Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » 56 Desa Rawan Banjir

56 Desa Rawan Banjir

Written By Dre@ming Post on Kamis, 10 November 2011 | 8:41:00 AM

Kamis, 10 Nopember 2011, 08:09

DENPASAR - Pusat Pendataan dan Operasional (Pusdalops) Penanggulangan Bencana Provinsi Bali melakukan pendataan dan memetakan ada sekitar 56 desa rawan bencana banjir. "Sebagian besar dari jumlah tersebut diklasifikasi dengan kerawanan banjir yang tinggi," kata Kepala Pusdalops PB Bali Putu Anom Agustina di Denpasar, Rabu (9/11).

Data tersebut, menurut dia, berdasarkan hasil evaluasi kejadian dari tahun ke tahun. "Kami minta kepada warga masyarakat untuk selalu waspada bila memasuki musim hujan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Hujan yang mengguyur Denpasar dan sekitarnya Selasa (8/11) malam mengakibatkan seorang korban terseret arus banjir dan banyak rumah yang terendam akibat air Tukad Badung meluap.

Anom Agustina mengungkapkan, dari 56 desa rawan banjir tersebut, jumlah terbanyak berada di Kabupaten Buleleng, yaitu sebanyak 33 desa dari delapan kecamatan. Sedangkan pada urutan kedua terjadi di Kota Denpasar yakni sebanyak 10 desa. Begitu juga dengan Kabupaten Jembrana sebanyak tujuh desa dan
Kabupaten Badung enam desa.

Khusus Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, potensi banjir justru terjadi di beberapa pusat pariwisata dan pemerintahan, seperti di sekitar kawasan wisata Kuta dan Jimbaran serta beberapa lokasi lainnya di Kota Denpasar.

Bila saat banjir, kata dia, air akan menggenangi ruas jalan provinsi dan jalan kabupaten karena permukaan tanahnya yang cekung dan drainase yang kurang bagus. "Pernah ada survei dari Dinas PU Provinsi Bali, namun prosesnya belum selesai. Tetapi yang perlu diketahui adalah Pusdalops sudah memetakan jalur evakuasi berdasarkan pemetaan daerah banjir serta sudah ada perlindungan masyarakat (Linmas) yang akan selalu siaga selama 24 jam di sekitar lokasi," ujarnya.

Untuk Kabupaten Buleleng dan Jembrana, kata dia, penyebab banjir didominasi oleh pendangkalan aliran sungai, banyaknya pemukiman di daerah hulu sungai, penyempitan saluran sungai, lokasi sawah yang lebih tinggi dari pemukiman atau jalan raya. Selain itu, penyebab banjir ditengarai akibat perambahan hutan serta alih fungsi lahan dari lahan hutan menjadi tanaman umur pendek, seperti sayur-sayuran dan bunga serta tanaman palawija lainnya. "Akibatnya, daerah resapan air berkurang sehingga bila hujan tiba seluruh air akan mengaliri sungai, bahkan ada yang meluap hingga ke rumah-rumah penduduk," kata Anom Agustina.

Sementara itu, sebagian warga Kota Denpasar hingga Rabu siang ini masih bergotong royong membersihkan sisa-sisa air yang menggenang rumahnya akibat hujan deras dan banjir Selasa (8/11) malam.

Sebagian wilayah kota Denpasar yang mengalami banjir setinggi paha manusia dewasa salah satunya di Jalan Pura Demak, Denpasar. Sundari, salah seorang warga Jalan Pura Demak I yang mengalami banjir mengaku, hingga Rabu siang belum sempat beristirahat akibat banjir yang merendam rumahnya. "Dari semalam, kami belum dapat beristirahat karena harus membersihkan rumah. Dan sekarang sudah hampir selesai membersihkannya," katanya.

Sekitar pukul 23.30 Wita, Sundari bersama dengan suaminya Susanto, tiga orang anaknya dan seorang kakeknya serta warga sekitar diminta oleh tim SAR untuk pergi dari rumahnya sementara, karena dikhawatirkan hujan akan lebih lebat dan banjir semakin tinggi. "Semalam, tim SAR sempat datang, dan kami diminta untuk mengungsi sementara. Karena terburu-buru, kulkas saya sampai lepas pintunya saat kami menyelamatkan barang-barang," ungkapnya.

Keluarga Sundari pun akhirnya mengungsi di rumah tetangganya yang bertingkat. Setelah itu kembali ke rumahnya pada Rabu (9/11) sekitar pukul 05.00 Wita. "Airnya pun juga belum surut, dan masih merendam dengan tinggi semata kaki," katanya. Di kawasan Jalan Pura Demak ini, kerap menjadi langganan banjir jika musim hujan tiba, dan banjir yang datang bercampur dengan lumpur tebal. "Banjirnya seperti tahun 2007 lalu, karena airnya bercampur dengan lumpur, jadi susah membersihkan rumahnya," katanya. 

sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Gunung Agung Status Awas, Area Steril 12 Km, Pengungsi Diperkirakan 100 Ribu Orang

Bupati Mas Sumantri saat kunjungi warganya yang mengungsi di Buleleng (kiri). Walikota IB Rai Mantra saat mengunjungi pengungsi di kawasan...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen