Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » 4 Caleg Incumbent Siap Pindah Partai

4 Caleg Incumbent Siap Pindah Partai

Written By Dre@ming Post on Jumat, 04 Januari 2013 | 9:10:00 AM

Jumat, 4 Januari 2013, 09:09

Gbr Ilustrasi - Ke-16 parpol yang tidak memenuhi tiga persyaratan dan lolosnya kurang dari 7 Kabupaten/Kota di Bali masing-masing Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBKI), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Pengusaha-Pekerja Indonesia (Pakar Pangan), Partai Bhinneka Indonesia, Partai Buruh, Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK), Partai Karya Republik, Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), Partai Kedaulatan, Partai Kesatuan Demokrasi Indonesia (PKDI), Partai Kongres, Partai Nasional Republik, Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI), Partai Republik, dan Partai Serikat Rakyat Independen.
DENPASAR - Sebanyak 16 partai politik (parpol) di Bali dinyatakan tidak lolos verifikasi faktual tingkat Kabupaten/Kota, sehingga gagal menjadi parpol peserta Pemilu 2014. Termasuk yang gugur adalah PNBKI, PKPB, dan Pakar Pangan. Karenanya, empat anggota DPRD Bali (kandidat incumbent) dari parpol yang gugur ancang-ancang loncat pagar ke partai lain agar bisa maju sebagai caleg di 2014.

Ketua KPU Bali, Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa, menyatakan pasca putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), parpol yang lolos dalam proses verifikasi faktual tingkat Kabupaten/Kota untuk menjadi peserta Pemilu 2014 hanya PNIM. Partai besutan Sukmawati Soekarnoputri ini dinyatakan memenuhi syarat, karena lolos verifikasi faktual di 8 Kabupaten/Kota di Bali---syarat minimal
untuk lolos adalah di 7 Kabupaten/Kota.

Sedangkan 16 parpol lainnya gagal lolos verifikasi faktual. "Dari hasil verifikasi, penyebab ketidaklolosan parpol karena tidak memenuhi syarat kepengurusan, domisili kantor, dan kartu tanda anggota," ujar Lanang Perbawa saat membacakan putusan Rapat Pleno Terbuka Hasil Verifikasi Faktual Parpol Calon Peserta Pemilu 2014 di Kantor KPU Bali, Jalan Cok Agung Tresna Denpasar, Kamis (3/1).

Ke-16 parpol yang tidak memenuhi tiga persyaratan dan lolosnya kurang dari 7 Kabupaten/Kota di Bali masing-masing Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBKI), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Pengusaha-Pekerja Indonesia (Pakar Pangan), Partai Bhinneka Indonesia, Partai Buruh, Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK), Partai Karya Republik, Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), Partai Kedaulatan, Partai Kesatuan Demokrasi Indonesia (PKDI), Partai Kongres, Partai Nasional Republik, Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI), Partai Republik, dan Partai Serikat Rakyat Independen.

Menurut Lanang perbawa, mayoritas dari 16 parpol yang gugur itu tidak memenuhi persyaratan hampir di semua Kabupaten/Kota. Hanya 5 parpol selain PNIM yang memenuhi persyaratan dengan jumlah bervariasi, seperti PDS (di 6 Kabupaten), Partai Nasional Republik (6 Kabupaten), PKNU (5 Kabupaten), PKPB (4 Kabupaten), dan Partai Serikat Rakyat Independen (1 Kabupaten).

Dari hasil rekapitulasi faktual, di Bali terdapat 12 parpol yang telah lolos verifikasi faktual. Kecuali PNIM, 11 parpol yang lolos verifikasi faktual itu telah diumumkan dalam Rapat Pleno KPU Bali, 23 Desember 2012 lalu, termasuk PDIP, Golkar, Demokrat, Gerindra, dan Hanura.

Perlu dicatat, dari 16 parpol yang gagal lolos sebagai peserta Pemilu 2014 ini, tiga di antaranya memiliki kursi di DPRD Bali hasil Pileg 2009, yakni PNBKI (punya 2 kursi parlemen), PKPB (punya 1 kursi), dan Pakar Pangan (punya 1 kursi). Nah, karena partainya gugur, para anggota Dewan (incumbent) dari tiga parpol tersebut pun bersiap loncat pagar ke partai lain agar bisa maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) dalam Pileg 2014. Parpol yang jadi sasaran pelabuhan mereka adalah Gerindra, Hanura, Golkar, dan Demokrat.

Informasi yang dihimpun, dua anggota DPRD Bali dari PNBKI: Wayan Tagel Arjana (asal Dapil Gianyar) dan Wayan Pinta Yadia (asal Dapil Jembrana) mengincar partai berbeda untuk maju sebagai caleg di Pileg 2014. Tagel Arjana bersiap loncat pagart ke Gerindra, sementara Pinta Yadia berniat hengkang ke Hanura.

Sedangkan Komang Nova Sewi Putra, anggota DPRD Bali dari Partai Pakar Pangan, sudah mendahului loncat pagar ke Demokrat. Ketua DPD Pakar Pangan Bali ini n antinya akan menjadi caleg andalan Demokrat dari Dapil Buleleng. Nova Sewi Putra akan bersaing dengan Srikandi Demokrat, Ni Putu Tutik Kusumawardhani, di Dapil Buleleng. Tutik dan Nova sebelumnya sempat berpasangan sebagai Cabup-cvawabup Buleleng di Pilkada 2012 lalu.

Sebaliknya, Ketut Andi Mahayasa, anggota DPRD Bali dari PKPB, sudah loncat pagar ke Golkar. Anggota Dewan dari Dapil Buleleng ini disebut-sebut digaet oleh I Gusti Lanang Baytu Wibiseka (anggota Fraksi Golkar DPRD Bali dari Dapil Karangasem), yang merupakan temannya sesama anggota Komisi III DPRD Bali 2009-2014.

Dari sekian kandidat incumbent yang dikabarkan loncat pagar karena partainya gugur ini, baru Tagel Arjana (politisi PNBKI) yang terang-terangan mengatakan gabung ke Gerindra. Sementara empat rekannya masih mengkeb alias menyembunyikan rencananya.

Saat dikonfirmasi, Kamis kemarin, Tagel Arjana terus terang mengaku dirinya sudah memutuskan loncat ke Gerindra, karena memang tidak ada pilihan lain jika ingin maju ke Pileg 2014. Dirinya sudah memikirkan matang-matang atas keputusannya untuk loncat partai.

“Wong sudah pasti PNBK tidak lolos kok. Nah, untuk tetap bisa berjuang dan eksis, ya harus pindah partai. Saya kan sudah minta izin ke DPP PNBKI dan DPD PNBKI Bali,” jelas Tagel Arjana. "Saya akan masuk ke Gerindra. Saya sudah sempat ketemu dengan pengurus partai tersebut," lanjut anggota Komisi III DPRD Bali ini.

Sedangkan Wayan Pinta Yadia mengaku hingga kini dirinya belum menemukan parpol yang dianggapnya cocok sebagai kendaraan politik menuju Pileg 2014. "Saya belum menentukan bergabung ke parpol mana, karena saya masih mewakili konstiteun saya di PNBK. Namun, pada saatnya nanti, pasti saya akan menentukan pilihan," kata Pinta Yadia yang kini duduk di Komisi II DPRD Bali.

sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Titib Batal Gelar Diksa Pariksa, Ketua Panitia "Sayangkan" Pernyataan Ketua PHDI

Ida Bawati Made Titib bersama istrinya batal gelar diksa pariksa pad...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen