Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Mengerikaannnnn ....... Anak Digorok Ayah hingga Tewas

Mengerikaannnnn ....... Anak Digorok Ayah hingga Tewas

Written By Dre@ming Post on Senin, 04 Juli 2011 | 10:51:00 AM

Senin, 04 Juli 2011, 10:48

SINGARAJA - Kematian tragis menimpa Gusti Kopang Nina Mayoni, 25, gadis asal Banjar Taman Sari,
Ilustrasi Pembunuhan
Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Minggu (3/7) dinihari. Korban tewas diorok hingga lehernya nyaris putus. Tragisnya, pelaku pembunuhan sadis ini justru ayah korban sendiri, Gusti Putu Darma, 49. Pembunuhan di lingkup keluarga ini dipicu cekcok masalah uang sekolah.

Setelah putrinya tewas digorok, Minggu dinihari sekitar pukul 04.00 Wita, pelaku Gusti Putu Darma justru nekat mencoba bunuh diri di desa lain. Bahkan, pelaku dua kali mencoba bunuh diri di kawasan Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, Buleleng.
Meski nyawanya selamat, namun ayah pembantai anak ini kini sekarat di rumah sakit.

Percobaan bunuh diri pertama dilakukan Gusti Putu Darma dengan mencebur ke laut di pantai Desa Kerobokan. Gagal bunuh diri dengan mencebur ke laut, pelaku kembali beraksi nekat, Minggu kemarin. Kali ini, pria paruh baya tersebut nekat memanjat tiang gardu listrik bertegangan tinggi, hingga jatuh dari ketinggian 5 meter.

Informasi yang dihimpun, peristiwa sadis ayah bunuh putri kandung dengan menggorok lehernya ini terjadi Minggu dinihari sekitar pukul 04.00 Wita. Karena kejadiannya dinihhari, sehingga para tetangga tidak terlalu banyak yang tahu peristiwa itu.

Perihal tewasnya Gusti Kopang Nina Mayoni akibat digorok ayah kandung ini pertama kali diketahui dua adik perempuan korban, Gusti Putu Diana Rahayu dan Gusti Kadek Tresnawati, kemarin subuh sekitar pukul 05.00 Wita. Ketika itu, Diana Rahayu dan Tresnawati sengaja mencari keberadaan kakaknya, yakni korban Nina Mayoni, di areal kebun cengkih belakang rumahnya, di Banjar Taman Sari, Desa Padangbulia.

Mereka mencari sang kakak, karena khawatir terjadis sesuatu, lantaran beberapa jam sebelumnya sempat bertengkar hebat dengan ayahnya, Gusti Putu Darma. Betapa kagetnya mereka, karena menemukan Nina Mayoni sudah tewas secara mengenaskan.

Tubuh korban ditemukan tergeletak bersimbah darah di tengah kebuh cengkih belakang rumahnya. Korban Nina Mayoni yang merupakan anak sulung dari 7 bersaudara keluarga pasangan Gusti Putu Darma, 49, dan Gusti Komang Rena, 47, tewas dalam kondisi hanya mengenakan BH warna unggu dan celana warna hitam. Tubuhnya telentang di tanah dengan bersimbah darah segar yang mengalir dari lehernya.

Begitu menemukan kakak sulungnya sudah tewas bersimbah darah, Diana Rahayu dan Tresnawati pun langsung memberitahukan peristiwa tragis ini kepada keluarganya dan warga sekitar. Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke polisi. Jajaran Polsektif Sukasada pun terjun ke lokasi kejadian di Banjar Taman Sari, Desa Padangbulia. Polisi terjun untuk melakukan olah TKP dan sekaligus mengevakuasi mayat korban Nina Mayoni. Evakuasi dilakukan Minggu pagi sekitar pukul 09.00 Wita, di mana petugas kepolisian dibantu warga setempat. Mayat korban kemudian dibawa ke Ruanh Jenazah RSUD Buleleng untuk divisum.

Kendati pelaku pembunuhan sadis ini mengarah ke ayah kandung korban, Gusti Putu Darma, namun jajaran Polres Buleleng belum berani menetapkannya sebagai tersangka. Alasannya, polisi masih melakukan pendalaman kasus, termasuk memeriksa saksi-saksi.

“Terkait masalah itu (pelakunya), kami belum bisa sampaikan. Karena kami masih akan melakukan penyelidikan dan mendalami kasus ini terlebih dulu. Termasuk motif pembunuhannya,” elak Kabag Ops Polres Buleleng, Kompol Ida Bagus Wedana Jati, saat dikonfirmasi di Singaraja, Minggu kemarin.

Namun, Kapolsektif Sukasada AKP I Nyoman Widana, terang-terangan mengatakan pelaku pembunuhan sadis ini adalah ayah kandung korban. Bahkan, korban dibantai pelaku di hadapan ibundanya, Gusti Komang Rena. Namanya perempuan, Gusti Komang Rena tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa pasrah melihat putri sulungnya dibantai sang ayah (suami Rena).

Hanya saja, motif di balik pembunuhan anak oleh ayah kandung ini masih simpang siur. Ada versi yang menyebut korban Nina Mayoni sempat cekcok berat dengan ayahnya, pelaku Gusti Putu Darma, sekitar satu jam sebelum tewas digorok. Percekcokan yang terjadi dinihari itu dipicu lantaran korban hendak melerai pertengkaran antara ayahnya vs salah satu adik korban terkait masalah uang sekolah.

Tapi, menurut Kapolsektif Sukasada, AKP Nyoman Widana, pertengkaran itu terjadi Sabtu (2/7) malam sekitar pukul 23.00 Wita. Pertengkaran berawal ketika salah satu adik korban, Tresnawati, meminta uang kepada ayahnya untuk kepentingan sekolah. Tresnawati malah dimarahi ayahnya. Nah, gara-gara korban Nina Mayoni membela adiknya yang minta uang, sang ayah naik pitam.

Pertengakaran ayah vs putri sulung ini kemudian merembet ke masalah rencana perkawinan. Menurut Nyoman Widana, korban Nina Mayoni berencana akan melangsungkan pernikahan, Agustus 2011 nanti, dengan seorang pria pujaan hati asal Gianyar. Namun, rencana pernikahan ini ditolak sang ayah, yang sejak awal tidak merestui hubungan asmara putrinya dengan pria Gianyar tersebut.

"Kalau kamu tetap bersikeras menikah dengan lelaki itu (asal Gianyar), lebih baik saya bunuh kamu," ancam sang ayah, Gusti Putu Darma, sebagaimana ditirukan Nyoman Widiana berdasarkan keterangan saksi Tressnawati (adik korban). Widana menambahkan, korban Nina Mayoni yang sudah sering mendengar ancaman seperti itu, tidak menyikapi serius kemarahan ayahnya. Korban pun pilih berbaring sambil menonton siaran televisi, sehabis bertengkar hebat dengan sang ayah.

Namun, di luar dugaan, sang ayah justru mengambil sebilah golok. Kemudian, senjata tajam itu dipakai menggorok leher putri sulungnya. Selain luka menganga di leher, korban juga mengalami luka tusukan cukup dalam di rusuk kiri hingga meregang nyawa.

"Setelah menusuk putrinya, pelaku kemudian mengambil selembar kain sarung dan membentangkannya di belakang rumahnya, lalu meletakkan tubuh Nina Mayoni di atas kain tersebut," papar Widana kepada Antara secara terpisah di Sukasada, Minggu kemarin.

Usai membunuh putri sulungnya, Gusti Putu Darma langsung kabur keluar rumah dengan menggunakan sepeda motor. Pelaku melaju ke kawasan Desa Kerobokan, yang jaraknya beberapa kilometer arah timur Desa Padangbulia. Di kawasan Kerobokan, pelaku nekat melakukan percobaan bunuh diri hingga dua kali. Pertama, menceburkan diri ke laut, namun gagal tewas.

Kedua, pelaku nekat naik gardu listrik, hingga kemudian jatuh dari ketinggian sekitat 5 meter akibat tersengat aliran listrik. Pelaku pun harus dirawat di RSUD Buleleng. Menurut Widana, tersangka Gusti Putu Darma kemungkinan akan dijerat pasal 338 dan 351 KUHP.

Di sisi lain, salah seorang kerabat korban, Gusti Nyoman Alit, mengatakan secara umum kondisi keluarga ini baik-baik saja, tidak pernah diketahui ada permasalahan yang besar. Karena itu, Alit mengaku sangat terkejut mengetahui Nina Mayoni sampai tewas akibat digorok ayah kandungnya.

“Saya sih melihat tidak pernah ada permasalahan besar. Selama ini, tampak baik-baik saja,” kenang Alit yang ditemui di sela-sela evakuasi mayat korban Nina Mayoni, kemarin pagi. Dikatakan Alit, sebelum peristiwa tragis ini, sudah muncul beberapa firasat buruk melalui istrinya, juga ibunda korban, Gusti Komang Rena. “Dalam mimpinya, istri saya dan ibunda Nina Mayoni sama-sama mengalami gigi tanggal,” terang Alit.

Ini untuk kedua kalinya terjadi kasus pembunuhan dalam lingkup keluarga di Bali selama tahun 2011. Sebelumnya, tragedi serupa juga terjadi di Desa Pakraman Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, 30 Maret 2011 malam. Korbannya adalah Jro Mangku Nyoman Sukjadnya, 52, seorang pamangku setempat. Sedangkan pelakunya adalah Jro Mangku Nyoman Jegog, 85, ayah kandung korban yang kesehariannya ngayah pada Pura Paibon Mangurah Goa.

sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

PVMBG Belum Pastikan Penurunan Status, GA Masih Alami Erupsi

Visual gunung agung dari desa Suwat Gianyar sabtu(16/12) pada pukul 6.00 dan pukul 7.30 wita Hembusan asap berwarna putih dan kelabu ...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen