Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Kandidat Berlomba Asah Taring Saksi

Kandidat Berlomba Asah Taring Saksi

Written By Dre@ming Post on Senin, 12 Maret 2012 | 6:16:00 AM

Senin, 12 Maret 2012, 06:29

SINGARAJA - Empat pasangan Cabup-Cawabup Buleleng yang akan bertarung di Pilkada, 22 April 2012, berusaha mengamankan suara mereka di TPS. Masing-masing kubu menyiapkan saksi dalam jumlah berlipat, yang bertugas mengawal suara mulai dari TPS, Kecamatan, hingga ke KPU Buleleng. Anggaran untuk saksi bagi pasangan calon pun ditaksir minimal mencapai Rp 118,10 juta.

Menurut Sekretaris DPD PDIP Bali, Nyoman Adi Wiryatama, pihaknya mengerahkan kekuatan penuh untuk mengamankan total 1.181 TPS (tempat pemungutan suara) di Pilkada Buleleng 2012. Dalam hal ini, PDIP menerjunkan 2.362 saksi atau dua kali lipat dari jumlah TPS yang ada.

“Jumlah saksi yang kita terjunkan dua kali lipat dari total 1.81 TPS yang ada. Kita tidak mau suara PAS-Sutji dicaplok kucing garong di TPS. Susah-susah menggarap kantong massa, eh suara malah hilang, ‘kan berat kasusnya,” ujar Adi Wiryatama, Minggu (11/3).

Adi Wiryatama menyebutkan, saksi yang diterjunkan mengamankan TPS adalah para kader PDIP di tingkat banjar (Anak Ranting PDIP). Mereka semuanya sudah dilatih dan diberikan pembekalan khusus menghadapi
Pilkada Buleleng 2012. Sampai saat ini, PDIP di Buleleng sangat solid.

“Buleleng saat ini paling solid dan kepengurusan PDIP pun paling lenkap sampai ke Anak Ranting. Jadi, kita tidak kesulitan kalau mengerahkan saksi sampai berlipat dari jumlah TPS yang asa. Satu TPS kita amankan dengan dua saksi,” terang mantan Bupati Tabanan dua kali periode ini.

Disinggung soal peluang paket PAS-Sutji memenangkan Pilkada Buleleng 2012, menurut Adi Wiryatama, semua pasangan calon yang bertarung merupakan calon pemimpin yang punya kualitas. Namun, PDIP saat ini memiliki kekuatan dan kualitas yang tidak diragukan.

Semua kader PDIP, kata dia, siap kerja keras untuk memenangkan paket PAS-Sutji (yang diusung PDIP bersama PNIM, PPP, PKB, dan PKS) di Pilkada Buleleng 2012. “Bicara peluang, kami jelas menargetkan paket PAS-Sutji menang di Buleleng,” tegas Adi Wiryatama yang notabene ayah Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti.

Dikonfirmasi terpisah di Singaraja, Minggu kemarin, Ketua Tim Pemenangan PAS-Sutji, Dewa Nyoman Sukrawan, menegaskan pihaknya berjibaku untuk memenangkan jago di Buleleng. Jumlah para saksi yang disiapkan PDIP pun berlipat ganda.

Karena jumlah saksinya berlipat, pihaknya juga harus menyiapkan dana khsus. Dengan asumsi per saksi harus dihonor Rp 50.000, maka total anggaran khusus saksi bagi paket PAS-Sutji yang perlu disiapkan mencapai sekitar Rp 118,10 juta. Masalah dana bagi saksi ini segera akan dibahas Tim Pemenangan PAS-Sutji. Menurut Dewa Sukrawan, selama ini saksi yang dikerahkan PDIP tidak pernah ada masalah dengan honor. Soalnya, yang dikerahkan sebagai saksi adalah kader-kader militan PDIP. “Masalah uang saksi tentu sudah ada, cuma kita belum berani sampaikan. Yang jelas, selama ini masalah itu tidak pernah ada persoalan,” tegas Ketua DPC PDIP sekaligus Ketua DPRD Buleleng ini.

Hal serupa juga disampaikan kubu Demokrat, yang mengusung paket Ni Putu Tutik Kusumawardani-Komang Nova Sewi Putra sebagai Cabup-Cawabup Buleleng. Menurut Ketua Tim Pemenangan Tutik-Nova, I Made Suparjo, pihaknya minimal menyiapkan 2.362 saksi untuk mengawal 1.181 TPS plus 1 TPS khusus di dalam LP Singaraja. Ini belum termasuk saksi yang bertugas mengawal suara dari desa ke Kecamatan hingga ke KPU Buleleng.

“Ya, minimal dana yang disiapkan untuk setiap saksi mencapai Rp 50.000. Jadi, Anda bisa hitung sendiri, berapa dananya jika ada lebih dari 2.362 saksi,” ujar Made Suparjo yang juga Wakil Ketua DPC Demokrat Buleleng.

Made Suparjo mengakui, pihaknya telah menggalang saksi jauh sebelum calon yang diusungnya ditetapkan KPU Buleleng. Bahkan, pelatihan dan pembekalan saksi yang belum terlaksana kini tinggal di beberapa desa saja. “Hampir semua Kecamatan sudah, tinggal beberapa desa saja yang belum,” katanya.

DPD Demokrat Bali sendiri sudah memerintahkan jajaran DPC Demokrat Buleleng untuk berjuang total memenangkan paket Tutik-Nova. Ketua DPD Demokrat Bali, Made Mudarta, menyatakan partainya menyiapkan masing-masing 2 saksi di tiap TPS. “Satu sebagai saksi wajib, satunya lagi cadangan. Kalau saksi satu sakit atau istirahat makan, TPS tetap bisa dikawal yang lain,” jelas Mudarta saat dikonfirmasi terpisah di Denpasar, Minggu kemarin.

“Sangat berisiko kalau kita lengah mengawal TPS. Saya rasa semua parpol pengusung calon pasti mengamankan TPS. Ini politik, Bung. Kalau tidak awas, suara kandidat yang kita usung bisa lenyap. Jadi, pertarungan sesungguhnya juga terjadi di TPS,” tegas Mudarta.

Jurus mengamankan TPS juga ditempuh Golkar, yang mengusung paket Gede Ariadi-Wayan Arta alias Geria 12 di Pilkada Buleleng 2012. Menurut pentolan Tim Pemenangan Geria 12, Ketut Susila Umbara, pihak telah melakukan pelatihan dan pembekalan saksi jauh sebelum para kandidat lain melakukannya. “Sekarang kandidat lain genjot pembekalan saksi, karena kita (Golkar) sudah lebih awal melakukannya,” ujar Ketua Fraksi Golkar DPRD Buleleng ini. Hanya saja, Susila Umbara enggan menyebut honor yang disiapkan untuk para saksi yang tugaskan mengawal suara Geria 12 di masing-masing TPS. “Itu nanti, yang jelas kita sudah siapkan dana,” kata Susila Umbara yang juga Ketua Harian DPD II Golkar Buleleng.

Ketua Bappilu DPD I Golkar Bali, Dewa Ayu Sri Wigunawati, menyatakan pihaknya telah memerintahkan saksi-saksi untuk tongkrongi TPS sampai penghitungan suara selesai. “Kawal TPS sampai tuntas pelaporannya,” ujar Wigunawati yang Minggu kemarin terjun ke Buleleng untuk pembekalan para saksi bagi paket Geria 12.

Sementara itu, Koalisi Nurani Denbukit yang mengusung paket Wayan Gede Wenten Suparlan-IB Djodhi sebagai Cabup-Cawabup Buleleng, kabarnya masih kesulitan untuk mengerahkan saksi. Indikasinya, koalisi 10 parpol gurem yang dimotori Hanura-Gerindra ini hingga sekarang belum melakukan pelatihan dan pembekalan para saksi.

Sayangnya, Ketut Tim Pemenangan paket Suparlan-Djodhi, I Nyoman Sueker, belum bisa dikonfirmasi  terkait penggalaangan para saksi tersebut. Saat dihubungi di Singaraja, Minggu kemarin, petinggi DPC Hanura Buleleng ini tidak bisa dikontak. 

sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Pergerakan Magma GA Menurun, Drone Diterbangkan Ambil Sampel Gas

Gunung Agung siang tadi, Sabtu (18/11/2017) Pengamatan PVMG Seminggu Terakhir, Begini Pergerakan Magmanya AMLAPURA - Gunung Agung...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen