Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Tabanan Tegaskan Ego Politik

Tabanan Tegaskan Ego Politik

Written By Dre@ming Post on Senin, 23 Juli 2012 | 7:48:00 AM

Senin, 23 Juli 2012, 07:09

ist - v/g : yan andie
TABANAN - Seperti diprediksi, DPC PDIP Tabanan akhirnya benar-benar usung kader lokal Nyoman Adi Wiryatama dan Made Urip sebagai kandidat Calon Gubernur (Cagub) Bali ke Pilgub 2012. Ini sekaligus penegasan sikap ‘ego politik’ bahwa Tabanan sebagai daerah basis utama PDIP sudah saatnya tampil di Pilgub Bali.

Keputusan usung Adi Wiryatama (mantan Bupati Tabanan dua kali periode yang kini Sekretaris DPD PDIP Bali) dan Made Urip (Ketua DPP PDIP yang anggota DPR tiga kali periode) sebagai kandidat Cagub Bali 2013 ini diambil melalui rapat pleno di Kantor Sekretariat DPC PDIP, Jalan Yeh Gangga Desa Gubug, Kota Tabanan, Minggu (22/7). Rapat pleno DPC PDIP Tabanan ini melibatkan 10 PAC PDIP se-Tabanan.

Dalam rapat pleno tersebut, ada enam figur yang muncul sebagai kandidat Cagub dan Cawagub Bali. Empat figur lainnya masing-masing Made Mangku Pastika (Gubernur Bali yang diusung PDIP), AA Ngurah Puspayoga (elite PDIP dari Puri Satria Denpasar yang kini Wagub Bali), Ni Putu Eka Wiryastuti (Srikandi PDIP yang kini Bupati Tabanan), dan Ketut Suryadi (Ketua DPC PDIP Tabanan yang kini Ketua DPRD Tabanan).

Setelah melalui perdebatan sengit, akhirnya ditetapkanlah Adi Wiryatama dan Made Urip sebagai Cagub Bali yang diusung PDIP Tabanan. Adi Wiryatama (yang notabene ayah kandung Bupati Eka Wiryastuti) meraih suara mayoritas dengan 19 suara (dari 10 PAC PDIP dan 9 suara dari pengurus DPC PDIP Tabanan). Sedangkan Made Urip di posisi kedua dengan 14 suara. Disusul kemudian Mangku Pastika (6 suara),
Puspayoga (5 suara), Ketut Suryadi (1 suara), dan Eka Wiryastuti (1 suara).

Khusus untuk Eka Wiryastuti dan Ketut Suryadi, keduanya dimunculkan sebagai kandidat Cawagub Bali. Eka Wiryastuti diusulkan sebagai paket pendamping ayahnya, Adi Wiryatama, di posisi Cawagub. Sedangkan Ketut Suryadi diusulkan menjadi paket pendamping Pastika di posisi Cawagub.

Pada akhirnya, rapat selama 1,5 jam yang dipimpin Ketua DPC PDIP Tabanan Ketut Suryadi menetapkan nama Adi Wiryatama dan Made Urip diusung sebagai Cagub Bali 2013. Soal siapa nanti yang direkomendasi sebagai Cagub Bali, itu sepenuhnya keputusan DPP PDIP.

Yang pasti, Tabanan sebagai daerah basis utama PDIP sangat berambisi menampilkan kader terbaiknya ikut mewarnai tarung Pilgub Bali, 15 Mei 2013 mendatang. Menurut Ketut Suryadi, Tabanan punya power dan interest, sehingga sudah saatnya menunjukkan kekuatan tersebut. “Selama ini, kami tenggelam dengan friksi-friksi ego kelompok dan personal. Saya selaku Ketua DPC Tabanan membangun ego kolektif dalam rangka menjaga kebersamaan dan soliditas partai di daerah,” ujar Suryadi.

Ditegaskan Suryadi, sudah saatnya Tabanan sebagai basis utama PDIP pasang tiang pancang agar mampu warnai Bali. Sudah saatnya Tabanan menunjukkan ego politiknya. “Apa salahnya kami ajukan kader terbaik dari PDIP Tabanan sebagai Cagub? Urusan keputusan induk partai, nantinya jelas akan selalu kami hormati. Kami harus tunjukkan, bahwa DPC PDIP Tabanan punya jati diri untuk usung kader sendiri,” tegas politisi sekaligus seniman yang akrab dipanggil Boping ini. Sementara, Made Urip yang dikonfirmasi NuasaBali secara terpisah per telepon tadi malam terkait pengusungan dirinya sebagai kandidat Cagub Bali, menyatakan terserah bagaimana keputusan partai. Menurut Made Urip, dirinya menunggu proses dan keputusan DPP PDIP. “Saya prinsipnya menunggu keputusan partai. Tentunya dengan survei dan mekanisme Rakerdasus,” ujar politisi asal Marga, Tabanan ini.

Dengan keputusan DPC PDIP Tabanan mengusung Adi Wiryatama dan Made Urip ini, praktis tiggal dua daerah lagi di Bali yang belum memastikan kandidat Cagub Bali 2013, yakni DPC PDIP Buleleng dan DPC PDIP Gianyar. Sebelumnya, DPC PDIP dari enam daerah lainnya telah menetapan kandidat Cagub Bali.

DPC PDIP Jembrana putuskan usung dua kandidat incumbent: Mangku Pastika dan Puspayoga sebagai Cagub Bali 2013. Seperti halnya Jembrana, DPC PDIP Bangli dan DPC PDIP Karangasem juga sama-sama mengusung Pastika dan Puspayoga sebagai Cagub Bali 2013. Sedangkan DPC PDIP Klungkung mengusung kandidat tunggal sebagai Cagub Bali, yakni Bupati Wayan Candra. Sebaliknya, DPC PDIP Badung dan DPC PDIP Denpasar sama-sama mengusung Puspayoga sebagai kandidat Cagub Bali 2013. Bedanya, DPC PDIP Badung juga mencantumkan posisi kandidat Cawagub, yang diberikan kepada Adi Wiryatama.

Hanya saja, dalam perkembangannya, Ketua DPC PDIP Karangasem I Gede Dana justru menganulir putusan rapat partai sebelumnya yang mengusung Pastika dan Puspayoga sebagai Cagub Bali. Alasannya, itu hanya aspirasi pribadi-pribadi yang disampaikan Sekretaris DPC PDIP Karangasem, Komang Sudanta, belum merupakan keputusan resmi partainya.

“Kami akan menggelar rapat pleno untuk bahas masalah figur Cagub yang diusung, hari Senin (23/7) nanti, yang melibatkan fungsionaris DPC PDIP dan semua PAC PDIP se-Karangasem,” tandas Gede Dana di Amlapura, Sabtu lalu, sembari menyebut putusan sebelumnya diambil dalam rapat yang tidak dipimpin langsung Ketua DPC PDIP.

Sementara itu, DPP PNIM menginstruksikan Ketua DPD PNIM Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedastraputra Suyasa, berlaga ke Pilgub Bali 2013 melalui kendaraan PDIP. Arya Wedakarna diinstruksikan nyalon ke Pilgub Bali 2013 dengan posisi Cawagub.

Informasi yang dihimpun di Denpasar, Minggu kemarin, Ketua Umum DPP PNIM Sukmawati Soekarnoputri bahkan telah menyurati Ketua DPD PDIP Bali, AA Ngurah Oka Ratmadi alias Cok Rat, untuk bersama-sama membangun koalisi di Pilgub 2013. Dalam suratnya ini, DPP PNIM menyodorkan Wedakarna sebagai kandidat Cawagub Bali, mendampingi Cagub dari PDIP. Ada beberapa alasan kenapa DPP PNIM menawarkan koalisi dengan PDIP sembari menyodorkan Wedakarna sebagai Cawagub Bali. Sebagaimana dalam surat DPP PNIM bernomor 031509/DPP/PNI-M/D/VII/2012 tertanggal 14 Juli itu, PNIM berkoalisi dengan PDIP mengusung Wedakarna sebagai Cawagub adalah sejarah bagi kejayaan Marhaenis di Bali. Diharapkan, ini bisa mengulangi sukses koalisi PDIP-PNIM di Pilkada Buleleng 2012 dan Pilkada Jembrana 2010. “PNIM yang memiliki 2,85 persen suara di Bali hasil Pileg 2009, bisa dijadikan kekuatan untuk Pilgub 2013,” ujar sumber. “DPP PNIM juga mempertegas, siapa pun Cagub yang akan diusung PDIP, dibutuhkan figur pendamping yang berpengalaman dalam hal ilmu pemerintahan, kehumasan, dan menguasai manajerial.”

Sementara itu, Wedakarna menyatakan siap melaksanakan perintah induk partai untuk maju ke Pilgub Bali 2013 melalui kendaraan PDIP. “Sebagai kader, saya siap melaksanakan instruksi DPP PNIM. Saya pastikan akan mengambil formulir bakal calon di Sekretariat DPD PDIP Bali,” ujar Wedakarna yang juga Presiden The Soekarno Center. 

sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Guru Piduka Dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih Mohon GA Tak Meletus

Ritual guru piduka di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (18/11) Di...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen