Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Demer Merasa Diadu Domba

Demer Merasa Diadu Domba

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 23 Juni 2012 | 8:02:00 AM

Sabtu, 23 Juni 2012, 07:59

ilustrasi
DENPASAR - Wakil Sekjen DPP Golkar Gede Sumarjaya Linggih alias Demer merasa dijadikan kambing hitam, bahkan cenderung diadudomba, menyusul terkatung-katungnya rekomendasi paket Cabup-Cawabup Gianyar untuk Pilkada 2012. Menurut Demer, muncul isu yang ditembakkan lawan politiknya bahwa rekomendasi paket calon digantung karena kepentingan dirinya.

Demer memaparkan, ada pihak yang mengadu ke DPP Golkar bnahwa dirinyalah yang ‘bermain’ di balik menggantungnya rekomendasi paket Cabup-Cawabup Gianyar. Pengaduan itu ditujukan ke Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia Timur DPP Golkar, Cicip Syarif Sutarjo, serta ke Korwil Bali-NTB-NTT DPP Golkar, Adi Darmawan Taher. Dalam pengaduannya, mereka menuding Demer yang menggantung rekomendasi.

Namun, Demer enggan merinci, siapa yang mengadu ke DPP Golkar seraya memojokkan dirinya. Yang jelas, menurut Demer, kasus terlambatnya rekomendasi paket calon tersebut digunakan sebagai senjata oleh kader
Golkar di Gianyar yang selama ini berseberangan dengan dirinya.

“Apalagi, sampai media menyebutkan pendaftaran calon ke KPU Gianyar dilakukan 24 Juni 2012. Hal ini sengaja dihembuskan untuk memojokkan saya. Padahal, pendaftaran calon yang diusung partai politik ke KPU baru dimulai 24 Juli sampai 30 Juli 2012 mendatang,” ujar Demer di Denpasar, Jumat (22/6). “Dari Gianyar dihembuskan pendaftaran sudah mepet dan DPP Golkar terlambat, sehingga kader protes. Kan kebangetan ini,” imbuhnya.

Demer menyatakan salah alamat kalau ada yang menuding dirinya bermain dalam rekomendasi paket calon di Gianyar. Padahal, lahirnya rekomendasi calon itu ada mekanismenya di partai. “Bukan seorang Demer yang menentukan. Ada tahapan survei,” jelas politisi Golkar asal Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng ini.

Sementara, informasi yang dihimpun di kalangan Golkar, rekomendasi paket calon untuk Pilkada Gianyar 2012 sebenarnya sudah di tangan DPP Golkar, tinggal menurunkan ke bawah. Hanya saja, sampai saat ini belum terungkap apa pertimbangan DPP Golkar pending rekomendasi.

Bahkan, Sekretaris DPD I Golkar Bali Komang Purnama sempat mengatakan rekomendasi paket Cabup-Cawabup Gianyar akan turun setelah 21 Juni 2012. Tapi, informasi terbaru, rekomendasi baru akan diturunkan DPP Golkar pekan depan. Dikonfirmasi, Korwil Gianyar DPD I Golkar Bali Dewa Ngakan Rai Budiasa menyatakan dirinya tidak punya kewenengan soal rekomendasi paket calon. “Kalau masalah rekomendasi itu, silakan hubungi DPP Golkar atau DPD I Golkar Bali. Saya tahunya kalau rekomendasi itu bukan paket calon, namun hanya Calon Bupati. Nanti Calon Bupati yang direkomendasi-lah menentukan paketnya di posisi Cawabup,” ujar Dewa Rai.

Rai Budiasa membenarkan pendaftaran paket calon yang diusung partai politik baru akan dilakukan KPU Gianyar, 24-30 Juli 2012. Kalau toh hingga kini rekomendasi belum keluar, Rai Budiasa menyarankan para kandidat yang nyalon di Golkar harus rajin melakukan sosialisasi, untuk memperkuat dukungan di bawah. “Karena, semuanya punya peluang direkomendasi DPP Golkar,” tegas mantan anggota DPRD DKI Jakarta ini.

Sementara itu, jajaran kader Golkar serta para kandidat yang nyalon ke Pilkada Gianyar 2012 melalui Partai Beringin hingga kini masih menunggu rekomendasi dari DPP Golkar. Kendati belum ada rekomendasi, pasangan Tjokorda Gde Putra Nindia-AA Ngurah Agung alias Paket Ning tetap gencar sosialisasi.

Informasi di lapangan, Paket Ning bersama timnya telah turun melakukan sosialisasi ke tujuh lokasi, mulai dari banjar-banjar, wantilan pura, hingga ke masjid. “Ini dilakukan Paket Ning, biar nanti tidak terlambat sosialisasi saat rekomendasi sudah di tangan,” ujar Ketua Tim Relawan Paket Ning, Ida Bagus Tilem.

Hal senada juga disampaikan penggagas Paket Ning, I Wayan Sudiasa. Menurut dia, pihaknya sangat yakin rekomendasi dari DPP Golkar akan jatuh ke Paket Ning. “Karena yakin Golkar akan menurunkan rekomendasi untuk Paket Ning, makanya kami harus turun ke lapangan untuk bersosialiasi. Masimakrama itu kan tidak harus memegang rekomendasi. Pokoknya, jangan sampai terlambat,” ujar Sudiasa kepada secara terpisah di Gianyar, Jumat kemarin.

Sudiasa menambahkan, baginya Paket Ning sudah harga mati. Pasalnya, Cok Nindia pasti akan mundur jika Golkar hanya merekomendasi dirinya, sementara paket pendampingnya di posisi Cawabup bukan Ngurah Agung.

Di lain sisi, kubu pasangan Tjokorda Raka Kerthyasa-AA Ngurah Kakarsana alias Paket Cakra pilih menahan diri. Menurut pendukung Paket Cakra, I Gusti Ngurah Widia, pihaknya menunggu mekanisme di Golkar. Apalagi, Paket Cakra merupakan kombinasi kader Golkar yang mendaftar nyalon melalui partainya.

“Jika rekomendasi DPP Golkar jatuh ke Paket Cakra, maka pasangan ini nanti akan langsung ngebut sosialisasi ke masyarakat. Kalau sekarang, jangan dulu sosialisasi. Apa yang harus kami jawab jika ada warga menanyakan, paket siapa yang disosialisasikan? Kan belum ada rekomendasi,” ujar IGN Widia.

sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Terjadi Letusan Gunung Agung 21 November 2017 pukul 17:05 WITA

Gunung Agung Terjadi letusan Gunung Agung pada pukul 17:05 WITA. Letusan diawali oleh Gempa Tremor Low-Frequency. Asap teramati berteka...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen