Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Duo Incumbent Sama-sama ke Jakarta

Duo Incumbent Sama-sama ke Jakarta

Written By Dre@ming Post on Selasa, 22 Januari 2013 | 9:26:00 AM

Selasa, 22 Januari 2013 09:29

Sumber menyebutkan, Pastika dipanggil Presiden SBY secara khusus untuk disupport, karena akan berlaga ke Pilgub Bali 2013 melalui kendaraan Golkar-Demokrat bersama parpol mitra koalisinya. SBY sangat berkepentingan agar Pilgub Bali 2013 dimenangkan Pastika, demi kepentingan negara. “Bali itu etalase-nya Indonesia. Ke depan, banyaknya agenda international digelar di Bali (seperti KTT APEC 2013). Bali perlu dipimpin kepala daerah yang punya wawasan internasional. Itu ada pada Pak Mangku Pastika. Jadi, beliau harus mengemban tugas negara,” ujarnya.
DENPASAR - Dua kandidat incumbent yang bakal bertarung head to head di Pilgub Bali 2013, Made Mangku Pastika dan AA Ngurah Puspayoga, sama-sama berangkat ke Jakarta, Senin (21/1). Gubernur Pastika secara khusus dipanggil Presiden SBY selaku Ketua Dewan Pembina Demokrat, sementara Wagub Puspayoga dipanggil Ketua Umum DPP PDIP Megawati terkait rekomendasi Cagub Bali.

Informasi yang dihimpun, Pastika selaku Cagub yang diusung Koalisi Rakyat Bali Bersatu---yang dimotori Golkar-Demokrat---dipanggil SBY ke Istana Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Bukan hanya Pastika yang berangkat ke Jakarta memenuhi panggilan Ketua Dewan Pembina Demokrat. Ketua DPD I Golkar Bali, Ketut Sudikerta, yang dijagokan sebagai tandem Pastika di posisi Cawagub, kemarin juga ke Jakarta untuk menemui Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie alias Ical. Pada hari yang sama, Senin kemarin, Puspayoga dikabarkan berangkat ke Jakarta bersama Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Maklum, PAS yang baru lima bulan menjabat Bupati Buleleng, disebut-sebut akan dipasang PDIP sebagai Cawagub Bali pentamping Puspayoga. Informasinya, Puspayoga-PAS dipanggil Megawati ke Jakarta terkait rekomendasi Cagub-Cawagub Bali untuk Pilgub, 15 Mei 2013 mendatang.

Sumber menyebutkan, Pastika dipanggil Presiden SBY secara khusus untuk disupport, karena akan berlaga ke Pilgub Bali 2013 melalui kendaraan Golkar-Demokrat bersama parpol mitra koalisinya. SBY sangat berkepentingan agar Pilgub Bali 2013 dimenangkan Pastika, demi kepentingan negara. “Bali itu etalase-nya Indonesia. Ke depan, banyaknya agenda international digelar di Bali (seperti KTT APEC 2013). Bali perlu dipimpin kepala daerah yang punya wawasan internasional. Itu ada pada Pak Mangku Pastika. Jadi, beliau
harus mengemban tugas negara,” ujarnya.

Hanya saja, sejauh ini belum jelas, siapa yang akan menjadi tandem Pastika di posisi Cawagub Bali. Ada dua kader elite Beringin yang bertarung memperebutkan posisi Cawagub, yakni Ketut Sudikerta (Ketua DPD I Golkar Bali yang kini Wakil Buypati Badung) dan Wayan Geredeg (Ketua DPD II Golkar Karangasem yang kini Bupati Karangasem). Senin kemarin, Sudikerta disebutkan terbang ke Jakarta menemui DPP Golkar, diduga untuk mengambil rekomendasi Cawagub. Bahkan, Sudikerta kemarin berniat ketemu langsung Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie alias Ical. Hanya saja, Sudikerta gagal menemui Ical. Masalahnya, Ical mendadak pergi ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurut Wakil Sekjen DPP Golkar, Gede Sumarjaya Linggih alias Demer, Ical sebenarnya mau rapat dengan jajaran DPP Golkar, Senin kemarin. Namun, Ical batal ikut rapat ada acara ke NTB. “Mungkin Rabu nanti baru bisa. Saya tadi sudah telepon Pak Ical, beliau ke NTB. Kalau pak Sudikerta, dia memang datang ke DPP Golkar, tapi saya nggak sempat ketemu,” ujar Demer saat dikonfirmasi secara terpisah per telepon. Meski Sudikerta ke Jakarta yang disebut-sebut untuk menjemput rekomendasi, namun hingga Senin sore belum ada tanda-tanda keluarnya rekomendasi Cawagub pendamping Pastika. Itu artinya, pertarungan antara Sudikerta vs Wayan Geredeg masih berlangsung sengit. “Politik itu bisa berubah hanya dalam hitungan detik. Ada saling gatik di pusat. Tadi ada orang DPP Golkar menelepon ke DPD I Golkar Bali. Orang DPP Golkar itu malah menanyakan Pak Geredeg,” ujar sumber di lingakaran Golkar, Senin kemarin.

Wayan Geredeg sendiri belum menyerah, meski rapat pleno DPD I Golkar Bali hanya mengirim nama Sudikerta ke DPP Golkar untuk dimintakan rekomendasinya sebagai Cawagub pendamping Pastika. Bupati Geredeg intens berjuang di tingkat DPP Golkar. “Pak Geredeg sudah ke Jakarta empat hari lalu. Lobi 24 jam pun diladeni. Siapa pun kalau diinjak pasti melawan,” ujar sumber tadi. Di sisi lain, paket Puspayoga-PAS kemarin kabarnya dipanggil Ketua Umum DPP PDIP Megawati ke Jakarta, terkait rekomendasi Cagub-Cawagub Bali. PDIP dipastikan akan usung paket Yoga-PAS, sebagaimana disampaikan Ketua DPD PDIP Bali AA Ngurah Oka Ratmadi alias Cok Rat di Jembrana, Minggu (20/1) lalu. Saat dikonfirmasi tadi malam, Bupati Agus Suradnyana tidak membantah soal paket Yoga-PAS ini. Hanya saja, Agus Suradnyana membantah dirinya ke Jakarta untuk menemui Megawati. Yang benar, dirinya ke Jakarta untuk melakukan cek darah. “Saya cek darah ini, sedang program kesehatan, brain wash. Semacam cek syaraf,” ujar Agus Suradnyana yamng saat ditelepon semalam mengaku berada di di Rumah Sakit Gatot Subroto Jakarta.

Sementara itu, Sekretaris DPD PDIP Bali Nyoman Adi Wiryatama mengajak kader Banteng Gemuk bersabar menunggu rekomendasi Cagub-Cawagub. Kader juga diajak jangan sampai terpecah-pecah karena kasak-kusuk rekomendasi. Adi Wiryatama menegaskan, meskipun Ketua DPD PDIP Cok Rat sebut rekomendasi jatuh ke Puspayoga-PAS, faktanya hingga kini belum ada rekomendasi turun dari DPP PDIP. Hal ini disampaikan Adi Wiryatama saat ditemui terpisah di kediamannya di Tabanan, Senin kemarin. Menurut Adi Wiryatama, permasalahan Bali sangatlah komplek, sehingga diperlukan Cagub yang mumpuni. Atas dasar pertimbangan itu, mantan Bupati Tabanan dua kali periode ini ukur kemampuan diri dan tidak maju ke Pilgub Bali 2013. “Seperti yang pernah saya sampaikan, persoalan Bali itu sangat komplek. Sehingga saya merasa tak punya kemampuan untuk itu. Saya berterimakasih kepada partai yang menugaskan sebagai Bupati Tabanan selama dua periode. Ternyata, dalam dua kali kepemimpinan itu saya tak mampu membawa perubahan. Sehingga, saya takut jadi Gubernur,” tandas Adi Wiryatama.

Bagi Adi Wiryatama, jabatan bukanlah segala-galanya, apalagi telah diberi kepercayaan 10 tahun memimpin Tabanan. Meski tanpa jabatan apa pun, dia mengaku akan tetap mabelapati besarkan partai. Mengingat permasalahan Bali ke depan sangat komplek, kata dia, diperlukan sosok Gubernur yang hebat. Gubernur harus bisa beri rasa aman dan nyaman bagi rakyat, termasuk aman dari ancamen terorisme (luar) dan konflik adat (dalam). Selain itu, Gubernur Bali ke depan juga harus mampu memberi pendidikan dan kesehatan gratis bagi masyarakatnya. “Kalau di bidang pendidikan belum bisa gratis, ya minimal murah-lah. Tahu sendiri kan, untuk masuk Fakultas Kedokteran sangat mahal,” ujar ayah dari Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti ini.

sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Guru Piduka Dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih Mohon GA Tak Meletus

Ritual guru piduka di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (18/11) Di...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen