kemudian, barulah mereka ikut terjun ke sungai. Namun, berbeda dengan kedua korban, tujuh siswa yang terjun belakangan ini pilih mandi agak di tepi sungai. Sedangkan korban Putu Yogi Antara Putra dan Putu Eka Libra mandi agak ke delam di airan air sungai yang berkedalaman sekitar 3 meter. “Menurut keterangan rekan-rekannya, kedua korban tewas mandi ngumpul agak ke dalam,” ungkap Sutina. Baru beberapa menit mandi, tiba-tiba korban Putu Yogi Antara Putra dan Putu Eka Libra terlihat melambaikan tangannya ke atas permuakaan air sungai. Namun, tujuh siswa lainnya tidak menggubrisnya, karena dikira itu hanya main-main dan pura-pura tenggelam. Ternyata, kedua korban tenggelam sungguhan, karena tangan mereka yang sempat dilambaikan tidak kunjung muncul lagi di permukaan air sungai.

Tujuh temannya yang mandi di tepi sungai pun merasa yakin dua korban benar-benar tenggelam, sehingga mereka ikut panik. “Makanya, tujuh siswa yang selamat ini langsung bergegas mencari bantuan,” kata Sutina. Sebagian dari siswa selamat ini pergi dari lokasi musibah untuk mencari bantuan kepada warga sekitar. Sedangkan sebagian siswa lagi berupaya melakukan pertolongan secara manual. Caranya, mereka mengambil sebatang bambu, lalu dijulurkan ke dalam sungai dengan harapan bisa dipagai pegangan bagi kedua korban tenggelam untuk naik ke permukaan. Namun, usaha untuk menjulurkan batang bambu sia-sia. Pasalnya, korban Putu Yogi Antara Putra dan Putu Eka Libra tidak memberikan reaksi apa pun, karena sudah keburu lemas di dasar sungai tanpa kelihatan tubuhnya.

Setelah ditunggu beberapa lama, beberapa siswa yang keluar mencari bantuan datang mengajak seorang warga, I Kadek Nia, 40. I Kadek Nia yang tinggal tak jauh dari lokasi musibah di alur Sungai Tubu Dedari pun lansung terjun ke sungai dan menyelam, sebagai upaya memberikan pertolongan. Hasilnya, tubuh salah satu korban, yakni Putu Yogi Antara Putra, berhasil ditemukan di dasar sungai dan kemudian dievakuasi ke darat.

Namun sayangnya, korban Putu Yogi Antara Putra ditemukan sudah dalam kondisi tewas. Setelah korban Putu Yogi Antara ditemukan, datanglah Babin Kamtibmas Desa Pengeragoan, Aiptu I Gusti Ngurah Suartama, ke lokasi musibah di Sungai Tibu Dedari. Gusti Ngurah Suartama pun langsung menyelam ke dasar sungai untuk mencari korban satunya lagi, Putu Eka Libra. Akhirnya, korban Putu Eka Libra juga berhasil ditemukan di dasar sungai sudah dalam kondisi tewas. Setelah ditemukan tewas tenggelam, jasad kedua siswa kelas I SMPN 2 Pekutatan ini kemarin langsung dibawa Babin Kamtibmas Gusti Ngurah Suartana ke Puskesmas, dengan dibantu masyarakat sekitar, untuk proses pemeriksaan medis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar petugas medis Puskemas Pekutatan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh kedua korban. Dari hasil pemeriksaan luar tersebut, polisi menyimpulkan kedua korban murni meninggal akibat tenggelam di sungai. Hal ini diperkuat dengan kesaksian dari tujuh siswa lainnya yang selamat. Karena itu, polisi tidak lagi melakukan otopsi terhadap jenazah kedua korban. Apalagi, pihak keluarga korban juga menolak dilakukan otopsi. “Sebenarnya, kita sempat tawarkan untuk otopsi. Tapi, pihak keluarga korban menolak dilakukan otopsi, karena mereka yakni anaknya murni meninggal karena tenggelam,” papar Ipti Gusti Komang Sutina.

Menurut Sutina, jenazah kedua korban tewas tenggelam di sungai sudah diserahkan kepada keluarganya masing-masing, Jumat siang sekitar pukul 11.15 Wita, di Puskesmas Pekutatan. Oleh keluarganya, jenazah korban Putu Yogi Antara langsung dibawa ke rumah duka di Banjar Temukus, Desa Pakraman Asah Duren, Kecamatan Pekutatan. Sedangkan jenazah korban Putu Eka Libra dibawa keluarganya ke rumah duka di asal Banjar Asah Duren, Desa Pakraman Asah Duren. Belum diketahui, kapan jenazah kedua korban akan dimakamkan. Sementra itu, salah satu siswa Kelas I SMPN 2 Pekutatan yang ikut mandi bersama saat musibah terjadi, I Gede Duta Ananta, 13, mengakui kegiatan mandi di sungai tersebut sudah direncanakan jauh sebelumnya. Semula, kegiatan mandi di Sungai Tibu Dedari akan dilaksakanan pada Rabu (20/3).

“Namun, rencana mandi di sungai hari Rabu urung dilakukan lantaran ada kegiatan seleksi Porsenijar di Kecamatan Pekutatan. Karennya, mandi bersama baru dilaksanakan hari ini (kemarin), seusai melakukan kerja bakti di sekolah,” tutur Gede Duta Ananta, Jumat kemarin. 

sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Sumber Letusan Kian Dangkal, 1-2 Km Di Bawah Puncak Gunung Agung

Gunung Agung terlihat di Pos Pengamatan Gunungapi Agung,Desa Rendang,Kabupaten Karangasem,Minggu (24/9/2017). Pengamatan tidak berjalan ...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen