Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Tokoh Bali Sesalkan Bentrok Dua Ormas, Perdamaian Disepakati, Proses Hukum Tetap Jalan

Tokoh Bali Sesalkan Bentrok Dua Ormas, Perdamaian Disepakati, Proses Hukum Tetap Jalan

Written By Dre@ming Post on Selasa, 25 Desember 2012 | 1:56:00 PM

Selasa, 25 Desember 2012 14:09

Perdamaian Disepakati, Proses Hukum Tetap Jalan

DENPASAR - Dua ormas di Bali yang bentrok akhirnya sepakat untuk damai. Dua ormas yang terlibat bentrok itu, Laskar Bali dan Pemuda Padang Sambian Bersatu sepakat menyatakan damai dengan dimediasi oleh Polresta Denpasar dan Komisi I DPRD Bali.

Meski telah sepakat damai dalam insiden yang membuat sedikitnya tujuh motor dibakar dan dua mobil dirusak itu, namun proses hukum terhadap pelaku tetap berlangsung. Kepastian itu disampaikan oleh Kasubag Humas Polresta Denpasar, Ajun Komisaris Ida Bagus Made Sarjana. "Untuk proses hukum tetap dalam penyelidikan," kata Sarjana, Senin (24/12).

Menurut Sarjana, bentrok yang terjadi sekitar pukul 23.10 Wita itu tetap menyisakan pelanggaran hukum.

Sementara itu, pascabentrok semalam situasi di lapangan sudah kondusif. Tetapi, kata Sarjana, aparat kepolisian tetap waspada dengan menempatkan personel di TKP (Tempat Kejadian Perkara).

Tujuannya, kata dia, mengantisipasi bentrok suaulan pecah. "Penempatan personil untuk menciptakan suasana aman dan nyaman di tengah-tengah masyarakat," imbuh Sarjana.

Polisi, kata Sarjana, akan terus mengupayakan perdamaian itu berlangsung langgeng. Polresta Denpasar,
katanya, terus melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat dan kedua ormas.

Tokoh Bali Sesalkan Bentrok Dua Ormas  

DENPASAR - Para tokoh Bali menyesalkan terjadinya bentrok antara ormas Laskar Bali dan Pemuda Padang Sambian Bersatu, Minggu (23/12) malam.

Akibat bentrok itu, sedikitnya tujuh motor dibakar dan dua mobil dirusak massa. Satu posko milik Laskar Bali juga dirusak massa.

Tokoh masyarakat Bali Made Mudarta mengatakan sebagai Pulau Surga, ormas-ormas yang bertebaran di Bali sedapat mungkin diarahkan untuk menjaga local genius masyarakat Bali. "Manusia yang hidup di Bali harus menghargai local genius Bali sebagai Pulau Surga yang damai," kata Mudarta saat dikonfirmasi Senin (24/12).

Ormas yang berbasis menciptakan keamanan, imbuh Mudarta, sudah semestinya dikonsentrasikan untuk menciptakan suasana tersebut yakni kedamaian, saling bantu membantu, saling tolong menolong. "Semua harus tunduk pada aturan hukum yang berlaku," tegas tokoh muda Bali itu.

Bentrokan yang pecah, kata Mudarta, merupakan bentuk ketidakpercayaan kepada penegak hukum. "Sehingga yang muncul adalah menyelesaikan masalah sendiri. Mestinya masalah sekecil apapun diserahkan kepada yang berwenang," tutur dia.

Ia berharap pihak kepolisian dapat menjalin komunikasi apik dengan ormas yang 'menjual' keamanan. "Aparat kepolisian harus memberikan pembinaan. Koordinasi dengan pihak kepolisian harus terjalin," imbuh Mudarta.

Ia percaya, orang-orang yang tergabung dalam wadah ormas tertentu merupakan pribadi mulia. "Sebagai pribadi yang mulia, maka ketika bersatu ke luar energi besar. Nah, ini yang harus dibina. Jangan sampai ormas yang 'menjual' keamanan justru menimbulkan ketidaknyamanan di masyarakat," tambah Mudarta.

Sedangkan tokoh pemuda asal Desa Sanur, Made Arjaya menegaskan, hal pertama yang penting dilakukan adalah penegakan hukum. "Lalu komitmen untuk menjaga Bali," kata Arjaya yang ikut mendamaikan bentrokitu.

Ke depan yang penting diperhatikan adalah antisipasi dari pihak kepolisian. "Harapan kita antisipasi lebih dikedepankan. Sudah damai waktu kasus mercon muncul, kok pecah lagi," tanya Arjaya.

Ketua Komisi I DPRD Bali itu menuturkan, seusai antisipasi terhadap gejala bentrokan ditingkatkan, berikutnya adalah kesigapan mengurai masalah yang timbul. Agar peristiwa serupa tidak berulang di kemudian hari, Arjaya menyebut setidaknya ada tiga hal yang mesti dilakukan.

Pertama, koordinasi antarormas yang difasilitasi pemerintah menjadi penting. "Ormas bisa hidup pasti karena punya lahan. Ada pembiayan dari kegiatan yang mereka gelar. Dari mana biayanya, ini yang harus diidentifikasi dulu. Semua ormas harus dikoordinasikan untuk kebersamaan," kata dia.

Kedua, pengaturan atas pola kerja masing-masing ormas. "Ormas itu bergerak di bidang apa, itu harus ada pengaturan dan pemantauan. Kalau ke luar dari rel, maka ditegur dan dipertanggungjawabkan," tutur tokoh Pemuda Sanur Bersatu itu.

Ketiga, katanya, antara ormas, pemerintah, dan stakeholder lainnya itu harus bahu membahu menjaga ketertiban masyarakat Bali. "Caranya jalin komunikasi dan terus lakukan evaluasi. Hal-hal kecil kalau dibiarkan akan menjadi besar," demikian Arjaya.


sumber : Micom
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Gunung Agung Status Awas, Area Steril 12 Km, Pengungsi Diperkirakan 100 Ribu Orang

Bupati Mas Sumantri saat kunjungi warganya yang mengungsi di Buleleng (kiri). Walikota IB Rai Mantra saat mengunjungi pengungsi di kawasan...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen