Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Warga Ngamuk, 1 Tewas, 3 Luka

Warga Ngamuk, 1 Tewas, 3 Luka

Written By Dre@ming Post on Jumat, 27 Juli 2012 | 5:11:00 AM

Jumat, 27 Juli 2012, 05:09

ilustrasi - v/g: yan andie
GIANYAR - Insiden maut terjadi di Banjar Getas Kawan, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Kamis (26/7). Seorang warga dari banjar sebelah yakni Banjar Darma Sanmata, I Wayan Sulendra alias Yun, 28, tiba-tiba mengamuk dengan senjata pedang ke rumah tetanggannya di Banjar Darma Sanmana, Desa Buruan yang dihuni keluarga I Made Karung. Akibat insiden maut ini, satu orang tewas dan tiga korban lainnya terluka.

Korban tewas dalam aksi ngamuk pria bersenjata pedang yang terjadi Kamis siang sekitar pukul 11.00 Wita itu adalah Ni Wayan Suartini, 30 (perempuan asal Banjar Getas Kawan, yang notabene keluarga I Made Karung). Korban Wayan Suartini tewas mengenaskan dengan kondisi luka parah di bagian perut, akibat ditebas pedang berukuran panjang 60 cm.

Sedangkan tiga korban terluka di rumah keluarga Made Karung masing-masing Ni Wayan Werni, 50, Ni Wayan Idayanti, 18, dan I Ketut Wirata alias Kedut, 30. Ketiganya juga merupakan keluarga Made Karung. Para korban yang mengalami luka tebas cukup berat ini kemarin siang langsung dilarikan ke RSUD Sanjiwani Gianyar, untuk mendapatkan perawatan intensif. Jenazah korban tewas Wayan Suartini juga sempat dibawa ke RSUD Sanjiwani untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari tiga korban terluka itu, dua orang di antaranya langsung menjalani perawatan intensif di RSUD Sanjiwani, yakni Ni Wayan Werni (mengalami luka parah di bagian dada) dan Ni Wayan Idayanti (luka berat di bagian perut). Sedangkan korban lelaki satu-satunya, I Ketut Wirata, semula sempat dirawat pada sebuah rumah sakit swasta di Desa Buruan. Namun, Ketut Wirata yang mengalami luka tusuk di bagian lengan dan tangan kanan, kemudian dirujuk juga ke RSUD Sanjiwani Gianyar karena lukanya tembus.

Sementara, pelaku I Wayan Sulendra mengalami luka bagian kepala dan dan luka kebam di bibir, karena sempat dihajar beberapa warga saat kabur seusai melakukan pembantaian di rumah keluarga Made Karung. Selanjutnya, pelaku Wayan Sulendra diamankan polisi
di Mapolres Gianyar.

Hingga Kamis sore, belum jelas apa sesungguhnya motif di balik aksi ngamuk pelaku Wayan Sulendra, yang menyebabkan satu korban tewas dan tiga terluka ini. Namun, pihak kepolisian menduga pelaku Wayan Sulendra---yang tinggal hanya berbatasan tembok di sebelah utara rumah keluarga Made Karung, meskipun masuk wilayah banjar berbeda---mengalami gangguan kejiwaan. Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, insiden maut ini bermula sekitar pukul 11.00 Wita, ketika empat korban yang masih satu keluarga sedang melukis batik garmen di belakang bangunan Bale Dauh rumah keluarga Made Karung di Banjar Getas Kawan. Tiba-tiba saja, pelaku Wayan Sulendra muncul dari rumahnya, lalu menebaskan senjata pedang membabibuta.

Tanpa ba bi bu, pelaku Wayan Sulendra langsung menyerang keempat korban dengan senjata pedang. Korban pertama yang disasar pelaku adalah Ni Wayan Suartini. Perempuan berusia 30 tahun ini ditebas pedang di bagian perut, hingga tewas di tempat.

Sebetulnya, begitu perutnya ditebas pedang sepanjang 60 cm, korban Wayan Suartini masih sempat melarikan diri sembari berteriak minta tolong. Namun, korban akhirnya ambruk dan langsung tewas di TKP. Habis membantai Wayan Suartini, pelaku Wayan Sulendra lanjut menyerang tiga korban berikutnya hingga terluka parah, masing-masing Wayan Werni, Wayan Idayanti, dan Ketut Wirata. Usai ngamuk di rumah keluarga Made Karung, pelaku Wayan Sulendra dikejar warga beramai-ramai. Pelaku kemudian kabur ke rumah keluarga I Made Loka di Banjar Getas Kawan, Desa Buruan yang kebetulan sedang ramai karena tengah mempersiapkan upacara pengabenan. Tapi, pelaku sempat dihajar beberapa warga, hingga mengalami luka di kepala atas dan luka lebam di bibir. Kasus ini pun dilaporkan ke polisi.

Pelaku Wayan Sulendra kemarin siang langsung diamankan polisi ke Mapolres Gianyar. Namun, sebelum dijebloskan ke sel tahanan, pria kalap yang juga terluka ini masih sempat mendapat perawatan dokter kesehatan (Dokes) Polres Gianyar. Menyusul insiden maut yang menewaskan satu orang dan tiga korban terluka ini, Polres Gianyar kemarin langsung menerjukan 1/3 anggotanya ke lokasi kejadian di Banjar Getas Kawan dan Banjar Darma Sanmana, Desa Buruan untuk mengamankan situasi guna mencegah segala kemungkinan buruk. Pasukan yang diterjunkan ke lokasi ini dipimpin langsung Wakapolres Gianyar, Kompol Dewa Made Adnyana SIK.

Wakapolres Dewa Made Adnyana mengingatkan semua pihak untuk tidak mengkaitkan insiden maut ini dengan kasus adat (upaya pemekaran desa adat) yang sempat terjadi antara Banjar Getas Kawan vs Banjar Darma Sanmata. “Tolong ini jangan dikait-kaitkan dengan kasus adat,” pinta Wakapolres sembari menyebut, pihaknya akan siagakan pasukan di lokasi selama 24 jam.

Pantauan pasca kejadian, suasana di sekitar TKP cukup mencekam. Pasalnya, pelaku Wayan Sulendra mabanjar adat di Kelompok Kecil Banjar Darma Sanmata, sementara keempat korban mabanjar adat di Kelompok Besar Banjar Getas Kawan. Pihak kepolisian trak mau ambil risiko. Paska insiden maut kemarin siang, seluruh keluarga pelaku Wayan Sulendra diungsikan buat sementara ke Mapolres Gianyar.

Sementara itu, Bupati Gianyar Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace kemarin terjun ke RSUD Sanjiwani, untuk mengecek kondisi tiga korban terluka yang dirawat di sana. Selain itu, Bupati Cok Ace yang datang ke RSUD Sanjiwani sekitar pukul 15.00 Wita, juga sempat menengok jasad korban tewas Wayan Suartini di Ruang Jenazah.

Bupati Cok Ace meminta pihak keluarga korban agar tabah dan menerima kejadian ini sebagai musibah yang diluar dugaan. “Kami juga berharap seluruh masyarakat menjaga suasana agar tetap kondusif, karena kasus ini sudah ditangani pihak kepolisian,” ujar Bupati dari Puri Agung Ubud ini seraya berjanji seluruh biaya perawatan dan pengobatan korban akan ditanggung Pemkab Gianyar. Cok Ace yang kemarin terjun ke RSUD Sanjiwani didampingi Plt Camat Blahbatuh, I Wayan Ardana, juga menyampaikan bahwa insiden maut di Desa Buruan ini tidak ada kaitannya dengan konflik adat sebelumnya antara Banjar Getas Kawan vs Banjar Darma Sanmana.

Pada hari yang sama kemarin, Sekda Gianyar Cokorda Gede Putra Nindia alias Cok Nindia juga langsung mendatangi rumah duka di Banjar Getas Kawan, Desa Buruan. Cok Nindia---tokoh Puri Agung Peliatan yang notabene Cabup Gianyar dari Golkar---juga sempat mengecek parakorban terluka ke RSUD Sanjiwani. Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Desa (Perbekel) Buruan, I Gusti Ngurah Aryawan, mengaku sangat terkejut dengan insiden maut yang tanpa diduga ini. Seperti halnya pihak kepolisian, IGN Aryawan juga menduga pelaku Wayan Sulendra menderita gangguan jiwa. “Saya memang pernah mendengar pelaku mengidap gangguan jiwa, namun belum pernah dirawat ke RSJ Bangli,” ungkap IGN Aryawan. 

sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

GA Tipe Tertutup, Fase Letusan Freatik, Freatomagmatik, Terakhir Magmatik

Penampakan Gunung Agung dari Pos Pantau Gunung Api Agung, Rendang, Karangasem, Rabu (22/11/2017) sore (grafis) 3 Kali Tremor Menerus Te...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen