Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Akan Menikah Tahun Depan, Susiani Dibunuh di AS, Keluarga Terpukul

Akan Menikah Tahun Depan, Susiani Dibunuh di AS, Keluarga Terpukul

Written By Dre@ming Post on Selasa, 01 Mei 2012 | 2:40:00 PM

Selasa, 1 Mei 2012 | 14:19

Susiani Sebenarnya Akan Menikah Tahun Depan

Ni Luh Endang Susiani (kiri) dibunuh perampok di AS, Jumat (27/4/2012).
DENPASAR - Harapan Luh Endang Susiani (31) untuk mengakhiri masa lajangnya tahun depan pupus setelah sebuah musibah perampokan di South Carolina, AS, Jumat malam lalu merenggut nyawanya.

TKI asal Bali ini sebelumnya sempat mengutarakan niatnya kepada sang adik.

"Waktu dia ngobrol sama adiknya, keterangannya akan menikah satu tahun lagi," ujar Putu Artana, ayah Susiani,  Senin (30/4/2012) sore tadi.

Bahkan, sebelum meninggal, Susiani sempat meminta kepada keluarga untuk dibelikan baju adat pernikahan.

"Semua sudah dibelikan sama adiknya, mulai dari baju kebaya, sarung, sandal, lengkap semuanya," ungkap pria yang bekerja di Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kabupaten Buleleng ini.

Calon suami Susiani, Nyoman Arum, turut menjadi korban perampokan, tetapi ia berhasil selamat dari
peristiwa tersebut.

Meski masih diliputi kesedihan, pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergiannya.

Kemlu Fasilitasi Kepulangan Jenazah WNI di AS

JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Michael Tene mengatakan, pihaknya akan memfasilitasi pemulangan jenazah WNI yang ditembak perampok di South Carolina, Amerika Serikat.

"Secepatnya kami akan fasilitasi pemulangan jenazah dari Amerika Serikat," ujar Michael Tanne kepada wartawan di Kemlu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (30/4/2012).

Michael Tanne mengatakan, pihaknya melalui KJRI di New York, Amerika Serikat juga sudah menindaklanjuti kasus tersebut dan sudah menghubungi keluarga korban yang berada di Bali.

"Pelaku penembakan juga sudah ditangkap oleh aparat kepolisian setempat," terang Michael Tene.

Sebelumnya diberitakan, seorang perempuan Indonesia, diidentifikasi sebagai Luh Endang Susiani (31) asal Bali, tewas di South Carolina, AS, Jumat (27/4/2012) malam waktu setempat, setelah mobil yang ia tumpangi bersama teman prianya dibajak.

Pihak Kepolisian North Charleston dan para deputi di Berkeley County terus menyelidiki kasus pembajakan mobil di Jalan Dorchester yang berakhir dengan kematian Susiani itu.

Petugas kamar jenazah Berkeley County, Bill Salisbury, mengatakan, tubuh perempuan itu yang ditemukan di Jedburg Road diidentifikasi sebagai Luh Endang Susiani, 31 tahun, dari Indonesia. Hasil otopsi awal menunjukkan, dia tewas karena luka tembak di kepala.

Keluarga Minta Bantuan Pemulangan Jenazah

DENPASAR - Keluarga Luh Endang Susiani (31) mendatangi kantor DPRD Bali, Senin (30/04/2012) siang tadi untuk meminta bantuan supaya jenazah bisa segera dipulangkan ke kampung halamannya di Dusun Tegal Sari, Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali.

Sebelumnya pihak keluarga sempat dihubungi oleh pihak Kepolisian AS dan ditawarkan dua opsi apakah dikremasi di AS atau dipulangkan ke Bali. Pihak keluarga memutuskan untuk memilih opsi kedua yakni jenazah Susiani dipulangkan ke kampung halamannya.

Karena khawatir proses pemulangan melalui prosedur yang berbelit-belit, pihak keluarga meminta anggota DPRD Bali untuk membantu proses pemulangan tersebut. "Kami khawatir prosedurnya akan rumit dan kami belum tahu harus berbuat apa,” ujar Komang Eka Suaseni di kantor DPRD siang tadi.

Menanggapi permintaan keluarga korban, DPRD Bali siang tadi memanggil Kepala Dinas Tenaga Kerja Wayan Wiratha dan Kepala Badan Nasional Penemapatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Hasil pertemuan dengan BNP2TKI, Pihak keluarga diminta membuat surat resmi untuk mempercepat pemulangan jenazah yang nantinya akan disampaikan BNP2TKI ke pihak-pihak terkait.

Seperti diberitakan, Luh Endang Susiani tewas ditembak perampok saat pulang dari tempat kerjanya Jum'at malam. Saat itu Susiani dan pacarnya Nyoman Arum yang baru saja masuk ke dalam mobil, ditodong seorang perampok yang hendak meminta uang kepada mereka.

Perampok kemudian mengeluarkan Nyoman Arum dari mobil dan membawa lari mobil Toyota Camry 2000 tersebut bersama Susiani. Namun naas, saat polisi berhasil menemukan mobil tersebut, Susiani sudah tewas ditembak.

Susiani Dibunuh di AS, Keluarga Terpukul

DENPASAR - Luh Endang Susiani (31), seorang wanita asal Indonesia yang tewas ditembak di South Carolina, Amerika Serikat, adalah seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berasal dari Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali. Pihak keluarga sangat terpukul atas tewasnya Luh, yang selama ini bekerja di sebuah restoran China.

Adik kandung korban, Komang Eka Suaseni, menuturkan, pihak keluarga baru mengetahui peristiwa tewasnya Susiani dari pacarnya Nyoman Arum yang selamat dari perampokan tersebut pada Jumat (27/4/2012) malam atau Sabtu pagi waktu Indonesia.

"Satu jam sebelum kejadian, kakak sempat menelepon untuk meminta dikirimi foto-foto keluarga,” kata Suaseni saat ditemui di kantor DPRD Bali di Denpasar, Senin (30/4/2012) siang tadi.

Seperti diberitakan, Luh Endang Susiani tewas ditembak perampok saat pulang dari tempat kerjanya pada Jumat malam. Saat itu Susiani dan pacarnya, Nyoman Arum, yang baru saja masuk ke dalam mobil, ditodong seorang perampok yang hendak meminta uang kepada mereka.

Perampok kemudian mengeluarkan Nyoman Arum dari mobil dan membawa lari mobil Toyota Camry 2000 tersebut bersama Susiani. Namun naas, saat polisi berhasil menemukan mobil tersebut, Susiani sudah tewas ditembak.

Seorang Perempuan Indonesia Tewas di AS

NORTH CHARLESTON - Seorang perempuan Indonesia, diidentifikasi sebagai Luh Endang Susiani, tewas di South Carolina, AS, Jumat (27/4/2012) malam waktu setempat, setelah mobil yang ia tumpangi bersama teman prianya dibajak.

Pihak kepolisian North Charleston dan para deputi di Berkeley County terus menyelidiki kasus pembajakan mobil di Jalan Dorchester yang berakhir dengan kematian Susiani itu.

Petugas kamar jenazah Berkeley County, Bill Salisbury, mengatakan, tubuh perempuan itu yang ditemukan di Jedburg Road diidentifikasi sebagai Luh Endang Susiani, 31 tahun, dari Indonesia. Hasil otopsi awal menunjukkan, dia tewas karena luka tembak di kepala.

Teman Susiani, Jaeny Desjardin, mengatakan, Susiani datang ke South Carolina "demi kehidupan yang lebih baik." Dia mengatakan, Susiani bekerja untuk menopang hidup keluarganya.

Juru bicara kepolisian North Charleston, Spencer Pryor, mengatakan, pihaknya mendapat informasi tentang pembajakan mobil tersebut jelang tengah malam pada hari Jumat.

Menurut polisi, seorang pria bersenjata pistol mendekati Susiani dan pasangan prianya di tempat parkir di pusat perbelanjaan Eden Oak dan meminta mobil Toyota Camry 2000 warna hitam mereka. Tersangka, yang kemudian ditangkap dan diketahui bernama Tyler Brown-Kelly (28), memaksa Susiani masuk ke dalam mobil bersama dia.

Pasangan Susiani, yang diyakini polisi sebagai tunangan Susiani, mengatakan, Kelly mendekati mereka di tempat parkir sambil mengacungkan pistol.

Tyler Brown-Kelly kemudian melarikan mobil pasangan itu bersama Susiani di dalamnya. Saat polisi North Charleston mencari kendaraan tersebut, mereka diberitahu bahwa seorang perempuan telah ditemukan tewas di jalan masuk I-26, di dekat Jedberg Exit. Ternyata perempuan itu adalah Susiani.

Susiani Sempat Minta Dibuatkan Sayur Kesukaan

DENPASAR - Keluarga Ni Luh Endang Susiani (31), tenaga kerja Indonesia asal Bali yang tewas ditembak perampok di Amerika Serikat, telah mendapat firasat buruk sebelum tragedi itu terjadi.

Selain meminta perlengkapan pernikahan yang rencananya akan digelar tahun depan, Susiani juga meminta sayur kesukaannya kepada sang ayah. "Dia minta sayur kesukaannya, jukut undis. Tapi bagaimana caranya kirim ke Amerika," ujar ayah Susiani, Putu Artana, saat dihubungi, Senin (30/4/2012) sore.

Sayur jukut undis merupakan sayuran khas Bali yang terbuat dari kacang hitam. Selama dua tahun lebih bekerja di AS, Susiani tak bisa lagi menikmati sayur kesukaannya tersebut.

Artana mengaku sempat mendapat mimpi buruk sebelum ditinggal pergi putri sulungnya untuk selamanya itu. "Memang ada firasat melalui mimpi. Kalau menurut kepercayaan kita, itu pertanda buruk," ungkapnya.

Di mata keluarga, putri pertama dari enam bersaudara ini merupakan sosok yang periang dan sangat peduli terhadap keluarga. Selama ini komunikasi Artana dengan putrinya selama tinggal di AS juga berlangsung lancar.


sumber : kompas
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Guru Piduka Dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih Mohon GA Tak Meletus

Ritual guru piduka di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (18/11) Di...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen