Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » RPH Dirampok, 4 Pekerja Disekap

RPH Dirampok, 4 Pekerja Disekap

Written By Dre@ming Post on Rabu, 19 September 2012 | 7:57:00 AM


Rabu, 19 September 2012, 08:29

ist
TABANAN - Aksi perampokan terjadi di Rumah Potong Ayam (RPA) PT Ciomas Adisatwa yang berlokasi di Banjar Dauh Yeh, Desa Kaba Kaba, Kecamatan Kediri, Tabanan, Selasa (18/9) dinihari. Empat karyawan, termasuk dua petugas satpam, disekap kawanan rampok bersenjata pistol yang beranggotakan tiga orang.

Dua petugas security yang disekap dalam aksi perampokan di RPH PT Ciomas Adisatwa, Selasa dinihari sekitar pukul 02.30 Wita itu, masing-masing Ida Bagus Sutanaya, 32, dan I Wayan Rai Adi, 34. Sedangkan dua karyawan lainnya yang juga disekap perampok adalah I Wayan Windu Arta, 25 (pekerja bagian engineering) dan I Ketut Selamet Yasa, 24 (bagian produksi).

Keempat korban disekap kawanan perampok di Pos Satpam RPH PT Ciomas Adisatwa, dalam kondisi tangan dan kaki terikat, serta mulut disumpal pakai lakban dan mata ditutup. Setelah berhasil melumpuhkan empat korban, kawanan rampok bersenjata pistol dan senjata tajam ini langsung beraksi mengacak-acak
seluruh ruangan di RPH tersebut.

Dalam aksi perampokan dinihari kemarin, kawanan rampok bersenjata berhasil menggondol uang tunai sebesar Rp 36 juta. Selain itu, perampok juga membawa kabur dua unit sepeda motor dan sebuah Blackberry. Dua unit sepeda motor yang dijarah perampok pagi itu masing-masing milik korban I Ketut Selamet Yasa (Jupiter Z nopol DK 3693 AU) dan milik korban Wayan Rai Adi (Honda Vario nopol DK 7223 GK).

Untungnya, kawanan rampok bersenjata tidak sampai melukai empat karyawan yang disekap di Pos Satpam. Namun, perampok kabur dari lokasi TKP dengan meninggalkan keempat korban yang masih dalam kondisi disekap. Para korban akhirnya berhasil lepas dari sekapan, setelah beberapa karyawan bagian produksi datang ke RPH PT Ciomas Adisatwa untuk menjalankan tugas rutin. Mereka itulah yang melepaskan ikatan dan lakban yang menyumpal empat korban.

Setelah membebaskan empat korban, para karyawan bagian produksi itu langsung melaporkan kasus perampokan ini ke Polsek Kediri. Begitu menerima laporkan, jajaran Polsek Kediri terjun ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. Polisi juga membawa tiga dari empat karyawan korban penyekapan yang mengetahui persis peristiwa naas tersebut untuk dimintai keterangannya, yakni Wayan Rai Adi dan Ida Bagus Sutanaya (petugas satpam) dan Ketut Selamet Yasa (petugas bagian produksi). Sedangkan satu korban lainnya, Wayan Windu (karyawan bagian engineering) tidak ikut diperiksa.

Selain melakukan olah TKP, polisi juga memasangi police line kantor RPH PT Ciomas Adisatwa. Saat dilakukan olah TKP, polisi menemukan dua buah senjata tajam jenis parang yang ditinggalkan perampok di lanmtai satu, sebagai barang bukti (BB). Sedangkan brankas di kantor RPH ini ditemukan sudah dalam kondisi rusak akibat dibongkar paksa oleh perampok.

Bukan hanya itu. Polisi juga menemukan kunci sepeda motor, kunci mobil, dan kunci kantor milik perusahaan RPH yang dibuang kawanan rampok di salah satu pot bunga sebelah timur Pos Satpam. “Saat olah TKP, kita menemukan dua senjata parang yang ditinggalkan pelaku. Kasus ini masih kami selidiki,” ungkap Kapolres Tabanan, AKBP Dekananto Eko Purwono, Selasa kemarin.

Hingga kemarin sore, polisi berusaha mengidentifikasi pelaku perampokan yang diduga berjumlah tiga orang ini dan sekaligus memburunya. Yang pasti, kawanan rampok membawa senjata tajam jenis parang dan senjata api jenis pistol. Hal ini terungkap berdasarkan keterangan saksi korban.

Berdasarkan hasil olah TKP, kawanan rampok bersenjata diduga kaut masuk ke RPH PT Ciomas Adisatwa dengan melompati tembok penyengker bagian utara, karena pintung gerbang dalam keadaan terkunci dari dalam. Saat aksi perampokan terjadi, pemilik perusahaan RPH tidak ada di lokasi. RPH kala itu hanya dijaga dua petugas satpam dan dua karyawan bagian lain.

Menurut kesaksian korban Wayan Rai Adi, ketika kawanan rampok bersenjata tiba-tiba muncul sekitar pukul 02.30 Wita, dirinya sedang bertugas di Pos Satpam dalam keadaan masih melek. “Tiba-tiba, datang pelaku berjumlah tiga orang yang langsung menodongkan pistol di kepala saya,” kenang petugas satpam ini saat ditemui di lokasi TKP, Selasa pagi.

Sejurus kemudian, lanjut Rai Adi, kawanan rampok berpistol langsung menarik kedua tangannya ke belakang punggung. Kedua tangan dan kakinya lalu diikat, mulutnya pun disumpal dengan lakban. “Kejadiannya begitu cepat. Saya tidak sempat melihat pelaku karena kondisi gelap,” tutur petugas satpam asal Desa Nyambu, Kecamatan Kediri, Tabanan ini.

Pada saat bersamaan, kawanan rampok juga mengikat tangan dan kaki serta menyumpal petugas engineering Wayan Windu Arta, yang sedang tidur di samping korban Rai Adi. Habis itu, kawanan rampok menyerat serta menyekap petugas security lainnya, Ida Bagus Sutanaya, yang masih melek di kamar bagian dalam Posko Satpam.

“Pelaku langsung buka pintu dan menodongkan senjata. Kedua tangan saya langsung diikat. Mulut dan mata saya juga diplaster,” terang Ida Bagus Sutanaya, petugas satpam asal Banjar Pilisan, Desa Kaba Kaba, Kecamatan Kediri. IB Sutanaya mengatakan, dirinya dengan jelas melihat kawanan rampok membawa senjata pistol dan parang. Namunm IB Sutanaya tidak mampu mengingat wajah pelaku, karena kondisi gelap. “Lagipula, begitu diserang, saya langsung dalam posisi tengkurap,” tuturnya.

Sebaliknya, korban Wayan Windu Arta mengaku sama sekali tidak mengetahui kejadian tersebut. Pasalnya, saat kejadian, dirinya sedang tertidur pulas. “Saya tidak tahu apa, tiba-tiba saja saya ditendang dan kedua tangan ditarik ke belakang, lalu diikat. Mata dan mulut saya juga dibekap dengan plaster,” papar Windu Arta. “Saya tidak sempat melihat apa pun. Yang jelas, tangan saya diikat dengan tali sepatu milik saya sendiri,” lanjut karyawan RPH yang kesehariannya tinggal di Jalan Danau Buyan IV/11 Sanur, Denpasar Selatan ini.

Sementara, korban Ketut Selamet Yasa, pegawai RPH bagian produksi, dilumpuhkan dan disekap kawanan rampok bersenjata saat baru masuk kantor. Ceritanya, dinihari kemarin sekitar pukul 03.00 Wita, korban Selamet Yasa seperti biasa datang ke kantor RPH PT Ciomas Adisatwa untuk siap-siap melakukan distribusi daging ayam potong ke pelanggan.

Kala itu, korban Selamet Yasa datang dengan mengendarai sepeda motor Jupiter Z nopol DK 3693 AU. Selamet Yasa yang mengenakan jaket warna hitam dan helm kemudian turun di depan kantor yang berdekatan dengan Pos Satpam. Setelah memarkir motornya, dia kemudian membuka pintu gerbang, lalu membawa motornya masuk sambil tak lupa menutup kembali pintu gerbang.

“Belum sampai setengah pintu gerbang saya tutup, tiba-tiba ada orang menodongkan pistol di kepala saya. Bukan hanya pistol, orang itu juga menodongkan pisau ke pinggang saya,” ungkap Wayan Selamet.

Wayan Selamet yang dalam kondisi ketakutan, lalu ditarik tangannya ke belakang untuk diikat. Karyawan RPH asal Karangasem yang tinggal kost di Banjar Cepaka, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Badung ini kemudian dibawa ke Pos Satpam untuk diikat kakinya dan disekap di sana. Sama seperti tiga korban lainnya, Wayan Selamet juga disekap dalam kondisi mulut disumpal lakban, tapi matanya tidak sampai ditutup karena masih mengenakan helm.

Sementara itu, RPH PT Ciomas Adisatwa tetap beeroperasi dan melakukan distribusi daging, meski dipasangi police line pasda dirampok, Selasa kemarin. RPH ini juga seperti biasa melayani perusahaan fried chicken milik Amerika Serikat. “Kita tetap berproduksi dan mengirim barang (daging ayam potong). Kalau tidak, kami bisa dikomplin pelanggan,” terang Manajer Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) RPH PT Ciomas Adisatwa, Bayu Widodo, sembari menyebut usaha rumah potong ayam ini mempekerjakan total 150 karyawan. 

sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Gunung Agung Status Awas, Area Steril 12 Km, Pengungsi Diperkirakan 100 Ribu Orang

Bupati Mas Sumantri saat kunjungi warganya yang mengungsi di Buleleng (kiri). Walikota IB Rai Mantra saat mengunjungi pengungsi di kawasan...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen