Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Terpental dari Pencalonan di PDIP, Demokrat Bidik Ray Yusha?

Terpental dari Pencalonan di PDIP, Demokrat Bidik Ray Yusha?

Written By Dre@ming Post on Selasa, 31 Mei 2011 | 7:53:00 AM

Selasa, 31 Mei 2011, 07:39

SINGARAJA-Demokrat dan PKPB kemungkinan besar akan berkolisi mengusung paket Calon Bupati (Cabup)-Calon Wakil Bupati (Cawabup) di Pilkada Buleleng 2012. Bahkan, koalisi Demokrat-PKPB sudah menjatuhkan pilihannya kepada Nyoman Ray Yusha untuk diusung sebagai Cabup, dengan asumsi figur non kader yang sempat bikin sensasi di Pilkada Buleleng 2007 ini terpental dari pencalonan di PDIP.

Pertemuan pucuk pimpinan kedua partai yang berkoalisi tersebut dilakukan atas inisiatif dari petinggi DPC Demokrat Buleleng. Pertemuan dilakukan di sebuah rumah makan kawasan wisata Lovina, Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, beberapa hari lalu.

Pertemuan tersebut dihadiri langsung Ketua DPC Demokrat Buleleng Ni Luh Gede Herryani dan Ketua DPC PKPB Buleleng, Wayan Arta. Selain sepakat untuk berkoalisi, dalam pertemuan tersebut, kedua parpol yang memiliki total 13 kursi (28,89 persen) di DPRD Buleleng ini juga fokus membahas figur Cabup dan Cawabup yang akan diusung ke Pilkada. Informasi yang dihimpun di Singaraja, Senin (30/5), untuk kandidat Cabup Buleleng, Demokrat-PKPB fokus membidik Ray Yusha,
tokoh non kader asal Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan. Sedangkan untuk kandidat Cawabup, ada sederet politisi Demokrat yang masuk nominasi, termasuk Luh Gede Herryani. Selain itu, dua politisi Demokrat lainnya yang kebetulan suami istri juga masuk nominasi sebagai Cawabup Buleleng, yakni Gede Dharma Wijaya (mantan Ketua DPC Demokrat yang kini Wakil Ketua DPRD Buleleng) dan Tutik Kusumawardani (Ketua Komisi II DPRD Bali).

Saat ini, Ray Yusha masih terdaftar sebagai Balon Bupati Buleleng di PDIP. Ray Yusha bersaing memperebutkan tiket rekomendasi sebagai Cabup Buleleng dari DPP PDIP dengan empat kandidat lainnya, termasuk tiga kader internal PDIP: Putu Agus Suradnyana, Made Arga Pynatih, dan Dewa Nyoman Sukrawan. Ray Yusha yang notabene mantan Cabup Buleleng dari Demokrat bersama koalisinya di Pilkada 2007 silam dan sempat bikin kejutan saat tampil sebagai runner-up di bawah Putu Bagiada (pemenang Pilkada 2007), diprediksi akan terpental dari perburuan tiket rekomendasi di internal PDIP. Pasalnya, muncul wacana paket kombinasi kader-kader untuk diusung PDIP sebagai pasangan Cabup-Cawabup ke Pilkada Buleleng, yang diagendakan April atau Mei 2012 mendatang. Jika Ray Yusha benar-benar terpental dari PDIP, maka koalisi Demokrat-PKPB akan langsung menyambarnya untuk diusung sebagai Cabup Buleleng.

Menurut sumber di lingkaran Demokrat Buleleng, Senin kemarin, nama Ray Yusha banyak dibahas dalam pertemuan dua pucuk pimpinan partainya di Lovina, karena baik Demokrat maupun PKPB sedang krisis kader yang bisa diandalkan untuk diusung sebagai Cabup. “Kalau Pak Dharma Wijaya dan Ibu Tutik Kusumawardani, sekarang komunikasi mereka dengan pengurus DPC Demokrat Buleleng yang baru tidak nyambung. Sehingga, agak susah dalam pencalonannya ke Pilkada Buleleng 2012 nanti,” ujar sumber tersebut.

Isu perpecahan di internal Demokrat sudah merebak ketika digelar Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tarung perebutan kursi Ketua DPC Demokrat Buleleng, beberapa bulan lalu. Kala itu, Dharma Wijaya selaku figur incumbent (Ketua DPC Demokrat demisioner) dipecundangi Ni Luh Gede Herryani, yang kemudian terpilih sebagai nakhoda partai. Kendati kehilangan kursi Ketua DPC Demokrat Buleleng, namun Dharma Wijaya bersama istrinya, Tutik Kusmawardani, terus bergrilya mencari dukungan masyarakat untuk maju ke Pilkada 2012. Mereka aktif menggalang dukungan dengan menggelar safari kesehatan, melalui sebuah rumah sakit swasta di Singaraja yang notabene miliknya. Dukungan dari masyarakat ini menjadi penting, karena mekanisme penjaringan calon di Demokrat hampir sama dengan Golkar, yakni berdasarkan hasil survei.

Sementara itu, Ketua DPC Demokrat Buleleng Luh Gede Herryani belum bisa dikonfirmasi terkait rencana koalisi dengan PKPB untuk mengusung Ray Yusha sebagai Cabup ke Pilkada 2012 ini. Namun, Sekretaris DPC PKPB Buleleng, I Gede Ton Hitler, membenarkan partainya sudah menjalin komunikasi dengan Demokrat. Bahkan, komunikasi itu ditegaskan dengan pertemuan tingkat pimpinan.

Hanya saja, Ton Hitler mengaku tidak tahu menahu soal hasil pertemuan pimpinan Demokrat dan pimpinan PKPB di Lovina tersebut. “Karena, bukan saya yang hadir. Kala itu, yang hadir dalam pertemuan langsung Pak Wayan (Ketua DPC PKPB Buleleng Wayan Arta),” kenang Ton Hitler.

Ton Hitler juga mengakui sampai saat ini partainya belum memiliki figur yang akan diusung sebagai Cabup dan Cawabup di Pilkada Buleleng 2012. Namun, Ton Hitler merasa sangat yakin partainya tetap akan mengusung calon di Pilkada mendatang. “Kita tunggu saja, nanti pasti ada calon,” ujar Ton Hitler yang juga anggota Komisi A DPRD Buleleng. Sekadar dicatat, PKPB memiliki 6 kursi (setara dengan 13,33 persen) di DPRD Buleleng hasil Pileg 2009 lalu. PKPB tinggal membutuhkan tambahan satu kursi dari partai lain sebagai mitra koalisi, guna memenuhi syarat minimal 15 persen suara untuk bisa mengusung paket calon sendiri ke Pilkada Buleleng 2012.

PKPB sebetulnya sudah punya cantolan sebagai mitra koalisi, yakni PAN yang bermodalkan 1 kursi (2,22 persen suara) di parlemen. Kebetulan, PAN selama ini masuk dalam Fraksi Peduli Bangsa Besutan DPRD Buleleng yang dimotori PKPB. Berdasarkan hasil Pileg 2009 lalu, tercatat hanya tiga parpol besar di Buleleng yang berhak mengusung paket Cabup-Cawabup sendiri ke Pilkada 2012, karena kursinya di parlemen memenuhi syarat. Pertama, PDIP selaku pemegang suara mayoritas dengan modal 14 kursi (31,11 persen) DPRD Buleleng. Kedua, Golkar dengan modal 9 kursi (20,00 persen) DPRD Buleleng. Ketiga, Demokrat dengan modal 7 kursi (15,56 persen) di parlemen. Sedangkan Partai Hanura memiliki 3 kursi (6,66 persen suara) di parlemen, hingga menjadi parpol yang seksi dan punya nilai tawar di Pilkada Buleleng 2012. Sementara, enam parpol gurem lainnya sama-sama memiliki 1 kursi parlemen, yakni Gerindra, PNI Marhaenisme, PAN, PPP, PKB, dan Partai Pakar Pangan.

sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

PVMBG Belum Pastikan Penurunan Status, GA Masih Alami Erupsi

Visual gunung agung dari desa Suwat Gianyar sabtu(16/12) pada pukul 6.00 dan pukul 7.30 wita Hembusan asap berwarna putih dan kelabu ...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen