Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Waduh ... Aset Rumah Jabatan Disorot

Waduh ... Aset Rumah Jabatan Disorot

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 28 Juli 2012 | 4:35:00 AM

Sabtu, 29 Juli 2012, 04:39

ist
SINGARAJA - Di tengah pro-kontra soal keabsahan pelantikan Bupati-Wakil Bupati Buleleng 2012-2017, masalah penghapusan aset pemerintah yang semula jadi kelengkapan di rumah jabatan Bupati juga mendadak disorot publik. Soalnya, perlengkapan di rumah jabatan Bupati Buleleng di Jalan Ngurah Rai Singaraja diketahui sudah menghilang.

Penghapusan aset Pemkab Buleleng berupa perlengkapan di rumah jabatan Bupati ini terbongkar pasca pelantikan Putu Agus Suradnyana sebagai Bupati yang baru, 24 Juli 2012 lalu. Ketika itu, nyaris semua peralatan seperti kursi, meja, tempat tidur, hingga peralatan dapur sudah menghilang dari tempatnya. Walhasil, hampir di semua ruangan Rumah Jabatan Bupati tampak kosong dan hanya tinggal lantainya saja. Bahkan, tanam-tanaman yang semula menghiasi taman di halaman rumah jabatan Bupati Buleleng juga sudah tidak lagi.

Menurut Kabag Aset dan Perlengkapan pemkab Buleleng, Lugrahini, beberapa barang di rumah jabatan itu memang milik Bupati sebelumnya, Putu Bagiada, yang dibeli oleh istrinya, seperti guci. Namun, jumlahnya tidak sampai 90 persen. Lugrahini menegaskan, barang yang tercatat sebagai aset Pemkab Buleleng di rumah jabatan Bupati sangat banyak.

“Sebagian besar barang itu itu tercatat sebagai aset pemerintah, termasuk sendok, piring, serbet, taplak meja, dan pas bunga. Jumlah persisnya saya tidak tahu, yang jelas catatanya sangat tebal,” ungkap Lugrahini saat dikonfirmasi di Singaraja, Jumat (27/7).

Lugrahini memaparkan, barang-barang tersebut memang sengaja dihapuskan dari daftar aset sesuai ketentuan, karena tidak mungkin Bupati baru diberikan barang-barang bekas. Umur barang-barang itu juga cukup lama, 5-10 tahun. “:Sehingga sesuai ketentuan, memang boleh dihapuskan dari daftar asset,” dalih
Lugrahini lagi.

Namun, penghapusan aset perlengkapan di rumah jabatan Bupati ini tetap menuai protes dari mantan Ketua DPRD Buleleng 1999-2004, Nyoman Sudarmaja Duniaji. Kepada sejumlah media di Singaraja, Jumat kemarin, Sudarmaja menyayangkan seluruh perlengkapan dan aset di rumah jabatan Bupati itu dihapuskan dan diberikan kepada Bupati yang telah mengakhiri masa jabatan. Sudarmaja mengisahkan, dulu ketika keluar dari rumah jabatan Ketua DPRD Buleleng di Jalan Ngurah Rai Singaraja karena masa tugasnya sudah usai, dirinya sempat mengambil semua barang-barang bekas seperti piring, sendok, dan peralatan rumah tangga lainnya.

“Namun, setelah barang itu berada di rumah pribadi saya, ternyata diminta lagi oleh petugas dari Pemkab Buleleng. Saat itu, katanya barang tersebut tak bisa dihapuskan dari aset,” kenang Sudarmaja yang juga mantan Ketua DPC PDIP Buleleng.

Karena itu, Sudarmaja merasa diberlakukan tidak adil oleh kebijakan yang ada. “Dulu barang bekas yang sudah saya bawa pulang ditagih kembali. Lha, sekarang perlakuannya kok berbeda,” protes politisi asal Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, Buleleng ini. Di tempat terpisah, orang dekat mantan Bupati Bagiada, I Nyoman Budiasa, menyatakan barang-barang dari rumah jabatan itu adalah barang milik pribadi. Budiasa berani menyatakan hal itu, karena dia sendiri yang ikut terlibat dalam pembelian barang-barang tersebut.

Budiasa mencontohkan Patung Saraswati yang sempat dipasang di tengah kolam pancuran di rumah jabatan Bupati. Patung Saraswati itu dia beli langsung dari seseorang dengan sedikit memaksa. “Patung itu saya beli, saya paksa orangnya agar jual. Karena saya yang belikan, saya ambil sekarang. Masih dibersihkan,” jelas Budiasa, Jumat kemarin. Budiasa mengakui cukup banyak barang-barang di rumah jabatan Bupati Buleleng yang dibeli secara pribadi. Pembelian barang itu dilakukan secara bertahap, karena Pemkab Buleleng waktu itu tidak memiliki dana. “Dulu itu di bagian umum dikatakan tidak punya dana. Jadi, Pak Bagiada sendiri yang membeli barang secara pribadi, saya juga ikut belikan,” jelas Budiasa.

Menurut Budiasa, dirinya sudah biasa membelikan barang-barang buat mantan Bupati Bagiada. Maklum, Budiasa punya hubungan khusus dengan Bagiada, sehingga bersedia mengeluarkan uang buat membeli barang-barang berharga untuk Bupati Buleleng dua kali periode itu. “Kalau saya tidak punya uang, saya sudah biasa minta ke Pak Bagiada. Kalau saya punya uang, saya belikan barang-barang untuk kepentingan rumah jabatan,” akunya.

Sebelumnya, Bupati Buleleng yang baru, Putu Agus Suradnyana, saat hari pertama masuk kerja pasca pelantikan, sempat memantau ke rumah jabatan Bupati. Usai melakukan pantauan, Bupati Agus Suradnyana mengatakan pihaknya belum ada rencana tinggal di rumah jabatan. Apalagi, rumah jabatan masih ditata oleh Bagian Aset dan Perlengkapan. Bupati yang diusung PDIP pilih tinggal di rumah pribadinya di Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Buleleng.

Menurut Agus Suradnyana, dirinya bukan menginginkan rumah jabatan Bupati itu mewah dengan peralatan yang sangat lengkap. Namun, rumah jabatan baginya bukan hanya untuk sekadar tidur, tapi juga buat menerima tamu di luar jam kerja. “Jika kondisi rumah jabatan belum lengkap, ‘kan malu sama tamu,” tandas Agus Suradnyana.

sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Sumber Letusan Kian Dangkal, 1-2 Km Di Bawah Puncak Gunung Agung

Gunung Agung terlihat di Pos Pengamatan Gunungapi Agung,Desa Rendang,Kabupaten Karangasem,Minggu (24/9/2017). Pengamatan tidak berjalan ...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen